Indonesia
NovelToon NovelToon
DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yeni Sri Wahyuni

Reyga membenci aturan ayahnya. Berry membenci cinta karena perceraian orang tuanya.

Keduanya memilih hidup bebas dengan cara masing-masing—sampai mereka menyelamatkan seorang bayi berusia sembilan bulan dari penculikan.

Tak tahu siapa orang tua bayi itu, Reyga dan Berry terpaksa merawatnya bersama.
Dua lelaki yang bahkan tak tahu cara mengganti popok itu perlahan belajar tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan perjuangan seorang ibu.

Di saat Reyga mulai jatuh cinta pada Amelia, reporter muda yang selama ini selalu ia hindari, Berry justru dihantui masa lalu bersama Melda—perempuan polos yang pernah ia sakiti hingga harus menghadapi kehamilannya seorang diri.

Namun ketika identitas bayi mulai terungkap, mereka sadar bahwa penculikan itu bukan kebetulan.

Bayi kecil yang awalnya mereka anggap sebagai beban ternyata menjadi jalan bagi dua lelaki yang terluka untuk menemukan cinta, keluarga, dan kesempatan kedua.

Bila suka ceritanya, jangan lupa subscribe, like, komentar & votenya ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sri Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 : NAMA YANG MENGUSIK INGATAN

...BAB 35...

...NAMA YANG MENGUSIK INGATAN...

Setelah pembicaraan panjang dengan kedua orang tua mereka mengenai rencana perjodohan malam itu.

Esok sorenya, di hari libur kuliah Alessia memilih keluar rumah. Kepalanya terasa penuh, berdiam diri di rumah seharian, terus memikirkan keluarganya dan keluarga Reyga saat makan malam.

Ia sebenarnya senang karena Reyga datang malam tadi. Namun di sisi lain, sikap Reyga yang terlihat tidak terlalu antusias membuatnya sedikit kesal.

Daripada terus memikirkan hal itu, Alessia memutuskan pergi ke sebuah butik yang letaknya tidak jauh dari taman kota.

Setelah selesai berbelanja, ia keluar membawa satu paper bag kecil.

Langkahnya terhenti ketika melihat seseorang yang terasa tidak asing di matanya.

Seorang perempuan berambut hitam sebahu sedang berjalan sendirian di taman kota sambil menggendong seorang bayi.

Alessia menyipitkan mata. Ia seperti pernah melihat perempuan itu.

Alessia kemudian teringat. Perempuan yang beberapa waktu lalu duduk di hadapannya di kafe dekat kampusnya, yang membawa kamera dan alat perekam.

Perempuan yang mewawancarainya tentang Reyga. Alessia yang tadinya mau masuk mobil, berjalan langsung menghampirinya.

"Hei..." sapanya.

Perempuan itu menoleh.

Wajah Amelia seketika berubah sedikit terkejut. "Alessia?"

"Kamu kan reporter waktu itu?"

Amelia mengangguk. "Iya benar."

Alessia tersenyum. "Kok bisa ketemu di sini?"

Amelia membalas senyum tipis. "Iya, kebetulan saja."

Namun sebenarnya jantung Amelia langsung berdegup lebih cepat. Ia tanpa sadar melirik ke kiri dan kanan.

Taman itu cukup ramai. Tetapi yang membuatnya cemas bukan keramaian. Melainkan keberadaan Reyga dan Berry.

Kedua lelaki itu sedang berada tidak jauh dari sana. Mereka tadi pergi sebentar untuk membeli makanan dan minuman di sekitar taman.

Amelia berharap Alessia tidak melihat mereka.

Sementara Alessia justru sedang memperhatikan bayi yang berada dalam gendongan Amelia.

Bayi itu tampak nyaman. Tangannya sesekali bergerak memainkan ujung rambut Amelia.

"Loh..." Alessia menunjuk bayi itu. "Bayi siapa ini?"

Amelia terdiam sepersekian detik. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa bayi itu adalah bayi korban penculikan yang selama ini disembunyikan Reyga dan Berry.

"Bayi... majikanku."

Alessia mengangkat alis. "Majikan?"

"Iya."

"Oh."

Alessia kembali memperhatikan bayi tersebut. Kemudian ia menatap Amelia.

"Loh, sekarang kamu sudah nggak kerja sebagai reporter?"

Pertanyaan itu membuat Amelia sedikit gelagapan. Ia mengangguk pelan. "Iya aku sudah berhenti."

"Kenapa?"

Amelia tersenyum canggung. "Ada beberapa alasan. Sekarang aku membantu mengurus bayi." Amelia sengaja tidak menjelaskan lebih jauh.

Alessia mengangguk-angguk. "Jadi kamu sekarang bekerja mengurus bayi?"

"Iya."

Percakapan itu terdengar sederhana. Namun bagi Amelia, setiap detik terasa menegangkan.

Ia kembali melirik ke arah jalan. Reyga dan Berry belum terlihat. Syukurlah... Batinnya.

Alessia kemudian tersenyum kepada bayi itu. "Lucu banget." Mencubit pelan pipi Bintang dengan gemas. Bintang malah mengoceh kecil.

"Namanya siapa, Mbak?"

Amelia menjawab tanpa berpikir panjang. "Namanya Bintang."

Senyum Alessia langsung membeku. "Bintang?"

"Iya." angguknya.

Untuk beberapa detik, Alessia tidak mengatakan apa-apa.

Namun nama itu... Entah kenapa terdengar begitu familiar.

Bintang.

Ingatan Alessia perlahan kembali pada malam pesta ulang tahunnya.

Malam ketika Reyga tiba-tiba mendapat telepon. Malam ketika lelaki itu terlihat panik dan mengatakan harus pulang karena...

Bintang sakit.

Kata Reyga malam itu. Saat itu juga Alessia sempat bertanya siapa Bintang.

Reyga hanya menjawab singkat bahwa Bintang adalah sahabatnya. Dan Alessia tidak pernah memikirkannya lagi, sampai sekarang.

Ia menatap bayi di gendongan Amelia. "Bintang..." gumamnya pelan.

Amelia mengerutkan kening. "Kenapa?"

Alessia tersenyum cepat. "Nggak. Namanya bagus."

Amelia mengangguk. "Terima kasih."

Namun sejak saat itu, senyum Alessia tidak lagi setenang sebelumnya.

Matanya kembali memperhatikan bayi tersebut. Kemudian memperhatikan Amelia. Rambut hitam sebahu. Postur tubuh. Bahkan cara perempuan itu menggendong bayi.

Sesuatu di dalam pikirannya mulai menghubungkan potongan-potongan kecil yang sebelumnya tidak pernah ia anggap penting.

Alessia akhirnya berpamitan. "Kalau begitu. Aku pergi dulu, ya."

"Iya."

"Senang bertemu kamu lagi."

"Begitu juga aku." jawab Amelia.

Alessia berjalan meninggalkan taman. Namun baru beberapa langkah, ia berhenti.

Ia menoleh kembali ke arah Amelia. Sedangkan Amelia masih posisi yang sama, berdiri sambil menggendong Bintang.

Alessia menatap mereka beberapa detik. Kemudian berbalik dan melanjutkan langkahnya.

Di perjalanan pulang, pikirannya tidak berhenti bekerja.

"Bintang." gumamnya.

Nama itu terus terngiang. Alessia pun masuk ke mobilnya. Begitu duduk, ia langsung mengambil ponsel.

Jarinya membuka media sosial. Ia mulai mencari berita lama tentang Reyga.

Sampai akhirnya menemukan sebuah foto yang pernah ramai dibicarakan netizen.

Foto itu buram. Seorang lelaki yang diduga Reyga sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan.

Di sampingnya ada seorang perempuan. Dan seorang bayi.

Alessia memperbesar foto itu. Wajah perempuan tersebut memang tidak terlihat jelas. Tetapi rambutnya... Sebahu berwarna hitam.

Alessia langsung terdiam. Ia melihat Amelia dari kejauhan di dalam mobilnya. Kemudian bayi yang bernama Bintang dalam gendongan Amelia.

Lalu teringat kembali malam pesta ulang tahun di rumahnya. Reyga yang mendadak pergi karena sahabat bernama Bintang sedang sakit.

Sontak Alessia membulatkan matanya dan kembali teringat. Pagi beberapa hari lalu, saat ia menelepon nomer Reyga dan yang mengangkat teleponnya adalah perempuan yang mengaku pembantu di Apartemen Berry, samar Alessia mendengar suara bayi di sana.

Tangan Alessia perlahan turun dari layar ponsel. "Jangan-jangan... Foto di media ini benar..."

Dadanya mulai terasa tidak nyaman. Kalau Bintang memang bayi yang dikatakan media yang bersama Reyga. Lalu siapa sebenarnya Amelia? Dan kenapa perempuan itu sekarang mengurus bayi tersebut?

Alessia menggigit bibir. "Majikan..." gumamnya.

Ia teringat jawaban Amelia tadi. Bayi majikan.

Tapi siapa majikannya?

Alessia menatap kembali foto buram itu. Semakin diperhatikan, semakin ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia belum tahu jawabannya.

Tetapi untuk pertama kalinya, Alessia mulai merasa bahwa Reyga menyembunyikan sesuatu darinya.

Dan rahasia itu mungkin jauh lebih besar daripada sekadar bayi yang kebetulan berada di dekatnya.

Sementara itu, dari kejauhan...

Reyga dan Berry akhirnya kembali membawa beberapa kantong makanan dan minuman.

Berry yang berjalan lebih dulu tiba-tiba berhenti.

"Eh." Reyga yang menunduk kepalanya dengan memakai topi dan masker, hampir menabraknya. "Kenapa berhenti?"

Berry menunjuk ke depan. Reyga mengerutkan kening.

"Barusan kulihat Alessia pergi setelah bertemu Amelia."

Berry memperhatikan mobil milik Alessia masih terparkir di depan taman. "Itu Alessia."

Wajah Reyga langsung berubah. "Alessia?"

Keduanya saling berpandangan. Reyga menatap Amelia yang mulai berjalan pelan ke arah mereka.

Sementara tanpa mereka sadari. Di dalam mobil yang perlahan meninggalkan kawasan taman, Alessia masih memikirkan satu nama.

Bintang.

Dan untuk pertama kalinya, nama itu bukan lagi sekadar nama seorang bayi.

Melainkan sebuah teka-teki. Teka-teki yang membuat Alessia mulai ingin mencari tahu...

Siapa sebenarnya bayi yang selama ini disembunyikan Reyga?

Dan apa hubungan Amelia dengan bayi itu?

Bersambung...

1
Lisa
Wah Bintang dapat dikenali org³ nih..moga aj g ada yg ngaku sbg ortunya..
Lisa
Alessia akhirnya tau tuh klo Reyga suka sama Amel
Kam1la
apa yang akan terjadi setelahnya...
Kam1la
Alesia kebakaran jenggot
Lisa
Oo jadi Darmawan mengira Bintang adalah anak dr Reyga & Amel..kalian harus lebih berhati²
Lisa
Aneh banget si Darmawan ini..ditanya alasannya menculik Amel dia g mau mengatakannya..
Kam1la
lanjutkan kak...
Kam1la
dobrak aja pintunya...💪
Lisa
Reyga harus menjelaskan pd papanya tentang hubungannya dgn Amel.
Lisa
ya nih ayo Reyga cpt cari Amel
Lisa
Ya tuh pasti papanya Reyga yg nyulik Amel..ayo Reyga cpt temukan Amel.
Kam1la
mulai naik nih tensi ketegangan dalam keluarga. Dermawan semoga sadar ya, dengan pemaksaan justru semakin membuat Reyga menjauhinya
Kam1la
lapor polisi.... ! atau cari tahu lewat CCTV 🤭
Kam1la
mulai deg-degan ini, mau diapain ya Amelia....ini ulah nya papanya Reyga
Kam1la
honey....!! panggilan yang so sweet
Kam1la
seru banget.... sekarang 1 apartemen dihuni banyak orang dan penuh kegembiraan
Mita Paramita
semoga hubungan mereka direstui keluarga masing-masing 😍
Mita Paramita
lanjut Thor 😈😈😈
Kayla Rane: siaaP ❤️😍
total 1 replies
Lisa
Lanjut donk Kak..makin seru aj nih..😊
Lisa
Ceritanya menarik banget 👍👍
Kayla Rane: terimakasih Kak Lisaaa❤️❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!