Indonesia
NovelToon NovelToon
Zuraida & Si Kembar

Zuraida & Si Kembar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kuswara

Hanya karena menolong seorang pria Zuraida difitnah sampai diusir dari desa dan dinikahkan dengan pria itu. Pria yang menjadikannya seorang ibu bagi kedua anak laki-laki.

Bagaimana Zuraida yang dari desa menjalani hidup di kota di tengah rasa tidak suka anak-anak tiri dan pihak keluarga suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Zuraida benar ini kamu?," Sean menepuk-nepuk punggung tangan Zuraida.

"Kamu pergi ke mana? Aku sama Sean terus mencari tapi nggak kamu nggak ketemu." Sena memegangi lengan Zuraida.

"Kamu baca pesan-pesan kami nggak?." Kata Sena lagi.

Zuraida tersenyum.

"Saya pulang karena baca semua pesan dari kalian. Saya sangat tersentuh, makanya saya di sini untuk kalian."

"Kalau kamu pergi lagi tolong ajak aku," mata Sean sudah berkaca-kaca. Menempelkan wajahnya pada lengan Zuraida.

"Ajak aku juga, Zuraida." Sangat erat Sena menggenggam tangan Zuraida.

Air mata Zuraida jatuh menetas, ia sangat terharu.

"Biar saja daddy menikah lagi sama mommy. Kamu akan memiliki kami Zuraida." Sean mendongak mengangkat wajahnya menatap Zuraida.

Kemudian Zuraida mengangguk pelan.

Kepulangan Zuraida ke rumah sampai juga ke telinga Arfan. Namun pria itu tidak langsung menunjukkan batang hidungnya di rumah itu. Rumah yang sangat berisik dan penuh masalah setelah kedua orang tuanya dan Wilona tinggal di sana.

Ia butuh ketenangan untuk menyelesaikan masalahnya. Ia memiliki rencana sendiri untuk bicara dengan istrinya.

"Kamu atur pertemuan aku dan Zuraida," pintanya pada Adrian.

"Jangan sampai Wilona atau kedua orang tuaku tahu. Aku butuh waktu bersama istriku."

"Baik, Pak."

"Secepatnya."

"Iya, Pak."

Arfan masih berada di apartemen. Belum mau ke kantor sebab Wilona mondar mandir di sana. Hal yang tidak ingin ditemuinya.

Kembali ke rumah. Zuraida berada di kamar si kembar. Kedua anak itu memintanya tidur bersama mereka.

"Bagaimana sekolah kalian?." Tanya Zuraida pada si kembar.

"Baik, lancar, teman-temannya juga baik." Jawab Sean.

"Bohong, Zuraida. Sean berbohong. Temannya nggak semua orang baik. Ada juga yang suka mengejek Sean atau aku." Sanggah Sena.

"Ada yang main fisik nggak?." Tanya Zuraida memperhatikan keduanya.

"Nggak ada sih."

"Ya udah nggak apa-apa kalau nggak main fisik. Kalau main fisik baru balas. Kalian jangan diam saja. Di setiap sekolah mungkin akan ada satu atau dua orang yang nakal tapi ingat kita tetap harus baik namun bisa melindungi diri sendiri."

"Iya, Zuraida." Keduanya mengangguk.

"Benar mereka tidak ada yang main tangan, memukul atau menampar atau mendorong atau mencubit kalian?."

Dengan cepat keduanya menggelengkan kepala.

Malam itu Sean dan Sena belum mau tidur. Mereka mau dengar selama ini Zuraida pergi ke mana bersama siapa dan untuk apa?.

Zuraida mulai bercerita, tidak tega juga melihat antusiasme kedua bocah itu. Tak ada yang Zuraida sembunyikan namun tidak semuanya harus diceritakan juga pada anak-anak yang belum memahaminya.

Rupanya cerita Zuraida pergi dongeng sebelum tidur, terasa di ninabobokan dan mereka tidur dengan pulas di sisi kanan dan kiri Zuraida. Perempuan itu tersenyum bahagia. Anak-anak sangat baik kepadanya.

Dalam hati kecilnya Zuraida mencari keberadaan suaminya yang entah di mana. Kalau kata anak-anak daddy mereka belum ada pulang. Apa suaminya itu di kantor apa di mana. Pria itu juga tak ada lagi mengiriminya pesan.

Keesokan paginya.

Zuraida baru pulang mengantar si kembar. Langsung diamuk Wilona.

"Kenapa kamu masih tinggal di sini?."

"Urusan saya dan suami saya belum selesai."

"Arfan akan menceraikanmu."

"Nggak apa-apa setelah Mas Arfan menceraikan saya, saya akan pergi."

"Di sini tidak ada yang memungkinkanmu."

"Saya tahu."

"Seharusnya kamu tak kembali Zuraida!."

"Tapi sayangnya saya mau kembali ke sini untuk menyelesaikan masalah."

"Aku dan Arfan akan menikah."

"Menikah saja."

"Kami akan memiliki anak hasil malam itu."

Zuraida tersenyum.

"Selamat ya."

Kemudian Wilona menatap perut Zuraida yang tertutup gamis kebesaran.

"Tidur satu malam bersamaku aku langsung hamil anaknya Arfan. Lalu kamu? Kenapa belum hamil juga? Apa kamu mandul?."

Zuraida kembali tersenyum. Ia kembali ke rumah itu bukan untuk terpancing amarah karena kebahagiaan Wilona. Ia di sana benar-benar untuk menyelesaikan masalahnya bersama suaminya meski harus berpisah.

"Terserah kamu mau mengatakan apa Wilona. Saya nggak peduli. Lebih baik kamu jaga diri, kehamilanmu dan kesehatanmu. Jangan buang-buang tenaga dengan mengajak saya ribut."

"Kamu..."

Zuraida tak mau mendengar lagi apa pun dari mulut Wilona. Sebelum perempuan tu bicara panjang lebar lagi Zuraida sudah pergi meninggalkan Wilona.

Bukan hanya Wilona yang tidak menyukainya. Ada orang tua Arfan yang harus dihadapinya juga, rasa tidak suka terhadapnya begitu sangat jelas. Zuraida yang duduk di halaman belakang dihampiri suami istri itu.

"Apa uang yang banyak yang kamu inginkan?." Papa Arfan buka suara.

"Tidak, Pak, saya tak butuh uang."

"Halah, apa lagi yang dibutuhkan perempuan desa seperti kamu kalau bukan uang yang banyak."

Zuraida tersenyum santai menanggapinya.

"Saya memang dari desa, orang tak punya pula. Tapi saya tidak gila harta. Kalau Mas Arfan menceraikan saya maka saya akan pergi dari rumah ini dengan senang hati. Tetapi kalau hal itu tidak terjadi, Bapak dan ibu harus terbiasa dengan keberadaan saya."

"Aku berikan rumah, uang dan emas yang banyak tapi kamu harus pergi dari rumah ini."

Kembali Zuraida tersenyum.

"Mohon maaf, saya tidak akan pergi ke mana-mana. Saya sudah tenang dan bisa menghadapi masalah saya sendiri."

"Apa maumu sebenarnya kalau bukan uang?." Kesabaran mamanya Arfan sudah habis.

"Nggak ada, saya nggak pernah menginginkan sesuatu."

Karena semakin kesal orang tua Arfan meninggalkan Zuraida. Mereka langsung duduk di ruang keluarga.

"Kepalaku rasanya mau meledak." Ucap mama.

"Zuraida lebih pintar dan tenang dari sebelumnya."

"Aku nggak bisa tinggal di sini lama-lama. Tensiku bisa tinggi."

"Bagaimana dengan Wilona kalau kita pergi?."

"Biar kan saja, sudah hamil ini kan. Biar Wilona mengurus semuanya."

"Ya sudah aku ikut aja." Papa setuju apa pun keputusan istrinya.

Zuraida melajukan mobil meninggalkan rumah untuk menjemput Sena dan Sean. Pikirannya jauh lebih tenang dengan semua masalah yang datang. Setidaknya kalau pun ia harus pergi, ia bisa pergi dengan pamitan pada Sena dan Sean.

Kali ini Zuraida bisa pergi dengan tenang.

Tiba di sekolah Zuraida masih menunggu di dalam mobil. Ia datang sepuluh menit lebih awal. Ingin melihat Sean dan Sena keluar dari sekolah dan memastikan kedua anaknya itu aman dari bulian.

Zuraida hendak turun dari mobil saat seorang anak laki-laki dari belakang mendorong Sean dengan sengaja. Sean jatuh tersungkur. Menatap anak yang berdiri di depannya sambil tersenyum puas.

"Kamu sengaja mendorongku?." Tanya Sean sambil berdiri.

"Iya, kenapa?. Kamu mau membalas?. Emangnya kamu berani?." Ejek anak yang mendorong.

Ingat dengan kata-kata Zuraida, Sean tak takut lagi untuk bergerak membalas. Sean segera mendorong tubuh anak itu dengan tubuhnya hingga keduanya jatuh. Tubuh Sean menindih tubuh anak yang mendorongnya.

" Kamu berani, aku tidak takut padamu." Kata Sean.

Bersambung

1
Elina thea
fix~~~ Zuraida wanita paling bodoh kalo sampai kembali sama suami yg suka celap celup kayak Arfan,harusnya si Arfan merasa beruntung nikah sama Zuraida... statusnya aja duda anak dua,eh masih aja suka celap celup sama mantan yg dah membuang dia lagi,ih amit-amit...
Mai_mai
cepat lah ketahuan tentang sena kalo bisa pindah sekolah saja
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor cerita bagus bgt .
𝐈𝐬𝐭𝐲
sena udah salah jalan semoga orang tuanya segera menyadarinya... dan Sena masih bisa di selamatkan kalo bisa pindah dari sekolahan itu...
Soraya
q mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!