Yashbi memiliki kemampuan melebihi manusia lainnya selain uang yang banyak dia juga memiliki kekuatan yang dapat menolong manusia yang diganggu oleh makhluk astral atau makhluk lain karena sikap dan perilaku manusia itu sendiri. Tanpa disadari sikap dan perilaku manusia itu melahirkan pemimpin Dunia lain atau lebih dikenal disebut Satan's World.
LYashbi menolong seorang laki-laki yang sudah berkeluarga. Laki-laki yang terkena gangguan oleh seekor makhluk karena mengambil hak milik orang lain dan memakai pemikat (asihan) "wanita" ditubuhnya. Untuk menyembuhkannya melenyapkan makhluk yang berada ditubuh laki-laki itu Yashbi diharuskan menikahi anak perempuan dari laki-laki itu. Anak perempuan yang bernama Ashana.
Bagaimana kisah Yashbi dan Ashana?
Seiring berjalannya waktu Ashana memiliki rahasia yang akan membuat hidup Yashbi terasa terbalik seketika.
Ikutin kisahnya.
Mohon maaf mungkin penyampaiannya kurang mungkin tidak dapat dipahami jika dalam sekali baca 🙏😳
Dan ini 40-50% kisah nyata Author sendiri bersama suami. Termasuk makhluk-makhluk yang muncul beberapa chapter.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herrscher, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan
"sudah kukatakan kau tidak perlu lagi memikirkan sekolahmu aku akan mengurusnya hingga mendapatkan ijazah kelulusanmu" tegas ibu
"ta... tapi bu aku harus bertemu dengan teman sekelasku dan berpamitan pada mereka" Ashana memelas
"apa aku akan percaya begitu saja?hah" ibu menatap tajam
Seketika tubuh Ashana seolah berhenti bernafas seperti ada benda besar menghimpit tenggorokannya tidak mampu mengatakan dan membantah ibu ataupun laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.
Melihat interaksi ibu dan anak ini membuat Yashbi tersenyum licik dengan menatap mereka secara bergantian.
"anak yang tidak menginginkan pernikahan ini tapi sebaliknya dengan ibu yang mendorong jauh anaknya untuk memenuhi keinginannya. Ya, agar secepatnya menikah kan kami karena sang ibu jijik dengan anak yang ada di sampingnya saat ini" batin Yashbi
"menarik" gumam Yashbi
Mereka secara bersamaan menoleh ke arah Yashbi.
"maksudku hubungan kalian sungguh menarik seperti teman ya seperti itu yang aku kira" ucap Yashbi
"nak Yashbi, tidak perlu khawatir kami sudah menyetujui pernikahan ini. Lebih cepat lebih baik bukankah begitu?" ibu tersenyum lebar sangat berharap Yashbi mengatakan sesuai dengan yang diinginkannya
"ya lebih cepat lebih baik. Kita akan menikah tiga hari lagi. Untuk biaya tidak perlu khawatir aku akan menanggungnya" ucap Yashbi
Ibu dengan mata berbinar karena Yashbi melebihi ekspektasi. Ya, Yashbi menikmati permainan yang sedang dia mainkan melihat dengan kedua matanya sendiri wanita tua yang tidak lain adalah seorang ibu yang mengorbankan anaknya untuk memenuhi keinginannya sendiri.
Deug
"apa tidak terlalu..."
"kau jangan banyak membantah, Ashana. Apa kau tahu harusnya kau bersyukur ada laki-laki yang ingin menikahimu tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun" memotong pembicaraan Ashana
"benar jadi seharusnya kau memikirkan bagaimana melanjutkan kehidupan setelah menikah. Dengan melaksanakan yang sudah menjadi kewajibanmu" ucap Yashbi
"kenapa setiap yang dia katakan aku tidak bisa membantah atau menjawabnya" batin Ashana
"aku harus membantunya walau hanya sedikit, sedikit kesempatan tidak apa-apa itu sudah cukup digunakan" batin Doni
Doni merasa ada hal yang mengganjal tiba-tiba sahabatnya ini meminta dicarikan wanita tapi yang masih berumur muda mengingat umur Yashbi sudah terbilang tua (39 tahun). Perasaan yang mengganjal belum tahu jelas apa karena Yashbi memiliki ilmu sangat tinggi darinya dan dengan mudah Yashbi bisa menutupi niatnya tersendiri dari yang lainnya (yang memiliki ilmu sama dengan Yashbi termasuk Doni).
Yashbi menyodorkan sejumlah uang untuk Ashana pergunakan membeli perhiasan. Mungkin secara tidak langsung membeli sebuah cincin untuk mengikat hubungan mereka.
"untuk apa ini?" tanya Ashana
"beli perhiasan yang kau inginkan. Uang ini sebagai tanda separuh darimu sudah menjadi milikku" jawab Yashbi
Ibu Ashana melihat dengan mata berbinar dan tidak berkedip sama sekali pandangan yang terpokus dengan sejumlah uang yang ada di atas meja. Untuk dirinya uang itu jumlah yang besar.
"kau tenang saja nak Yashbi ibu sendiri yang membeli emas itu untuk Ashana" tangan ibu secepat kilat mengambil uang yang di atas meja itu
Yashbi tersenyum simpul. Ashana dan Doni hanya terpaku terdiam.
"tidak masalah siapapun yang akan membelinya. Aku hanya ingin saat pernikahan nanti dia memakai perhiasan di salah satu jarinya" tukas Yashbi yang semenjak tadi duduk bergonta-ganti posisi karena sudah merasa ingin sekali keluar dari rumah itu
Yashbi memandang Ashana.
"pernikahan kita nanti tergantung perjalanan yang kita lalui, Ashana. Jadi kau hanya perlu menjalani kehidupanmu saja tidak perlu diambil pusing" Yashbi mengatakan dengan penekanan
Ashana lagi, lagi hanya terdiam seolah dirinya sudah tidak mampu menguasai dirinya seperti sebuah robot yang sudah disetting oleh si pembeli.
Salam kenal dari Ry
😊
Si Ashana bucin banget deh, yakin banget si indra tampangnya cem jin tomang. Mending ngehalu mas jae bareng aku, mbak daripada ama manusia syetan begini 😤
ashana gk mau dengerin ucapan ibu nya sih kan jdi kena masalah