cerita yang diciptakan dari secangkie kopi
{Trasnmigrasi Ketua OSIS}
sebuah cerita yang diangkag author dari pada imajinasi yang berisi tentang perjuangan seorang transmigrasi dari seorang kerja OSIS kita Alfred dalam menumpas ketidakadilan dan menegakan kedaulatan wilayahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr Red, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota Lavia
Kota Lavia
Alfred tiba di kota dan langsung menuju Toko dan tempat tinggal Kakek Ang dengan begini Alfred bisa menghemat biaya pengeluaran perjalanan untuk dia belanjakan keperluan desannya walaupun dia belum pernah menjadi pemimpin bahkan jadi ketua OSIS pun belom sempat menjabat karena pindah dunia tapi rasa kemanusiaan yang membuat dirinya bisa menjadi seorang pemimpin sekarang ini.
Hari sudah berganti dan matahari mulai menunjukan wujudnya,Alfred segera keluar dari tempat tinggalnya dan took pertama yang dia datangi tentu saja toko kakek Ang yang berada disamping tempat dia menginap di tempat tinggal kakek Ang namun kakek Ang hanya menjual gandum yang yang sudah dia olah menjadi tepung untuk di jadikan roti dan Alfred membutuhkan bibit gandumnya saja namun kakek Ang tidak memiliki itu terpaksa Alfred menelusuri pasar kota Lavia,Alfred terus berjalan melihat sana sini walaupun masih pagi tapi pasar Lavia sangat ramai banyak sekali barang-barang yang diperjualbelikan dan untuk nilai mata uang di dunia ini menggunakan system koin emas,perak,dan perunggu
1 emas \= 10 perak \= 100 perunggu
1 perak \= 10 perunggu
Dan Alfred sekarang memiliki 50 emas 45 perak yang dia dapatkan dari para perampok semuannya,ha pertama yang di acari adalah pakaian untuk para warganya dan melihat sebuah toko sederhana,langsung saja Alfred memasuki toko baju sederhana itu namun saat masuk dia disambut pelayan yang lumayan cantik
“selamat datang tuan apakah anda hendak membeli baju silahkan”ucap pelayan itu
Alfred kira diaakan ditolak karena pakaiannya yang lusuh seperti di film-film dan novel yang pernah di abaca sekali ada adegan dimana penjual sering melihat penampilan pembelinya dahulu jika lusuh maka penjual tersebut biasanya akan mengusir dan menganggapnya sebagai gelandangan namun Alfred tidak diperlakukan seperti itu,Alfred langsung saja memilih pakaian total yang dia pilih 20 pakaian tipis dan 20 pakaian tebal dengan masing-masing harga berkisar antara 4-7 perak total semua yang dihabiskan Alfred adalaj 22 koin emas untuk baju,55-22 total sekarang Alfred masih mempunya 33 koin emas lagi
Alfred melanjutkan Kembali menelusuri pasar untuk mencari barang yang berguna bagi desannya dan kebetulan sekarng dia menemukan toko yang menjual pekakas bercocok tanam Alfred segera membeli pekakas dan menghabiskan 5 koin emas lalu yang dibutuhkan sekarang adalah bibit tanaman dan kebetulan di dekat toko pekakas ada toko yang menjual bibit gandum dan juga padi dengan cepat Alfred membeli gbibit gandung satu karung dan satu karung padi dengan harga masing-masing 10 emas jadi total 20 emas namun Alfred menawarnya menjadi 18 emas,Alfred jadi teringat saat di bumi melihat ibu-ibu menawar dipasar bagaikan sedang berdiplomasi ibu-ibu saat menawar harga sangat mahir bahkan penjualpun tahluk oleh diplomasi ibu-ibu pasar dan Alfred memperagakan tawar menawar itu dan akhirnya harga tercapai kesepakatan menjadi 19 emas setelah itu Alfred pergi kini uangnnya tersisa 9 koin emas karena barang yang dibawa cukup banyak jadi Alfred hendak membeli kereta dan juga tambahan kuda satu,akhirnya Alfred sudah membelanjakan uangnya yang kini tersisa 1 emas 45 perunggu dan barangnya sudah dia simpan di dalam kereta nemun lebih mirip dengan sebuah gerobak dan ditarik 2 kuda saat sudah siap Alfred berpamitan dengan kakek Ang lalu pergi menuju tempat desanya ini
Didalam perjalanan Alfred seperti biasa melihat pemandangan dijalanan sampai dia berpapasan dengan seorang pedagang budak,Alfred mengetahuinya dari kereta yang membawa orang-orang yang Alfred duga itu budak walaupun hatinya ingin membebaskan tapi Alfred tidak punya alasan yang kuat lebih baik untuk melanjutkan perjalanan walaupun tatapan saat berpapasan tadi para pengawal pedagang budak itu seperti tertarik pada isi kereta Alfred yang dimana tanpa sebuah pengawalan
“tuan sepertinya ada mangsa yang empuk”bisikan salah satu pengawal yangmelihat kepergian Alfred
“hehehe kamu pahamkan apa yang harus dilakukan”jawab salah satu orang yang diduga pemimpinnya
Kelompok pedagang tadi mengimkan 5 prajurit untuk merampok Alfred,mereka tidak tau bahkan 7 orang sekalupun kalah dan kelompok pedagang budak itu dengan percaya diri mengirimkan 5 pengawalnya,itu sebuah kesalahan
Alfred mengetahui tatapan mereka saat berpapasan tadi dengan santai Alfred menyiapkan pedang menunggu mereka muncul
“satu…dua…tigaa”ucap Alfred berhitung dan muncul 5 pengawal menggunakan kuda menuju kearah dirinya,dengan siap Alfred menyambut mereka.
Alfred melompat dari kereta kuda kaerah musuh lalu mecoba merebut kuda dan mulai menghunuskas pedang pada ke 4 lainnya hanya dalam hitungan menit Alfred berhasil membunuh mereka,lalu menjarah pakaian mereka yang membawa banyak kepingan emas dan membawa kuda mereka dengan begini Alfred membawa kuda gratis sebanyaK 5 kuda tau begini Alfred tidak akan membeli kuda ditambah uang sebanyak satu kantung mungkin sekitar 20-30 keping emas namun sekarang Alfred harus pergi menjauh sejauh mungkin dirinya sadar hanya seorang diri akan sangat berbahaya jika kelompok tadi mengirimkan Kembali para pengawalnya
“sangat untuk dapat kuda dapat juga uang”ucap Alfred sangat senang lalu mulai memacu kuda untuk menuju desa barunya
Didalam kereta kuda seorang yang sedang menunggu sesuatu
“aishhh…kemana mereka pergi menahlukan satu orang saja sangat lama membuatku jengkel kamu susul mereka aku duluan pergi”ucap pedagang budak itu sementara satu orang menyusul mereka ber 5 yang diperintahkan untuk merampok seorang bertopeng yang membawa banyak barang yang tiada lain adalah Alfred,setelah samapi dilokasi seorang utusan kelompol tadi kaget melihat keadaan ke 5 pengawal yang dikirimnya dengan keadaan telanjang dan hunusan pedang yang sangat dalam banyak terukir di dalam tubuhnya
“gila…ini…gila..”ucap seorang itu lalu mengevakuasi mereka untuk dikuburkan karena mayat ke 5 prajurit itu berada pada jalan utama,akan sangat merepotkan jika ada orang yang melihat mereka ini, akan menjadi berita yang menggemparkan terlebih para pengawal ini berada di bawah nauangan tuannya yang ternyata seorang baron dari desa kecil yang hendak berkunjung ke Kota lavia karena seorang putri dari Alexa hendak berkunjung ke lavia dan baron ini juga diundang oleh Count lavia untuk bertemu sang putri ini sebuah kesempatan untuk menjalin relasi dengan baron lainnya dan juga berbincang dengan sang putri,terlebih niat baron tadi yang ingin menahlukan hati tuan putri dan kebetulan baron tersebut belum menikah dan alasan baron tersebut membawa para budak sebagai persembahan pada Count Lavia yang senang dengan perbudakan,sisi geap Count lavia ialah sering menjual para budak kepada wilayah lain bahkan kepada duke wilayah lain yang membutuhkan para budak kasar atau para pekerja yang biasanya digunakan untuk membangun benteng karena biaya yang dikeluarkan dalam membeli budak lebih sedikit dan hanya satu kali mengeluarkan biaya dibandingkan membayar para pekerja yang cukup mahal dalam menggaji mereka.
Berdsambung
cukup sahsa saja istrinya.
akan sangat menarik kalau Alfred juga mengajarkan kesetiaan dalam hubungan , jadi tidak perlu adanya selir.
dan bagusnya juga kalau novel ini mengajarkan cara kita untuk melepas orang yg kita cintai 🙏🙏