Indonesia
NovelToon NovelToon
Serving The Ruthless Boss

Serving The Ruthless Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Fantasi
Popularitas:363
Nilai: 5
Nama Author: seasoulune

Alesia Fiore mengira hidupnya di Korea Selatan sudah berada di titik paling damai. Demi memperbaiki ekonomi keluarga yang ironisnya hanya peduli pada uang kirimannya Alesia rela bekerja keras bagai kuda selama satu tahun sebagai admin pemasaran di Aetheris Games. Biarpun sering lembur, ia bahagia karena memiliki lingkungan kerja yang sehat dan sahabat-sahabat yang suportif.

Namun, kedamaian itu hancur berantakan saat takdir membawa Dante Luca Alessio masuk ke hidupnya.

Dimulailah hari-hari penuh kesialan, kejengkelan, dan kesalahpahaman kocak bagi Alesia yang harus melayani segala tuntutan ajaib dari bos barunya yang ruthless. Sanggupkah Alesia bertahan demi pundi-pundi won, atau justru benci di antara mereka berubah menjadi benih-benih cinta yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seasoulune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

Matahari sore di distrik Digital Media City, Seoul, mulai condong ke barat. Sinarnya yang sewarna madu menembus kaca-kaca besar lantai 35, memantulkan bayangan deretan kubikel divisi pemasaran Aetheris Games.

Jam digital di sudut layar monitor Alesia Fiore menunjukkan pukul 16.55. Lima menit lagi, bel kebebasan akan berbunyi.

Di sebelahnya, di atas kursi lipat besi yang sempit, Dante Luca Alessio masih duduk dengan santai. Pria itu tampaknya sama sekali tidak berniat kembali ke ruangan miliknya di lantai teratas.

Laptop tipisnya masih menyala, menampilkan grafik kode pemrograman rumit yang sama sekali tidak dipahami Alesia.

Sementara itu, mulut sang CEO masih sesekali mengunyah sisa permen karet stroberi murahan pemberian Alesia dengan gerakan konstan yang entah mengapa terlihat sangat seksi di mata staf wanita lain yang mencuri pandang.

Alesia mempercepat ketukan jarinya pada papan ketik. Ia ingin segera menyelesaikan rekapitulasi data influencer minggu ini agar begitu jarum jam menyentuh angka lima, ia bisa langsung menyambar tasnya dan lari dari aura intimidasi pria di sebelahnya.

Tepat saat Alesia sedang menyimpan dokumen finalnya, sebuah bayangan tinggi lain mendadak berhenti di ujung sekat kubikelnya.

Aroma parfum maskulin yang berbeda yang lebih menyengat dan familier sebagai aroma parfum populer di kalangan pria metropolitan langsung menyerbu indra penciuman Alesia.

Alesia mendongak. Di sana, berdiri Park So-joon dengan senyuman maut andalannya. Pria dari divisi digital marketing itu mengenakan kemeja biru muda yang rapi, tangannya tersimpan santai di dalam saku celana bahan, dan matanya menatap Alesia dengan binar yang teramat ramah.

"Selamat sore, Alesia," sapa So-joon, suaranya sengaja direndahkan agar terdengar manis.

"Sibuk sekali sepertinya belakangan ini. Sampai-sampai kalau berpapasan di lobi, kamu selalu buru-buru."

Alesia memaksakan senyum kaku, matanya melirik cemas ke arah sekat kubikel di sebelahnya. Ia tahu betul singa di sebelahnya memiliki pendengaran yang luar biasa tajam.

"Ah, iya, Pak So-joon. Kebetulan proyek eksklusif dari jajaran direksi sedang menyita banyak waktu."

So-joon terkekeh pelan, melangkah satu langkah lebih dekat ke kubikel Alesia, mengabaikan eksistensi pria kemeja hitam yang sedang mengetik di meja kecil sebelah.

"Jangan panggil 'Pak' kalau di luar jam kerja resmi, Al. Terasa formal sekali. Bagaimana kalau sore ini kita pulang bersama? Aku bisa mengantarmu sampai ke apartemen mu."

Hana dan Min-ji yang duduk beberapa meter di belakang langsung menahan napas serentak. Mereka kompak menatap ke arah meja lipat besi Dante dengan mata melebar, menanti ledakan nuklir yang mungkin akan terjadi dalam hitungan detik.

Alesia menelan ludah. Otaknya langsung berputar gila-gilaan mencari kalimat penolakan yang paling sopan agar tidak memicu kecurigaan atau gosip baru.

"Ah, soal itu... terima kasih banyak atas tawarannya, Pak So-joon. Tapi sepertinya sore ini saya harus mampir ke tempat lain dulu, jadi saya naik bus saja—"

Belum sempat Alesia menyelesaikan kalimat penolakannya dengan tuntas, sebuah suara berat, rendah, dan sangat dingin mendadak menginterupsi dari arah samping. Suara itu tidak keras, namun getaran otoritasnya sanggup membekukan atmosfer di lantai 35 dalam sekejap.

"Nona Fiore."

Dante Luca Alessio perlahan menutup layar laptopnya dengan bunyi klik yang tegas. Ia mengalihkan pandangan abu-abunya dari layar, menatap lurus ke arah Park So-joon dengan tatapan mata yang sekeras batu es dan setajam silet.

Pria itu berdiri dari kursi lipat besinya. Begitu Dante menegakkan tubuhnya yang setinggi 187 sentimeter, postur tegapnya langsung mendominasi ruangan, membuat Park So-joon yang sebenarnya cukup tinggi mendadak tampak lebih kecil.

Dante melangkah satu blok, memotong jalur di antara So-joon dan kubikel Alesia. Ia pasang badan sepenuhnya, memunggungi Alesia seolah-olah sedang memblokade sebuah aset berharga dari jangkauan pihak luar.

" Sajangnim," ucap So-joon sedikit terbata-bata, langsung membungkukkan badannya dengan hormat yang kaku.

Bersambung.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!