Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 Canggung
Alvino menepati janjinya, setelah mengurus putrinya untuk pertama kali dan pasti mengalami kesulitan, Karena biasa yang melakukan hal itu adalah Kyarra, tetapi Alvino harus bersyukur karena mendapat kesempatan itu, selama menjadi seorang ayah tidak pernah sekalipun dia membantu putrinya bersiap-siap untuk ke sekolah.
Dari hal kecil mengikat tali sepatu atau bahkan memasukkan buku Kyarra kedalam tas, Alvino ternyata menganggap pekerjaan itu sangat menyenangkan, rutinitas yang seperti biasa dilakukan oleh Kyarra, bahkan ibu kandung Kelly saja tidak pernah melakukan hal itu yang selalu memberikan tugas itu kepada baby sitter di rumah.
Untuk sarapan, untung saja ada stok buah yang sudah dipotong dan diracik oleh Kyarra, Alvino memberikan kepada Kelly, ternyata Kelly mau memakannya dan mungkin sarapan itu sudah biasa di makan Kelly.
Alvino juga mengantarkan Kelly ke sekolah dan kemudian kembali ke rumah untuk menepati janjinya pada Kyarra.
Alvino ternyata sudah tidak melihat Kyarra berada di kamarnya dan kamar itu juga kembali rapi.
Telinga Alvino bergerak ketika mendengar suara sesuatu yang berasal dari belakang membuat Alvino kembali keluar dari kamar untuk mencari suara tersebut.
Kyarra ternyata saat ini kesulitan mengambil sprei dari keranjang pakaian, sprei dengan bahan yang sangat tebal yang baru saja selesai dicuci Kyarra.
Di saat tangan yang kesulitan untuk menjemur sprei tersebut dan tiba-tiba saja dibantu Alvino yang membuat Kyarra kaget.
"Apa kamu sudah kehabisan uang sampai-sampai tidak bisa membayar laundry," ucap Alvino mengambil alih untuk menjemur sprei tersebut dan sama sekali tidak peduli jika jasnya harus sedikit basah.
"Sangat tidak sopan harus mengantarkan ke tempat laundry, dengan nada darah yang ada di atasnya," jawab Kyarra membuat Alvino melihat ke arah istrinya.
Kyarra pasti bisa saja melakukan hal yang dikatakan Alvino, tetapi masalahnya setelah itu kotor karena darah perawan. Alvino kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Ayo kita bicara!" ucap Alvino setelah selesai menjemur sprei tersebut.
*******
Kyarra dan Alvino saat ini sudah duduk di meja makan, dengan keduanya saling berhadapan, Kyarra hanya memegang gelas berisi air putih.
Kyarra tidak mengatakan apapun, mungkin tidak tahu harus memulai berbicara dari mana, dia hanya memegang gelas begitu erat dan sementara Alvino juga kebingungan harus memulai pembicaraan itu yang hanya mengetuk-ngetuk jarinya pada meja dan sesekali melihat ke arah Kyarra yang hanya menunggu kamu.
"Hmmmmm...." Alvino berdehem menghilangkan kecanggungan diantara mereka.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi pada diri saya, sampai-sampai saya melakukan semua itu kepada kamu, saya minta maaf...." Kyarra mengangkat kepala melihat serius ke arah Alvino saat pria yang sangat dingin, dan selalu salah paham kepadanya itu ternyata bisa meminta maaf.
Hal ini aneh untuk Kyarra, bahkan wajahnya terlihat tulus dalam meminta maaf, tidak ada yang terpaksa.
"Kyarra, tetapi kita sudah menikah, apa yang saya lakukan bukanlah suatu kesalahan besar, mungkin tidak harus terjadi, tapi ini sudah terjadi," ucap Alvino.
Kyarra kesulitan menelan ludah, sampai saat ini dia tidak tahu harus mengatakan apapun.
"Kamu tidak berniat untuk berbicara? Kamu yang meminta saya untuk saling berbicara dan kamu hanya diam saja," ucap Alvino menaikkan sebelah alisnya.
"Aku, sebenarnya juga tidak tahu harus mengatakan apa, mungkin aneh pada akhirnya terjadi hal itu di antara kita, tetapi kembali lagi tidak ada yang salah, saya juga punya kewajiban untuk memberikan itu hanya saja ......" Kyarra menjeda omongannya dan sejak tadi sangat berhati-hati berbicara.
"Hanya saja apa Kyarra?" tanya Alvino.
"Tadi malam, Kakak bukan seperti orang biasa yang Kyarra lihat, Kakak aneh dan melakukan seperti itu karena marah. Kyarra juga tidak mengerti apa maksud Kakak mengatakan tentang hutang perjanjian dan lain sebagainya?" tanyanya.
"Saya baru saja bertemu dengan ibu kamu, saya harus mengeluarkan uang yang banyak untuk menutupi hutang-hutang kalian, hutang yang kamu lakukan dengan perjanjian bahwa jika kamu tidak bisa membayar hutang itu maka kamu akan tidur bersama laki-laki itu," jawab Alvino apa adanya.
"Saya yang membuat perjanjian itu?" tanya Kyarra dengan mengerutkan dahinya.
Sungguh dia merasa hal itu tidak mungkin dia lakukan, itu benar-benar aneh.
"Saya sudah melihat kontrak perjanjiannya, syarat hutang jika tidak terbayarkan. Kamu sudah menikah dengan saya dan masalah besar yang terjadi pada kamu akan mempengaruhi karir saya dan menghancurkan diri saya. Ibu kamu tidak akan pernah diam dan tidak akan membiarkan saya tenang. Tetapi bukan berarti saya akan diam saja kalian memperlakukan saya seperti ini, ada batas kesabaran saya!" jelas Alvino dengan tegas.
"Kak demi Allah, aku tidak tahu menahu tentang hutang apa yang baru saja Kakak sampaikan," Kyarra berusaha untuk menjelaskan.
Alvino tidak merespon dan justru terus melihatnya dengan memastikan.
"Percuma....." ucap Kyarra tiba-tiba menghela nafas.
"Kakak juga tidak akan percaya, apapun yang Kyarra jelaskan akan dianggap bohong, bagi Kakak, Kyarra sama saja seperti yang lainnya, menikah hanya karena harta, uang dan status sosial, tetapi Kyarra melakukan semua ini hanya demi Kelly, tetapi percuma berbicara karena pasti tidak akan dipercayai," ucap Kyarra dengan menghela nafas.
"Kamu selalu tidak pernah mengakui semuanya," sahut Alvino.
"Memang itu kenyataannya, Kakak coba pikirkan apa yang membuat saya harus menikah, usia saya masih muda, saya masih menempuh pendidikan, saya harus menyelesaikan kuliah saya dan mengejar karir saya, Kelly selama ini tidak cocok dengan siapapun. Mama mengatakan Kakak akan menikah dengan wanita lain agar Kelly memiliki Ibu karena ditinggal oleh Kak Melani, saya takut jika Kelly tidak cocok dengan orang lain, saya terpaksa melakukan pernikahan itu, agar Kakak tidak menikah dengan siapapun," ucap Kyarra.
"Kalau begitu buktikan setiap ucapan kamu, kamu mengatakan tidak melakukan ini dan itu, tidak terlibat dengan hutang apapun dan semua yang terjadi bukan kamu pelakunya, maka dari itu lebih baik membuktikan daripada hanya berbicara saja," ucap Alvino.
"Baiklah, saya akan membuktikan bahwa saya selama ini memang tidak terlibat hal apapun," ucap Kyarra meyakinkan Alvino.
******
"Oma kenapa bisa ada di sekolah?" tanya Kelly di tengah jam istirahat ternyata Lina menghampiri cucu kesayangannya itu ke sekolah.
"Oma, memang tidak boleh datang. Oma kangen tahu sama Kelly," ucap Lina.
"Boleh, tetapi Kelly tidak boleh memakan apapun, Kelly harus jaga kesehatan dan tidak boleh makan yang manis-manis terlalu berlebihan," jawab Kelly.
Anak itu sepertinya sudah pintar, jika mengikuti nafsunya, maka dia sendiri yang akan merasakan sakit.
"Iya-iya. Oma juga tidak datang membawa donat, Oma hanya ingin temu kangen pada cucu Oma," ucap Lina.
"Oh iya, ini untuk Kelly," Lina tiba-tiba saja memberi uang pecahan rp100.000 dan cukup tebal.
"Untuk apa ini Oma?" tanyanya kebingungan.
"Ini untuk kamu jajan, nanti kalau Oma yang belikan, nanti disalahkan, jadi lebih baik kamu saja yang membelikannya. Kamu jajan yang banyak," ucap Oma.
"Ayo di simpan!" Lina memasukkan uang tersebut ke dalam saku Kelly.
"Makasih Oma," ucap Kelly.
"Sama-sama sayang," sahut Lina mengusap pucuk kepala Kelly.
"Oh iya, Oma mau tanya sama Kelly," ucap Lina.
"Mau tanya apa?" tanyanya kebingungan.
"Hmmmm, apa Papa dan Tante Kyarra di rumah akrab?" tanyanya penasaran mungkin Lina sudah termakan oleh omongan Mega.
"Kelly tidak mengerti maksudnya. Tante Kyarra di rumah beberapa kali berbicara dengan Papa dan bahkan tidur di kamar Papa," ucap Kelly dengan polos membuat Lina kaget dengan mata terbelalak.
"Kamu mengatakan apa? Jadi Tante Kyarra tidak tidur satu kamar dengan kamu?" tanya Lina karena sepengetahuannya Alvino memang tidak pernah satu kamar dengan Kyarra.
Lina mengetahui hal itu sejak mereka tinggal di rumah Lina dan duanya satu kamar hanya karena paksaan dari Nenek.
"Biasanya iya, tetapi tadi pagi Kelly bangun tante Kyarra tidak ada di kamar, lalu Kyarra yang ingin ke sekolah, tante Kyarra ternyata Kelly lihat berada di kamar Papa," jawabnya dengan polos yang menyampaikan apa adanya.
"Mungkin ini maksud dari perkataan Mega, dia memang tidak akan tinggal diam dan membiarkan putrinya diceraikan begitu saja, Mega adalah wanita yang sangat licik, dia akan terus memanfaatkan putraku dan menjadikan putraku ladang uang tentunya," batin Lina terlihat semakin panik dan juga marah.
"Kyarra, pasti berusaha menggoda Alvino, memikat Alvino agar tertarik padanya, dia ibunya dan kakaknya sama saja, mereka benar-benar wanita-wanita yang licik, melakukan berbagai hal hanya demi uang," Lina hanya bisa mengumpat di dalam hatinya.
Bersambung....