Indonesia
NovelToon NovelToon
The Secret, You And I

The Secret, You And I

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Romansa / Tamat
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: V a L L

Back to school

Bangun Adhiguna terkenal Bad boy di seantero Tunas Jaya, dan memegang suatu rahasia utama siswi kakak kelasnya yang bernama Mimpinya Tika Swastri.

Mimpinya Tika Swastri terkenal cuek dan kutu buku dengan tampilan gaya yang aneh, juga menyimpan rahasia besar siswa yang terkenal Bad boy di Tunas Jaya.

Bagaimana kisahnya saat rahasia mereka satu per satu terbongkar? Akankah mereka siap untuk menghadapi kenyataan yang ada?

Baca sampai habis ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V a L L, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

BAB 35

Dua hari setelah kejadian tak sadarkan diri di ruang makan, Mimpi kembali memasuki sekolah. Ia masih mendapatkan tatapan sinis, dan bisik-bisik tetangga. Dari pandangan mata yang menyelidikinya diam-diam maupun terang-terangan itu pun, dia tak lagi menjumpai ekspresi merendahkan ataupun membencinya. Artikel viral yang dapat merubah pemikiran orang-orang terhadap dirinya.

Saat berjalan di koridor menuju kelas, Marsha, teman satu kelas dengan Mimpi saat kelas sepuluh, menghampirinya. Padahal selama ini dia tidak pernah mengobrol dengan Mimpi. Menyapa pun tidak. “Lo beneran si artis cilik itu?”

“Ya,” jawab Mimpi singkat padat. Terlihat tak peduli.

“Wow! Kenapa lo gak bilang, sih?” Wajah Marsha jadi bersemangat ingin mengetahui lebih banyak.

Mimpi sebenarnya malas menanggapi temannya ini, tapi ia mencoba memberikan senyuman terpaksa dan menaggapi seadanya. “Gue gak mau orang lain tahu.”

Lalu Mimpi berjalan pergi meninggalkan Marsha menuju kelasnya di lantai tiga. Terasa lebih lama dan jauh saat ia hendak menuju kelasnya itu.

“Selamat ya, lo jadi viral,” kata Mila. “Produk sosialisasi yang gagal jadi terkenal.” Terlihat tidak kesukaan di raut wajah Mila saat dia mengatakan hal itu.

Mimpi geram mendengar kata-kata Mila. Dia tahu Mila iri karena ketenaran yang dikalahkan Mimpi. Lagi pula, seberapa banyak pun pemberitaan tentangnya sekarang, akhirnya akan berhenti juga. Jenuh dengan pemberitaan yang begitu-begitu saja, alias monoton. Mimpi seketika merindukan ruangan rahasianya dan tak sabar untuk mengunjungi ruangan itu saat istirahat tiba.

...****************...

Bel berbunyi, menandakan jam pulang sekolah telah tiba. Mimpi pun bersiap untuk keluar dari kelasnya. Ia melihat notifikasi yang menandakan bahwa ia harus menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan dari seseorang. Telepon itu dari Maminya.

“Iya, halo, Mami...”

“Kamu jangan pulang dulu! Di depan rumah banyak wartawan!” Ungkapan Maminya yang langsung saja di dengar oleh telinga Mimpi melalui sambungan telepon yang baru saja terhubung. Apalagi Mami bicara dengan suara yang tidak seperti biasanya. Bukan seperti marah, tapi kekhawatiran dari sana. Dan perkara Mami meneleponnya, alih-alih pak sopir, membuat hatinya menghangat.

“Ya, Mi,” jawab Mimpi.

Sungguh perkara ini akan berlangsung lama sepertinya.

Sedikit senyum terbit di bibir Mimpi, menepis kecemasan akibat masalah yang di hadapinya makin membesar. Wartawan bahkan sampai tahu di mana lokasi rumahnya. Tidak menutup kemungkinan pemberitaan itu akan memunculkan kembali berita lainnya. Mimpi hanya menggigit jemarinya selagi mobil yang membawanya pulang putar balik.

...----------------...

Setibanya di rumah.

Mami menyambut Mimpi pulang di depan pintu masuk, seolah Mimpi baru pulang dari luar kota.

“Syukurlah sudah pergi semua para wartawan itu.” Suara Mami tinggi seperti biasanya, tapi bagi Mimpi jelas itu bukan nada marah, seperti yang didengarnya tadi saat Mami menelepon dirinya. “Banyak sekali jumlah mereka.”

Mimpi mengangguk.

“Kamu... baik-baik saja?” Mami bertanya canggung.

Mimpi hanya menganggukkan kepalanya lagi.

Mami bertanya lagi, “Mereka itu kenapa, sih?”

Mami yang biasanya tidak peduli dengan masalah Mimpi saat ini menuntut penjelasan atas perkara yang baru saja beberapa saat. Mimpi merasa hidupnya sudah diselamatkan oleh Maminya.

Mami membenamkan tubuhnya di sofa, mengambil majalah yang tersedia di bawah meja untuk dia baca. “Kalau kamu belum siap cerita, gak papa.” Tiba-tiba Mami berucap seperti itu. Enggan menunjukkan bahwa dirinya khawatir terhadap Mimpi.

Mimpi tersenyum, menyadari perubahan dalam komunikasi dirinya dengan sang Mami. Mungkin sejak Mami mengetahui kalau Belia suka diam-diam ke kamar Mimpi dan membawa buku dongeng dan buku mewarnai. Atau mungkin karena dirinya pingsan tempo hari.

“Teman-temanku di sekolah, tahu kalau aku artis cilik yang dulu sempat tenar,” Mimpi membuka penjelasannya.

Alis mata Mami terangkat sebelah. Sorot mata yang seolah berkata, Memangnnya dari dulu mereka gak tahu?

“Mereka semua sudah tahu dan itu viral di pemberitaan media sosial. Mama telepon aku terus, marah-marah ke aku sepanjang hari dengan adanya pemberitaan itu.”

Mami hanya menganggukkan kepalanya saja. Pasti Papa sudah memberitahu Mami bagaimana hubungan Mimpi dan Ibu kandungnya.

“Mami... gak marah sama aku?” tanya Mimpi dengan ragu.

“Kenapa harus marah?”

“Mana tahu Mami marah karena wartawan-wartawan itu?” Mimpi menerka-nerka apakah Maminya akan marah akan hal itu.

“Sudah lah, itu bukan masalah besar,” Mami hanya menjawab singkat dan beranjak berdiri dari sofa tempat duduknya.

“Makasih, Mi. Sudah merawat dan jaga aku kemarin pas sakit, dan sampai detik ini,” ucap Mimpi untuk dua hari yang lalu.

Mami tak menjawab dan langsung memalingkan muka, beranjak pergi. Mimpi tak melihat garis senyum yang terukir tipis di ujung bibir Mami.

Perasaan menghangat pun di rasakan oleh Mimpi yang tiba-tiba menjalar ke dada nya.

Sejak dulu Mimpi tahu kalau Mami butuh waktu untuk menerima kehadiran dirinya di keluarga ini. Mungkin, waktu bagi Mami sudah cukup untuk menerimanya dan tak ada lagi alasan Mimpi untuk tidak saling tegur sapa dengan Mami.

...****************...

“Lo sama Mimpi sebenarnya gimana, sih?” tanya Joye selagi mereka makan siang di kantin Pak Mun.

Bangun hanya menggumam. Pandangannya berkutat pada permainan game online di ponselnya.

“Lo suka sama dia, Bro?” Lagi-lagi Alan yang bertanya ke arah Bangun.

Pelipis Bangun berkedut karenanya. “Gak,” jawab Bangun dingin. Mengingkari perasaan sendiri ternyata berat. Sudah terlanjur dengan semuanya, Bangun harus mempertahankan semuanya dan perasaan yang sesungguhnya.

“Gue kira lo suka sama dia,” celetuk Pandu.

“Dia cuma bantu gue waktu ngerjain tugas hukuman dari BK.” Bangun tetap tak berpaling dari ponselnya.

“Bukannya gue yang bantuin lo semua, ya, Ngun?” sahut Alan tak terima.

“Gak semuanya juga kali. Gue juga ada ngerjain sendiri.” Bangun terkekeh. “Dia bantuin dikit juga, kok.”

“Gue kaget aja waktu lo tahu lo sama dia ada hubungan,” aku Pandu. “Tapi, jujur gue lebih kaget lagi pas liat berita di headline news tentang dia.”

Semua itu salah Bangun. Dia tak mampu melingungi Mimpi dari hal penting yang sudah dihindari dari Mimpi. Apalagi dalam skala yang lebih besar. Dia tidak mau mengacaukan hidup Mimpi lagi. Sekarang, dia memilih untuk memendam perasaannya terhadap Mimpi.

“Waktu lo deket sama dia, lo udah tahu kalau dia itu artis cilik yang dulu tenar?” Joye bertanya dengan penasaran.

Bangun menggelengkan kepalanya dengan pelan. “Udah, jangan bahas dia. Gu egak mau kalian nambah masalah cewek itu,” kata Bangun. “Kalau boleh bahas aja yang lainnya. Cari topik yang menarik,” lanjutnya lagi.

“Kalau boleh bahas yang lain,” kata Joye, lalu dia berdehem. “Mila dan Nanda putus.”

Dengan mata yang masih fokus pada ponselnya, Bangun kaget mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh temannya itu. Tapi Bangun dengan segera mengalihkan ekspresi yang tadinya kaget menjadi datar. Seolah-olah tidak masalah. “Oh, ya? Tahu dari mana kalian?” tanyanya.

“Biasa. Mana lagi, sih, selain akun gosip yang dimiliki sekolah ini,” jawab Joye.

Bangun mencebikkan bibirnya, lalu tertawa, "Lo pada masih mengira itu info akurat?”

Joye tertawa terbahak. “Tapi berita mereka gak laku, masih kalah dengan berita Mimpi,” lanjutnya Joye.

Bangun tak menanggapi lagi apa yang dikatakan oleh temannya itu. Dia kembali terfokuskan dalam permainan game yang ada di ponselnya.

...****************...

Tbc aja dulu.

1
pxtrq_
seperti itulah orang-orang
Adila Ardani
namanya unik2 Thor
vall: banyak yang lebih unik kak wkwkwk
total 1 replies
Adila Ardani
mampir thor 😍
vall: iya kakk silahkan.
total 1 replies
Fitri Octawaty
bagus bener ceritanya mantap,aku terhanyut .....
vall: terima kasih kak atas dukungannya.
total 1 replies
Lucky Hermawan
yahhh udah tamat ,di tunggu karya baru nya kak author jangan lama lama .hhih
vall: iya kak. terima kasih atas dukungannya.
total 1 replies
merianis sd
ditunggu karya selanjutnya thor
vall: terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
Lucky Hermawan
semangat kakak
Neng Bintang
up lagi yaaa kaaaa,,,,semoga sehat terus ka author
vall: aamiin terimq kasih. kk jg
total 1 replies
Neng Bintang
tambah zeruuuuu
Neng Bintang
tetep baca donggg novel seru gini
Neng Bintang
menarik ka lanjut yaaaaa,,,,
Yunita Indriani
kesalahan pahaman antara bangun dan ayahnya.
masing-masing Py ego yg tinggi dan sama² ingin dimengerti. mulailah dengan komunikasi yg lembut tnp emosi.
vall: hihihi ya begitu lah hidup
total 1 replies
merianis sd
semangat Thor..
Yunita Indriani
jangan lama ya kak,
Yunita Indriani: muncul kepermukaannya 😄🤣
total 2 replies
merianis sd
lagi Thor..bikin nagih... semangat..sehat selalu ya
vall: terima kasih. hihihi
total 1 replies
merianis sd
nunggu,,,gak sabar menunggu..Ayo Thor..masih menunggu dan berharap
merianis sd
enak bacanya..gak percintaan melulu..
vall: thanks kak... tapi sayangnya boomingnya cinta2an 🤣
total 1 replies
merianis sd
semakin seru... semangat thor
vall: udah mau tamat kak ahaha
total 1 replies
merianis sd
ayo Thor, lagi.
vall: udah mau tamat dah ahaha
total 1 replies
merianis sd
setia menunggu..semoga sehat selalu..
vall: aamiin kakak terima kasih. agak slow up sih kak. hihi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!