Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Putri Bulan

Balas Dendam Putri Bulan

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:140.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma Kirana

"Masa lalu dan pengalamanlah yang membuatku berubah untuk menjadi lebih kuat!"

Jatuh cinta, telah membuat Selena yang dijuluki sebagai putri Bulan menjadi buta,ia menyerahkan segalanya demi cinta sampai keluarganya menderita. Dalam satu malam, Selena membuat semua keluarganya dan kerajaannya hancur karena pilihan yang salah. Sebuah keajaiban datang padanya, ia diberikan kehidupan kedua dan jiwanya masuk ke dalam tubuh seorang gadis bernama Rubiana, seorang pelayan. Rubiana menjadi pelayan yang diperebutkan oleh sang Raja serigala dan raja setengah iblis Hyacinth.

Setelah kehidupan keduanya, apakah Selena akan membalas dendam pada pria yang sudah membuatnya menderita? Mampukah Selena menggulingkan kekuasaan Raja Hyacinth yang kejam dan telah menguasai kerajaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Rubiana kabur

...🍀🍀🍀...

"Hormat saya yang mulia,"

"Bagaimana? Apa kau sudah memastikan tentang putri Selena dan kerajaan Istvan?" tanya pria bermata perak itu dengan tatapan dinginnya pada si serigala hitam.

"Semua itu benar, yang mulia." jawab si serigala hitam dengan wujud pria berkulit coklat. Dia menjawab Rajanya.

"Jadi--semua keluarga kerajaan Istvan sudah tiada?" tanya pria bermata perak dengan tubuh bak Dewa Yunani itu. Dia berbeda dengan wujud serigala hitam yang lainnya, sebab dia adalah satu-satunya keturunan serigala putih dan kulitnya pun lebih cerah dari mereka semua. Serigala putih, yang hanya satu-satunya disana. Itulah sebabnya dia lebih memilih tinggal di hutan larangan, agar tidak ada yang mengganggunya.

"Tidak semuanya Baginda, Raja Aiden dari kerajaan Gallahan dan juga putri Rosela, mereka masih hidup." ucap pria berkulit gelap itu pada Rajanya.

Sang Raja menghela nafas panjang, dadanya terasa sesak tiba-tiba. Ia mendengar berita duka tentang kerajaan Istvan.

"Bagaimana bisa orang-orang baik seperti mereka mendapatkan kemalangan seperti ini? Dan putri Selena...dia..." sang Raja bermata perak itu terlihat sedih apalagi saat menyebutkan nama putri Selena. Entah ada hubungan apa dia dengan Selena. Yang jelas ia merasa sedih dengan berita ini.

"Yang Mulia...tentang putri Selena. Raja Hyacinth, dia memakan jantung dan hatinya." ucap pria itu lirih dengan wajah yang sendu.

Sang Raja sontak menoleh ke arah pria itu dengan mata yang terbelalak. Dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.

"Apa kau bilang? DAMON APA KAU SERIUS?!" tanya sang Raja serigala pada bawahannya itu. Tangannya sudah terkepal erat dengan dada naik turun nan bergemuruh.

"Putri Selena meninggal dunia karena Raja Hyacinth memakan jantung dan hatinya, demi kekuatan bulan." jelas pria bernama Damon itu.

Sang Raja runtuh, air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Segera dia mengusap air mata itu, matanya merah menyala penuh kemarahan.

"Selena..." bibirnya bergumam nama Selena dengan lirih.

"Damon, aku akan pergi ke dunia manusia."

"Yang Mulia, apa yang anda katakan?!" Damon sontak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Rajanya itu.

"Aku akan pergi ke dunia manusia dan sementara itu, hutan larangan ini berada dalam pengawasanmu. Aku serahkan wewenang kepadamu, Damon." kata Sang Raja tegas. Dia sudah membulatkan tekad untuk pergi ke dunia manusia, apalagi setelah dia merasakan bahwa gelang yang dia berikan pada Ratu Liliana untuk Selena telah dipakai seseorang. Itu artinya Selena masih hidup dan berada di suatu tempat. Dia akan mencari gadis itu dan menolongnya.

****

Mansion Duke Abraham, malam itu...

Rubiana sudah bersiap-siap untuk melarikan diri, dia hanya membawa tas yang berisi berisi beberapa baju disana. "Jangan salahkan aku yang melarikan diri karena kalian tidak mengizinkan aku pergi keluar dari sini!" gerutu gadis itu lalu berjalan mengendap-endap keluar dari kamarnya yang satu kamar dengan Anya juga seorang pelayan lainnya.

Ketika sepi dan semua orang diyakininya sudah tidur. Rubiana berjalan cepat menuju ke taman belakang mansion itu yang tidak dijaga ketat seperti halaman depannya. Terlihat 3 orang pengawal berjaga disana, mereka berdiri tegap, namun mereka terus menguap.

"Kemana mereka? Ini sudah waktunya berganti sip," ucap seorang pengawal lelah.

"Aku akan pergi panggil mereka, mungkin mereka lupa." ucap seorang pengawal sambil melangkah pergi dari sana. Sementara Rubiana masih bersembunyi di belakang tembok.

"Aku ikut!" kata kedua temannya kompak.

"Kalau kalian semua ikut siapa yang akan menjaga disini?" tanya si pengawal itu dengan kening berkerut.

"Tidak akan terjadi apa-apa, lagipula hanya 2 menit saja kan?" tanya seorang pengawal itu. Akhirnya mereka bertiga pergi bersama untuk memanggil pengawal lain yang akan berganti sip.

Rubiana merasa lega karena mereka semua sudah pergi. Dia pun berjalan cepat sambil membawa tasnya. Beruntung sehari tinggal disana, dia tau jalan tikus untuk keluar dari Mansion karena diberitahu oleh salah satu pelayan di mansion itu yang baik padanya.

"Terima kasih Bonny, aku tidak akan melupakan kebaikanmu yang sudah memberitahuku jalan ini. Aku pasti akan membalasnya nanti, tunggu saja." ucap Rubiana bertekad dalam hatinya membalas kebaikan Bonny.

Gadis itu berhasil keluar dari mansion tanpa hambatan dan halangan berat. Tapi sekarang dia bingung mau pergi kemana, di tengah malam dan jalanan yang sepi ini.

"Aku baru tau bahwa mansion Duke Abraham terletak di daerah pedalaman. Sekarang bagaimana aku bisa menemukan kuda atau sesuatu yang bisa membawaku ke Istvan? Tidak ada satupun orang yang berada disini...oh bagaimana ini?" gumam gadis itu bingung. Meski ia takut kegelapan, namun dia mencoba melawan itu semua. Dia harus ingat, bahwa dia sendirian dan tidak boleh manja apalagi untuk balas dendam. Dibutuhkan keberanian besar! Ya, Rubiana harus berani.

"Ya Tuhan, aku baru sadar bahwa selama ini hidupku sangat mudah. Aku seorang putri, hidup bergelimang harta, dihormati semua orang, mempunyai dua saudara laki-laki yang baik padaku. Ayah dan ibu yang menyayangiku, tapi kenapa aku tidak bersyukur. Sifat manjaku telah membuat semua keluargaku lenyap dalam satu hari. Karena diriku, ayah, ibu, Arsen, paman dan bibi meregang nyawa. Tapi--aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Aku akan berubah, aku akan menjadi kuat dan tidak manja lagi!"

Ya, mungkin apa yang terjadi saat ini kepada Rubiana adalah salah satu bentuk teguran dari Tuhan agar gadis itu merubah sikap manjanya menjadi lebih mandiri. Rubiana sadar akan hal itu.

Ketika dia berjalan ditengah kegelapan dan ditemani rindangnya pepohonan disana. Tiba-tiba saja terdengar suara kereta kuda yang mendekat ke arahnya.

"Tolong! Tolong saya!" teriak Rubiana seraya melambaikan tangannya untuk menghentikan kereta itu. Rubiana tersenyum lega, mungkin si kereta ini akan menjadi jalannya ke kerajaan Istvan.

Kereta itu berhenti disamping Rubiana, terlihat dua orang pria bertubuh besar turun dari sana. Penampilan mereka terlihat seperti penjarah.

Mendadak firasat Rubiana menjadi buruk saat melihat mereka. Rubiana memutuskan untuk berlari, namun sayang dia terlambat. SALAH satu pria itu melemparkan batu tepat ke kepala Rubiana.

"Sial, aku terlambat..."

Brugh!

Tubuh Rubiana limbung, gadis itu pun tak sadarkan diri diatas tanah. Kedua pria itu menghampiri Rubiana sambil tersenyum-senyum, seolah mendapatkan Jackpot.

"Bukankah dia sangat cantik, bos?"

"Benar, harganya pasti sangat mahal. Ayo bawa dia, ikan besar ini tidak boleh lepas begitu saja!" seru pria bertubuh besar dan berkepala botak itu pada bawahannya.

"Benar bos, haha... kita akan berpesta." pria itu membopong tubuh Rubiana seperti karung besar. Bosnya mengingatkan bahwa Rubiana tidak boleh lecet-lecet, karena dia akan menjualnya ke tempat pelacuran.

****

Didalam kereta yang bergetar karena kondisi jalan yang tidak cukup bagus. Perlahan-lahan kesadaran Rubiana mulai kembali, ia melihat kedua pria yang membawanya..

'Aku mau dibawa kemana?' batin Rubiana yang masih pura-pura tak sadarkan diri.

...****...

1
Murni Dewita
mampir thor
Nharti Cii D'queen
Kecewa
Nharti Cii D'queen
Buruk
Purwanto Purwanto
seru thor
Irma Kirana: Terimakasih kakak
total 1 replies
Triepuji
ceritanya apik .. nga ngebosenin.. lanjut kaka
Irma Kirana: thanks you kakak
total 1 replies
Nani Kurniasih
bagus kok ceritanya, lanjut
Senopati Arya Mada
wow,keren...
ima_
seru!!!😭👍✨ bagian bahagianya aja aku sampai nangis! serius!!👍✨
Irma Kirana: makasih bintangnya kak 🤧🤧🤧😍😍
total 1 replies
ima_
huhua..wa..😭😭 aku baca sambil bayangkan pertarungan sengit di kepalaku! ditambah adengan rosela sama rubiana👍😭 tapi plis jangan terlalu lama pertemuannya ini lagi di pertarungan!!!😩😩
ima_
semoga langgeng👍😊 and semoga memisahkan leher dari tubuhnya iblis itu bersama😝😝
ciru
cakeep.
ciru
cakeep
ciru
cakep
ciru
cakeep
ciru
cakeep..
ciru
cakeep.
ciru
cakeep
ciru
cakeep. kalau mau balas dendam harus punya kekuatan dulu
ciru
cakeep. knapa biarkan Ruby diculik lg
ciru
cakeep.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!