"Kenapa hanya karna anak ini terlahir sebagai wanita sampai di buang begitu saja? kau ibu yang tak perasaan" teriak nya sambil mengutuk perbuatan seseorang wanita yang membuang bayi nya di pinggir sungai
Penasaran dengan cerita ini yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua tiga
Nyonya Anhi Cao tertawa kecil mendengar cerita You you. Nyonya Anhi Cao juga akan mengerjai suaminya saat mengetahui bila dia dipanggil tak kasat mata oleh sang suami, You you pun ikut cekikikan mendengar suara tawa ibunya.
"Ibu tidat malah Tan? You you teljai ayah?" tanya You you. Nyonya Anhi Cao terkekeh kecil, Nyonya Anhi Cao pun mengelus lembut kepala sang putri. dia tidak marah, dengan keisengan You you yang sewajarnya. asal jangan keterlaluan menjahili sang ayah, Nyonya Anhi Cao menatap penuh kasih sayang kepada You you.
"Asal jangan keterlaluan saja menjahili ayah atau orang lain nya ya.... ibu tidak ingin You you menjadi putri yang nakal atau melukai perasaan atau hati orang lain, inget ucapan ibu! Jangan sampai membuat orang lain sakit hati atau marah, paham...." ucap Nyonya Anhi Cao. You you tersenyum kecil, Nyonya Anhi Cao mengecup kening You you.
Sedangkan di ruang kerja Raja Cao masih menegang, ular biru yang tadi nya sedang memejamkan matanya pun langsung membuka matanya. dia melirik Raja Cao dan Kaisar Qing Cao juga Khon Cao, sedangkan Tuan Lao Yun berdiri di atas kursi milik nya.
"Itu bukan ulat hahaha... itu ular kecil, tapi tunggu? siapa yang punya ular itu?" ucap Jendral Khen Cao. Tuan Lao Yun langsung mendelik saat mengingat kejadian di dalam gua, Tuan Lao Yun ingat putrinya memiliki ular kecil.
"You you.... kamu menjahili ayah? awas kamu ya.... ayah gigit jari mungil mu itu" ucap hati Tuan Lao Yun. You you langsung mengadu pada sang ibu saat mendengar ucapan hati ayah nya.
"Ibu... ayah Hajat, eh jahat... maca tangan mungil You you mau di gigit, itu cama caja jali munggil You you mau di matan ibu" adu You you. Nyonya Anhi Cao menggelengkan kepalanya, dia merasa hidup nya akan ramai seperti ini. Tuan Lao Yun yang mendengar aduan putri nya pun hanya bisa mendengus dalam hati, dia tidak bisa berkata-kata lagi kalau Permaisuri hatinya yang di jadikan penghalang bagi nya. Tuan Lao Yun masih sayang dengan tidur nya, Tuan Lao Yun tahu kalau istrinya sudah turun tangan. pasti merana hidupnya itu.
"You you tenang saja..... ayah tidak akan melakukan itu, bisa ibu usir ayah malam ini untuk tidur di luar sayang" ucap Nyonya Anhi Cao. You you tersenyum kecil, Tuan Lao Yun yang mendengar ucapan sang istri pun langsung loncat dari kursi tempat dia berdiri. Tuan Lao Yun pun langsung berlari keluar untuk kembali ke kediaman istrinya.
"Ya.... kau mau kemana?" teriak Raja Cao. Tuan Lao Yun berlari sekuat tenaga,Tuan Lao Yun langsung menjawab sambil berlari.
"Aku tidak ingin tidur diluar KEDIAMAN istriku kakak ipar....." teriak Tuan Lao Yun. Raja Cao dan Khon Cao juga Kaisar Qing Cao pun saling tatap, sedangkan Jendral Khen Cao melihat kearah Tuan Lao Yun. dia seperti merasa aneh dengan jawaban adik ipar nya itu, Jendral Khen Cao pun mengikuti Tuan Lao Yun. dia tidak ingin kelewatan dengan kesempatan yang akan di lakukan adik ipar nya itu.
"Gege berotot kau mau kemana?" teriak Khon Cao. jendral Khen Cao berbalik menatap tajam kearah adik nya itu, Khon Cao meringis melihat tatapan tajam dari sang Gege.
"Hehehe.... aku bercanda Gege, lanjutkan saja
BERSAMBUNG......
bisikan tak kasat meta = Hantu atau Jin
kalau gitu, aku panggil Jin You aja 🤣
malah yg kena pamannya🤣🤣