Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
"Raisya, jangan salahkan aku jika aku melakukan sesuatu yang menyakiti hati mu!" Dimas berkata pada Raisya.
Setelah berkata seperti itu, Dimas keluar dari dalam kamar mereka. Dimas keluar sambil membanting pintu dengan kasar.
Braaakkkk.
Suara pintu yang di banting membuat Raisya tersentak kaget.
"Astagfirullah hal adzim!" Raisa beristighfar sambil mengusap dada nya sendiri.
Sementara itu Dimas turun ke bawah, dia pergi menemui Mama Rika.
"Dimas, kamu kenapa? Kamu habis bertengkar lagi sama Raisya?" Tanya Mama Rika.
"Raisya benar - benar tidak mau mengeluarkan uang nya untuk resepsi pernikahan Neta, Ma!" Dimas mengadu dengan Mama Rika.
"Raisya benar - benar keterlaluan, Dimas pesta ini harus terwujud bagai mana pun cara nya. Mama malu, jika pernikahan Neta di adakan dengan sederhana!" Ucap Mama Rika lagi.
Dimas terdiam, dia menunduk kan kepala nya.
"Dimas, Mama punya solusi dari masalah ini. Tapi di sini kau harus membantu Mama!" Ujar Mama Rika.
"Katakan Ma, aku pasti akan melakukan sesuatu yang membuat kalian bahagia!" Dimas berkata dengan sangat antusias.
"Mama sudah menceritakan semua nya sama Dita tadi siang, dia setuju untuk membiayai pesta pernikahan Neta. Tapi ada syarat nya,,,!" Ucap Mama Rika yang menghentikan ucapan nya.
"Apa itu Ma?" Tanya Dimas cepat.
"Dita ingin kalian kau kembali pada nya!" Ucap Mama Rika.
"Apa Ma? Dita ingin kembali pada ku, tidak salah Ma?" Tanya Dimas lagi.
"Tidak nak!" Jawab Mama Rika sambil menggelengkan kepala nya.
"Ma, aku setuju Ma. Lagi pula aku masih sangat mencintai Dita, aku setuju dengan syarat nya!" Jawab Dimas dengan sangat antusias.
"Dimas Mama senang sekali mendengar nya, pesta pernikahan Neta akan di gelar secara mewah. Dan kau pun akan mendapatkan istri yang jauh lebih baik dari pada Raisya!" Ujar Mama Rika.
Dimas mengangguk kan kepala nya, pertemuan nya dengan Dita tadi telah menumbuhkan tunas- tunas cinta yang baru di hati nya. Hubungan masa lalu antara diri nya dan Dita akan di bawa nya ke masa depan, dan Dimas yakin dia bisa mendapatkan segala sesutu nya melalui Dita.
******
Raisya terbangun di tengah malam, dia kebelet buang air kecil. Raisya segera pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamar nya, setelah selesai Raisya berniat untuk melanjutkan kembali tidur nya. Tapi Raisya baru menyadari satu hal, Dimas tidak ada di tempat tidur.
'Ini sudah lewat tengah malam, tidak biasa nya dia belum tidur di jam segini. Apa dia tidur di kalian tamu?' Raisya bertanya lada diri nya sendiri di dalam hati.
Sebagai seorang istri, Raisa pun berniat untuk mencari suami nya. Biar pun tadi mereka sempat bertengkar, tapi Raisya masih sangat menghormati Dimas sebagai suami nya.
"Coba aku lihat dulu, siapa tahu mas Dimas tertidur di kamar tamu!" Bisik Raisya pada diri nya sendiri.
Raisya keluar dari dalam kamar nya, saat ini jam di dinding sudah menunjuk kan waktu jam 12 malam. Raisya turun ke bawah dengan perlahan, dia ingin mencari suami nya. Saat berada di pertengahan tangga, Raisya melihat lampu di ruang tamu masih menyala dengan terang.
"Loh, kenapa lampu di ruang tamu tidak di matikan? Pasti bi Lilis lupa mematikan nya!" Guman Raisya.
Raisya berniat mematikan lampu di ruang tamu, tapi ketika tiba d lantai bawah Raisya mendengar sayup - sayup suara orang berbicara.
'Siapa yang bicara tengah malam begini?' Batin Raisya di dalam hati.
Raisya menajam kan pendengaran nya, suara itu berasal dari ruang tamu. Raisya perlahan mendekat, dan betapa terkejut nya Raisya saat melihat suami nya sedang bicara di telepon dengan seseorang.
'Mas Dimas sedang bicara dengan siapa?' Tanya Raisya di dalam hati
Raisya perlahan mendekat, saat ini Dimas tengah membelakangi nya sehingga Dimas tidak menyadari akan kehadiran Raisya.
"Iya sayang, nanti setelah pernikahan Neta selesai kamu boleh tinggal di rumah ini!" Dimas berkata pada seseorang di sebarang sana.
"......."
"Kamu tenang saja sayang, ini adalah rumah ku. Aku berhak menentukan, siapa yang boleh dan siapa yang tidak boleh tinggal di sini!" Ujar Dimas lagi.
Mendengar Dimas memanggil dengan kata sayang untuk lawan bicara nya, dada Raisya seketika bergemuruh menahan emosi. Di depan mata nya sendiri, suami nya memanggil wanita lain dengan sebutan sayang.
".......
"Secepat nya sayang, setelah Neta dan Rian menikah!" Ucap Dimas lagi.
Sebisa mungkin Raisya menahan diri agar emosi nya tidak meledak sekarang, dia ingin tahu siapa wanita yang menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga nya dan Dimas. Raisya juga ingin tahu, apa rencana Dimas dan keluarga selanjut nya.
'Kurang ajar kau mas, berani nya kau mengakui rumah ini sebagai milik mu. Kau dan keluarga cuma numpang di sini, ini adalah rumah ku ya ga ku beli sebelum aku menikah dengan mu!' Batin Raisya di dalam hati.
"Sayang, semua keluarga ku merestui hubungan kita. Semua orang menyukai mu, kamu wanita yang baik. Tidak seperti Raisya, semua keluarga ku membenci nya!" Ujar Dimas pada seseorang di seberang sana.
Kimi Raisya tahu, bahwa perselingkuhan Dimas di dukung oleh semua keluarga nya. Raisya memutar badan nya, dengan sangat perlahan Raisya pun meninggal kan Dimas di ruang tamu. Raisya kembali ke kamar nya dengan perasaan yang bercampur aduk.
Raisya duduk di tepi tempat tidur, tidak terasa cairan bening mengalir dari kelopak mata nya tanpa bisa dia tahan.
"Tega sekali kau mas, aku sudah melakukan segala nya untuk mu. Aku bahkan menampung semua keluarga mu di rumah ku, aku yang membiayai semua kebutuhan kalian. Tapi ini adalah balasan yang kalian berikan pada ku!" Raisya berkata pada diri nya sendiri.
Hati Raisya sangat hancur saat dia mengetahui bahwa suami yang sangat dia percaya, kini memiliki wanita lain di belakang nya. Setelah pengorbanan yang Raisya lalukan, tetap saja Raisya terlihat buruk di mata keluarga nya.
"Sudah cukup mas, aku ingin lihat sendiri, apa yang bisa kalian lakukan pada ku!" Guman Raisya sambil menghapus sisa air mata nya yang mengalir tadi.
Raisya kembali membaringkan tubuh nya dia atas tempat tidur, perlahan dia mendengar gagang pintu di putar dari luar. Raisya pun segera memejam kan mata nya, dia berpura - pura tidur agar Dimas tidak curiga bahwa tadi dia menguping semua pembicaraan nya di telepon.
Perlahan Dimas naik ke atas tempat tidur, posisi Raisya saat ini membelakang Dimas. Entah kenapa setelah mendengar pembicaraan Dimas tadi, Raisya merasa jijik dengan laki - laki yang saat ini masih bergelar suami nya itu.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄