Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9

****

Gedung pencakar langit Soerjoatmodjo Tower berdiri megah di pusat kawasan bisnis Jakarta. Di lantai tertinggi, Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo melangkah membelah lorong berdinding kaca dengan kecepatan terukur. Di belakangnya, dua sekretaris berjas rapi setengah berlari membawa tumpukan berkas akuisisi bernilai triliunan rupiah.

"Pak Arya, rapat direksi gabungan dengan konsorsium Eropa dimulai lima menit lagi di Executive Room," lapor sekretaris utamanya dengan napas sedikit memburu.

"Jadwalkan ulang sesi tanya jawab. Saya ingin negosiasi selesai sebelum makan siang," jawab Arya singkat, dingin, dan tanpa toleransi.

Arya melangkah masuk ke ruang rapat utama. Ruangan yang berisi puluhan petinggi bisnis itu mendadak hening seketika saat presensi dominan sang Presdir mengambil alih suasana. Arya duduk di kursi utamanya, merapikan lengan kemeja putihnya yang tergulung, lalu membuka draf dokumen di hadapannya.

Namun, di tengah jalannya presentasi akuisisi bank multinasional yang sarat dengan angka-angka fantastis, ponsel pribadi Arya yang tergeletak di meja marmer bergetar tanpa henti.

Zzz... Zzz... Zzz...

Arya melirik layar ponselnya yang terus menyala. Rentetan notifikasi transaksi Black Card milik Lilianne masuk beruntun bagai tembakan senapan mesin.

> [Soerjoatmodjo Black Access] Transaksi disetujui: Rp 850.000.000 di HERMÈS PARIS BOUTIQUE.

> [Soerjoatmodjo Black Access] Transaksi disetujui: Rp 1.200.000.000 di CARTIER JEWELRY.

> [Soerjoatmodjo Black Access] Transaksi disetujui: Rp 650.000.000 di CHANEL HAUTE COUTURE.

Sudut bibir Arya terangkat sangat tipis. Pria itu menyandarkan punggungnya pada kursi kulit eksekutif, memutar-mutar pena Montegrappa emas di jemarinya. Di saat para direktur di ruangan itu menahan napas menunggu keputusannya terkait investasi bernilai triliunan, Arya justru merasa terhibur membayangkan raut wajah berseri sang istri yang sedang melampiaskan kekesalannya lewat lembaran uang.

"Lanjutkan," titah Arya datar pada jajaran direksi, membiarkan notifikasi pengeluaran miliaran rupiah itu terus memenuhi layar ponselnya.

**

Sementara itu, di kediaman utama keluarga besar Djojodiningrat di Menteng, atmosfer ruang keluarga dipenuhi ketegangan yang kontras.

Raden Mas Subroto berjalan bolak-balik di atas karpet tebal, memegang cangkir kopi yang bahkan tidak tersentuh sejak tadi pagi. Di sofa panjang, Gabriel dan Rafael duduk dengan raut wajah cemas luar biasa.

"Dad, apa kita tidak sebaiknya menelepon Li?" tanya Gabriel, melirik ponselnya yang sepi notifikasi. "Ini hari pertamanya tinggal di mansion Soerjoatmodjo. Arya itu pria dingin, keras kepala, dan dominan. Bagaimana kalau Lilianne tertekan di sana?"

"Benar, Dad," timpal Rafael emosional. "Lilianne itu biasa dimanja, dia tidak terbiasa dikontrol atau diatur-atur. Saya khawatir dia menangis di kamar atau malah bertengkar hebat dengan Arya sampai tidak makan."

Eyang Kakung yang duduk di kursi goyangnya hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil terkekeh pelan. "Kalian para pria ini terlalu berlebihan. Lilianne itu darah Djojodiningrat, dia tidak selemah yang kalian pikirkan."

"Tapi Eyang—"

"Sudah, diamlah," potong suara halus namun berwibawa dari sudut ruang kaca yang mengarah ke taman.

Di sana, Raden Ajeng Sri Rahayu (Eyang Putri) dan Eleanor (Mommy Lilianne) duduk santai di meja teh bergaya Victorian. Meskipun berasal dari latar budaya yang sangat berbeda—Eyang Putri dengan kebaya Jawa klasiknya yang anggun dan Eleanor dengan gaya elegan Eropa-nya—mertua dan menantu itu tampak teramat harmonis.

Di atas meja mereka, dua cangkir porselen berisi pure matcha hijau hangat yang diimpor langsung dari Kyoto memancarkan aroma menenangkan. Di tangan mereka masing-masing, tergelar katalog haute couture edisi musim gugur terbaru dari rumah mode Paris dan Milan.

"Lihat ini, Eleanor," puji Eyang Putri sambil menunjuk gambar sebuah selendang bermotif brokat emas. "Warnanya sangat cocok kalau dipadukan dengan kebaya beludru ibu."

Eleanor menyesap pure matcha-nya anggun, lalu tersenyum manis. "Pilihan yang sangat anggun, Ibu. Biar saya minta asisten saya memesannya langsung dari perancangnya di Milan."

Subroto menghentikan langkahnya, menatap istri dan ibunya dengan dahi berkerut bingung. "Eleanor, Ibu... kenapa kalian begitu santai? Putri kita sedang berada di sarang serigala Arya Sena!"

Eleanor terkekeh lembut, meletakkan cangkir porselennya dengan denting halus. "Subroto, Sayang... kamu dan anak-anak laki-lakimu ini terlalu mengkhawatirkan hal yang salah. Lilianne itu putriku. Dia mewarisi seluruh bakatku dalam satu hal: menghabiskan uang suaminya dengan cara paling bermartabat."

Eyang Putri mengangguk setuju, melambaikan tangannya mengusir kecemasan para pria. "Benar kata Eleanor. Arya boleh saja punya seluruh uang di dunia ini, tapi Lilianne punya selera tinggi untuk mengurasnya. Kalian tidak perlu cemas, cucuku itu pasti sedang sangat menikmati harinya."

Ucapan Eleanor dan Eyang Putri terbukti seratus persen akurat.

Di salah satu pusat perbelanjaan paling eksklusif di Jakarta Selatan, Lilianne melangkah membelah lantai marmer mengkilap dengan keanggunan seorang ratu. Di belakangnya, empat pengawal berjas hitam kiriman Arya serta lima staf personal shopper berjalan mengekor sambil membawakan puluhan kantong belanjaan berlogo brand mewah ternama dunia.

Lilianne mengenakan kacamata hitam oversized, memegang segelas iced latte di tangannya. Senyum puas terukir di bibirnya yang dipoles lipstik merah menyala.

"Bawa semua koleksi tas birkin warna pastel ini ke mobil," perintah Lilianne santai pada personal shopper-nya tanpa melirik harga di labelnya.

"Baik, Nyonya muda Soerjoatmodjo," jawab Manajer Butik dengan bungkukan hormat penuh pengabdian.

Lilianne melangkah keluar dari butik perhiasan Cartier setelah menyapu bersih satu set kalung dan anting berlian edisi terbatas. Bayangan wajah Widya—kepala pelayan berparas jelita yang bersikap terlalu perhatian pada Arya pagi tadi—mendadak melintas di pikirannya.

Cih, pelayan genit itu pikir dia siapa? batin Lilianne sinis sambil menyesap kopi dinginnya. Di mansion itu dia boleh bersikap sok menguasai Arya. Tapi di luar, aku yang memegang kontrol atas seluruh kekayaan suaminya.

"Lupakan si pelayan genit itu," gumam Lilianne pada dirinya sendiri dengan mata hijau yang berkilat nakal. "Mari kita habiskan uang suami kita sampai dia minta ampun."

Lilianne melangkah menuju atrium utama mall, tempat sebuah pameran mobil super eksklusif sedang berlangsung. Langkah kakinya mendadak terhenti di depan sebuah podium berkarpet merah.

Di atas podium itu, berdiri sebuah mobil supercar keluaran terbaru yang memancarkan pendar kemewahan luar biasa. Bodi mobil itu dibalut warna deep maroon yang begitu eksotik, berkilau sempurna di bawah sorotan lampu spotlight.

Netra hijau Lilianne membelalak kagum. Warna maroon adalah warna favoritnya sepanjang masa—mewah, tegas, dan sarat akan kesan high class.

Seorang wiraniaga berjas rapi bergegas mendekati Lilianne begitu menyadari siapa yang berdiri di depan produk utamanya. "Selamat siang, Nyonya Soerjoatmodjo. Ini adalah seri terbatas Aston Martin DBS Superleggera dalam balutan warna khusus Royal Maroon. Di Dunia hanya ada lima unit."

"Aku ambil yang ini," pangkas Lilianne tanpa jeda satu detik pun.

Wiraniaga itu tertahan napasnya, terkaget-kaget. "M-maksud Anda... Anda ingin memesannya sekarang, Nyonya?"

Lilianne melepas kacamata hitamnya, menatap pria itu dengan pandangan menyejukkan namun tak terbantahkan. Ia meluncurkan Black Card milik Arya yang berkilau ke atas nampan kecil yang disodorkan pelayan.

"Gesek kartunya sekarang. Dan kirimkan mobil ini ke mansion pribadi Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo sebelum jam lima sore ini," pangkas Lilianne dengan senyuman miring paling memikat.

Saat mesin EDC mencetak resi pembayaran bernilai puluhan miliar rupiah tersebut, ponsel Arya di kantor pusat kembali menyala menampilkan notifikasi pembayaran tertinggi hari itu.

Di puncak Soerjoatmodjo Tower, Arya yang baru saja keluar dari ruang rapat menatap layar ponselnya. Notifikasi pembelian satu unit supercar maroon mendarat mulus di layarnya.

Arya berhenti di depan kaca jendela raksasa yang menampilkan pemandangan kota Jakarta. Pria itu menyandarkan satu tangannya di saku celana, lalu tertawa rendah—suara tawa paling lepas yang jarang sekali didengar oleh para karyawannya.

"Permainan yang menarik, Nyonya Soerjoatmodjo," bisik Arya pelan pada pantulan dirinya di kaca, matanya menggelap oleh rasa ketertarikan yang kian liar pada sang istri.

Bersambung.....

1
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Arya jadi suami siaga 😍😍😍
Helen@Ellen@Len'z
up byk ya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Anonim
crazy up thor
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
Heresnanaa_: wahhh, terimakasih Kaka, stay tune ya 🥹😚
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
Mita Paramita
Widya backstabbing 🤣🤣🤣
i got you 🔥🔥🔥
Mita Paramita
nice statement Liliane 😍
Mita Paramita
berkelas banget balasan Liliane ke ulat bulu Widya 🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
ceritanya bagus berkelas 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!