Indonesia
NovelToon NovelToon
Sebatas Figuran

Sebatas Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen
Popularitas:34.4k
Nilai: 5
Nama Author: Qudsiyatul mufidah

Cinta pertama itu susah di lupakan. Membuat sebagian orang kesulitan untuk membuka lembaran hatinya untuk cinta yang lain.

Sama hal nya dengan Angkasa, pria dua puluh delapan tahun yang belum bisa melupakan cinta pertamanya. Meski lima tahun telah berlalu tanpa gadis itu. Namun tetap saja, tidak mampu melupakannya.

Adalah Senja Husein, gadis mungil dengan tinggi badan seratus lima puluhan, yang menjadi cinta pertamanya. Menjadi satu-satunya penghuni hatinya.

Keduanya kembali di pertemukan dalam reuni sekolah. Akankah takdir menyatukan cinta mereka? Ataukah takdir hanya ingin menyadarkan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qudsiyatul mufidah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

berbagi dengan Angga

Senja mematung di tempatnya, yang kemudian tergugu dalam tangisnya yang begitu pilu. Ia tau lagu itu begitu mengena di hati. Namun bukan itu yang menjadi alasan air matanya tumpah, melainkan kisah itu. Kisah yang sama persis dengan apa yang di alaminya. Kisah yang melibatkan hatinya dan juga hati Angkasa.

Ia membiarkan air mata itu terus mengalir. Tanpa berniat untuk menghapusnya. Ia tidak peduli jika tetesan itu membasahi buku diary yang saat ini ada di pangkuannya.

Mendengar kisah itu, membuat hatinya remuk redam. Ia sadar, bahwa bukan hanya dirinya saja yang terluka. Angkasa juga sama terlukanya. Entah siapa yang salah pada posisi seperti ini, yang jelas untuk saat ini ia begitu kecewa dengan pria itu. Jalan pikirannya begitu membenci Angkasa yang tidak jujur padanya. Membuat dirinya terjatuh pada cinta yang semu itu.

Ingin sekali ia mengumpat, meluapkan segala yang menyesakkan batinnya yang terus saja menyalahkan pria itu. Memang benar! Ini semua salah Angkasa. Kalau saja pria itu jujur, tentu ia tidak memupuk harapan kepadanya. Kalau saja pria itu jujur, tentu saja ia akan membentengi diri agar tidak terjatuh pada pesonanya. Kalau saja pria itu jujur, tentu ia tidak akan sesakit ini hatinya.

Hiks hiks hiks.

" Aku membencimu, kak!" begitu teriaknya. Mengungkapkan kekesalannya yang menggunung.

Menutupi wajahnya dengan bantal, lalu berteriak sekencang-kencangnya. Tidak ingin orang lain tau apa yang terjadi padanya. Sungguh, ia tidak ingin terlihat menyedihkan di mata siapapun.

" Kamu brengsek! kamu kejam! kamu jahat! hiks hiks hiks..." racaunya, meluapkan amarah hatinya.

" Apa begini caramu mencintaiku? Dengan cara meremukkan hatiku? Menghancurkannya dan menenggelamkannya sampai ke dasar? Kau menyakitiku kak!"

Senja masih saja terus meracau. Bahkan rasanya, kata apapun tidak mampu mewakili hatinya yang tengah terluka itu.

" Apa aku punya salah padamu hiks hiks... sa_sampai kau tega menyakitiku begini?" Lirihnya yang masih pada posisi yang sama. Membenamkan wajahnya pada bantal kesayangannya.

Sepuluh menit berlalu.

Seberkas sinar memasuki benaknya. Membuatnya tersadar, kalau menangis tidak akan menyelesaikan masalah. Kalau menangis tidak akan membuahkan hasil apapun kalau tidak di sertai dengan tindakan apapun.

Oke! Sepertinya memang ia butuh keluar rumah. Merefresh otaknya agar supaya dapat berpikir dengan jernih sehingga tidak salah dalam mengambil langkah.

Dan disinilah dia berakhir. Di sebuah taman yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Tempat yang sama yang pernah ia datangi bersamanya. Bersama Angkasa dan juga Aluna yang kala itu mereka menaiki odong-odong bersama. Sekelebat bayangan kala itu nampak di pelupuk mata, tak ubahnya sebuah kaset yang di putar ulang. Tawa Aluna, Bahagia Angkasa yang jelas tercetak di wajah mereka kala itu. Dan bukan hanya Aluna dan Angkasa yang bahagia. Namun juga dirinya yang sangat bahagia kala itu.

Menghela nafas panjang. Berharap sesak di hatinya akan berkurang. Pada kenyataannya, sosok Angkasa mempunyai pengaruh yang begitu besar dalam hidupnya. Di setiap harinya Angkasa tidak pernah membiarkan dirinya merasa sendiri dan kesepian. Selalu ada saja ulahnya yang mampu membuat hatinya menghangat. Lalu, bagaimana jika ia melewati harinya tanpa pria itu?

" Tidak tidak tidak! Jangan dekat-dekat lagi. Akan ada hati yang terluka, Senja." Katanya bermonolog, memberi tau bahwa pikiran konyolnya untuk tetap bersama adalah sebuah kesalahan.

Senja menggeleng-gelengkan kepalanya demi menghilangkan pemikiran tidak waras itu. Mencoba menerima kenyataan bahwa hubungannya dengan Angkasa harus di sudahi. Cinta yang ada haruslah segera di hapus.

Tanpa ia sadari air matanya mengalir begitu saja. Ia begitu membenci pria itu setelah kebohongannya. Namun sudut hatinya selalu tidak rela jika ia sampai melakukan itu. Sudut hatinya menginginkan untuk tetap memaafkan pria itu tanpa peduli apa yang pernah di lakukannya.

Aneh.

Itulah fakta yang terus menyiksa Senja. Bagaimana hati dan jalan pikirannya yang selalu bertentangan. Apakah ia berlaku kejam jika tidak memberi maaf pada pria itu? Ah ia rasa tidak? Menurutnya justru Angkasa yang begitu kejam dengan kebohongannya itu.

" Hei... boleh duduk?" Sapa seorang pria.

Senja segera menghapus air matanya dan menganggukan kepala sebagai tanda kalau dirinya tidak keberatan jika bangku di sisinya di isi oleh pria itu.

Mata indah Senja seketika terbelalak lebar saat pandangan matanya mengarah pada sosok yang duduk di sampingnya. " Angga." Begitu katanya, menyebutkan nama pria yang kini sudah mendudukkan diri di sampingnya.

Angga hanya tersenyum melihat keterkejutan Senja. Melalui ekspresi gadis itu, Angga yakin kalau pikirannya tengah berkelana entah kemana. Hanya raganya saja yang berada di kursi taman.

" Aku dengar... ada yang baru saja muncak, nih!" Sindir Angga.

"Kamu tau?"

" Ya, begitulah. Apa kamu lupa? Bukankah ketua OSIS wajib tau tentang apa yang terjadi pada anggotanya?"

" Hehehehe..." Kata-kata Angga mampu membuat Senja terkekeh. Bagaimana Angga mengungkit kisah lama itu. Tentang jabatan yang di sandangnya semasa sekolah dulu yang mengharuskannya mengetahui segala hal yang terjadi di SMA Garuda.

" Ah ya... aku melupakan yang satu itu. Baiklah ketua, kamu memang yang tau segalanya." Lanjut Senja.

" Jadi bagaimana? Apakah menyenangkan?"

" Ya begitulah."

" Wow... lihatlah! Bahkan sekarang aku tidak yakin dengan ucapanmu itu, Senja... " Kata Angkasa yang menemukan ketidak cocokan antara kata-katanya yang berbanding terbalik dengan sorot matanya.

Senja menaikkan alisnya, tidak mengerti apa maksud dari perkataan Angga itu. "Maksudnya?" Tanyanya penuh keheranan.

" Ya... kamu bilang, kamu bahagia. Tapi aku menangkap hal lain dari sorot matamu itu. Ada sesuatu yang sedang kamu coba tutupi, benar begitu?"

" Wah... jadi ketua juga merangkap jadi guru bimbingan konseling nih, ceritanya..." Senja masih mencoba menyimpan rapat-rapat kisahnya. Menganggap ucapan Angga hanya sebatas gurauan. Yang jelas, ia tidak ingin siapapun tau deritanya. Mencintai seseorang yang sudah memiliki kehidupan yang lain.

" Senja... Terserah kamu ingin menganggap ini apa? Yang jelas aku masih Angga yang sama, Angga yang akan siap membuka telinganya lebar-lebar untuk mendengarkan ceritamu. Angga yang sama, yang akan mengulurkan tangannya demi tidak membuatmu terjatuh. Jadi, jika kamu membutuhkan tempat berbagi, maka bagilah dengan ku." Kata Angga dengan serius. Pandangan matanya masih menyoroti gadis yang tengah duduk di sampingnya itu. Ia tau kalau gadis itu masih enggan membuka kisahnya. Karena gadis itu adalah gadis yang sama yang di kenalnya dulu, yang tidak ingin masalah pribadinya di ketahui oleh orang lain. Gadis yang ramah dan mudah berteman, tapi tidak mudah untuk membagi masalah pribadinya.

" Mungkin, aku bukanlah orang yang akan memberi mu jalan keluarnya. Namun percayalah! Bahwa aku adalah pendengar yang setia." Katanya lagi untuk lebih meyakinkan gadis mungil itu.

Senja benar-benar mencerna apa yang di dengarnya dari mulut Angga itu. Ya, ia akui bahwa dirinya memang membutuhkan seorang teman. Tapi kata-kata itu terdengar seolah pria yang di sampingnya ini masih menyimpan rasa cintanya terdahulu. Yang setaunya adalah Angga mencintainya. Lalu bagaimana dengan Trisia? Bukankah dia sudah beristri?

Pletak

Satu sentilan mendarat di dahi Senja. Membuatnya mendongak dan menolehkan kepalanya ke arah samping, dimana Angga juga tengah menatapnya.

"Jangan berfikir macam-macam, Senja. Ku akui dulu memang aku begitu menyukaimu, menyayangimu bahkan aku juga mencintaimu. Kamu adalah cinta pertamaku dulu. Tapi sekarang hanya Trisia yang menjadi penghuni satu-satunya di hati ini. Aku begitu mencintainya dan takkan mungkin menggantinya dengan yang lain." Kata Angga tersenyum kala mengingat wajah ratu hatinya.

" Jadi, masih nggak mau cerita, nih?" Kata Angga lagi.

Sejenak, Senja menghela nafas panjang demi mengumpulkan keberanian mengungkapkan luka hatinya. Demi membuka kisahnya. Angga memang tidak memaksanya. Akan tetapi ia sadar, kalau kali ini dia memang butuh teman untuk bercerita.

" Kamu adalah adik ipar kak Asa, bukan?"

" Ya... karena adiknya adalah istriku."

" Dan tentunya kamu pasti tau kalau dia sudah menikah, bukan?"

Pertanyaan itu sontak saja membuat Angga mematung. Tidak menyangka kalau Senja akan bertanya seperti itu padanya, yang artinya gadis itu sudah tau keadaan yang sesungguhnya. Bahwa kini Angkasa sudah tidak sendiri lagi. Lalu dari mana gadis itu tau?

Kepala Angga akhirnya mengangguk kaku untuk menjawab pertanyaan itu.

" Lalu kenapa kamu juga menutupinya?" Tanyanya penuh dengan penekanan. Sebuah pertanyaan sederhana yang menyiratkan begitu besar kekecewaan yang menggempur hatinya yang belum siap itu.

Air matanya tanpa permisi mengalir melalui sudut matanya. Buliran kristal itu terus mengalir tanpa ia bisa menghentikannya. Mengungkapkan rasa sakit yang mendera hatinya kini. Merasa tertipu dan di hianati semua orang yang di sayangnya. orang yang di sayangnya, tidak ada satupun yang mengatakan kebenaran itu. Bahkan sahabatnya pun tidak memberitahukannya tentang hal ini.

Angga hanya terdiam. Tidak tau apa yang harus di katakannya. Untuk menghibur gadis itu atau bahkan untuk membela diri pun rasanya tidaklah pantas. Memang pada kenyataanya ia turut andil dalam luka yang di alami gadis itu.

" Kau tau apa yang ku rasakan saat itu?" Senja menjeda kalimatnya sejenak. Mengarahkan mata berair nya ke arah pria yang duduk di sampingnya. Sakit..." Lanjutnya dengan nada yang terdengar begitu pilu.

"Aku sudah menggantungkan banyak hal padanya. Banyak hal yang ku harapkan saat Kedekatan ini kembali terjalin. kehadirannya tak ubahnya angin kebahagiaan dalam hidupku. Membuatku berharap apa yang aku dan dia rangkai dulu akan kembali berlanjut setelah pertemuan itu. Kembali menjalankan keinginan kami yang pernah tertunda.

Masih teringat jelas dalam benakku saat dia berkata 'Apa mungkin kita adalah jodoh Senja?' Dia pernah bertanya seperti itu kepadaku. Lalu dia bicara gini 'Sepertinya aku tidak menginginkan yang lain lagi. Aku hanya ingin kamu yang mendampingiku. Aku ingin kamulah yang menjadi ibu dari anak-anakku'.

Lalu apa salah kalau aku punya harapan besar padanya? Hiks hiks hiks... Tapi dia ninggalin aku!

dia tega, Ngga! dia jahat, Ngga!" Senja menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Menyembunyikan tangisnya yang tidak ingin berhenti.

Ragu-ragu tangan Angga terulur. Mengelus bahu gadis mungil itu, mencoba untuk menenangkannya.

Berkali-kali Angga juga menghela nafas berat. Tidak tau harus berbuat apa untuk menenangkan gadis itu. Ah, andai saja ada Trisia di sini, tentu ia tidak akan kebingungan seperti ini.

" Ngga..."

Angga memusatkan perhatiannya kepada Senja. "Ya..."

" Aku harus bagaimana, Ngga? Aku membencinya. Tapi sudut hatiku tetap mencintainya. Aku sadar sepenuhnya kalau aku sungguh-sungguh mencintainya. Apa aku harus menjadi jahat demi bisa bersamanya? Bukankah kami saling mencintai? Tidak masalah bukan?" Seberkas harapan tiba-tiba saja terlintas di benaknya.

Aku harus bersamamu kak... Tidak peduli kalau ini akan menghancurkan pernikahan kalian.

*******

Happy reading....

1
Rafazqa Ramadan
next
Elis
Next up Thorr.. Semangat 💪💪💪💪



"Salam dari"MALAIKAT PUTIH"


Mari saling mendukung🤗🤗🤗
Elis
Jejakkk..🤗🤗🤗
Elis
Boom Like.. Semangat Teruss🤗🤗🤗
Elis
Semangat Terusss...


Salam dari"Malaikat putih"🤗🤗🤗
Elis
Jempol hadirr Thorr.. Semangat teruss..


Salam dari"Malaikat putih"


Di tunggu feedback nya ya🤗🤗🤗
Justina Estri
lanjut
erchis
🤔🤔🤔🤔
Mbak Yanty
up..up..up....dong kakk..
➳ᴹᴿ᭄✍ ₑₖₐ ⱼᵤₙₕₐₜₐ✎㎡
aku mampir ya thor....
Maya Zivana
Dilema😔
Elis
Salam kenal Thorr.. Aku mampir nih🤗🤗
Orlinaqsa Kurniawan: salam kenal juga... makasih dah mampir. semoga suka
total 1 replies
sun flower
aku vote lho otor...
jujur aja aku back Bab baba jaman skolah aku lompat2i..agak jenuh gitu..setelah itu bingung fokusny mau ke siapa....memang mau.menceritakan si senja ama angkasa atau ini cerita tentang lintang....mungkin kalau.lihat judulnya Sekedar figuran...disini tokoh Utamanya lintang hehehe...dia beneran viguran....
kalau senja yg jadi tokoh utama tp.dia bukan figuran buat angksa dia tokoh Utamany angksa....apalagi sampai nanti angkasa ninggalin lintang fix aku bingung 😂
🍒Kamila √Hiatus√
lucu banget sih thor cover nya😂😂
Mike Andi
wah gk boleh dibiarkan i i angkasa hrs bertindak tegas hrs menyelesaikan dulu urusannya dfn isterinya baru ke senja
sun flower
lintang istrinya angkasa jangan2....ohhh tidak
Mike Andi
mbrebes mili jd ingat si dia
Mike Andi
thor kok Angkasa kakaknya Trisia sekolahnya jd adik kelasnya
Orlinaqsa Kurniawan: hehehehe.. di lanjut saja. nanti bakalan tau.
total 1 replies
Laura hussein
selalu like karya terbaik mu kak 👍
gak sabar nunggu Up-nya 👌
favorit
Orlinaqsa Kurniawan: makasih...😘😘😘
total 1 replies
Laura hussein
selalu like karya hebat mu kak 👍 👌
favorit 👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!