Banyak orang berkata, kalau cinta pertama anak perempuan itu adalah ayah nya.
Tapi tidak dengan ku.
Bagaimana bisa aku menjadikan ayah ku sebagai cinta pertama ku, jika aku tidak pernah merasakan kasih sayang dan juga cinta dari nya.
Aku benci yang namanya cinta.
Cinta hanya membuat orang menjadi lemah karena hanya menjadikan mereka tak ubahnya seperti seorang budak.
Itu yang terjadi pada ibu ku.
Cinta hanya membuat orang menjadi tidak berdaya.
Cinta hanya akan membuat orang yang mengalaminya menderita.
Ini lah kisah ku, kisah kehidupan yang tak mudah bagi ku....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfin Maghfiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah
"Ra, ayo masuk" panggil ibu dari belakang ku
Aku menoleh dan segera melangkah untuk menghampirinya.
Setelah Faiz pergi, kami bersama masuk ke dalam rumah karna waktu memang sudah larut malam.
"Bagaimana liburannya, seru?" tanya ibu
Aku mengangguk lalu mengulas senyum lebar di bibir ku "Seru banget bu. Benar benar me refresh otak" jawab ku
"Baiklah, sekarang kamu ganti baju, cuci muka lalu istirahat lah"
"Baik bu"
Aku masuk ke kamar ku meletakkan tas ku di atas meja lalu merebahkan tubuh ku sejenak.
Rasanya begitu lelah hingga punggung ku terasa kaku.
Tanpa sadar aku mulai terlelap tidur tanpa sempat mengganti pakaian maupun mencuci muka.
Entahlah, rasanya tidur ku begitu lelap hingga tanpa terasa pagi sudah kembali menyambut.
Tercium wangi masakan yang begitu menggugah nafsu makan dari luar kamar.
Begitu menggoda hingga aku tak dapat menahannya, aku keluar dari kamar menghampiri ke asal bau masakan itu berasal.
Di dapur ibu sedang sibuk mengaduk masakannya di atas kuali di temani oleh Arya yang duduk di meja makan sambil menikmati segelas susunya.
Aku mendekati ibu dan memeluknya dari bekalang dengan menyandarkan dagu ku di bahunya.
"Hm... wangi banget. Ibu masak apa sih?" tanya ku
"Masakan spesial buat anak anak ibu, udang saus padang" jawab ibu
"Hm... Udah mateng kan bu, aku sudah tidak sabar untuk memakannya"
"Sudah, bentar lagi. Sambil menunggu kamu siapkan dulu piring nya di meja ya"
"Siap mom" sahut ku lalu segera menyiapkan meja makan.
"Kakak kapan pulang?" tanya Arya
"Semalam" jawab ku singkat
"Oleh oleh?"
Aku letakkan piring dan gelasnya lalu duduk di samping Arya
"Maaf, kakak lupa. heheh..."
"Sudah Arya duga, kakak pasti akan melupakan aku" ucap Arya dengan wajahnya yang mulai murung.
Ku rangkul bahunya dan membelai rambutnya "Bukan merupakan, tapi kakak cuma tidak mengingatnya saja" elak ku
"Sama aja kak"
"Hehehe... Iya iya maaf. Gimana kalo kakak ganti nanti. Kamu mau apa, makanan? mainan?"
"Udah ga mau apa apa" jawab ketus Arya
"Arya, ga boleh marah gitu dong. Kan kakak kamu udah minta maaf" sahut ibu lalu meletakkan semangkuk besar berisi udang masakannya
"Arya udah maafin, tapi kakak harus belikan aku sesuatu"
"Apa?" tanya ku penasaran
"Nanti aku beri tahu. Sekarang aku lapar bu" Arya mengambil piringnya tanpa memberi tahu ku apa yang ia mau
Aku dan ibu hanya tertawa melihat Arya lalu mulai menyendok nasi untuk sarapan.
"Selamat pagi..." sapa ayah yang baru datang lalu menarik kursinya untuk duduk
"Pagi ayah..." sahut Arya sedangkan aku hanya diam tanpa menjawabnya
Ibu langsung mengambilkan piring untuk ayah dan menyajikan makanan di piringnya.
Dari ekor mata ku, aku bisa melihat kalau ayah tetap memerhatikan aku.
Sengaja aku mendongakkan kepala ku lalu ayah langsung mengalihkan pandangannya.
"Oh ya Ra, bagaimana liburan mu kemarin. Pasti seru?" tanya ayah
Aku mengangguk sambil terus menyantap makanan ku.
"Oh ya ayah kan udah janji mau ajak kamu jalan jalan, gimana kalo kita jalan-jalan hari ini?"
Aku menelan makanan di mulut ku lalu melirik pada ibu, ibu tersenyum mengisyaratkan aku untuk setuju.
"Terserah" jawab ku singkat
"Baiklah habis sarapan, langsung siap siap ya"
"Ye... jalan jalan....." teriak Arya kegirangan "Udah lama kita ga jalan jalan, pasti seru...."
"E... Arya, kali ini ayah hanya akan membawa kak Tiara saja ya. Arya ikut lain kali aja" ucap ayah yang membuat Arya harus menelan kekecewaan.
"Tapi kenapa yah?"
"E.. ini kan ayah mau kasih hadiah karena kakak kamu udah memenangkan lomba"
Arya menunduk, terlihat jelas kekecewaan di wajahnya.
"Aku ga mau jalan-jalan kalo Arya ga ikut" ucap ku
Ibu memegang tangan ku
"Jangan gitu Ra, jarang jarang kamu jalan jalan dengan ayah mu. Pergi lah, kita bisa jalan jalan bersama lain waktu"
"Benar kata ibu mu, hari ini khusus untuk kamu. Kita bisa jalan jalan bersama saat Arya sudah libur sekolah"
Karena ayah dan ibu yang memaksa ku, aku terpaksa mau.
Meski sebenarnya aku tidak tega melihat Arya yang kecewa.
"Sudah, jangan terlalu pikirkan adik mu. Ibu akan mengurusnya nanti. Sekarang ini adalah kesempatan buat kamu untuk bisa mengenal lebih ayah mu. Kamu pasti akan percaya kalau ayah mu kini sudah benar-benar berubah" ucap ibu
Aku mendengus kesal lalu mengambil tas ku.
Ayah sudah menunggu ku di mobil dan ibu meminta ku untuk segera keluar.
Aku tidak tahu kemana ayah tiri ku ini akan membawa ku.
☀️☀️☀️☀️☀️
BERSAMBUNG.....