Rima andara gadis cantik berusia 24 tahun masih terus menangis di samping pusara kekasihnya Ridwan Nugroho yang telah pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Bagaimana Dia melanjutkan hidupnya, apakan akan tetap berada di bawah bayang-bayang masa lalunya atau ia kembali menemukan cinta, cinta yang selam ini ia cari?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfarahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Mereka berdua sekarang berada di mobil yang melaju menuju apartemen Rima tidak ada percakapan sedikitpun diantara mereka yang ada hanya Rima yang sedari tadi masih menahan tawa mengingat Andra yang makan berdua dengan Fransiska
Sesampainya di apartemen Rima yang melenggang pergi meninggalkan Andra yang berjalan dengan langkah gontai sembari bermuka masam..
"Kemasi semua barang-barang mu kita akan menginap di rumahku malam ini... "Andra berjalan mendekati Rima yang masih berdiri di depan pintu...
" Aku tidak mau... Aku ingin tetap disini...
Lagipula ini rumahku jika saja kamu tidak ingin tinggal disini bukankah kamu saja yang harus pergi tidak perlu aku ikut bersamamu..."
"Bukankah seorang istri harus menurut kepada suami?"
Rima terdiam mendengar kata-kata yang di ucapakan oleh Andra ia tidak menyahuti dan langsung masuk ke dalam kamar sedangkan Andra kini duduk di sebuah sofa kecil sambil memainkan HP nya..
Selang beberapa menit kemudian Rima telah keluar dari kamarnya sambil menenteng sebuah ransel berukuran sedang dan sebuah sling bag berwarna biru dongker dengan raut wajah yang sedikit ditekuk ia kemudian mendekati Andra yang belum tersadar akan kedatangan nya.
"Ayo...." Ucap Rima pada Andra yang masih sibuk dengan HP nya
" Kemana?" Andra masih menunduk menatap layar HPnya tanpa menoleh ke arah Rima
"Huffft.... Rima membuang nafasnya kasar ia merasa sedang dipermainkan oleh Andra.
" Katamu kita akan pergi ke apartemen mu?"
Andra terkejut dengan penuturan Rima dan kemudian berdiri menghadap ke arah Rima
"Katamu kamu tidak mau dan katamu disini rumahmu dan jika aku ingin pergi bukankah seharusnya aku pergi sendiri tidak perlu mengajakmu?" Andra berkata dengan nada datarnya tetapi dalam hatinya ia sangat merasa senang.
" Aku berubah pikiran.. Lagipula aku sudah berjanji pada Budhe Atun aku akan menuruti semua ucapan mu karena kau suamiku.." Ucap Rima lirih tapi masih bisa di dengar oleh Andra
Andra pun merasa sangat senang ya walaupun ada sedikit rasa kecewa karena Rima melakukan ini semua demi Budhe nya dan bukan demi dirinya.
Andra kemudian melangkah keluar apartemen tersebut tanpa sepatah kata pun yang kemudian diikuti oleh Rima dan bergegas menuju ke apartemen Andra..
Andra dan Rima telah sampai di tempat tujuan tanpa ada sepatah kata pun mereka memasuki rumah tersebut masih dengan situasi hening.
"Ini rumah siapa?"
" Rumahku...."
"Sebenarnya rumahmu ada berapa sih?" Rima sedikit kesal pada Andra yang mengajaknya ke sebuah rumah yang nampak asing
" Rumahku banyak... Apa kamu lupa jika aku ini pewaris Wijaya Corporation dan tentunya aku ini orang kaya.."
Andra mulai menyombongkan diri
"Iya iya aku percaya jika kamu orang kaya dan rumahmu banyak dasar sombong..." Rima kemudian duduk di sebuah kursi besar yang berada di ruang tamu rumah tersebut
"Hahahhaha....." Andra tertawa begitu lepas mendengar ejekan dari Rima ia merasa kekesalan Rima pada dirinya sedikit berkurang.
Rumah ini hanya ada satu kamar dan jika kamu tidak ingin tidur sekamar denganku kamu bisa tidur di sofa ini.. Andra menunjuk tempat yang sedang Rima duduki.
" Cih... Katanya orang kaya punya rumah kok kamarnya cuma satu.. lagipula aku ini kan perempuan tidak seharusnya aku tidur di sofa."
Adu mulut diantara mereka berdua berlangsung cukup sengit dan lama sampai akhirnya salah satu diantara mereka berdua mengalah.
Pagi pun menjelang ketika sang surya mulai terlihat menampakkan sinar indahnya membangunkan semua nyawa yang masih terlelap di alam mimpi
Rima sedang bergulat dengan berbagai masakan yang sedang ia persiapkan untuk menu sarapannya.
Aroma sedap yang dikeluarkan oleh masakan itu menusuk hidung Andra yang masih enggan bangun.
Matanya masih terpejam tapi indera penciuman nya sudah terbangun menikmati sedap nya aroma tak berwujud tersebut...
Rima telah menyelesaikan aktivitasnya kemudian beranjak ke kamar untuk membangunkan Andra dan pergi mandi karena hari ini ia akan mulai bekerja kembali...
"Andra bangunlah ini sudah siang...". Rima mendekati Andra yang masih memejamkan matanya. Andra tidak bergeming sedikitpun ia masih berada di posisi ternyaman di atas sofa..
" Andra...." Nada bicara Rima sedikit naik membuat Andra terpaksa membuka Matanya..
"Apa??? Kenapa pagi-pagi sudah berisik..." Andra terbangun sambil mengucek matanya yang masih sedikit mengantuk...
" Ini sudah siang cepat bangun aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita...." Rima melangkah pergi sebelum Andra menjawab semua perkataan Rima dan segera bergegas mandi...
Mereka kini berada di meja makan menikmati sarapan yang sudah disiapkan oleh Rima pagi ini Rima membuat berbagai masakan,ia sengaja membuat banyak karena saat makan malam nanti ia tidak ingin memasak lagi tidak ada pembicaraan sedikitpun diantara keduanya sampai sarapan selesai dan Rima membereskan semua piring dan gelas yang mereka pakai...
"Ayo... Kita akan terlambat..." Ajak Andra pada Rima yang sedang mengunci pintu...
" Aku tidak mau berangkat bersamamu aku sudah memesan ojek jadi berangkatlah sendiri..."
"Apa kamu yakin...."
" Iya aku yakin... Lagipula aku tidak ingin semua teman kantorku tahu jika kita sudah menikah."
"Terserah kamu saja... Aku berangkat lebih dulu hati-hati, kita bertemu di kantor.." Andra kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melaju ke tempat tujuan dan begitu pula dengan Rima ia segera berangkat karena kebetulan ojek yang ia pesan sudah datang..
Rima sudah tiba di kantor sekitar 15 menit setelah Andra ia kemudian melangkah masuk menuju ruangan kerjanya.
Sesampainya di ruangan tersebut Rima di suguhkan dengan pemandangan yang begitu langka.
Seorang wanita yang biasanya tidak pernah datang tepat waktu kali ini sudah berada di ruangan tersebut sambil terus memoles wajahnya di depan cermin ia masih sibuk mengoleskan berbagai jenis make up ke wajahnya sehingga tidak menyadari kedatangan Rima dan teman-teman yang lain...
"Tumben ya seorang Fransiska yang selama ini datang selalu ngaret sekarang pagi-pagi udah on time disini ..." Ejek seorang wanita yang berbadan tambun itu..
" Iya ya tumben... Pasti ada sesuatu nih.." Seru teman-teman yang lain secara bersamaan
"Sudah kalian jangan berisik aku akan ceritakan semuanya pada kalian..."Kata Fransiska setelah selesai merias wajahnya...
" Ok jadi gini ya kan kemari elo semua pada tahu kan kalo gue tuh naksir sama bos besar kita itu dan kemudian setelah mendengar Pak bos kita menikah gue sedikit kecewa dan hampir menyerah tapi setelah kejadian tadi malem semangat gue buat ngejar cinta si bos besar mulai on lagi dan semakin yakin kalau suatu saat gue bisa memiliki Dia..." Wanita itu memasang mimik muka percaya dirinya
"Kejadian apa sih?"
" Iya kejadian apa?"
"Eh elo jangan-jangan udah anu anu ya sama si bos?"
Berbagai pertanyaan mulai terlontar dari semua teman-temannya yang semakin penasaran dengan tingkah Fransiska
" Hahhahahahahhahaha...."Fransiska tertawa begitu puas mendengar pertanyaan teman-temannya
"Stop stop semua stop gue bakal jelasin ke kalian apa yang terjadi semalam.."
Fransiska mulai bercerita tentang kejadian yang terjadi pada dia dan Andra semalam dengan diiringi senyum percaya diri di bibir merahnya dan pada saat itu ia pun berjanji akan semakin giat bekerja dan datang lebih rajin agar Andra tertarik kepadanya..
***Sorry ya para reader semua Author baru bisa up hari ini gegara sinyal yang belakangan ini agak manja jadi ya terpaksa di pending dulu up nya.
Jangan lupa buat vote dan like ya Terima kasih 😍😍😍😍😘😘😘😘
Alfarahmawati***