kawin lari karena tidak di Restu oleh orang tua pihak laki-laki
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
undangan dari Soraya
"terimakasih pa, Brayen suka dengan semua mainan nya." brayen duduk di sebelah Revan yang sedang selonjoran. lalu Alena membuka kotak yang berisi jajanan, semua jajanan kesukaan putranya ada di dalam kota itu.
wajah Alena tampak senyum sumringah melihat semua oleh-oleh yang di bawa oleh suaminya itu. "terimakasih ya mas untuk semua oleh-oleh nya, sebenarnya aku tidak perlu di belikan barang-barang mahal seperti ini, cukup mas pulang dengan selamat dengan membawa kesetiaan itu semua udah cukup untuk ku mas."
alamak masih sempat-sempatnya Alena merangkai kata-kata puitis untuk suaminya. padahal sebenarnya semua hadiah adalah penutup kecurangan yang dilakukan Revan di luar kota kemaren malam.
setelah semua oleh-oleh di unboxing, Alena menyuruh art nya untuk memindahkan semua mainan ke kamar anaknya, sedangkan jajannya di bawa ke dapur untuk di masuk kan mewadah nya masing-masing.
Revan sudah tertidur pulas mungkin ia kelelahan karena habis menempuh perjalanan jauh. Brayen turun ke lantai bawah ia bermain di ruang tamu dengan di temani oleh mbak. sedangkan nenek juga duduk di kursi sambil menonton TV.
Alena berkutat di dapur untuk memasak makanan kesukaan Revan dengan di bantu oleh asisten rumah tangga nya.
Tidak lama kemudian terdengar suara satpam memangil Alena. "ini buk ada yang nganterin kartu undangan." Alena meraih selembar kertas undangan yang di ulurkan oleh penjaga rumahnya itu.
Alena duduk di kursi sambil membuka kertas tersebut. "ini adalah kertas undangan pernikahan Soraya yang acara pestanya di gelar pada esok harinya.
Alena meletakkan kembali kertas undangan tersebut di atas meja. "mbak.. tolong beresin peralatan yang berserakan, karena semua masakan sudah selesai di masak."
"baiklah buk." mbak langsung meneruskan pekerjaan yang di tinggalkan oleh Alena.
Alena kembali ke kamar ia dapati Revan yang masih tertidur. Alena segera membersihkan diri karena tubuhnya terasa gerah dan beraroma masakan. sementara Brayen masih berada di ruang keluarga ia masih bermain di sana.
...*****...
di tempat lain. Soraya yang sedang di oleskan hena oleh mbak MUA pada seluruh tangan nya, besok adalah hari pestanya. Soraya akan menikah dengan seorang dokter seniornya yang bernama dr. Raditya.
Raditya adalah seorang dokter muda. ia keturunan Tionghoa dari keluarga mamanya sedangkan papanya asli Manado. Raditya berasal dari keluarga yang agak berbeda.
Soraya akan melepas masa lajangnya pada usia 29 tahun. sedangkan umur calon suaminya sekitar 30 tahun. Mereka berdua sudah menjalin hubungan selama kurang lebih lima tahun. lama juga ya mereka pacaran.
malam itu. di rumah keluarga Soraya semua orang pada sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk acara pernikahan besok pagi. dr.Soraya dan dr.Raditya akan melangsungkan akad nikah di sebuah masjid megah yang tidak jauh dari tempat tinggal dokter Raditya. setelah akat nikah mereka akan melangsungkan acara pestanya di sebuah hotel mewah.
malam itu Soraya tidak bisa tidur nyenyak, padahal jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. ia keluar dari kamar lalu menuju ruangan dapur suasana rumahnya masih ramai karena semua keperluan untuk pesta besok harus diselesaikan malam itu juga. banyak keluarga yang menginap di rumah Soraya untuk membantu menyiapkan segala sesuatunya untuk pesta besok.
"sayang... kenapa belum tidur.? mama Soraya mendekati Soraya yang sedang mencari cemilan untuk mengisi perutnya yang mulai keroncongan. "aku tidak bisa tidur ma, aku juga merasa sangat lapar pada sudah makan banyak tadi."
"kamu harus tidur yang cukup agar besok tidak cepat merasa capek."
mama meminta agar Soraya kembali ke kamar nya. Soraya membawa sepiring cemilan serta segelas air putih hangat kuku lalu kembali ke kamar nya.
"ada-ada saja si Soraya biasanya orang yang akan menikah ia akan tertidur dengan nyenyak karena pikirannya hanya pokus ke pesta pernikahan besok." cerca mama. entah apa yang sedang di pikir kan oleh Soraya sehingga membuat dirinya sudah tidur. malam itu pun berlalu terasa seakan lamaaa banget paginya.
pagi itu setelah mandi dan berganti pakaian Revan bersiap untuk berangkat ke kantor. Alena mengantar sampai halaman depan.
"mas nanti siang temani aku untuk masuk kondangan ya."
"kondangan siapa..? tanya Revan.
"pesta pernikahan Soraya mas.?
"Soraya...? okelah nanti mas usahakan setelah jam makan siang aku jemput kamu kerumah oke." "oke mas." Jawab Alena. mobil Revan pun keluar dari halaman rumahnya.
Alena kembali ke dalam rumah.
"Brayen sayang mama sebentar lagi akan berangkat ke toko, Brayen ikut mama atau tinggal sama nenek di rumah." Brayen ikut mama." jawab Brayen. "ayo cepat habisin nasinya." Brayen sedang di suapin oleh mbak.
Alena ke toko cuma sebentar untuk pilih-pilih hadiah apa yang cocok di kasih ke Soraya nanti siang. karena di tokonya banyak jual pakaian bermerek akhirnya Alena meminta agar karyawannya membungkus beberapa pakaian yang menurut Alena baagus sebagai hadiah untuk Soraya.
di tempat lain. Soraya sudah di hias oleh mbak MUA, karana pagi hari adalah jadwal akad nikah jadi Soraya di hiasi dengan memakai kebaya pengantin muslim yang terlihat begitu mewah.
acara akad nikahnya di langsung kan pada pukul sembilan pagi. setelah selesai proses akad, pengantin dan semua arak iring menuju sebuah hotel tempat acara resepsinya.
di sebuah aula gedung yang besar kedua pengantin berjalan iring-iringan dengan di ikuti oleh beberapa Bridesmaids di belakang mereka untuk menuju kursi pengantin.
Soraya dan Raditya menjadi ratu dan raja sehari. mereka berdua begitu tampak serasi. Raditya sangat tampan dengan memakai Jaz yang berwarna senada dengan gaun yang dikenakan oleh Soraya.
...****************...
Alena sudah bersiap-siap untuk berangkat. sedangkan Revan dalam perjalanan pulang untuk menjemput Alena. "ma... Brayen mau ikut mama." rengek Brayen yang tidak mau di tinggalkan.
"anak mama mau ikut..? Brayen mengangguk pelan. "ayo sini mama ganti baju nya." Brayen berjalan mendekati Alena yang duduk menghadapi meja riasnya. "tunggu di sini ya..? mama cari baju yang cocok buat pergi ke pesta."
tidak lama kemudian Brayen sudah siap dengan memakai pakaian setelah serta jaz berwarna putih senada dengan dress yang di pakai Alena.
selang beberapa menit kemudian Revan sampai di rumah. "mas ganti baju nya dulu ini sudah aku sediain." Alena menyodorkan hanger pakai atasan serta bawahannya. "aku cuci muka ke kamar mandi dulu ya sayang. nanti aku akan ganti pakaian, kamu tunggu di mobil aja mas akan segera nyusul." "oke jangan lama-lama Lo mas."
secepat kilat Revan menganti pakaiannya setelah mencuci kaki tangannya. Alena dan Brayen sudah duduk di dalam mobil dan siap untuk berangkat.
bersambung
Semangat selalu Kak dalam berkarya, ditunggu karya-karua berikutnya.
Semangat menulis Bunda cantikkk.. ☺️
alfatihah untuk semua ayah semo tenang di sana