Indonesia
NovelToon NovelToon
Switch Body, Yuk Nikah!

Switch Body, Yuk Nikah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Nikahmuda / Komedi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Apa jadinya kalau dua orang yang bahkan tidak saling menyukai tiba-tiba terbangun dalam tubuh masing-masing?

Itulah yang dialami Daffa dan Dinda setelah sebuah kejadian aneh membuat roh mereka tertukar. Kekacauan pun dimulai. Daffa harus menjalani kehidupan sebagai perempuan, sementara Dinda terpaksa menghadapi dunia sebagai laki-laki.

Awalnya mereka berusaha menjalani situasi yang rumit itu. Namun semakin lama, mereka justru menemukan sisi lain satu sama lain yang selama ini tidak pernah terlihat.

Masalahnya, pertukaran roh itu ternyata memiliki satu syarat aneh untuk bisa berakhir. Mereka harus menikah!

Antara kekacauan, pertengkaran, dan perasaan yang perlahan tumbuh, mungkinkah pernikahan yang awalnya hanya sebuah solusi berubah menjadi kisah cinta sungguhan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nikah

BAB 34

Nikah

Sesuai dengan rencana dan kesepakatan yang telah dibuat, hari pernikahan Dinda dan Daffa pun akhirnya tiba.

Pernikahan itu dilangsungkan secara sederhana. Tidak banyak tamu yang diundang. Hanya keluarga dan beberapa kerabat dekat yang hadir untuk menjadi saksi hari bahagia mereka. Bahkan teman-teman Dinda maupun Daffa tidak diundang atas permintaan Dinda. Gadis itu ingin semuanya berlangsung tenang tanpa banyak perhatian.

Namun, ketenangan itu justru tidak berlaku untuk dirinya sendiri. Dinda duduk di dalam kamar dengan balutan busana pengantin yang membuat penampilannya terlihat jauh berbeda dari biasanya. Riasan cantik di wajahnya mengubah penampilannya menjadi cantik paripurna.

Meski begitu, wajah cantik itu tidak mampu menyembunyikan kegugupan yang sejak tadi menguasai dirinya.

Ujung jari-jarinya terasa dingin. Terlebih ketika dari luar kamar terdengar suara ijab kabul.

Dinda menahan napas. Suara Daffa terdengar jelas mengucapkan akad dengan tenang dan mantap. Hanya satu kali tarikan napas, lalu kalimat sakral itu selesai diucapkan dan disahkan oleh para saksi.

"Sah."

Gema satu kata itu membuat dada Dinda terasa semakin sesak oleh debaran yang tidak beraturan.

Mereka benar-benar sudah menikah. Dan resmi menyandang status suami istri.

Setelah beberapa saat, pintu kamar diketuk. Joanda muncul dari balik pintu.

"Udah boleh keluar."

Dinda menelan ludah. Namun Joanda tersenyum jail padanya sambil mengulurkan tangan.

"Cieee.... nikah."

Dengan langkah pelan dan sedikit ragu, Dinda akhirnya bangkit. Ia menarik napas dalam-dalam sebelum berjalan keluar. Begitu muncul di hadapan para tamu, seketika banyak pasang mata tertuju kepadanya.

Dinda semakin salah tingkah.

Beberapa orang tersenyum haru. Ada pula yang mengangguk kagum melihat penampilannya. Perhatian sebanyak itu membuat pipinya terasa panas. Ia pun menundukkan wajah, berusaha menyembunyikan rasa malu yang semakin memenuhi dirinya.

Namun, di antara begitu banyak tatapan yang mengarah kepadanya, ada satu pasang mata yang justru paling membuat jantungnya berdebar.

Daffa. Lelaki itu sudah menunggunya di ujung ruangan.

Tidak ada ekspresi berlebihan di wajahnya. Hanya senyum tipis yang jarang sekali Dinda lihat. Tatapannya juga tidak beranjak sedikit pun dari Dinda sejak gadis itu muncul.

Dinda berjalan semakin dekat. Langkahnya terasa canggung.

Ketika akhirnya berdiri di hadapannya, Daffa mengulurkan tangan. Tanpa banyak bicara, ia menggenggam tangan Dinda dengan lembut, kemudian membantunya duduk di sebelahnya. Gerakannya sederhana, tetapi membuat kegugupan Dinda perlahan mereda.

Dinda melirik Daffa dari sudut matanya. Lelaki itu hanya membalas tatapannya dengan senyum tipis.

Di tengah banyaknya tatapan yang mengarah kepada mereka, Dinda merasa sedikit lebih tenang karena Daffa ada di sampingnya.

Hari ini, mereka bukan lagi dua orang yang terjebak dalam tubuh yang tertukar. Bukan pula dua tetangga yang terpaksa menjalani keadaan aneh yang tidak pernah mereka bayangkan. Hari ini, mereka resmi menjadi suami dan istri

***

Para kerabat dan keluarga satu persatu mulai pulang ketika malam semakin larut. Baik Dinda maupun Daffa sama-sama merasakan lelah yang luar biasa meski mereka hanya tersenyum seharian dan menyapa kerabat dan keluarga mereka.

Bahkan Dinda mulai kehabisan tenaga untuk beranjak bangun dari duduknya.

"Kalian sebaiknya istirahat saja. Sudah malam." Ujar Sarah.

Daffa dan Dinda sama-sama berusaha bangkit dari duduk mereka. Daffa bahkan sempat membantu Dinda berdiri sebelum akhirnya ikut berdiri.

Namun, baru beberapa langkah, Sarah justru tertegun melihat kelakuan keduanya.

Baik Daffa maupun Dinda rupanya sama-sama lupa bahwa mereka bukan lagi anak gadis dan anak bujang seperti sebelumnya.

Tanpa berpikir panjang, keduanya berjalan begitu saja ke arah masing-masing.

Daffa melangkah menuju kamarnya, sementara Dinda berjalan menuju kamar di rumah sebelah.

Sarah hanya bisa memandangi mereka dengan tatapan tak percaya.

“Ya ampun... kalian ini! Sudah menikah masih saja seperti anak muda yang baru pulang sekolah,” gumamnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Sarah segera melangkah mengejar Dinda. Ia menahan lengan anaknya itu sebelum Dinda sempat melangkah lebih jauh.

“Dinda, Nak... sekarang rumahmu di sini. Kamar kamu itu di atas.”

Sarah menunjuk ke arah tangga yang baru saja dinaiki Daffa.

Dinda tertegun sesaat. Pandangannya mengikuti arah telunjuk Sarah, kemudian ia menggigit bibir bawahnya.

Duh, iya. Gue kan sudah jadi istrinya.

Dinda menghela napas pelan.

Tapi... boleh nggak sih malam ini gue pulang dulu dan tidur di kamar gue sendiri?

“Pelan-pelan saja, Sarah. Namanya juga mereka belum terbiasa.”

Mayang menyentuh bahu Sarah sambil tersenyum ramah.

“Mungkin Dinda masih malu,” lanjutnya lembut.

Setelah itu, Mayang mengalihkan pandangan ke arah Daffa yang sudah hampir mencapai anak tangga paling atas.

“Daff...”

Daffa menghentikan langkah dan menoleh.

“Nih, lupa kalau sudah punya istri?”

Daffa tertegun.

Sejenak ia seperti baru tersadar dengan situasi yang sebenarnya. Sudut bibirnya kemudian terangkat membentuk senyum kikuk sebelum ia berbalik dan kembali menuruni tangga.

Daffa berjalan menghampiri Dinda dengan langkah santai.

“Digandeng Dindanya, biar nggak lupa lagi,” ujar Mayang sambil terkekeh kecil.

Tanpa menjawab, Daffa langsung meraih tangan Dinda dan menggenggamnya erat.

“Yok, Cil.”

Baik Mayang maupun Sarah sama-sama mengerutkan kening mendengar cara Daffa memanggil Dinda.

Dinda hanya bisa menundukkan wajahnya. Pipinya terasa semakin panas. Ia mengikuti langkah Daffa menuju tangga.

Bukan karena ia tidak tahu kamar Daffa berada di mana. Ia tahu. Sangat tahu, malah. Hanya saja, kalau masih ada kesempatan untuk tidur di kamarnya sendiri malam ini, kenapa tidak, pikirnya.

Sayangnya, kesempatan itu baru saja lenyap bersama tangan Daffa yang menggenggam tangannya erat.

Begitu tiba di depan pintu kamar, Dinda segera melepas diri dari genggam Daffa.

"Bang, aku belum siap." Ucapnya kemudian.

"Apaan sih, Cil? Udah gue siapin ekstra bed."

Bibir yang tadinya mengerucut dengan wajah tak bersemangat berubah menjadi ceria.

"Eh, serius Bang?"

Dinda segera masuk ke dalam kamar untuk memastikan. Ia melihat ke sekeliling, namun tidak melihat ada kasur tambahan disana.

Dinda berbalik dan menoleh tajam kepada Daffa. Daffa paham kemana arah pikiran Dinda. Kalau saja ia tidak lelah, ingin sekali ia menjaili gadis sebelah yang kini menjadi istrinya itu.

"Ck! Sabar...."

Daffa dengan santainya menutup pintu kamarnya. Kemudian melangkah mendekati tempat tidur dan menarik sesuatu dari bawah kolong tempat tidurnya.

Ternyata benar ada kasur tambahan disana. Wajah masam Dinda pun kembali ceria.

"Sesuai kesepakatan waktu itu ya Bang, aku masih ingat loh."

"Iya, bawel. Dah ah, gue mandi dulu. Gerah!"

Daffa meninggalkan Dinda yang duduk di atas tempat tidur, sementara dirinya menuju ke kamar mandi di kamar itu untuk membersihkan diri.

*

*

*

Bersambung...

Jangan lupa dukung Author dengan like dan komen ya, terima kasih 🙏😊

1
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
kasur atas kan maksudnya
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ck.. keluar aja langsung sii
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
awas aja nyosor duluan cil
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ciee ditinggal nikah
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
beruntung bngt km Din dptn Daffa yang cinta nya tulus.
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
Alhamdulillah akhirnya kalian menikah juga
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
dinda udah takut bakal di unboxing duluan ya wkwkwk
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
obrolan kakak dan adik tentang calon mantu 🤣😭
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
kuras semua dompet daffa din 🤣
eh tapi daffa kan belum kerja dan berpenghasilan yakan
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
wah bakal dikasih hadiah apa nih, dinda sama daffa 🤔
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
cap aja di daffa din 🤣🤣🤣🤣 cap kepemilikan, kasih stempel di jidatnya wkwkwk
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
daffa kek ngemong bocil ya 🤣 pantes dia manggilnya cil
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
berasa dikawal sama bodyguard ya Din.wkwkwk
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
garela kan
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ya kali dinda yg pegang
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
kirain mau dirga yg bayarin
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
cocok nih.. calon ipar
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
janji harus ditepati yaa Daffa 🤭
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
sebebas itukah masuk rumah org,, biasanya kan mengucapkan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dulu
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
pasti seneng lah karena skrg kau lulus belajar nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!