Kayla sangat mencintai ayahnya, sangat, hingga Kayla nekat naik ke atas ranjang sang ayah untuk membuat pria tampan berusia 32 tahun itu bertekuk lutut padanya.
Setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik Kayla selalu berusaha menggoda ayah angkatnya supaya ia bisa mendapatkan cinta dari pria itu.
Kayla sangat ingin mendapat Glen hingga ia nekat menyakiti dirinya sendiri untuk membuat perjodohan antara Glen dan wanita pilihan orang tua Glen batal. Dan karena hal itu juga Kayla di benci oleh orang tua Glen.
Tapi Kayle tentu saja tidak peduli, yang terpenting baginya, ia bisa mendapatkan cinta, kasih sayang dan perhatian Glen untuk dirinya sendiri. Obsesi? Siapa peduli, salah sendiri Glen terlalu tampan dan hot untuk diabaikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizkook lovers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35
Waktu berlalu begitu cepat hingga tak terasa hari-H pernikahan Key dan Glen pun tiba.
Acara pernikahan itu diadakan dengan begitu mewah di sebuah gedung yang telah Glen persiapkan dengan mengeluarkan uang yang tak sedikit jumlahnya.
Tamu yang diundang oleh kedua mempelai pun bukan orang sembarangan, hanya beberapa rekan bisnis keluarga Alfonso, teman dekat dan juga keluarga dekat saja yang diundang pada acara sakral tersebut.
Tentu saja, acara pernikahan seorang Glen Victor Alfonso pasti mengundang rasa penasaran dan perhatian dari banyak orang, karena itulah, sudah pasti ada banyak wartawan yang datang dan berkerumun hanya untuk mengambil foto dan video gedung pernikahan Glen untuk dijadikan berita.
Glen tidak membiarkan satu wartawan pun masuk karena tidak mau acara pernikahannya terganggu oleh orang-orang itu.
...•••...
Ruang mempelai wanita terlihat cukup ramai dengan para penata rias dan penata gaun yang sedang mendandani sang calon pengantin yang akan segera melaksanakan upacara pernikahan.
Tak lupa, sosok Vanessa pun hadir disana, menemani sang sahabat dari pagi hingga kini Key telah mengenakan gaun pengantin lengkap dengan riasan wajah yang menambah kecantikannya.
Upacara pernikahan akan dimulai sebentar lagi. Key sedang menunggu Jeffrey yang akan menjadi walinya pada acara pagi ini.
"Ehem,,,kiw kiw yang mau married tegang amat. Gak sabar pengen ganti panggilan ya?" goda Vanessa.
Key yang sejak tadi gelisah memandangi dirinya di cermin pun menoleh sejenak pada sosok Vanessa yang kini telah berpindah tempat, berdiri disampingnya.
"Entar kalau udah giliran lo married, lo juga pasti tegang, jadi gak usah ngejek gue ya," sahut Key menanggapi candaan teman dekatnya itu.
"Dih, enggaklah. Gue mah nyantai, toh nikah tinggal nikah kan," jawab Vanessa yang dengan santainya melahap camilan yang tersedia disana.
Key melirik malas sahabatnya itu, ia sungguh tidak percaya dengan apa yang Vanessa katakan karena ia yakin bahwa Vanessa juga pasti akan sama seperti dirinya jika hari pernikahan perempuan itu tiba.
"Ngomong-ngomong, Lo masih punya utang cerita ke gue ya!" tuding Key tiba-tiba.
Perempuan dengan gaun berwarna biru muda itu tersenyum lebar hingga Key dapat melihat jelas gigi-gigi putih Vanessa yang tersusun dengan begitu rapihnya.
Belum sempat Key mendapatkan jawaban dari Vanessa, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan masuklah Jeffrey dengan beberapa orang bodyguard yang akan ikut mengiringi Key menuju altar.
Pria yang lebih tua tiga tahun dari Key itu tampak menawan dengan stelan jas berwarna hitam yang membalut tubuh tegapnya.
Rambut yang disisir keatas hingga memperlihatkan dahinya membuat pesona ketampanan seorang Jeffrey Stefanus Alfonso semakin bersinar.
Dengan gerakan lembut dan elegan, Jeffrey mengulurkan tangannya untuk di genggam oleh Key. "Ayo, calon suamimu sudah menunggu diluar."
Key menyambut baik uluran tangan Jeffrey dan dengan begitu saja, mereka langsung beranjak pergi meninggalkan ruang pengantin.
Rasanya Key seperti tak sadarkan diri. Semua terasa seperti mimpi. Ia bahkan tak tau, apakah sekarang ia tengah berjalan di atas lantai atau justru di atas awan karena rasanya ia seperti tengah melayang jauh ke atas sana.
Dadanya bergemuruh, telapak tangannya berkeringat dan entah kenapa Key tiba-tiba merasa pusing, apalagi saat pintu raksasa seputih gading dihadapannya mulai terbuka secara perlahan-lahan.
Sorot cahaya yang begitu bersinar menyilaukan mata Key, membuat pandangannya mengabur untuk sesaat, dan ketika pengelihatannya mulai kembali, hal pertama yang Key lihat adalah sosok tampak Glen yang tengah berdiri dengan gagahnya di depan altar dengan balutan jas berwarna putih yang senada dengan miliknya.
Kedua kakinya bergerak tanpa perintah, melangkah menuju ke arah sang pujaan hati tanpa tahu bahwa dirinya menjadi pusat perhatian disini.
Perlahan namun pasti, jarak diantara keduanya mulai terkikis sedikit demi sedikit hingga akhirnya sampailah Key dihadapan Glen yang telah menanti kedatangannya.
Jeffrey memberikan genggaman tangan Key pada Glen. "Aku harap kalian akan selalu bahagia," ujar Jeffrey sebelum meninggalkan keduanya dan kembali ke kursi yang telah tersedia.
Glen mengangguk singkat menanggapi ucapan Jeffrey. Pria itu lantas segera membawa calon istrinya menaiki altar setelah tangan halus Key berhasil ia genggam erat-erat.
Seperti upacara pernikahan pada umumnya, kedua mempelai saling mengucap janji suci di atas altar, di depan seorang pastor dengan disaksikan oleh seluruh tamu undangan yang hadir.
Dengan tepuk tangan meriah yang mengiringi, Glen dan Key mengakhiri sesi pengucapan janji suci pernikahan mereka dengan sebuah ciuman hangat yang membuat semua orang memekik histeris.
Glen menyudahi ciumannya sebelum sang istri kehabisan nafas dan memukuli bahunya, namun sebagai gantinya, Glen menempelkan kening mereka hingga deru nafas keduanya saling bertabrakan.
"I love you," bisik Glen dengan suara berat yang selalu sukses membuat Key jatuh cinta lagi dan lagi.
"We love you too, Daddy~," balas Key, sengaja menurunkan suara saat menyebut kata 'daddy' untuk menggoda Glen.
Pria matang itu tertawa geli, lantas membawa Key dalam pelukannya. Pelukan yang sangat hangat dan penuh cinta tentunya.
...***...
Serangkaian upacara pernikahan telah selesai, kini kedua mempelai tengah sibuk menyapa satu persatu tamu penting yang hadir di hari istimewa mereka.
"Selamat malam Mr.Alfonso, selamat atas pernikahan kalian berdua. Kami turut bahagia untuk kalian," ujar seorang pria tua pada Glen.
"Terimakasih Mr. Manoban, saya merasa tersanjung karena anda dan Mrs. Manoban bersedia hadir diacara pernikahan kami," balas Glen setelah menjabat tangan pria tua yang ia panggil 'Mr. Manoban' tersebut.
"Tentu saja kami harus hadir. Kami tidak mungkin melewatkan acara yang begitu penting ini." Wanita yang sejak tadi memeluk lengan Mr. Manoban itu menyahuti dengan senyuman yang entah kenapa terus terarah pada Key.
Key tidak mengerti, namun ia tetap membalas senyuman wanita demi menjaga kesopanan karena ia tau bahwa kedua orang ini adalah orang penting yang sangat Glen butuhkan untuk bisnisnya.
Mereka berempat berbincang ringan, sesekali bercanda dan tertawa hingga tiba-tiba seorang anak laki-laki datang dan langsung memeluk kaki Glen dan berseru, "Paman ayah!"
...•Bersambung•...
Maaf banget, udah lama ya aku gak up, hehehe. Akhir-akhir ini tugas sekolah makin banyak, apalagi aku baru masuk MA jadi butuh beradaptasi tasi dengan keterbatasan waktu yang aku punya. Maaf banget ya teman-teman 😔
secangkir ☕ 4u thor..🙂