cerita ini mengisahkan kehidupan remaja SMA, sekolah yang memiliki akreditasi terbaik di mana SMA Tunas Bakti merupakan salah satu sekolah yang di impikan semua orang yang lulus menengah pertama.
Salah satu nya seorang gadis berusia 17 tahun bernama Davita Saraswati biasa di sapa Dav yang memiliki keunikan tersendiri diantara siswa SMA lain nya, memiliki kecerdasan yang sangat baik sehingga dia di cap sebagai siswi jenius. Juga Dav memiliki teman yang tak kalah hebat seperti Dav, yaitu Edo, Juli dan Teguh. Mereka juga memiliki saingan yang menyebalkan bahkan bisa di katakan musuh bebuyutan yang di sapa LADY SWEET
yah geng yang super duper rese dan menyebalkan yang selalu buat onar dan rusuh di mana aja.
kalau mau tau kisah mereka, yuk ikuti terus cerita nya, dan jangan lupa like dan vote juga ya biar othor nya makin semangat up nya .
Jangan lupa juga untuk follow Ig ku @penacantikputri
Terima kasih❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon *Pena Cantik Putri*, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEDATANGAN CHINTYA YANG INGIN MENJENGUK DAV
KEDATANGAN CHINTYA YANG INGIN MENJENGUK DAV
Suasana di ruang rawat kelas VIP begitu riuh apalagi di tambah lawakan dari Edo dan Julia menambah keseruan mereka hingga suara pintu ketukan pun mengejutkan mereka semua
tuk tuk tuk
" permisi."
Terdengar seperti suara wanita yang membuat mereka mengerutkan kening nya seolah tak tau siapa orang tersebut.
" iya masuk."
Dan pada akhir nya seorang wanita itu pun datang dengan membawa buah-buahan untuk menjenguk Dav. Berbagai macam ekspresi yang mereka perlihatkan kepada seseorang tersebut wanita itu adalah Chintya, dibilang musuh bukan di bilang teman juga bukan.
ngapain sih ni orang pake Dateng segala, awas aja kalau dia bikin ulah gw hajar muka mulus lu. ~ Julia ~
Edo dan Teguh seolah tau arti tatapan tajam Julia namun Chintya seolah berbeda tidak seperti biasa nya yang mudah terpancing emosi, kali ini ia hanya dapat menunduk dan berjalan menuju ke arah mereka.
" assalamualaikum." ucap nya.
" wa'alaikumsalam."
Chintya yang saat itu ragu harus berkata apa,ia mencoba untuk menenangkan diri nya dan berusaha untuk sesopan mungkin.
" maaf kedatangan say ke sini untuk menjenguk Dav sekalian saya juga ada hal yang mau saya bicarakan sama Dav dan teman-teman."
ia berusaha untuk tidak gugup dan kemudian ia memberikan buah-buahan yang ia beli di jalan sebelum sampai di rumah sakit dan di terima oleh bunda Sita tersenyum sambil mengucapkan terima kasih.
" iya nak bunda akan dengan sangat senang kalau ada teman Dav yang datang menjenguk nya, dan apapun permasalahan yang kalian alami tolong jangan sampai menghancurkan pertemanan kalian apalagi kalian yang notabene nya adalah sama-sama siswa-siswi SMA Tunas Bakti malah sekelas pula, saran bunda selesaikan secara baik-baik."
what?
bunda bisa seakrab itu sama Chintya? orang yang paling gw benci di muka bumi ini. ~ Julia ~
sementara Dav sedari tadi tersenyum melihat perubahan yang terjadi pada Chintya yang setidak nya tidak lagi merendahkan orang dan akhir-akhir ini juga ia sudah tidak berulah lagi dan bahkan ia juga sekarang lebih rajin belajar.
" iya bund terima kasih atas sudah mau terima Chintya buat jenguk Dav." ucap Chintya kemudian permisi berjalan menuju Dav.
" Hai Dav apa kabar? "
" Alhamdulillah kabar gw baik Chin, tumben kamu sendiri? biasa nya sama Vivi, kemana dia?"
" oh si Vivi ad atuh di depan kebetulan dia lagi ketemu sama temen nya yang dokter itu."
" what? dokter, hebat banget si Vivi hehehehe ehem ada yang bakal nyesel nih."
sementara orang yang di tuju pun menunjukkan ekspresi yang sulit di artikan.
" Li, sorry ya waktu itu gw pernah nyakitin lu, kata-kata gw yang bikin lu sakit hati, gw benar-benar minta maaf Li."
Julia pun diam sejenak untuk memikirkan apa yang harus ia lakukan,sementara bunda Sita, tuan Hazlan, Dev, Irgi dan pak Axel sudah keluar sedari tadi karena mereka tau itu adalah hal yang bersifat privasi untuk mereka, sembari ia berpikir tak lama pintu terbuka dan tak lupa ketukan pintu,kemudian masuk lah Vivian bersama dokter muda tampan untuk memeriksa keadaan Dav.
Jangan tanyakan lagi bagaimana Teguh yang melihat kedekatan Vivian dengan dokter tampan bernama dokter Rico yang berjalan beriringan, kemudian dokter Rico pun memeriksa keadaan Dav karena ia merupakan dokter umum, setelah di periksa Edo menanyakan hal yang membuat suasana menjadi tegang.
" mohon maaf sebelum nya dokter kalau saya lancang, sama mau tanya hubungan anda sama Vivian apa ya, kok bisa sedekat ini." tanya Edo yang juga yang merasa ingin tau.
" oh Vivian ini sahabat saya waktu kecil, perbedaan usia kami 5 tahun." dokter Rico menjelaskan siapa ia dan bagaimana kedekatan ia dengan Vivian karena memang ia merupakan sahabat kecil Vivian.
Sementara Teguh sedari tadi diam dengan ekspresi wajah yang dingin namun ia sedikit merasa kesal melihat Vivian dekat dengan pria lain.
kenapa gw tiba-tiba kesel gini ya... padahal kan Vivi dulu bukan nya suka sama gw, kenapa sekarang malah deketin dokter segala,apa sampai sebatas itu aja dia suka sama gw. eh kenapa gw jadi bad mood gini sih, au ah gelap...
Vivian yang tiba-tiba berpaspasan saat menatap pun di buat salah tingkah sementara ia sendiri pun tak tau harus berbuat apa.
Mereka pun mengobrol di selingi rasa canggung yang di ciptakan oleh teguh dan Vivi, belum lagi sedari tadi teguh terus memandang Vivian, setelah kepergian dokter Rico.
Tak lama yang lain nya pun ikut nimbrung di selangi dengan Senda gurau yang terciptakan.
...****************...
salam dari novel baruku Dinikahi Ceo Kejam 🤗🥰