Mira tidak pernah bermimpi menjadi Ratu. Ia merasa tidak siap, tidak layak, dan takut salah. Ketika nama aslinya dibacakan di hadapan dewan bangsawan, ia justru ingin lari dan bersembunyi. Ia tidak tumbuh dengan pelatihan kepemimpinan sejak lahir ia tumbuh dengan pelajaran melayani. Banyak bangsawan meremehkannya: "Anak penasehat mana tahu cara memerintah?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meraa shuellyin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta pertama pandangan pertama
Beberapa hari setelah hari kinsara turun tahta,para dewan dan penasihat kerajaan berkumpul untuk membicarakan siapa ratu yang baru.
Atsuko hadir ditengah rapat itu,ia duduk dengan tenang sambil meminum segelas teh.
"karena sudah terbukti bahwa nona Mira pewaris tahta yang sah,maka tunggu apalagi memang ia lah yang pantas".
"ujar salah satu dewan kerajaan".
"tunggu!!!".
"Atsuko menyela".
"kenapa?,bukankah Mira anak sah?".
"tanya salah satu dewan".
"ya dia memang pewaris yang sah,tapi usia nya masih 17 tahun apa kalian yakin anak remaja yang tidak tau apa apa dan hanya memiliki pengalaman bekerja dipasar itu pantas menjadi seorang ratu tanpa persiapan yang matang".
"tanya Atsuko".
"iya iya kau benar juga".
"mereka semua mengangguk setuju ".
"aku punya usul, bagaimana jika nona Atsuko menjadi ratu sementara sampai usia nya sekitar 20 tahunan dan ia benar benar siap?".
"tanya salah satu dari mereka ".
"iya aku setuju!".
"iya aku juga setuju!"
"mereka semua menyetujui hal itu".
"huh aku ya? Hummph... Baiklah... tidak apa apa kan Mira,?".
"tanya Atsuko".
"aku sendiri tidak masalah, aku juga masih belum siap untuk memimpin ".
"jawab Mira".
"jangan khawatir,aku akan menjaga tahta warisan ibumu, membimbing mu sampai kau benar benar siap dan mencari tau siapa ayah kandung mu".
"ujar Atsuko sambil mengusap kepala Mira".
"tapi bagaimana jika ayahku tidak mengakui ku sebagai anaknya?."
"tanya Mira".
"huh jangan sampai ada kebencian lagi, sejahat dan seburuk apapun dia,dia tetap orang tua mu satu satunya saat ini,kita harus cari dan temukan dia hidup atau mati.".
"jawab Atsuko".
"hum".
"Mira mengangguk pelan".
"baiklah dengan ini telah diputuskan bahwa,nyonya Atsuko nakasima akan menjadi queen regent atau ratu sementara sampai nona mira benar benar siap dan usia telah cukup ".
"ujar salah satu dewan".
......................
Keesokan harinya.
Atsuko membaca sumpah selama menjadi queen regent dan hal itu disaksikan oleh seluruh anggota kerajaan termasuk Mira.
"Aku bersumpah untuk menjaga negeri ini dan menyerah kan tahta ku,saat pewaris sudah siap".
"ujar atsuko".
...----------------...
Beberapa hari kemudian...
Mira yang sedang bersantai Ditaman ,tiba tiba saja dihampiri oleh seorang pria tampan yang sedang menunggang kuda.
"halo ".
"pria itu langsung menyapa nya saat pertama kali melihat nya".
"halo,siapa kau?".
"tanya Mira".
"aku Fumio Masaru".
"jawab Fumio".
"apa kau tinggal disini?".
"tanya Mira".
"tidak aku hanya menemani Sepupu ku presiden fukashi kesini ,dia bilang dia ingin bertemu dengan pemimpin negeri ini dan melakukan aliansi ,aku tinggal dinegeri intellect, sebuah negeri dimana terdapat kota yang memiliki teknologi yang sangat canggih disana".
"jawab Fumio".
"teknologi canggih? hum aku tidak percaya ".
"Mira menatap tajam ke arah Fumio".
"ah kalau kau tidak percaya tidak apa apa,tapi lain kali kau boleh datang kesana ".
"ujar Fumio".
"begitu ya".
"jawab Mira".
Fumio menatap Mira dengan tatapan tak biasa ,ia seolah mulai merasa jatuh cinta ketika pertama kali melihat Mira.
"cantik sekali ya gadis ini".
"gumam nya dalam hati".
"tuan,ayo kita pulang sekarang yang mulai sudah selesai berbicara dengan sang ratu ".
"seorang pengawal raja memanggil nya dari kejauhan".
"owh ya ,baik baik, baiklah kalau begitu aku pergi dulu sampai jumpa lagi".
"Fumio langsung pamit sambil tersenyum".
"ya ...".
"jawab Mira".
Mira yang sudah berstatus seorang putri lalu ikut mengantarkan para tamu dari negeri intellect ke pintu gerbang istana.
namun saat sang pemimpin negeri intellect itu melihat Mira , jantung nya langsung berdegup kencang.
"hati hati tuan".
"Mira membungkuk hormat".
"ah iya iya terimakasih atas sambutan nona".
"fukashi lalu langsung memasuki kereta kuda nya namun sebelum masuk ia sempat menoleh ke arah Mira yang melambaikan tangan.
"Hum".
"Mira langsung melamun di kamar nya setelah itu ,Atsuko yang mengetahui jika Mira memiliki perasaan pada fukashi langsung menasehati nya.
"hei ,kenapa kau,kau jatuh cinta pada nya?"
"tanya Atsuko".
"tidak ".
"jawab Mira".
"ahh jangan bohong kau,".
"Atsuko menepuk kepala nya".
"aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi,mengapa jantung ku langsung berdegup kencang saat melihat nya".
"ujarnya".
"Ah sudahlah... Jangan pikirkan itu ,jika ia jodoh mu maka ia akan menjadi milik ku tapi jika tidak... Kau harus mengikhlaskan nya, yang terpenting sekarang adalah kita harus mencari tau dimana keberadaan ayah kandung mu dan keluarga nya.
"ujar Atsuko sambil mengusap kepalanya".
"iya kau benar ,mengapa ayah ku tega berbuat seperti itu ya".
"tanya Mira sambil mengusap air matanya".
"hei sudah jangan menangis,hapus air matamu ada dua kemungkinan pertama ayahmu sama sekali tidak mengharap kelahiran mu dan yang kedua ayahmu dihasut oleh keluarga nya".
"ujarnya".
"memang nya kenapa? Salahku dan ibuku apa? Kenapa mereka sejahat itu ".
"tanya Mira sambil mengusap air mata nya".
"huh, tidak apa Mira... Kalau mereka tidak mengakui mu sebagai keluarga,aku selalu ada untuk mu".
"Atsuko lalu memeluk erat Mira".
> * to continued...
...----------------...