Zemima dan Arsyad sudah menikah selama dua tahun. Selama itu pula pernikahan mereka baik-baik saja. Apalagi Arsyad juga selalu bersikap baik dan lembut sebagai suami.
Selama itu pula mereka belum di karuniai anak, dan Arsyad tak mempermasalahkan hal itu. Tapi berbeda dengan sang ibu yang menginginkan cucu dengan alasan Arsyad sudah mapan dan memiliki pekerjaan bagus. dia sudah harus punya keturunan.
Namun beberapa bulan terakhir, suaminya sering sekali ke rumah ibunya tanpa mengajak Zemima. Namun suatu hari, saat Arsyad tengah malam pergi diam-diam, Zemima mengikutinya. ternyata Arsyad pulang ke rumah ibunya dan di sambut wanita hamil.
Apa Zemima akan menghancurkan keluarga Arsyad yang sudah membohonginya? padahal pekerjaan bagus yang di dapat Arsyad tak lepas dari bantuan Zemima. Mereka tidak tahu kalau Zemima adalah pewaris tunggal perusahaan besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zemima 34
Malam pun tiba. Sebelum menghadiri jamuan makan malam, sedan mewah yang membawa Zemima meluncur mulus memasuki kawasan elit tempat berdiri kediaman megah keluarga Vans Altamas. Gerbang besi tampak menjulang tinggi terbuka otomatis saat kendaraan itu melintas, menyambut rumah bergaya klasik modern bernilai ratusan miliar milik keluarganya.
Zemima melangkah masuk ke dalam rumah besarnya, disambut hangat oleh puluhan pelayan yang membungkuk hormat. Di rumah inilah ia kembali menjadi putri tunggal pemilik mahkota altamas, bukan lagi seorang istri tersakiti yang menyembunyikan identitasnya demi menguji kesetiaan seorang Arsyad.
Usai membersihkan diri, Zemima mengganti pakaiannya dengan gaun haute couture berwarna navy gelap berlapis sutra halus yang elegan. Rambutnya disanggul rapi, memperlihatkan leher jenjang berpajangkan kalung berlian simpel namun teramat berkelas. Maya telah menunggu di lobi depan seraya menyerahkan kunci dan map dokumen audit terbaru.
"Semua laporan audit keuangan cabang dan bukti aliran dana penggelapan Arsyad sudah disinkronkan, Bu Zemima," lapor Maya dengan nada profesional.
"Jumlah yang dia manipulasi cukup besar... 850 juta. Dari pergerakan yang kami lihat, saat ini dia sedang kebingungan mendapatkan uang sebanyak itu, saat Pak Bomo meminta bukti fisik pengeluarannya. Dan dia sedang mencoba menjual mobil yang terparkir di rumahnya, namun cukup suliy dalam waktu yang sangat singkat. Apalagi anda meminta mengunci laporan besok pagi,"
"Bagus," sahut Zemima singkat seraya menyunggingkan senyum dingin.
"Aku ingin melihat sejauh mana dia berusaha mencari uang dengan cepat dan juga menutupi semuanya. Demi kedudukan pimpinan perusahaan cabang dan juga melindungi gundiknya. Dia sudah membuat hidupku han-cur, maka dia harus lebih han-cur dariku... Bahkan dia bermain di belakangku selama ini... Dia sangat pandai bersandiwara. Setidaknya aku ingin dia mengembalikan uang perusahaan tak peduli kalau mereka pada akhirnya akan menjadi gembel. Dan siapkan kejutan untuk acara tujuh bulanan gindiknya, lusa nanti..."
Beberapa saat kemudian, Zemima melangkah anggun memasuki private dining room bintang lima di Sky Dining Grand Hyatt. Restoran mewah itu sengaja disewa penuh untuk jamuan privat malam ini.
Pintu ruangan kayu jati tebal dibuka oleh pelayan, dan pandangan Zemima langsung disambut oleh sosok Rayhanan Arisanjaya yang berdiri anggun mengenakan setelan jas buatan Italia. Namun, di samping pria itu, duduk dua sosok sepuh yang memancarkan aura wibawa luar biasa, Pak Arisanjaya dan Ibu Resti, kedua orang tua Rayhanan sekaligus pendiri utama Altamas Group!
"Zemima!" sapa Rayhanan dengan senyum hangat melangkah menyambutnya.
"Akhirnya kamu datang juga. Silakan duduk."
"Selamat malam, Pak Rayhanan... Pak Aris, Bu Resti," sapa Zemima santai seraya membungkuk hormat penuh kehangatan.
Ibu Resti langsung berdiri dan merengkuh Zemima ke dalam pelukannya.
"Duh, kamu cantik sekali Nak! Pantas saja Rey terus saja memuji kamu..."
Zemima terkekeh halus seraya mengurai dekapan hangat Ibu Resti dengan sangat sopan dan anggun.
"Terima kasih atas pujiannya, Bu Resti," ujar Zemima dengan nada profesional namun hangat.
Matanya beralih menatap Rayhanan dan Pak Arisanjaya yang mengangguk hormat padanya. Sebagai pemilik tunggal Vans Altamas Holding, Zemima sangat menghargai keluarga Arisanjaya yang merupakan klien investasi paling krusial bagi kerajaan bisnisnya.
"Mari silakan duduk, Bu Zemima," Rayhanan mempersilakan dengan gestur sangat sopan, menarikkan kursi untuk sang pemilik Holding sebelum ia sendiri duduk di kursinya.
"Suatu kehormatan bagi kami bisa meluangkan waktu makan malam bersama Anda di tengah jadwal ekspansi perusahaan yang padat ini."
"Saya yang berterima kasih di undang makan malam oleh anda..." jawab Zemima.
"Seperti yang aku katakan Mima, ini adalah sebagai perayaan kerjasama dua perusahaan milik kita. Aku harap semuanya berjalan dengan lancar... Jangan kaku seperti itu, kita ini juga dulu kan teman. Atau mungkin kamu tak mau berteman lagi dengan duda karena takut suami kamu marah?" kekeh Reyhanan.
"Loh iya, kok suami kamu nggak di bawa Zemima? Tante kira kamu juga single seperti anak nakal tante ini..."
Zemima tersenyum tipis, pandangannya sekilas menatap Rayhanan yang menunjukkan raut tidak enak hati kepada sang ibu. Suasana di dalam ruangan privat itu seketika terasa makin hangat, meski ada pendar dingin yang tak tersentuh di dasar iris mata Zemima.
"Makan malam bisnis tentu harus berfokus pada rekan bisnisnya, Bu Resti," sahut Zemima dengan nada tenang dan sangat berkelas.
"Lagipula, suami saya sibuk dengan urusannya sendiri."
"Ah, pria zaman sekarang memang sering lupa mana prioritas kalau sudah urusan kerjaan," timpal Ibu Resti seraya menggelengkan kepala, lalu melirik putra tunggalnya.
"Coba kalau Ray, jangankan sibuk, kalau sama calon pasangan pasti langsung dia jadikan prioritas nomor satu. Ya kan, Ray?"
"Mama, tolong... kita di sini mau bahas investasi dan merayakan kerja sama," pangkas Rayhanan dengan kekehan canggung. Pria itu buru-buru memotong pembicaraan sebelum ibunya melangkah makin jauh.
"Maaf ya, Zemima. Mama memang suka sekali mempromosikan saya kalau ada kesempatan."
"Tidak apa-apa, Pak Rayhanan. Itu bentuk kasih sayang seorang ibu," balas Zemima santai.
Pak Arisanjaya yang sejak tadi mengamati dengan senyum bijaknya akhirnya membuka suara, memecah nuansa perjodohan terselubung itu.
"Jadi, Bu Zemima... bagaimana dengan dokumen final akuisisi lahan dan ekspansi modal untuk proyek holding mendatang? Apakah tim hukum Anda sudah memverifikasi seluruh klausulnya?"
"Semuanya sudah rampung dan divalidasi sore tadi, Pak Aris," ujar Zemima tegas. Sikap profesionalnya kembali menguasai meja makan.
"Dua hari lagi, tepatnya Senin pagi di Auditorium Utama Vans Altamas Pusat, kita akan menandatangani kerja sama ini secara resmi di hadapan seluruh jajaran direksi, investor, dan awak media."
"Luar biasa," puji Pak Arisanjaya seraya mengangguk puas.
"Ketegasan dan kecepatan Anda dalam mengambil keputusan benar-benar mencerminkan nama besar Vans Altamas. Kami sangat beruntung bisa bermitra dengan Anda."
Rayhanan mengangkat gelas syrup menatap Zemima dengan binar kagum yang tak lagi berusaha ia sembunyikan.
"Untuk keberhasilan proyek raksasa kita hari Senin nanti, Zemima. Dan... untuk awal yang baru bagi perusahaan kita masing-masing."
"Untuk kesuksesan bersama," sahut Zemima seraya mengadu pelan gelas kristalnya ke milik Rayhanan, Pak Aris, dan Ibu Resti.
Kling!
Bunyi dentang halus gelas beradu memenuhi ruangan. Di saat keluarga Arisanjaya merayakan masa depan investasi ratusan miliar, pikiran Zemima terbang jauh ke tempat lain. Senyum anggun masih terukir indah di bibirnya, membayangkan bagaimana senyum itu akan menjadi mimpi buruk paling mengerikan bagi Arsyad ketika pria itu menyadari bahwa wanita yang ia khianati adalah sosok tertinggi yang memegang leher karier dan hidupnya.
makany jgn pernah menyepelekan istri yg terlihat tidak punya apa2 dan tidak bisa apa2 selain mengurus rumah tangga ,,
Krn kalian gx pernah tau ap yg berada di balik punggung ny😒😒😒😏😏😏
tinggal bahagia ny zemima ,,
kebusukan kebongkar ,, lngsung semua ngerasa sakit ,,
ayoo Rika ma Siska apa yg sakit,, biar kompak ma ibu ny dn ipar mu yg lagi hamil ,, 😒😒😒😒