Menceritakan seorang remaja SMP bernama Haikal Irdyansyah (13) yang mulai merasakan bagaimana menyukai seseorang dengan Faqima Delbara (14) kakak kelasnya. Mereka terlalu muda untuk merasakan cinta serta berbagai konflik terus saja menghalanginya. takdir dan garis hidup tak bisa mereka bayangkan, kesedihan bahkan kebahagiaan pun juga melingkupi kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuqin Gennil Ghalmashyin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa jawabanmu Untukku?
Episode 33
(POV QIMA)
Begitu selesai dengan aktivitas pagi, hari ini aku menggunakan pakaian dengan jas panjang berwarna krem di pagi ini, rambut yang kuikat seperti ekor kuda tampak membuatku lebih elegan dan cantik. Aku menunggu Haikal di teras Villa sambil berfoto. Pemandangan disini begitu menakjubkan segala bunga tertanam cantik disini, membuatku ingin tetap tinggal disini. Tak lama kemudian, suara Haikal yang memanggil namaku dan itu terdengar begitu gentle suaranya, lalu aku menoleh ke belakang dengan menatapnya takjub.
“Kak Qima, ayo kita berangkat, kamu dimana?” teriaknya sambil keluar Villa.
“Ak..aku diluar, ja..jadi ayo kita segera pergi." ucapku sambil meninggalkannya, sebelum dia memergoki aku menatapinya karena terpesona dengannya.
“Kak, tunggu dong jangan ninggal gitu aja!” dia melangkah cepat menghampiriku dan menggandeng tanganku. Kami pergi menuju ladang bunga tak begitu jauh untuk ditempuh berjalan kaki. Kami berdua terus bergandengan seperti pasangan kekasih, pipiku merona malu dan jantungku berdegub kencang.
Bersamanya entah mengapa waktuku begitu serasa cepat namun hariku juga ikut indah. Ingin rasanya menghabiskan semua waktuku dan terus bersamannya namun apa aku bisa bersamanya terus?
“Cantik sekali, jika aku memiliki rumah sendiri aku akan membuat taman bunga yang luas lalu bermacam bunga bermekaran ditaman itu nanti." tuturku sambil berdiri sedikit jauh dari Haikal.
“Kal, tolong fotokan aku dari situ dan jangan lupa yang cantik, oke?” aku memberikan kameraku lalu dia bersiap memfotoku.
“Ayo, bergayalah aku sudah siap!” dia sedikit meninggikan suara agar aku mendengarnya. Aku memberi tanda kalo aku sudah siap lalu bergaya.
“Kamu memang selalu cantik Kak,” ujarnya yang sedang memperhatikan hasil foto barusan.
“Bagaimana jika kamu juga ikut foto?”
"Aku akan memotretnya” lanjut tawarku lalu dia mengangguk.
“Kau pun juga tampan, cuaca disini juga mempercantik fotonya.” aku memperlihatkan hasil fotonya.
(POV HAIKAL)
Hari kini mulai menjelang sore semburat jingga terpampang di langit saat ini. Rencanaku untuk melamarnya akhirnya tiba juga. Cincin di dalam sakuku sudah aku genggam dari tadi untuk kuberikan padanya.
“Kak..." panggilku, aku sedikit gugup kini saatnya aku memulai aksiku untuk melamarnya.
“Kamu bisa nggak sih, manggil aku apa kek gitu, yang penting bukan Kak." katanya aku pun mengangguk menyetujuinya.
“Baiklah, Qima aku ingin berbicara denganmu sedikit serius, bisakah kamu mendengarkan sebentar?” tanyaku dia pun langsung mengangguk.
“Sebenarnya, aku mengajak kamu kesini ada maksud tertentu dan sudah aku siapkan di jauh hari, tapi aku juga sedikit gugup untuk mengatakannya." ujarku
“Jangan gugup, kamu membuatku curiga kalo berbicara gugup!” katanya yang masih menatapiku begitu lekat.
“Begini, maukah kamu Qima menikah denganku? menjadi istriku serta ibu untuk anak kita dimasa depan? menjadi pendampingku satu satunya di kehidupanku hingga hidup kita kembali berpulang kepada Sang Pencipta?” ucapku dengan tulus dari lubuk hatiku sambil menyerahkan sebuah kotak cincin yang didalamnya terdapat sepasang cincin cantik yang berkilauan indah.
“Ma..maksud kamu, ka..kamu me..melamarku saat ini?” diabterlihat kaget dan gugup. Aku mengangguk sambil tersenyum cerah. Berbeda dengan hatiku yang sedang menunggu apa jawabannya setelah mendengar lamaranku baru saja.
“Iya Qim, aku tidak bisa berjanji untuk tidak membuat menjatuhkan air mata namun aku akan berusaha untuk membahagiakan keluarga kita bersama- sama...” ujarku
“Ak..aku sebenarnya masih sedikit ada trauma saat memulai sebuah hubungan, apalagi ke jenjang yang lebih serius. Aku ingin menikah sekali seumur hidupku bersama orang yang kucintai. Sekaligus menjadi penuntun hidupku agar lebih baik serta menjadi imam untuk keluargaku nantinya!” katanya menjelaskan panjang lebar keinginannya saat ini.
“Ka..kalo begitu si...siapa orang yang kamu cintai saat ini? Lalu bagaimana jawabanmu?” tanyaku, jantung berdetak kencang seperti akan lepas dari tempatnya.
“Aku tidak ak-“ucapannya segera ku potong, karena aku tidak ingin mendengarkan penolakannya. Ini membuatku putus asa, penantian hatiku sejauh ini dan telingaku akan mendengarkan penolakannya sekarang ini.
"Sudah jangan kamu teruskan Qim, sepertinya aku harus menunggu kembali waktu yang pas!"
“Kal, dengerin aku dulu, kamu jangan memotong kalimatku!” sentaknnya aku terdiam dan memasrahkan segalanya pada dia.
“Aku tidak akan menolakmu, bagaimana bisa aku menolak kalo orang yang kucintai dari dulu! karena itu kamu? aku pun juga masih mempertahankan hatiku untukmu." tuturnya, aku begitu senang mendengar jawabnya atas lamaranku. Akhirnya, kalimat yang sudah lama ingin kudengar dari mulutnya terlontarkan juga. Dengan segera aku memeluknya erat, lupa dengan duniaku sendiri.
“Tapi, bagaimana jika ayahmu menolakku sebagai menantu keluargamu?” tanyanya khawatir, aku tersenyum.
“Kamu tenang saja, ayah juga papamu sudah tahu dengan lamaranku ini, mereka menyetujuinya..sekarang tinggal menunggu pernikahannya aja.” jawabku dia tersenyum lega.
“Kalo begitu, gimana kalo kita pulang lalu menghabiskan waktu berdua!” katanya, aku pun langsung menariknya untuk segera pulang ke Villa. Sungguh aku tidak sabar menunggu dirinya menjadi milikku sepenuhnya dan menjadi tanggung jawabku seutuhnya, membangun keluarga bersamanya adalah impian sejak dulu hingga kini.
di tgu feedback-nya di novelku
di tunggu fastback nya
mampir juga ya kak di tunggu fastback nya
kutunggu feedbacknya di karyaku Who is He?😉💕
sukses untuk karyanya
jangan lupa mampir di karyaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu ditolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏
asisten dadakan hadir😘
mampir yuk kak
semangat teruss💪
semangattt
kalau sempat feedback ya
jangan lupa mampir juga ya