Indonesia
NovelToon NovelToon
Magi Of Death

Magi Of Death

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Fantasi Isekai / Epik Petualangan / Pusaka Ajaib / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Chicklit
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Vaela Vey

Aku berpikir kalau iblis itu harus dimusuhi dan penyihir harus dilindungi. Tapi, setelah aku melihat secara langsung bagaimana iblis itu hidup. Pemikiranku mulai goyah. Setiap manusia pasti memiliki kehidupan masing-masing, bahkan memiliki cerita mereka masing-masing. Demikian juga dengan iblis yang sebelumnya adalah penyihir yang sama sepertiku, namun dengan berbagai alasan yang menyakitkan mereka harus menjadi iblis.

Beberapa iblis menceritakan kisah mereka padaku. Kisah tragis mereka yang berhubungan dengan penyihir. Meskipun begitu, mereka tetap akan memusuhi penyihir sampai akhir hayat mereka. Tidakkah ada jalan damai diantara keduanya?

Setelah perjalanan yang panjang, aku, pemilik sihir cahaya, memutuskan untuk mengakhiri perselisihan tanpa akhir itu. Meskipun pada akhirnya cahaya ini akan bercampur dengan kegelapan, aku tidak masalah. Bahkan, ketika semua penyihir menetapkanku sebagai pemberontak, aku tidak peduli. Panggilan yang tersemat dalam diriku adalah Magi of Death.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaela Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MoD #35 - Saat itu

“Apa kau baik-baik saja?” Ellen menatap Kiara cemas. Sudah banyak hal yang terjadi dan semua itu melibatkan Kiara di dalamnya.

Kiara mengangguk. “Saya baik-baik saja, Master. Maaf, membuat anda cemas.”

“Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan lagi, mungkin sebaiknya untuk saat ini, semua misi yang bertempat di luar pulau harus dibatasi. Seperti pendapat Master Gensha sebelumnya. Lalu bagaimana dengan Azel? Dia masih belum masuk sekolah.”

Kak Azel?

Kiara menatap Gensha dan dibalas anggukan olehnya.

“Harusnya dia masuk hari ini bersamaan denganmu. Tapi, semalam saya tidak bisa menghubunginya sama sekali,” papar Gensha.

“Anggota timnya masih ada di akademi dan tidak ada misi sama sekali. Jadi, kemungkinan dia pergi sendirian,” imbuh Ellen.

Kiara mengingat kembali pertemuan terakhirnya dengan Azel. Tapi, Azel sama sekali tidak mengatakan kalau dia akan pergi. Dia hanya pamit untuk kembali ke asrama.

Apa mungkin dia menemui si kembar?

-o0o-

Sepulang sekolah. Tanpa didampingi Gensha, Kiara berjalan sendirian menuju asrama yang ditempati Luna. Dia ingin mencari tahu apa saja yang terjadi selama dia tidak ke akademi.

Bangunan yang masih dalam proses perbaikan, kini benar-benar kembali seperti semula. Sebelum menjalankan misi di Pulau Sigma, bangunan akademi masih dalam proses perbaikan akhir dan sekarang sudah kembali seperti semula.

Padahal belum sehari, kira-kira apa yang sedang dilakukan Kak Azel, ya. Aku juga belum bertemu Elora hari ini.

Tiba di depan gerbang asrama, Luna sudah lebih awal menunggu Kiara datang. Dia bahkan mengganti seragamnya dengan pakaian santai, berbeda dengan Kiara yang masih memakai seragam akademi karena malas untuk pulang lebih dulu.

Melihat Kiara berjalan mendekat, Luna berlari menyambutnya. “Kok kau tidak mengganti bajumu, Ra?”

Kiara membalasnya dengan tawa pelan. “Aku malas ganti.”

“Kenapa malas? Baiklah! Aku akan meminjamkan bajuku untukmu!” Luna menarik tangan Kiara masuk ke dalam asrama dan mereka menuju kamar milik Luna.

Satu asrama memiliki dua lantai. Setiap lantai memiliki sepuluh kamar. Dan, Luna mendapatkan kamar di lantai dasar tepat di sisi kiri, sebelah ruangan milik pemilik asrama. Satu kamar berukuran 5x4meter. Cukup luas untuk ukuran kamar siswa akademi.

Satu kamar dilengkapi dengan tempat tidur, meja belajar dan satu meja rias.

Luna membawa Kiara masuk ke kamarnya dan segera membuka pintu lemarinya.

Kiara yang awalnya tidak sempat mengelak sama sekali, kini hanya bisa pasrah dan duduk di tepi tempat tidur, memperhatikan Luna yang sedang mengobrak-abrik lemari pakaiannya.

“Memangnya kenapa aku harus ganti?”

“Kita akan jalan-jalan, jadi kau tidak boleh pakai seragam.” Luna membawa tiga set pakaiannya dan meletakkannya di samping Kiara.

Luna sedikit menjauh dan memberikan waktu untuk Kiara memilih. “Oke, silakan pilih. Kau suka bunga-bunga?”

Tiga set pakaian. Pertama kaos putih dengan celana jeans pendek. Kedua, kaos abu-abu dengan rok hitam panjang. Dan terakhir, gaun pendek dengan motif bunga-bunga.

Dua set pakaian yang tidak sesuai untuknya. Kiara memilih kaos abu-abu dan rok hitam.

“Pilihan bagus! Sekarang pergilah mandi dan ganti pakaianmu.” Luna tersenyum senang. Kini dia bisa duduk menunggu Kiara selesai.

Tanpa bisa membantah sama sekali, Kiara masuk ke dalam kamar mandi dan keluar dengan set pakaian yang dipilihnya. Luna menyambutnya dengan girang. Dia menarik tangan Kiara untuk duduk di kursi rias.

“Sekarang aku akan mendandanimu!” Luna memegang sisir dengan penuh semangat. Dia menyentuh rambut Kiara dengan hati-hati sambil menyisirnya.

Kiara yang melihat pantulan Luna di cermin hanya bisa tersenyum dan membiarkan remaja perempuan itu berimajinasi dengan rambutnya. Pesannya hanya sebatas ‘jangan terlalu aneh’.

Tidak sampai lima menit, Luna mengakhiri sesi dandan itu. Rambut Kiara disanggul rapi dengan tusuk rambut bentuk bunga. Kiara telihat lebih segar dengan model rambut yang berbeda.

Luna yang melihat hal kerja kerasnya berbuah sangat manis, kini tersenyum lebar. “Kita berangkat!!”

-o0o-

[Taman kota]

Kiara dan Luna menyusuri jalan paving sepanjang taman kota, mengelilingi sebuah air mancur yang ada di tengah-tengah taman kota.

Karena hari sudah sore, tempat itu lumayan ramai. Apalagi bagian pagar luar yang mulai dipenuhi dengan stan makanan. Lampu penerangan masih belum menyala, namun orang-orang sudah mulai berkumpul di taman untuk sekedar bersantai atau membeli makanan.

“Apa kau terluka, Ra?” Luna membuka pembicaraan.

“Aku baik-baik saja.”

Luna tersenyum, lantas mengangkat wajahnya menatap langit sore yang berwarna jingga. “Syukurlah. Aku panik ketika kau memilih menyelamatkanku waktu itu. Kita bahkan tidak sempat saling bicara dan harus langsung menjalankan misi.”

Kiara mengangguk lemah. “Kau benar. Kalau begitu, bagaimana kalau besok kita jalan-jalan? Besok libur kan?”

Mendengar usulan Kiara, Luna tersenyum lebar sambil menggangguk. “Setuju! Sepertinya seru! Kita ketemuan di depan akademi, ya.”

“Oke.”

Mereka mulai menghabiskan waktu, mengunjungi banyak tempat, mampir untuk membeli makanan, hingga akhirnya mereka kembali ke asrama.

Kiara tidak bisa mengembalikan pakaian yang dipinjamnya dari Luna karena itu dia harus mencucinya lebih dulu.

“Kau yakin tidak menginap?” Luna bertanya untuk yang kedua kalinya.

Dia berdiri di depan gerbang asrama, mengantar Kiara yang bersiap untuk pulang.

“Tidak. Aku tidak memberi kabar apapun. Maaf, ya, mungkin lain kali.” Kiara memegang tas sekolahnya di tangan kirinya, sesekali menarik lengan kaosnya dia mulai kedinginan.

Luna tidak bisa menyanggah lagi. Toh, mereka akan bertemu lagi besok. “Baiklah. Kita akan bertemu lagi besok jam sembilan. Apa perlu aku mengantarmu, Ra?”

Kiara menggeleng. “Tidak perlu. Kalau begitu, aku pamit, ya. Sampai ketemu besok.”

Dia berbalik dan mulai berjalan pergi. Jarum jam masih menunjukkan pukul tujuh malam, namun Kiara sudah mulai kedinginan. Dia sebelumnya bahkan tidak berpamitan dengan Gensha. Hal itu terus membuatnya kepikiran selama dia bersama Luna.

Apa kak Azel sudah pulang, ya? Dia pasti akan memarahiku kalau tahu pulang malam.

Banyak orang yang melintas di sekitar Kiara, namun tidak ada satu pun yang dikenalnya. Lokasi asrama Luna bertolak belakang dengan rumah Gensha. Kiara harus kembali melewati akademi.

“Aku tidak dengar kalau kau baru pulang malam hari.”

Kiara yang mendengar suara seseorang di sebelahnya seketika menarik dirinya menjauh.

Laki-laki berambut perak dengan setelan hitam dan suit cokelat berdiri di sampingnya. Dia memamerkan senyumnya. “Hai, Ra.”

“Hai, kak. Baru pulang?”

Azel mengambil alih tas sekolah yang dibawa oleh Kiara, kemudian mengajaknya berjalan.

“Aku sudah ke asrama, ganti baju dan perjalanan ke rumahmu. Apa hari ini kau pergi dengan temanmu?”

Kiara mengangguk. “Sekalian mau memastikan bagaimana kondisinya.”

Azel membalasnya dengan dehaman lemah. Dia yang awalnya melirik kini mulai menoleh. Tinggi Kiara yang tidak lebih dari pundaknya, membuatnya bisa dengan jelas melihat rambut Kiara yang disanggul rapi dan ditusuk dengan tusuk rambut.

“Ra, apa kau ingin mengubah penampilanmu?”

Kiara yang tidak mengerti arah pembicaraan saat itu, seketika menoleh. “Apa? Apa yang kakak bicarakan?”

Masih dengan tatapan yang sama, Azel menjawab. “Rambutmu.”

Dia melirik ke arah orang-orang yang berjalan berlawanan dengan mereka. Terlihat dengan terang-terangan menatap ke arah Kiara. Azel bahkan menyadari tatapan iblis dibalik mata mereka.

Dasar iblis!

Kiara menyentuh rambutnya yang masih disanggul. “Ah, ini Luna yang merapikan rambutku. Apa terlihat aneh?”

Dengan cekatan, Azel melepas suit cokelat yang dipakainya kemudian memakaikannya ke Kiara.

Setidaknya dengan ini sedikit membantu.

Mendapati perlakuan hangat Azel, Kiara tidak bisa mengatakan apapun.

“Tidak kok. Terlihat cocok denganmu. Kalau minta Master untuk mengubah rambutmu, kau tinggal bilang. Dia bisa melakukan semua hal.” Azel sedikit memelankan kakinya. Dia merasa Kiara berjalan sedikit lebih lambat.

Yang terdengar di telinga Kiara adalah ungkapan tidak suka. “Apa kau tidak suka, kak?”

Azel memindahkan tas ke tangan kanannya, kemudian memakai tangan kirinya untuk memegang tangan Kiara.

“Aku suka. Yang tidak aku suka hanya tatapan mereka padamu. Rasanya aku sedikit cemburu.”

1
edho rose
sudah lama ndk ada update yaa author???penasaran nih...semoga sehat2 dan semangat melanjutkan ceritanya..
Panthom
Hahaha kasihan si Gensha nya/Joyful//Facepalm/
Panthom
ukh
Panthom
aku nggak nangis kok . .
Panthom
wahh/CoolGuy/
Panthom
noooo/Brokenheart/
Panthom
Bertahanlah
Kulle RUMA
uhxug
Panthom
tiap hari up. Yay!!!
Panthom
yang kutunggu
Panthom
flower for you
Panthom
kayaknya emang gitu deh
Panthom
Next thor
Panthom
keren lohh😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!