Kyros Temperor sang Dewa Naga Kuno Void dia adalah awal dan akhir serta perwujudan dari Kehampaan, hingga suatu ketika dia merasa bosan dia memutuskan untuk menciptakan Mahluk Naga Kuno lainya yaitu sang Naga Kegelapan Null Temperor dan sang Naga Surgawi Nyx Temperor sebagai Adek laki-lakinya agar dia tidak merasa bosan,namun karena suatu keadaan yang tidak menguntungkan dia harus tertidur selama ribuan tahun ketika dia bangun semua berubah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizky Arifin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32: Lulus
Kyros kini duduk santai setelah melakukan tes praktik pertarungan, kini yang berada sedikit jauh didepannya adalah putranya, Khaos yang berhadapan dengan Lirien dalam ujian praktik kedua.
Keduanya telah memegang pedang kayu ditangan masing-masing, entah kenapa raut wajah Khaos menunjukkan ekspresi kekesalannya.
"Anak kecil ini tidak seharusnya ikut." Lirien bagaimanapun tetap menganggap remeh Khaos meski telah mengetahui bahwa Khaos adalah naga, tetapi jika Khaos adalah anak dari Kyros seharusnya tidak sekuat Kyros, itulah yang dipikirkan Lirien.
"Aku tak selembut ayahku kau harus tahu itu!"
Khaos mengomel kemudian menerjang maju kearah Lirien hanya dengan menggunakan satu tangan untuk memegang pedang kayunya.
TRAKKK!!!
Pedang kayu Khaos mematahkan pedang kayu Lirien hanya sekali tebas saja, tapi Lirien tak kehabisan akal, dia menangkis tebasan pedang kayu milik Khaos dan menendang Khaos hingga mundur beberapa langkah, pedang kayunya tergeletak didepan Lirien.
"Buah jatuh tak jauh dari pohonnya yah?" kini Lirien kembali menggunakan Kemampuan Unik Fisikal dengan kekuatan penuh hingga aura magis berwarna biru menyelimuti dirinya .
"Hehehe bukan cuman kau yang memiliki itu." ucap Khaos.
Khaos menghilang dari pandangan dan tiba-tiba berada tepat didepan pedang kayunya kemudian mengambil pedang itu dan secara cepat mengayunkan pedangnya keatas hendak menghujam dagu dari Lirien.
Lirien yang terkejut segera menghindar beberapa langkah kebelakang, pandangannya kembali menatap Khaos yang juga diselimuti aura magis berwarna biru.
"Itu mirip denganku..." Lirien mengigit bibirnya.
Kyros yang melihat pemandangan itu hanya tersenyum kecut, jelas dirinya mengetahui apa yang dilakukan Khaos dalam ujian ini.
"Putraku itu, dia sudah memakai itu sejak tadi." kata Kyros.
Ketika Kyros dan Lirien sedang bertarung, Khaos menggunakan Kemampuan Pamungkas Raja Peniru untuk menganalisis pertarungan dan menyalin seluruh kemampuan yang dirinya lihat dalam pertarungan itu.
Raja Peniru memiliki batasan terhadap jumlah Kemampuan Pamungkas yang ingin ditiru tetapi karena yang disalinnya hanyalah Kemampuan Unik maka itu tidak ada batasan.
Khaos disisi lain juga telah lama mengamati gaya bertarung ayahnya dan dia mendapatkan teknik serangan yang dipakai ayahnya ketika menghajar Raja Iblis Azrael tetapi yang Khaos miliki hanyalah versi yang lebih lemah karena perbedaan kekuatan dengan ayahnya bagaimana kerikil dan alam semesta.
Dia juga menggunakan gaya bertarung pedang dengan satu tangan yang dipakai oleh Kyros, benar-benar mirip dengan Kyros sendiri.
BUAAGGHHH!!!
Pukulan Lirien beradu dengan pukulan Khaos membuat gelombang kejut disekitar area, keduanya saling jual beli serangan hingga suatu ketika Lirien terjatuh terkena pukulan telak dari Khaos.
Ini tidak mungkin seseorang yang hanya memiliki Kemampuan Unik sekuat ini kecuali jika anak ini memilikinya...
Lirien berpikir keras tidak mungkin Khaos memiliki Kemampuan Pamungkas jika Kyros hanya memiliki Kemampuan Unik, bagaimanapun Lirien melihat Khaos sedikit lebih unggul dibanding Kyros yang adalah ayahnya.
"Wind Thunder!"
Lirien melepaskan Wind Thunder yang merupakan versi lebih kuat dari Wind Cutter dengan tambahan aliran sihir petir, serangan ini seharusnya mampu membunuh monster tingkat bahaya B.
"Empty Absorption!"
Khaos mengarahkan telapak tangan kanannya untuk menyerap Wind Thunder dengan menggunakan Empty Absorption.
WHEEESSHH!!
Lirien sudah berada diatas Khaos dengan tangan mengepal siap untuk meninju kepala Khaos.
Khaos bukan menangkis serangan itu tetapi malah membalasnya dengan serangan juga, dia menendang pukulan dari Lirien dengan kaki kirinya menyebabkan Lirien terbang jauh keatas langit.
"Cih sepertinya aku harus menggunakan busur dan anak panah ajaibku."
Masih berada langit dengan posisi terjatuh akibat tendangan Khaos, Lirien memilih memakai busurnya yang sejak awal tertancap di punggungnya.
Kedua tangannya menarik busur itu dan seketika muncul sebilah anak panah bercahaya putih terang.
"Beta Spark Arroww!"
Anak panah itu segera meluncur kebawah mengincar Khaos yang memperhatikan dari bawah.
Anak panah yang awalnya satu berubah menjadi ratusan anak panah tetapi itu tak membuat Khaos panik.
"Vacum Aura!"
Khaos menggunakan sebagian kecil dari Vacum Aura untuk melindungi dirinya dan itu cukup untuk menyapu bersih ratusan anak panah yang mendekat hingga lenyap tak tersisa dan...
BRAAAKKK!
Tubuh Lirien jatuh dari langit dengan sangat keras membuat tanah menjadi retak, Lirien tidak merasakan sakit hanya karena itu karena dia masih memakai Kemampuan Uniknya.
"Kupikir ini sudah cukup, kau juga lulus, tapi bagaimana kau bisa meniru Kemampuan Unikku?"
Lirien bertanya pada Khaos sambil duduk ditanah, mendengar itu Khaos menjawab.
"Aku memiliki Kemampuan Pamungkas Raja Peniru yang kugunakan untuk menyalin semua kemampuanmu."
Khaos menjawab dengan sedikit arogan, sorot matanya seolah merendahkan Lirien setara dengan sampah.
Lirien menyatakan Khaos lulus ujian praktik untuk menjadi petualang tetapi untuk menentukan peringkatnya Lirien harus melihat hasil dari ujian tulis.
Kebetulan saat itu Neiya datang untuk mengumumkan hasil ujian tulis kepada Kyros dan Khaos.
"Untuk tuan Kyros anda lulus dengan nilai sempurna." Neiya berkata sambil tersenyum.
"Oh, lalu bagaimana dengan putraku?" tanya Kyros
"Maaf sayangnya jawaban putra anda banyak yang salah sehingga tidak lulus." nada suara Neiya sedikit kecewa.
"T-tidak itu..." Khaos ingin sekali menangis mendengar kegagalannya karena dia sama sekali tidak bisa menerima sebuah kegagalan.
"Tenanglah putraku." Kyros memeluk tubuh kecil Khaos yang seukuran anak-anak itu, Lirien dan Neiya pergi keruangan lain untuk mendiskusikan tentang peringkat petualang apa yang akan didapatkan Kyros dan Khaos.
Satu jam kemudian...
Lirien dan Neiya kembali datang kepada Kyros dan Khaos yang menunggu lama untuk memberitahu tentang peringkat petualang mereka.
"Untuk tuan Kyros yang memiliki Kemampuan Unik dan menjawab semuanya dengan benar serta mengalahkan tuan Lirien, peringkat petualangmu adalah A." kata Neiya.
"Pengguna Kemampuan Pamungkas seharusnya ada di peringkat S tapi karena Khaos masih bocah maka akan mendapat peringkat A juga."
Khaos yang mendengar ini tidak terima jika dirinya disetarakan dengan ayahnya dan meminta peringkat yang lebih rendah tetapi itu segara ditolak oleh Lirien yang sudah kesal.
"Lirien, kami adalah naga yang bisa hidup panjang atau bahkan abadi, walaupun Putraku itu masih anak-anak tapi usianya lebih dari seribu tahun." kata Kyros dengan tanganya yang mengelus rambut Khaos.
"Jika begitu berapa usia Tuan Kyros sendiri." Neiya penasaran jika usia dari Khaos seperti itu maka seharusnya umur Kyros jauh lebih tua.
"Aku sudah hidup sangat lama." jawab Kyros singkat.
"Tapi peringkat dan nama kalian sudah terdaftar dalam guild."
Ujar Lirien sambil menyerahkan kartu peringkat petualang pada Kyros dan Khaos, didalamnya sudah tercantum nama, ras, dan peringkat keduanya.
Kyros dan Khaos melangkah keluar dari Guild Petualangan karena Neiya berkata pada mereka jika baru bisa mengambil misi esok hari.
Ayah dan anak itu berjalan-jalan mengunjungi berbagai tempat di Kekaisaran Elvandum sebelum akhirnya keduanya kembali dalam perjalanan menuju penginapan milik Sandros.
"Ayahanda, negeri ini sangat unik kan?" Mata Khaos berbinar memandang keberbagai arah.
"Iya, semuanya terlihat bersih." kata Kyros yang menggandeng tangan kecil Khaos.
Kekaisaran Elvandum adalah bangsa yang isinya ras elf dipenuhi banyak sekali pohon besar, semua elf yang berada di Kekaisaran Elvandum membangun rumah mereka diatas atau didalam pohon.
Menurut informasi yang diberikan oleh Lirien bahwa Pohon terbesar di Kekaisaran ditempati oleh keluarga Kekaisaran dan tempat dimana Raja Elf menjalankan urusan negara.
Mereka kembali ke penginapan karena hari tidak terasa mulai malam, setelah Kyros dan Khaos selesai menyantap hidangan makanan yang diberikan oleh Sandros keduanya menuju kekamar mereka yang terletak dilantai dua penginapan untuk tidur karena besok Kyros berencana mengambil misi pertamanya bersama putranya.