Indonesia
NovelToon NovelToon
Anak Dewa Penghancur Terlalu Kuat

Anak Dewa Penghancur Terlalu Kuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Masa Depan / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: catsickle

Di sebuah lembah tersembunyi yang jarang dikunjungi siapa pun, hiduplah sebuah keluarga kecil yang tampak biasa saja — seorang ibu lemah yang bekerja keras sebagai pembantu, seorang paman nelayan yang ramah, dan seorang putri kecil bernama Angel. Tidak ada yang tahu siapa mereka sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catsickle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Rahasia di Balik Bayang-Bayang

Hari-hari berlalu dengan lebih tenang bagi Angel. Setiap kali jam istirahat tiba, Rey selalu menghampirinya di bawah pohon tua itu. Mereka makan bersama, bercerita, dan tertawa — hal yang belum pernah Angel rasakan sejak pertama kali menginjakkan kaki di akademi. Rey menceritakan bahwa ia dilatih sejak kecil oleh ibunya, yang dulunya adalah seorang bayaran bayangan yang legendaris. Belati yang selalu terselip di pinggangnya adalah warisan dari ibunya, senjata yang tak pernah meleset satu inci pun.

"Kau tahu," kata Rey suatu siang, sambil memutar sepotong ranting di tangannya dengan gerakan yang begitu cepat hingga nyaris tak terlihat, "ibuku bilang, kekuatan sejati bukanlah untuk menaklukkan orang lain, tapi untuk melindungi orang yang kita sayangi. Itulah sebabnya aku bergerak dalam bayang-bayang — agar bisa menjaga tanpa dilihat, agar bisa melindungi tanpa diketahui."

Angel menatapnya kagum. "Kau sangat hebat, Rey. Kau berani melindungiku padahal banyak orang juga memandangku sebelah mata."

Rey tersenyum tipis. "Kita sama, Angel. Kau juga punya kekuatan yang belum kau ketahui. Aku merasakannya hari itu — saat Valerian mendorongmu. Sesuatu yang gelap dan dahsyat bangkit dari dirimu. Suatu hari nanti, kekuatan itu akan menjadi pelindung terbesarmu."

Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Di kediaman Panglima Langit, Caelus semakin gelisah. Orang-orang yang dikirimnya untuk menyelidiki latar belakang keluarga Angel kembali dengan tangan kosong — tidak ada satu pun catatan resmi tentang siapa mereka, tidak ada dokumen, tidak ada jejak. Seolah-olah mereka muncul dari udara kosong.

Malam itu, Caelus berdiri di depan perapian besar di ruang kerjanya, wajahnya pucat dan penuh keringat dingin. Di tangannya, sebuah dokumen tua yang tertutup debu — dokumen yang sudah puluhan tahun tidak berani dibuka oleh siapa pun. Di atasnya tertulis lambang yang bahkan dirinya sendiri gemetar melihatnya: Lambang Dewa Penghancur.

Dengan tangan gemetar, ia membuka halaman demi halaman. Di sana tertulis jelas keterangan yang membuat seluruh tubuhnya lemas: Kael — Murid Langsung Lazark, Tangan Kanan Dewa Penghancur. Lazark sendiri yang memilihnya, melatihnya sendiri, dan menjadikannya tangan kanannya — sosok yang berdiri tepat di sebelah kekuatan terbesar di seluruh alam semesta. Namun yang membuat jantungnya hampir berhenti berdetak adalah baris berikutnya: Rebeca — Pembunuh Langit, Istri Sang Dewa Penghancur.

Caelus jatuh berlutut, keringat dingin menetes deras di dahinya. "Istri... dia adalah istri dari Dewa Penghancur sendiri... dan Kael adalah murid dari Tangan Kanannya..." gumamnya dengan suara parau yang penuh ngeri. "Aku pernah berani menghadapi mereka... aku pernah berani menatap mata istri dari Dewa Penghancur... jika dia mengetahui bahwa aku menyakiti keluarganya... satu isyarat saja dari dia, dan seluruh kerajaanku akan lenyap tanpa jejak."

Pikirannya berputar liar, dan satu kesimpulan mengerikan menghantamnya. Jika Rebeca adalah istri Dewa Penghancur, dan Kael adalah murid langsung Tangan Kanannya — maka gadis kecil yang mereka sembunyikan di desa kecil ini, yang dihina dan dianggap jelata oleh semua orang... adalah putri dari Dewa Penghancur itu sendiri. Pewaris kekuatan yang bahkan para dewa pun takut membayangkannya.

Sementara itu, di puncak menara akademi, Kepala Akademi duduk di kursinya, menatap ke arah lembah tempat tinggal Angel. Di tangannya, sebuah laporan baru saja ia terima — laporan tentang penyelidikan yang dilakukan Caelus.

"Caelus mulai menemukan jejak," gumamnya pelan. "Ia mulai menyadari bahwa pria yang dianggapnya nelayan itu adalah murid dari Tangan Kanan Dewa Penghancur. Dan ketakutannya akan membuatnya melakukan hal-hal bodoh."

Ia berdiri, melangkah ke jendela besar yang menghadap ke arah bintang-bintang. "Sudah waktunya aku turun tangan. Aku tidak akan membiarkan ketakutan orang bodoh menghancurkan benih yang baru saja tumbuh."

Keesokan harinya, suasana di akademi berubah drastis. Di gerbang, Caelus tampak berdiri sendiri, bukan dengan wajah angkuh seperti biasanya, melainkan dengan wajah tegang dan penuh kecemasan. Saat kereta kuda sederhana yang mengantar Angel tiba, Caelus tidak berdiri tegak seperti biasa — ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, seolah-olah menyapa seseorang yang jauh lebih tinggi darinya.

Rebeca dan Kael menyadarinya, namun mereka tetap berjalan tenang seolah tidak melihat apa-apa. Angel yang berjalan di antara mereka bingung. "Kenapa ayah Valerian menunduk begitu dalam, Ibu? Apakah dia sangat menghormati kita?"

Rebeca tersenyum tipis, namun matanya menyimpan kilatan yang sulit diartikan. "Mungkin dia baru saja menyadari siapa yang berdiri di hadapannya, sayang. Dan dia akhirnya tahu tempatnya sebenarnya."

Di dalam kelas, Valerian tidak berani menoleh sedikit pun ke arah Angel. Namun di mata Valerian, bukan lagi kebencian yang terlihat — melainkan ketakutan yang nyata. Saat jam istirahat tiba, Valerian justru berjalan mendekati mereka dengan wajah pucat, di hadapan Rey dan Angel yang sedang duduk di bawah pohon.

"Aku... aku minta maaf," kata Valerian dengan suara bergetar, matanya tidak berani menatap mata Angel. "Ayahku memberitahuku... bahwa Pamanmu adalah murid dari Tangan Kanan Dewa Penghancur. Dan ibumu... ayahku bilang ibumu adalah seseorang yang bahkan dia tidak berani menyebut namanya dengan lantang. Tolong... sampaikan permintaanku kepada keluargamu. Aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu."

Angel tertegun. Ia menatap Rey, yang hanya mengangkat bahu dengan tenang. "Kau terima permintaannya saja, Angel. Tapi jangan terlalu percaya. Ketakutan seringkali membuat orang bersikap manis, tapi belum tentu hati mereka berubah."

Valerian berlari pergi secepat mungkin, seolah takut jika berlama-lama di sana sesuatu yang buruk akan menimpanya.

Namun di balik perubahan sikap yang tiba-tiba itu, Rey merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Ia menatap ke arah menara akademi, lalu ke arah jalan yang baru saja dilewati Valerian. "Angel... ada sesuatu yang tersembunyi di balik semua ini. Valerian takut, itu nyata. Tapi ayahnya... aku tidak yakin dia menyerah. Orang yang begitu lama berkuasa dan tiba-tiba mengetahui bahwa wanita yang dianggapnya pembantu itu adalah istri dari Dewa Penghancur... ketakutan seperti itu bisa berubah menjadi bahaya yang lebih besar."

Belum sempat Angel menjawab, langkah kaki terdengar mendekat — langkah yang berat, mantap, dan penuh wibawa. Saat mereka mendongak, mereka melihat sosok yang tidak pernah mereka duga akan datang ke tempat mereka: Kepala Akademi sendiri, berjalan menuju ke arah mereka dengan senyum yang penuh makna.

"Angel," suaranya terdengar lembut namun bergema, matanya menatap penuh kehangatan hanya kepada gadis kecil itu. "Sudah lama sekali aku menunggu momen ini. Dan ternyata... pertemuan pertama kita terjadi di tempat yang begitu sederhana namun penuh makna."

Angel berdiri dengan canggung, sedikit gugup. "Yang Mulia... ada yang bisa saya bantu?"

Kepala Akademi tersenyum lembut, lalu berkata dengan nada yang penuh hormat: "Aku datang ke sini untuk mengundangmu secara pribadi, Angel. Aku ingin berbicara denganmu secara berdua di menara akademi nanti sore — setelah pelajaran selesai. Ada hal-hal yang perlu aku sampaikan kepadamu, hal-hal yang sudah lama aku simpan."

Angel terkejut, namun ia mengangguk pelan. "Baik, Yang Mulia. Aku akan datang.

1
holong manti Sirait
kembangkan lagi broo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!