Indonesia
NovelToon NovelToon
Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Terjebak dalam novel yang pernah dibacanya, Lina terbangun sebagai pelayan istana di Kerajaan Valdoria sebuah dunia modern yang dipenuhi teknologi canggih namun tetap dikuasai oleh sistem monarki absolut. Sebagai wanita yang sangat mata duitan, tujuan Lina sederhana: kumpulkan uang sebanyak mungkin lalu kabur untuk hidup bebas. Sayangnya, rencana kabur itu terhambat ketika ia terus terseret intrik istana dan berhadapan langsung dengan Putra Mahkota Lucien. Pangeran dingin dan disegani itu secara misterius hanya bisa mendengar isi hati Lina sebuah keanehan khusus yang tidak berlaku pada orang lain. Di saat Lina berakting sopan dan penurut di luar, batinnya terus menggerutu, sibuk menghitung uang, dan merencanakan kabur. Lucien yang lelah dengan kebohongan orang-orang di sekitarnya justru merasa terhibur dengan suara hati Lina yang jujur dan serakah, membuat sang pangeran sengaja mengikat Lina di sisinya agar tak bisa pergi ke mana-mana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Matahari yang semula menyusup di antara celah dedaunan perlahan-lahan menghilang, tergantikan oleh kanopi pepohonan purba yang kian rapat dan menjulang tinggi. Mereka berdua kini telah melangkah makin jauh merambah masuk ke bagian dalam hutan Pegunungan Ardent yang lebat.

Suasana di sekeliling mereka mendadak berubah drastis. Udara terasa jauh lebih dingin, menusuk hingga ke balik jaket windbreaker yang dikenakan Eliana. Angin hutan berembus dingin membelai dedaunan, menciptakan suara gesekan ranting yang berderit nyaring seperti bisikan misterius. Kabut tipis berwarna abu-abu mulai merayap naik dari permukaan tanah, menutupi lantai hutan dan mengaburkan pandangan.

Kucing sistem mungil yang berjalan beberapa meter di depan Eliana mendadak berhenti, melirik ke belakang sebentar sebelum akhirnya melompat naik ke dahan pohon tinggi dan lenyap di balik kabut.

Eliana menghentikan langkahnya. Ia mempererat cengkeramannya pada tali ransel di dadanya, memutar kepala ke kiri dan ke kanan dengan manik mata bergetar gelisah. Suasana hutan yang mendadak gelap, lembap, dan sepi ini benar-benar memicu rasa takut dalam dirinya.

"A-Aduh, Pangeran..." panggil Eliana dengan suara bergetar pelan, melangkah agak merapat ke sisi tubuh tegap Lucien. "Kok... kok jalannya makin gelap dan merinding gini ya? Saya kok rada-rada takut..."

Eliana menelan ludahnya yang terasa keras. Imajinasi liarnya sebagai pembaca novel seketika bekerja gila-gilaan, membayangkan berbagai macam hal mengerikan yang biasa muncul di hutan terpencil dalam cerita fiksi.

"Anjrit, ini hutan asli serem banget!" jerit Eliana histeris di dalam hatinya, matanya berkedip-kedip liar menatap bayangan ranting pohon yang tampak seperti jemari monster. "Ini kalau tiba-tiba ada hantu hutan, siluman ular, atau pembunuh bayaran melompat dari balik semak-semak gimana?! Mana sistem kucing imut tadi malah ngilang lagi! Uang 100 miliar belum cair, masa gue mati konyol dimakan makhluk halus hutan Ardent?!"

Lucien menghentikan langkahnya saat mendengar kepanikan lisan dan jeritan batin Eliana yang memenuhi kepalanya. Pangeran Mahkota itu memutar tubuhnya, menatap raut wajah Eliana yang memucat kecil dengan bibir yang sedikit rapat menahan takut.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Lucien mengulurkan tangan kanannya yang tegap. Jemari jemarinya yang hangat dan kokoh menyusup melingkungi telapak tangan Eliana yang dingin, menggenggamnya dengan sangat erat dan mantap.

SRET.

Genggaman itu begitu hangat, protektif, dan mengunci jemari Eliana dengan sangat sempurna.

Eliana seketika terdiam total.

Suara celotehannya terhenti di tenggorokan, dan jeritan histeris di dalam batinnya mendadak senyap seketika. Sensasi hangat dari kulit Lucien yang bersentuhan langsung dengan tangannya merambat cepat menuju lengannya, menciptakan gejolak listrik halus yang membuat dadanya bertabuh hebat.

Eliana mendongak perlahan, menatap Lucien dengan mata berkedip polos.

Lucien menundukkan kepalanya sedikit, menatap lurus ke dalam iris mata Eliana. Pendar mata birunya yang tajam tampak berkilat tenang di tengah kegelapan hutan, memancarkan rasa aman yang luar biasa mutlak.

"Jangan melihat ke mana-mana," ucap Lucien dengan suara rendah, dalam, dan begitu lembut—sebuah nada suara yang belum pernah ia gunakan kepada siapa pun di kerajaan ini. "Lihat saja aku. Selama kau menggenggam tanganku... tidak akan ada satu hal pun di hutan ini yang sanggup menyentuhmu."

Eliana tertegun mematung. Jantungnya berdetak sangat kencang hingga ia takut Lucien bisa mendengarnya di tengah keheningan hutan.

Pipi Eliana mendadak terasa membakar panas. Sentuhan jemari Lucien yang mengikat kuat tangannya memberikan rasa aman yang amat pekat, melumpuhkan seluruh rasa takut yang semula menguasai benaknya.

"G-Gila..." bisik batin Eliana yang kini tergagap-gagap penuh rasa salah tingkah, membuang mukanya sedikit ke arah lain demi menyembunyikan rona merah di pipinya. "Nih pangeran kenapa tiba-tiba bisa se-gentle dan se-halus ini sih?! Pegangan tangannya kenceng banget lagi... Jantung gue bisa copot kalau kayak gini terus!"

Lucien yang menyimak degupan jantung serta kepanikan canggung dari batin Eliana menyunggingkan senyum tipis yang amat menawan. Tanpa melepaskan genggaman eratnya sedikit pun, Lucien kembali melangkah maju, menuntun Eliana menembus kegelapan hutan Pegunungan Ardent bersama-sama.

Setelah menempuh perjalanan panjang menembus kegelapan hutan lebat yang lembap, kerapatan pohon-pohon purba di hadapan mereka perlahan-lahan mulai merenggang. Udara dingin pegunungan menyapu wajah Eliana dan Lucien saat mereka akhirnya keluar ke sebuah area yang jauh lebih terbuka.

Langkah Eliana terhenti seketika. Matanya berkedip berulang kali, melongo menatap pemandangan terhampar di depannya.

Di balik cekungan lembah pegunungan yang terisolasi itu, berdiri sebuah pemukiman tersembunyi yang cukup luas. Puluhan rumah panggung berbahan kayu jati tua dengan atap jerami tebal berjejer rapi di sepanjang jalan tanah setapak. Cerobong asap tipis membumbung dari beberapa rumah, membuktikan adanya kehidupan di kawasan terpencil yang bahkan tidak terdaftar dalam peta navigasi kerajaan ini. Warga lokal berkulit gelap dengan pakaian kain tenun tradisional tampak berlalu-lalang membawa kayu bakar dan hasil kebun.

"Anjir..." gumam Eliana pelan, menatap takjub. "Gila, di tengah hutan belantara begini ternyata ada peradaban?! Seriusan ada desa kayu tersembunyi?!"

Tiba-tiba, dari balik semak-semak dekat kaki Eliana, sesosok kucing putih mungil melompat keluar. Sistem imut itu mengibaskan ekornya pelan sambil berjalan mendekati Eliana.

"Tuan, kita sudah sampai di lokasi tujuan," bisik suara imut sistem yang hanya bisa didengar oleh Eliana. "Mantan pengawas ruangan istana itu bersembunyi di salah satu rumah kayu di desa ini."

Eliana berbinar-binar, hendak melangkah maju. Namun, sang sistem kucing segera menepukkan cakar Mungilnya ke sepatu boots Eliana dengan raut wajah sangat serius.

"Tapi berhati-hatilah, Tuan!" peringat sistem dengan nada menegang. "Penduduk desa ini sangat sensitif dan tertutup terhadap pendatang asing. Terutama soal hukum adat mereka yang teramat ketat mereka sama sekali tidak menerima tamu asing pria dan wanita yang menginap atau berkunjung bersama tanpa adanya ikatan pernikahan atau hubungan darah yang sah."

Mata Eliana seketika melotot tajam. Kakinya yang baru saja mau melangkah langsung membeku di udara.

"ANJIRRRR?!" jerit Eliana histeris di dalam hatinya, mukanya mendadak memerah antara panik dan emosi. "APA-APAAN HUKUM ADATNYA BEGITU?! MASA GUE HARUS AKTING JADI SUAMI-ISTRI LAGI SAMA LUCIEN BIAE DIBOLEHIN MASUK?! YAKALI DUA KALI GUE JADI BINI BOHONGAN PANGERAN TAMPAN INI?!"

Jeritan batin Eliana yang penuh kehebohan dan rasa frustrasi meluncur jernih tanpa hambatan langsung ke dalam benak Lucien.

Lucien, yang masih berdiri tegap di samping Eliana sambil menggenggam jemari gadis itu, mendadak menghentikan pandangannya pada pemukiman kayu di depan mereka. Manik mata birunya berkilat penuh ketertarikan saat menangkap isi pikiran Eliana yang amat riuh.

Sudut bibir Pangeran Mahkota itu terangkat sangat tipis, mengukir senyum menawan yang sarat akan dominasi dan rasa puas yang tak tersembunyikan.

Tanpa melepaskan genggaman tangannya dari jemari Eliana, Lucien merapat sedikit lebih dekat ke bahu gadis itu, lalu menundukkan kepalanya membisikkan sesuatu di dekat telinganya.

"Mengapa wajahmu tegang sekali, Eliana?" goda Lucien dengan suara rendah yang amat mematikan. "Ada masalah dengan aturan desa ini yang baru saja kau pikirkan?"

Eliana seketika tersentak kaget, menoleh patah-patah menatap Lucien yang memandangnya penuh kejahilan.

1
Hadi Mulyono
cerita menarik tp endingnya kaya blm selesai menggantung ..p
Hadi Mulyono
terharu
Hadi Mulyono
ternyata begitu rencana lucian kirain di pesta bareng rosaline
Hadi Mulyono
hello ...kan pangeran mati ..author jd ikut amnesia
Anonim
Selama lanjutnya
Diah Al Khalifi
kepd an🤣🤭😅
Anne
eliana,jantung aman???
Azura75
Pepet trs Lucien, jgn kasih kendor.... 🤣🤣
aku
gimana???? kan pangeran MATI ditusuk. kok malah pasangan??
aku
ke'PD'annya level dewa ya bun 🤣🤣
Azizah
semangat terus kak author, ku tunggu up nya😘😘
Anne
kopi thor... biar tmbh semangat up... 🙏😍
Uthie
Lanjut menyimak 👍😁
Uthie
Pas.. lagi seneng cerita yg soal bisa membaca Pikiran 😁👍👍👍
Noveni Lawasti Munte
kurang jeli nih si pangeran mahkota masa ga da pengawal bayangan untuk eliana🙄
Inez Putri
gmn nasibnya alianaa... smga slmat
JasmineA
mereka keluar istana terus adik nya Lucien si Althea gi mana? masa ditinggal sm predator sih...kasian pasti dia depresi gara2 kakak nya meninggoy
Nyai mardianti
ka aku Suka bangat sama novel kaka yg satu ini apakah ini masih on going
Retno Isma
ini kerjaan modern kan. kenapa ga pake lampu aja. masih pake obor Kya jaman purba.
Retno Isma
🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!