Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembalasan Gadis Mafia

Pembalasan Gadis Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rahmawati18

Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.

Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.

Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.

Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Perlakuan Yang Berbeda

Anya semakin pucat. Ia berkeringat dingin. keringat itu terus membasahi pelipisnya. "A,, aku,,,"

"Mau makan atau tidak!" Bentak Alexa yang berhasil membuat Anya menelan ludahnya kaget. Tangannya gemetar.

"I,, iya aku makan. Aku makan sekarang." Anya membuka mulutnya perlahan dan memakan Cream di ujung pisau itu.

Alexa tersenyum dan mengambil cream dengan jari telunjuknya dan kemudian mencoret hidung Anya dengan Cream itu. "Anak pintar. Kalau diberitahu harus nurut."

Harry Zayn yang khawatir pun menghela nafas lega. "Alexa Zayn, jangan begini! Kamu sengaja menakuti Anya, ya?" ucapnya dengan wajah cemas.

Alexa tertawa kecil namun singkat. "Aku nakutin dia gimana? Aku beri dia hadiah." Alexa tersenyum miring.

Alexa menarik tangan Anya yang sudah gemetar ketakutan. "Nih, pegang ini." Alexa meletakkan pisau itu ke tangan Anya yang masih gemetar ketakutan. Air mata Anya perlahan jatuh membasahi pipinya.

Anya memegang pisau itu dengan tangan gemetar. Rasanya seluruh tubuhnya mendadak lemas tidak berdaya.

Zionathan menatap tajam ke Alexa. Ia sangat marah kepada gadis itu. "Alexa Zayn. Maksudmu apa? Mana ada pas ulang tahun mala di kasi benda tajam! Dasar wanita gila. Harusnya kami tidak mencarimu."

Alexa tersenyum sinis melihat Anya yang ketakutan dari tadi. Ia melangkah, kedua tangannya ia lipat di depan dada. Langkanya pelan namun pasti.

"Pisau ini adalah jimat penyelamatku. Dulu aku terlantar, nyaris mati. Kemudian aku menemukan roti. Aku mengambil roti itu, lalu ada anjing liar,,, mau merebutnya, jadi ku pakai pisau ini. Ku bunuh. Lalu ku makan tiga hari. Rasanya,,,, enak banget." Alexa mencium jemarinya yang yang terkena cream kue. Ia mengambil selembar tissue dan membersihkan jarinya itu.

Anya dengan suara gemetar, meminta bantuan kepada Ayah dan Kakak angkatnya. "Ayah, kakak, tolong aku! Kakak bilang aku anjing." suaranya terbata-bata dan gemetar.

"Tidak!" Alexa terdiam sejenak.

"Kamu bahkan lebih buruk dari anjing. Seekor anjing menyelamatkanku. Kalau kamu? kehadiranmu hanya membuatku merasa sangat jijik. Dasar wanita ular tidak tahu malu." jelas Alexa, jari telunjuknya memegang dagu gadis itu.

Harry Zayn lagi-lagi membela putri angkatnya dibandingkan dengan putri kandungnya sendiri. "Alexa, kamu tidak seharusnya memarahi Anya! perkataan mu itu sungguh begitu jahat! Cepat minta maaf kepada adikmu."

Lagi-lagi Alexa tertawa singkat. "Cih,, meminta maaf ayah bilang? Jangan mimpi. Aku tidak akan pernah meminta maaf kepada wanita ular ini. Wanita berbisa."

Suasana di ruang tamu itu yang tadinya penuh kebahagiaan yang dirasakan oleh Anya, kini suasananya berubah menegangkan. Lampu kristal di atas masih terang, tapi udaranya dingin.

Zionathan berjalan mendekati Anya dan mengambil pisau dari tangan gadis itu. " Alexa, ucapanmu ini sudah kelewatan batas. Kamu ini sebenarnya datang kesini mau bikin onar ya?"

Zionathan melotot kepada gadis itu. "Anya, makan kuenya. Tidak usah peduliin wanita gila ini. Dia hanya merusak suasana saja. Ayo kita pergi." Zionathan menggandeng tangan Anya dan membawanya untuk makan kue ulang tahun.

Tangan Anya sengaja mengencang. Seperti mau nunjukin siapa yang punya kuasa di rumah ini. Senyuman licik itu lagi-lagi terukir di wajahnya. Wanita ular itu benar-benar tidak tahu malu.

Harry Zayn, Zionathan dan Anya lagi-lagi berjalan melewati gadis bergaun hitam itu.

Mereka duduk di meja makan. Tiga kursi. Kue yang sudah terbelah dua ditaruh pas di tengah.

"Makan kuenya, sini." ucap Zionathan tersenyum kecil kepada Anya.

Alexa belum bergerak dari tempatnya. Tangannya masih dilipat di dada. Gaun hitamnya masih mencolok menampakkan aura mafia yang sangat kuat di wajahnya. Matanya sudah memerah dan berkaca-kaca.

Ia ketawa. Sekali. Pendek.

"Keluarga yang hangat ya." ucapnya pelan. "18 tahun aku nunggu momen kayak gini. Ternyata... aku cuma jadi penonton. Wanita ular itu benar-benar hebat aktingnya." Alexa memainkan pemantik di tangannya.

Harry Zayn mengambil sebuah piring kecil, ia hendak memotongkan kue untuk putri angkatnya itu. "Anya sayang, kamu mau kue yang mana?" tanyanya dengan nada sangat lembut. "Biar ayah ambilin."

"Ini,,, aku mau yang ini ayah!" Anya menunjuk potongan kue coklat. Potongan paling atas, yang ada hiasan stroberinya.

"Baiklah." Harry Zayn memotong kue untuk putri angkatnya itu. Sementara Alexa, dia masih berdiri membelakangi ketiga orang itu dengan tangan mengepal erat ujung bajunya. Matanya masih berkaca-kaca. Tapi ia tahan. Alexa tidak mau netesin air mata di depan mereka.

Harry Zayn memberikan potong kue itu kepada Anya. "Ini."

Anya mengambil piring kecil yang berisi potongan kue dari ayah angkatnya itu, ia berbalik dan hendak memberikan kue itu kepada Alexa. Senyumnya manis banget. "Biar kakak saja yang makan duluan."

BRRUUKK.

Kue itu sengaja Anya jatuhkan di depan Alexa. Tepat di ujung sepatu hitam Alexa. Cream coklatnya belepotan ke lantai marmer putih. Anya memasang wajah yang pura-pura terlihat sedih. Zionathan dan Harry Zayn menatap kue yang jatuh itu.

Alexa menatap Anya tajam. Matanya merah menahan amarah. Tangannya ia silangkan di depan dada.

"Maaf ya kak, aku tidak sengaja." ucap Anya dengan wajah liciknya. Bibirnya turun, matanya berkaca-kaca.

Hening 2 detik.

Harry Zayn langsung panik. "Anya nggak apa-apa? Tanganmu? Piringnya pecah nggak? Coba ayah lihat!" Ia buru-buru ngecek tangan putri angkat kesayangannya.

Zionathan melotot ke Alexa. Ia berjalan dan berjongkok mengambil kue yang terjatuh itu dengan muka jijik. Ia menatap Alexa.

"Bukankah kamu juga mau merayakan ulang tahun? Nah, makan ini. Jauh lebih enak dari roti pungutan mu itu." jelas Zionathan dan menyodorkan kue yang ia pungut itu kepada Alexa, adik kandungnya sendiri.

"Alexa Zayn, ambil potongan kue itu sekarang dan makan di depan pintu. Anggap ini,,,, hukuman karena kamu menakuti Anya." Tatapan Harry Zayn dingin. Wajahnya datar. Suaranya tegas kepada Alexa.

Alexa mengambil piring kecil yang berisi potongan kue dan berjalan beberapa langkah dan berhenti tepat di samping wajah ayah kandungnya itu. Ia menengok. Jarak mereka cuma sejengkal. "Ayahku yang paling baik." ucapnya, nadanya datar dan matanya merah. Ia melangkah keluar meninggalkan ketiga orang yang sedang merayakan ulang tahun itu.

"Kamu,," Harry Zayn menghela nafas.

Alexa berjalan sambil menggumam dan sesekali tertawa singkat. "Cih,,, semua membela wanita ular ini. Makin menarik saja."

Alexa berhenti, ia menoleh melihat keluarga yang hangat itu. Tampaknya mereka begitu sangat bahagia merayakan ulang tahun putri angkatnya. Sedangkan ulang tahun putri kandungnya sendiri ia bahkan tidak mengingatnya sama sekali. Apakah masih pantas di sebut sebagai ayah?.

Alexa kembali melanjutkan langkahnya dengan membawa sepiring kue yang jatuh tadi. Tiba-tiba saja ponsel Alexa berbunyi dari saku bajunya. Ia melihat panggilan dari seseorang.

"Kakak?" Alexa menaikkan sebelah alisnya.

***

1
Elisabeth Ratna Susanti
makin seru 👍iklan 👍
Adi Sudiro
cerita yg kesekian menjijik kan
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...
Elisabeth Ratna Susanti
misinya seru sekali 🥰👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren juga ya Alexa berani melawan preman 👍
Virgo♍: mkasih sudah baca ceritaku kakak🥰
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like komen plus subscribe 🥰👍
Virgo♍: Terima kasih kakak🤗
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
membayangkannya ngeri banget ini.......seperti nonton film padahal baca.....keren Thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!