Leon Hart, Sang Pahlawan Legendaris yang namanya terkenal dari sampai ke ujung benua karena berkat usahanya umat Manusia bisa mencapai kedamaian untuk selamanya, begitulah seharusnya semua berakhir namun nyatanya 500 tahun berlalu dan Leon Hart telah terlahir kembali sebagai seorang Bangsawan dari keturunannya sendiri namun sayangnya ia tidak melihat kedamaian yang ia harapkan
Arc:
1. Arti Nama Leonhart (Ch 1 - Ch 41)
2. Orang Lama dan Orang Baru (Ch 42 - Ch 87)
3. Cerita Baru (Ch 88 - Masih Berlanjut)
Minimal Upload 1 Chapter perhari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ru2112, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amukan Red Dragon (1)
Kastil Leonhart - 3 Mei 537
Hari telah berlalu dengan tenang walau bagi Alaric yang terus mengurus kertas di mejanya itu setiap hari adalah hari berat yang sama baginya
"Tok,Tok,Tok"
Alaric menarik nafasnya lagi dalam-dalam karena sepertinya pekerjaannya akan bertambah lagi
"Masuklah"
Suara Alaric terdengar lesu karena memang ia sudah duduk di kursinya dan mengerjakan semua dokumen yang ada di mejanya ini selama 10 jam lamanya
Banyak hal yang harus ia kerjakan mengingat penggabungan Hewiis menjadi bagian dari Leonhart baru beberapa Minggu saja dilakukan karena itu banyak pekerjaan yang menunggunya
Pintu terbuka dan sosok Sebastian lah yang masuk, dia membawa sebuah nampan yang diatasnya secangkir teh dan ia juga membawa kue yang berada diatas sebuah piring kecil dan ada sepucuk surat juga diatasnya
Setelah sampai Sebastian menaruh nampan itu di pinggir meja Alaric yang masih tidak terisi oleh kertas
"Apa ini Sebastian?"
"Ini adalah teh dan kue yang saya siapkan untuk Tuanku"
"Bukan itu tapi surat ini"
Alaric menunjuk ke arah surat yang ada di atas nampan itu
"Surat ini adalah surat undangan pesta ulang Tahun Putri Lilina"
Alaric kembali mengingat kalau sebelumnya Putri Lilina pernah menyampaikan kepadanya untuk datang ke pesta ulang tahunnya
"Ah, lalu kenapa suratnya datang bersama nampan ini?"
"Ketika saya ingin memberikan surat ini saya merasa akan lebih baik untuk sekalian memberikan teh dan kue untuk anda"
Jika surat itu datang sendiri mungkin Alaric akan merasa lebih berat karena seperti pekerjaan tambahan baginya
Namun karena Sebastian juga membawakan teh dan kue setidaknya ia lebih merasa bisa bersantai sebentar sambil menikmati teh hangat itu
Alaric mengambil tehnya lalu ia menikmatinya dengan perlahan, teh itu sangat hangat dan membuatnya merasa tenang
"Sebastian sepertinya kita masih memerlukan pekerja tambahan"
"Saya mengikuti keputusan anda Tuanku"
"Lihatlah Dale yang ada di sebelah sana, sudah dipastikan jiwanya sedang terbang ke sana kemari"
Alaric menunjuk meja yang ada di depan sebelah kanannya terlihat sosok Dale yang sedang tertidur atau mungkin pingsan? Setelah melakukan pekerjaan yang sangat banyak ini
Ruangan ini sendiri bukanlah ruangan kerja Alaric yang sebelumnya, Ruangan ini adalah ruangan kerja Dale dan para bawahannya setelah Dale mengambil jabatan Charles
Awalnya ketika mereka selesai mereka akan mengirimkan beberapa dokumen kepada Alaric untuk disetujui namun karena wilayah Hewiis yang baru menjadi bagian dari Leonhart membuat pekerjaan mereka bertambah
Hingga Alaric juga ikut membantu jadi dia banyak menghabiskan waktu di sana untuk menyelesaikan pekerjaan yang terus bertambah itu
"Sebastian, buatlah poster ditengah kota, Kita akan merekrut semua yang bisa baca tulis dan mereka yang bisa berhitung.. Imbalannya adalah 10 koin emas setiap bulannya dan mereka akan diberikan rumah yang besar untuk ditinggali"
"Baik Tuanku, akan segera saya lakukan"
Mengingat jumlah yang ditawarkan Alaric bisa menjelaskan kalau saat ini ia memang memerlukan pekerja tambahan, jika hanya mereka saja yang mencoba untuk mengerjakannya maka setelah mereka selesai dengan satu dokumen dua dokumen baru telah muncul di meja mereka
Sebastian yang menyadarinya juga langsung menuruti perintah Tuannya tanpa ingin mempertanyakan perintah itu
"Tok,Tok,Tok"
'Hah, kali ini mungkin pekerjaanku benar-benar akan bertambah'
Suara ketukan terdengar lagi
"Masuklah"
Pintu terbuka namun kali ini dengan lebih kencang dari pada ketika Sebastian datang membuat Alaric sedikit terjaga lebih karena terkejut
"Tuan! Gawat! Red Dragon muncul di wilayah Utara"
................
Beberapa menit setelahnya Alaric sudah membasuh wajahnya dan untuk membuatnya lebih terjaga karena sekarang mereka dalam keadaan yang berbahaya
Akan buruk jika ia sampai tidak fokus akibat mengantuk karena itu ia membasuh wajahnya agar ia menjadi lebih sadar
'Tak ada waktu untuk istirahat'
"Ruang komunikasi menerima pesan dari desa Utara kalau mereka sedang di serang oleh Red Dragon yang muncul secara tiba-tiba"
"Lalu bagaimana dengan keadaan Desa itu?"
"Kami mencoba untuk menghubungi lagi namun tidak ada balasan Tuanku"
Reina dan Alaric dalam keadaan yang bergegas karena itu Reina menjelaskan situasinya kepada Alaric saat mereka sedang berjalan
Seluruh Leonhart juga dalam keadaan yang panik para prajurit bergegas dengan cepat karena saat kondisi benar-benar sangat berbahaya
Tentu kota Leora yang berada di tengah wilayah tidak akan menjadi korban selanjutnya dari Red Dragon namun banyak desa yang ada di seluruh wilayah Leonhart
Para prajurit harus bergegas agar mereka bisa langsung menahan dan mengusir Red Dragon agar tidak maju ke wilayah Leonhart lebih jauh lagi
Dengan keadaan darurat seperti ini prioritas utama mereka adalah untuk memukul mundur Red Dragon dan menyelamatkan para korban
Karena akan mustahil untuk mengalahkan Red Dragon dengan persiapan yang seadanya seperti ini, yang terbaik yang bisa mereka lakukan adalah melukai Red Dragon sebanyak yang mereka bisa dan membuatnya kembali mundur saja
"Kumpulkan 100 orang prajurit Reina kita akan berangkat sekarang menggunakan Gate"
Gate adalah sihir tingkat atas yang Alaric simpan untuk keadaan khusus seperti ini, Alaric tidak sering menggunakannya karena mengonsumsi banyak sekali mananya
"Gate tapi bukankah itu sihir tingkat tinggi mana anda akan habis jika harus melakukan sihir itu"
Reina tidak mempertanyakan lagi apakah Alaric bisa melakukannya karena setelah bagaimana Alaric menunjukkan kehebatannya, Reina tidak akan mempertanyakan apapun bahkan jika Alaric mengatakan kalau ia bisa menghancurkan dunia menggunakan satu sihir
Namun ia khawatir karena mengingat jumlah mana yang diperlukan untuk melakukan sihir tingkat tinggi seperti Gate adalah jumlah yang luar biasa
Dan sihir dengan tingkat konsumsi mana yang luar biasa seperti gate tentu akan berbahaya bagi Alaric apalagi karena mereka harus melawan Red Dragon setidaknya untuk mengusirnya pergi
"Biar saya siapkan kuda yang tercepat Tuanku, kondisi anda harus lebih diperhatikan"
Reina mencoba untuk menolak keinginan Alaric untuk pergi menggunakan Gate karena baginya Kondisi Alaric adalah prioritas nomor 1 nya
"Lalu berapa banyak desa yang akan dihancurkan oleh Red Dragon sampai kita datang Reina?! Berapa banyak penduduk yang harus menjadi korban?!"
Alaric menaikkan volume suaranya karena baginya dari pada kondisinya sendiri, ia lebih memerhatikan keadaan penduduknya, keadaan mereka yang berlindung dibalik namanya
"Tapi Tuanku Kondisi anda"
Reina tetap bersikeras karena ia juga tau kalau Alaric saat ini sedang kelelahan akibat pekerjaannya yang sebelumnya ia lakukan
"Diamlah Reina!"
Alaric menekan suaranya dan membuat Reina merinding ketakutan, Reina sudah banyak melihat bagaimana Alaric mengintimidasi seseorang namun kali ini berbeda, kali ini lebih menakutkan
'Aku adalah Leon Hart seseorang yang harus berdiri untuk memberi cahaya harapan'