Indonesia
NovelToon NovelToon
CINTA PANDANGAN PERTAMA

CINTA PANDANGAN PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alma Kadier Carally

Jasmin sanjaya ketinggalan pesawat ke jakarta, tapi Dean cowok blasteran mengubah kesialan Jasmine menjadi sebuah kisah romantis. Mereka bertemu di bandara, dan secara kebetulan duduk bersebelahan dalam pesawat susulan Jasmine. Dimulailah dengan bincang-bincang dan langsung mendekatkan keduanya. Setibanya di jakarta mereka terpisah. Namun, Jasmine telah jatuh hati pada Dean dan bertekad untuk mencarinya…Berhasilkah Jasmine menemukan cintanya? Biar g penasaran yuk kepoin ceritanya🙏😍🌹

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alma Kadier Carally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. CPP

Jasmine masih memunggungi Dean, tetapi merasa direkat ke jendela oleh semacam kekuatan tak kasat mata, tidak mampu berbalik dan menghadap cowok itu tanpa benar-benar tahu sebabnya.

Saat mereka mendekati gerbang, ia bisa melihat garbarata menjulur keluar untuk menyambut mereka, dan pesawat memasuki posisinya dengan anggun, menempelkan diri dengan getaran kecil. Tetapi, bahkan setelah mereka benar-benar berhenti, begitu mesin dimatikan dan lampu sabuk pengaman padam dengan bunyi ting, Jasmine tidak bergerak. Terdengar dengungan suara ramai di belakangnya saat para penumpang lain bangkit untuk mengambil tas-tas mereka, dan Dean menunggu sejenak sebelum perlahan menyentuh bahunya. Jasmine berbalik.

“ Siap?” tanyanya. Jasmine menggeleng, sedikit saja, tetapi cukup untuk membuat cowok itu tersenyum. “ Aku juga tidak,” ia mengaku meskipun tetap berdiri.

Tepat sebelum giliran mereka keluar dari deretan kursi, Dean merogoh sakunya dengan mengeluarkan selembar uang. Ia meletakkannya di kursi yang didudukinya selama tiga belas jam tadi, tempat itu terkulai lemas, tampak agak tenggelam di tengah pola kain kursi yang ramai.

“ Untuk apa itu?” tanya Jasmine.

“ Wiskinya, ingat?”

“ Oh, ya,” Jasmine melihat lebih dekat. “ Meskipun tidak mungkin harganya sampai segitu.”

Dean mengangkat bahu. “ Biaya tambahan karena mencuri.”

“ Bagaimana kalau ada orang yang mengambilnya?”

Dean membungkuk dan mengambil dua ujung sabuk pengaman, yang iya katupkan di atas uang kertas itu sehingga tampak seolah-olah diselipkan ke dalam. “ Nah,” katanya, sambil berdiri lagi untuk mengagumi hasil karyanya. “ Utamakan keselamatan.”

Di depan mereka, si wanita tua melangkah pelan-pelan seperti burung ke lorong sebelum berhenti sejenak untuk memandang tempat penyimpanan tas di atas kepala. Dean langsung bergerak untuk membantu, mengabaikan kerumunan orang di belakang mereka saat ia menarik turun koper butut si wanita tua, lalu menunggu dengan sabar selama wanita itu mengatur barang-barangnya.

“ Terima kasih,” ujarnya dengan wajah berbinar ke arah Dean. “ Kau anak yang sangat baik.” Ia mulai beranjak, lalu ragu-ragu, seolah melupakan sesuatu, dan kembali menoleh. “ Kau mengingatkanku pada suamiku,” katanya kepada Dean, yang menggeleng protes. Tetapi, wanita itu sudah mulai berbalik lagi dalam serangkaian langkah pelan, seperti jarum menit di sebuah jam, dan saat akhirnya menghadap arah yang benar, ia mulai beringsut pelan menyusuri lorong, meninggalkan kedua remaja itu memandanginya berlalu.

“ Mudah-mudahan itu pujian,” ujar Dean, tampak agak tersipu.

“ Mereka sudah menikah empat puluh lima tahun,” Jasmine mengingatkannya.

Dean meliriknya saat Jasmine menjangkau kopernya. “ Kukira kau tidak terlalu suka pernikahan.”

“ Memang,” ujar Jasmine, sambil menuju pintu keluar.

Saat Dean menyusulnya di gang, mereka berdua tidak bicara, tetapi Jasmine tetap merasakan hal itu membebani mereka seperti kereta api barang: saat mereka harus berpisah. Dan untuk pertama kali setelah berjam-jam, Jasmine tiba-tiba merasa malu. Di sampingnya, Dean sedang menjulurkan leher untuk membaca perunjuk pabean, sudah memikirkan hal berikutnya, sudah melanjutkan hidup. Itulah yang dilakukan orang di pesawat. Kita berbagi sandaran tangan dengan seseorang beberapa jam. Kita bertukar cerita tentang kehidupan kita, satu atau dua lelucon lucu. Kita berkomentar tentang cuaca dan makanan yang tidak enak. Kita mendengarkan orang itu mendengkur. Lalu, kita mengucapkan selamat jalan.

Jadi, kenapa Jasmine begitu tidak siap bagian berikut ini?

Ia seharusnya mencemaskan cara mendapatkan taksi dan mencapai gereja tepat waktu, menemui ayahnya lagi dan menjumpai Caroline. Tetapi yang ia pikirkan malah Dean, dan kesadaran ini—keengganan melepaskan—membuat segalanya tiba-tiba terasa meragukan.

Like, vote, dan komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰🌹

Bersambung

1
Dini
lanjut
Ana
Berano sekali jalan sendiri 😀
Ana
Lanjutkan kisah. Erema
Ana
Bikin mereka happy thor
Ana
Up
Ana
Up thor
Pelangi
Jasmine sini aku temani nyari abang Dean😀
Aulia
Thor lanjutkan , jadi tidak Jasmine pergi?
Pelangi
Lanjut thor..
Namitha Mutiara
Lannutkan thor
Aulia
Lanjutkan thor
Nanzkii
Lanjut thor, ceritanya menarik🫶🏻
Nanzkii
Dean mulai suka sama Jasmine
Nanzkii
Pegangan dong Dean😁
Pelangi
Thor upnya jangan lama-lama.
Adinda
Jangan-jangan ayahnya Dean yang meninggal..😔
Aulia
Lanjutkan thor💪😍
Anonim
pada haus liburan, makanya padat🌝
Anonim
Bpknya dapat bini baru😟
Nabila
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!