Diana melihat suaminya mencium atasannya di mobil, kala hujan deras di depan rumah. Alih-alih minta maaf, Geo malah menceraikan Diana saat istrinya itu minta penjelasan. Bahkan kedua orang tua Geo menghina dan mengusir Diana dari rumah itu.
Tak hanya itu, Sandra wanita selingkuhan suaminya, yang ternyata adalah salah satu putri orang terpandang di kota itu, membayar orang untuk membakar toko orang tua Diana. Memaksa Diana mempercepat perceraian dan menyerahkan hak asuh anak mereka pada Geo.
Saat Diana merasa sangat putus asa dan terpuruk, karena tak punya sepeser pun untuk membayar biaya rumah sakit ibunya dan operasi ayahnya. Seorang pria datang mendekat dan berkata,
"Kamu Diana kan? mau menikah denganku? aku akan bayar semua pengobatan ayah dan ibumu. Juga mengambil kembali hak asuh putrimu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Sandra baru saja menerima panggilan telepon dari ayahnya, yang mengatakan kalau semua perbuatannya bahkan telah menyeret ayahnya. Di balkon apartemennya, Sandra terlihat kesal.
"Masalah seperti itu saja, ayah bisa menyelesaikannya dengan mudah kan? tinggal keluarkan saja berapa ratus juta..."
[Yang kamu singgung bukan orang sembarangan, Sandra!]
Sandra mendengus kesal, ayahnya bahkan menyela ucapannya di panggilan telepon itu.
"Ayah, apa yang tidak bisa selesai dengan uang? lagipula ini semua salah wanita itu. Dia berani menamparku, masih membiarkannya hidup, aku rasa aku sudah sangat baik padanya. Dia juga bukan siapa-siapa. Aku sudah memecatnya dari perusahaan tempat dia bekerja dengan mudah. Aku bahkan sudah memperingatkan keluarganya. Tidak mungkin keluarganya itu akan menuntut. Ayah, anak buah ayah itu mungkin salah..."
[Kamu ini memang keras kepala Sandra!]
Terdengar suara pria yang cukup tua, sangat marah di seberang sana.
Sandra masih tampak santai.
[Pengacara terbaik kota ini ada bersama wanita itu. Semua penjahat yang kamu bayar itu sudah mengaku. Ayah bahkan tidak bisa menghubungi komandan seperti biasanya. Orang itu lebih berkuasa dari komandan, pamanmu itu]
"Siapa yang lebih berkuasa dari ayah dan komandan? jangan menakut-nakuti aku ayah, aku tidak percaya. Aku tidak mau tahu, ayah harus menyelamatkan aku!"
Dan dengan begitu yakin kalau ayahnya akan dapat menyelamatkannya kali ini. Sandra mematikan panggilan itu. Memutuskan begitu saja, padahal dia sedang bicara dengan orang tuanya sendiri. Tapi dia bersikap sangat tidak sopan pada ayahnya sendiri.
Tapi, siapa yang mau menyalahkan sikap seperti itu. Kedua orang tuanya begitu memanjakannya. Anggap saja Sandra itu adalah salah satu manusia yang salah asuh. Terlalu dimanjakan karena memang anak satu-satunya. Orang tuanya membuatnya menjadi wanita yang sangat egois. Membiasakan apapun yang Sandra inginkan akan selalu didapatkan karena orang tuanya sangat kaya. Lalu, apa yang dia lakukan dibenarkan karena orang tuanya juga sangat berkuasa.
Hingga Sandra merasa, dia paling benar. Semua yang dia lakukan adalah benar, semua yang dia katakan, meskipun itu salah, juga harus menjadi benar. Membuatnya menjadi manusia tanpa hati, tak perduli pada air mata dan penderitaan orang lain. Asal dia dapatkan apa yang dia mau.
Dari dekat pintu, Geo juga tampak memperhatikan wanita yang sudah membuatnya sangat tega pada istrinya itu. Anggap saja keduanya pasangan sempurna. Satunya egois, dan satunya lagi serakah, tamak. Keduanya sangat serasi, sama-sama tak punya hati.
Tapi, pria itu ingat apa yang dulu pernah dikatakan ibunya. Ketika Diana hamil dulu, ibunya kerap mengingatkannya tentang banyak hal. Bahkan bertengkar dengan rekan kerjanya saja tidak boleh. Menghindari hal-hal tidak baik untuk anaknya kelak.
Geo yang ingat akan hal itu, mencoba mendekati Sandra. Maksudnya mengingatkan Sandra, kalau tidak seharusnya dia melakukan sesuatu yang sangat fatall dan kejam. Toh Geo juga sudah berpisah dengan Diana. Wanita itu tidak dapatkan apa-apa setelah perceraian, bahkan hak asuh anak juga tidak. Jadi pikir Geo, kenapa masih terus menganggu Diana?
"Sandra, aku sudah bercerai dengan Diana. Diana juga tidak membawa dan menuntut apapun. Bukankah masalah ini sudah selesai? apalagi yang kamu lakukan pada Kinan?"
Geo mencoba bicara dengan sangat lembut dan pelan-pelan pada Sandra. Tapi wanita itu memang sedang emosi. Sedang kesal, dan sama sekali tidak ingin mendengar kritikan dari orang lain. Termasuk Geo.
Alih-alih mendengarkan, Sandra malah melotot pada Geo.
"Kamu bilang apa?" tanya Sandra dengan mata yang sudah hampir melotot pada Geo.
Geo menghela nafas panjang.
"Kamu sedang hamil, melakukan semua tindakan ini... Sandra, pikirkan calon anak kita..."
"Kamu hidup di jaman apa, Geo? masih percaya pada hal seperti itu? aku adalah Sandra Hartawan. Sejak aku lahir sampai saat ini, apapun yang aku inginkan akan aku dapatkan. Omong kosong dengan semua kepercayaan mu yang tidak berdasar itu! jangan buat aku pusing, Geo. Aku mau tidur! kamu tidak boleh pulang, aku tidak mau sampai aku mual atau pusing, kamu tidak ada!"
Setelah mengatakan itu, Sandra segera pergi ke kamarnya. Menutup pintu dengan cara membanting pintu kamarnya itu. Geo menghela nafas panjang. Meskipun begitu, dia sama sekali tidak merasa kalau yang sudah dia lakukan ada yang salah. Pria itu hanya berpikir, nanti juga Sandra akan menurut padanya, seperti Diana.
**
Di tempat berbeda, pagi sudah menjelang. Istirahatnya memang singkat, tapi pagi ini Diana segera datang menemui ibunya. Karena Ravi bilang dia akan mengajak Diana bertemu dengan pengacara untuk menuntut hak asuh Chia.
Diana tidak ingin sama sekali putrinya itu punya ayah dan ibu orang yang sama-sama kejam seperti Geo dan Sandra.
"Dia itu..."
Diana menggenggam tangan ibunya.
"Namanya tuan Ravi. Dia... dia sangat baik Bu. Dia mengajakku bertemu dengan pengacara pagi ini. Karena proses hak asuh anak ini akan memakan waktu lama!"
"Ibu hanya bisa mendoakan kamu, Diana. Kamu benar, Chia sangat manis. Kalau dia tinggal dengan orang-orang jahat itu. Kasihan dia!" lirih Desy.
Diana mengangguk dengan cepat. Hatinya sangat tidak tenang. Sudah berhari-hari dia tidak bisa menghubungi bibi Nova. Dia sabat cemas dengan Chia.
Di perjalanan menuju ke kantor pengacara Abraham. Diana hanya melihat ke arah jendela kaca mobil. Ravi juga hanya diam, sesekali melirik ke arah Diana.
Sebenarnya Ravi sangat ingin mendengar jawaban dari Diana. Soal lamarannya menikah dengan Diana. Tapi, Diana sepertinya masih sangat ragu. Tadinya dia begitu menggebu-gebu ingin membalas Sandra. Tapi, setelah menghela nafas panjang. Diana sepertinya urung melakukan itu. Dia lebih fokus pada penyembuhan Kinan, ayah dan ibunya. Juga hak asuh anaknya.
Ravi pun tahu, Diana memang bukan orang yang seperti itu. Bahkan pria itu pun jatuh hati pada Diana, karena dia memang adalah wanita yang baik. Meskipun, Ravi juga yakin kalau batas kesabaran Diana sebenarnya sudah habis. Dan bisa meledak kapan saja.
Begitu sampai di kantor pengacara, Diana menjelaskan segala sesuatunya pada pengacara Abraham.
Pengacara itu juga membaca semua dokumen yang didapatkan oleh Ravi. Hingga dia sampai pada kesimpulan...
"Di bawah empat tahun, biasanya memang hak asuh anak akan jatuh pada ibunya. Tapi usia Chia saat ini sudah 4 tahun lebih, hampir 5 tahun. Kalah di bawa ke pengadilan, maka pengadilan juga kan menilai secara prospektif. Ayah dan ibunya, mana yang kira-kira akan lebih bisa menjamin kehidupan Chia, maka hak asuh Chia bisa berada di tangan orang itu!"
Diana terdiam sejenak,
"Maksudnya..."
"Saat ini Nyonya Diana seorang janda tanpa pekerjaan, aku rasa hakim tidak mungkin..."
Diana menundukkan kepalanya. Dia sedih sekali mendengar itu.
"Tapi aku punya solusi, nyonya Diana. Jika kamu menikah dengan Tuan Ravi, otomatis kamu bahkan lebih mampu dari tuan Geo itu. Hak asuh bisa dengan mudah dan cepat jatuh di tanganmu!"
***
Bersambung...
mana pemilik nya lagi🤣
karyawan aja pada sok ngehina pemilik 🫣
ni orang kepalanya kepentok kali ya
Trus amnesia
eh liat kita sangkanya kita orang yg paling dicintainya 🤣🤣
lah kalau tetibaan dia inget lagi,gimana donk😔
pasti bingung..
ini orang ,mesti gimana ya balesnya?
pandai ny cuma mengeluh aj dy
hitung2 pembalasan dari diana
dia aja bisa seenaknya ngerebut ank lu dengan ga tau malu nya
bisa ngapain lagi ntar nya..
tebak aja
seruu kan hidup lo🤣🤣
marah?
lah emang fakta,gimana donk
udah mokondo ga tau malu lagi🫣🤣
apa yg kau harapkan ketika dia harus Jadi pemimpin banyak orang
ya...ga bakalan mampu lah