Note : ⚠️ Tolong Di baca, karena aku yakin kalian bisa baca kan⚠️
⚠️Jangan di like kalo gak baca⚠️
⚠️Kalau gak suka ceritaku skip aja gak usah di like ga apa-apa kok.⚠️
Tahap Revisi
Kisah percintaan Haru dan Yuuki. serta perjalanan bersama teman baru mereka Sophie yang merupakan seorang otaku anime fanatik.
Dan kedatangan kelompok bernama 'The Chosen' yang menganggap diri mereka sebagai Pembela Keadilan, dengan membuat aturan tidak masuk akal.
(Tamat)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuuki Haru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34 : Kejutan dan Pengakuan
Setelah beberapa saat Haru mengakui bahwa ia telah salah, karena menganggap remeh tentang usaha Sophie.
"Sebagai permintaan maaf, a-ku..." Haru menjadi gugup dan tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Haru, aku tidak ingin mengganggu kebahagiaan mu, tapi kita harus segera mengurus kucing ini." Tania menatap Haru yang sedang mengendong kucing tersebut.
Tersadar dengan perkataan Tania, Haru akhir nya pergi ke mobil ambulance tanpa berkata apa yang sedang ia pikirkan kepada Sophie.
Akhir nya mereka sampai di mobil tersebut, dan dengan perlahan Haru meletakkan kucing itu di kandang khusus agar hewan yang berada di sana merasa nyaman.
Mereka lalu pergi ke rumah sakit terdekat, di sana terlihat sangat ramai, banyak yang datang karena menjenguk teman mereka atau anggota keluarga mereka.
Tidak lupa Haru membawa kandang kucing tersebut, namun karena tidak fokus ia terpisah dari Tania, saat sedang mencari Haru hampir bertabrakan dengan seseorang.
Orang itu menahan tubuh Haru agar tidak terbentur, dan membantu nya berdiri dengan tegap.
"Kau tidak apa-apa." tanya orang itu yang khawatir. "aku bisa membantu mu duduk di sana.
"Alexis?" Haru tersebut melihat teman masa kecil nya yang sekarang sudah berbeda. "kau terlihat sedikit lebih tampan."
"Haru." Alexis merangkul pundak Haru seperti yang biasa ia lakukan saat masih kecil. "kau juga terlihat cantik, dan terlihat berbeda."
Tapi Haru hanya menundukkan kepala dan hanya menatap lantai, tanpa mengatakan apa-apa,
"Ada apa dengan ku? kenapa wajah ku menjadi panas ketika berbicara dengan Alexis." batin Haru. "ingat kau menyukai Yuuki."
"Apa ada masalah? mungkin kah kau masih membenci ku?" Alexis duduk di bangku ruang tunggu. "maaf karena telah meninggalkan mu ketika masih kecil."
"Bukan tentang itu, a-aku." Haru merasa lemas di sekujur tubuh nya, dan hampir jatuh. "harus nya aku mencintai Yuuki."
Sebelum Haru terjatuh, Alexis menangkap nya sambil memasang wajah penuh senyuman, lalu membantu untuk duduk di bangku.
"kau terlihat sakit, jika mau aku bisa menemani mu, saat ini aku sedang menjenguk teman ku..." ucap Alexis dengan senyuman di wajah nya.
"Aku mencintaimu." Haru berbicara dengan suara sangat pelan hingga Alexis hampir tidak mendengar nya.
"Kita adalah teman kan?" Alexis menyadarkan kepala Haru di dada nya. "ku pikir sekarang kau terlihat lebih berwibawa."
Tak lama kemudian Shu dan Alex muncul entah dari mana, dan menyapa Alexis yang sedang bersantai.
"Yo, Alexis, katamu tidak mau keluar untuk membeli kostum festival anime, ternyata lagi sakit." ucap Shu yang sedang mengenakan pakaian Reiko.
Seketika pandangan Shu terhenti ketika melihat Haru, meski ingin menutupi bagaimana senang ia bertemu dengan penulis favorit nya, tapi entah kenapa ia merasa bahwa mereka akan bertemu lagi di lain waktu.
"Alexis, seperti nya kau sedang jatuh cinta, ya?" Alex duduk di samping Alexis sambil menggoda.
"Apa maksud nya." Alexis tampak kebingungan.
"Alexis sebenar nya ada banyak hal yang ingin aku katakan kepada mu, tapi-" Shu memberikan dua pucuk surat kepada Alexis. "berikan satu nya untuk Haru, ok."
Setelah itu Shu beranjak pergi dan mungkin melupakan Alex yang datang bersama dengan nya.
"woii,, tunggu..." Alex berlari mengejar Shu yang telah pergi menjauh.
"Mereka terlihat dekat, bikin iri saja." Alexis menghela nafas panjang ketika melihat Shu lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama Alex dari pada diri nya.
"Hey, Haru... aku menunggu mu membawa kucing nya loh, kenapa ga datang datang." Tania berdiri di hadapan Haru, tapi karena tujuan nya hanya untuk mengambil kucing.
Setelah mendapatkan kucing nya Tania pergi dari sana, sementara Alexis berpikir seperti ada yang aneh dengan Haru karena dari tadi ia tidak berdiri juga.
Karena penasaran Alexis melihat keadaan Haru, yang ternyata telah tertidur pulas sambil tersenyum bahagia.
"Haruskah aku membangunkan nya? atau ku baringkan ke bangku saja." Alexis merasa dilema dengan apa yang akan ia lakukan.
Namun surat dari Shu membuat penasaran, tapi ternyata ada catatan untuk tidak segera membuka nya.
Berpikir bahwa mungkin itu bukan hal yang penting, Alexis menyimpan kedua surat itu di dalam saku milik nya.
Untuk beberapa alasan Alexis memilih untuk membaringkan Haru di pangkuan nya sambil menunggu hingga terbangun.
Beberapa saat berlalu akhir nya Haru terbangun, ia lalu mengusap mata nya sambil mencoba melihat sekeliling serta mencari tahu di mana ia berada.
Dan Haru menjadi terkejut karena mendapati diri nya berada di rumah sakit, serta fakta bahwa ia sedang bersama Alexis.
"Kau sudah bangun?" Alexis tersenyum meski sebenar nya kaki nya mulai mati rasa. "aku bisa mengantarkan kau ke rumah, tempat nya masih sama kan?"
Sementara apa yang di dengar oleh Haru berbeda dengan perkataan Alexis.
...****************...
...Di mata Haru...
"Kau adalah teman terbaik ku, namun aku ingin menjalin hubungan lebih dari itu."
...****************...
"Benarkah kau berpikir seperti itu?" Haru duduk dengan ekspresi kaget.
"Tentu saja, lagi pula aku sedang membawa motor, akan lebih cepat dari pada berjalan kaki.
"Siapa yang akan pulang berjalan kaki, kocak." batin Haru. "tapi bisa bersama Alexis, ku rasa bukan hal yang buruk."
Alexis berdiri dan mengulurkan tangan nya kepada Haru, yang di terima dengan baik, mereka lalu pergi ke tempat parkiran.
Tak lupa Alexis memberikan helm kepada Haru, kemudian bersiap untuk pergi dari sana, beberapa menit berlalu dan akhirnya mereka telah sampai ke depan rumah Haru,
Sementara Sophie dan Kaito masih berada di depan rumah, meski api nya sudah padam.
Awal nya Alexis menyapa teman-teman Haru, tapi tidak jadi karena ia harus melakukan tugas yang sangat penting dari Profesor Steve.
"Aku pergi ya." Alexis mengambil helm dari Haru dan memutar motor nya.
"Sampai jumpa lagi." Haru melambaikan tangan kepada Alexis yang telah pergi. "semoga bisa bertemu lagi kapan kapan."
Entah kenapa tapi Haru terlihat bahagia, namun ada hal yang kurang, ketika melihat Sophie, ia baru saja mengingat ada sesuatu yang ingin ia katakan.
Dengan langkah pasti Haru menghampiri Sophie, meski pikiran nya kadang masih melayang entah memikirkan tentang hal apa, hanya ia yang tahu.
"Sophie, jika kau tidak keberatan kau bisa tinggal di rumah ku sementara rumah mu di renovasi." Haru berteriak sambil merasa bahwa ia telah mengatakan hal yang memalukan.
"Terima kasih, Haru. aku menghargai nya mungkin aku akan menginap dua hari saja." Sophie tersenyum dengan wajah berseri-seri. "kau memang teman terbaik ku."
"Itulah guna nya seorang teman." Haru menggaruk pipi nya seperti menyembunyikan sesuatu. "Aku juga harus minta maaf kepada mu."