Indonesia
NovelToon NovelToon
Istriku Kuntilanak

Istriku Kuntilanak

Status: tamat
Genre:Kutukan / Kumpulan Cerita Horror / Thriller / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:89.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anthiq. C

Malam jumat kliwon tahun 2003, seorang remaja SMA hilang tanpa jejak. Segala cara telah diusahakan untuk mencarinya, tetapi tidak membuahkan hasil. Kinanti lenyap, bersama misteri yang menyelimutinya.

Dua puluh tahun kemudian, sesosok kuntilanak menikahi manusia. Sejak itu pula terjadi teror sosok kuntilanak yang menyerang teman-teman SMA Kinanti dulu.

Siapa pria yang menikahi Kinanti itu? Sebenarnya apa yang terjadi dengan Kinanti dua puluh tahun yang lalu? Apa benar sosok Kuntilanak itu adalah Kinanti? Lalu apa hubungan misteri hilangnya Kinanti dengan teman-temannya itu?

Terbit dua kali sehari, setiap pukul 10.00 dan 19.00 WIB.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anthiq. C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Teror Kuntilanak

Pak Dukun menyibak gorden dan membuka daun jendela lebar-lebar, agar udara segar dapat masuk. Sapuan angin kencang menerpa wajah keriputnya. Pemandangan hijau dari hutan jati di belakang rumahnya sangat memanjakan mata.

"Nuwun sewu, Pak." -Permisi-

Pak Dukun terlonjak kaget, memutar pandangan ke luar jendela saat mendengar bisikan yang menyapu telinganya. Tidak ada siapa pun.

"Ah, paling itu cuma suara tetangga aja," ucap Pak Dukun acuh.

Lelaki itu kemudian menyalakan kompor gas, dan memasak air. Sementara menunggu air mendidih, dia menyiapkan racikan teh dan gula di dalam gelas untuk sarapannya. Tak lupa beberapa keping biskuit asin untuk pelengkapnya.

Kriet ... Kriet ... Kriet ...

Daun jendela kembali berderit, saat angin berembus. Matahari pagi yang bersinar terang, perlahan menghilang ditelan oleh gumpalan awan kelabu raksasa. Sepertinya hujan akan turun lagi.

"Paak ..."

Sekelebat terlihat seseorang melintas di balik jendela. Pak Dukun semakin penasaran. Dia lalu merapatkan wajahnya ke dekat jendela, untuk melihat lebih jelas. Namun, lagi-lagi tidak terlihat siapa pun di sana.

"Uh!"

Pak Dukun menggumam pelan. Sesuatu terasa menyentuh tengkuknya. Sontak pria itu menoleh ke belakang.

"Bapak cari siapa? Aku di sini. Hihihihi ..."

Tiba-tiba terdengar suara tawa melengking, tepat di belakangnya. Wajah Pak Dukun berhadapan langsung dengan wajah pucat tanpa mata.

Bibirnya menyeringai lebar. Kepalanya teleng ke kanan dan ke kiri secara kaku. Tubuhnya yang tak lengkap mengambang bebas di udara. Rambut terurai panjang hingga ke lantai.

Dada Pak Dukun kembang kempis melihat sosok yang tiba-tiba muncul itu. Kedua kakinya kaku. Dia mematung ketakutan.

"I-ini masih pagi. Tapi kenapa makhluk ini sudah muncul dan menggangguku?" pikir Pak Dukun dalam hati.

"Kenapa kamu menghalangiku, mengikuti pemuda itu? Kenapa?" Suara tawa sosok itu, berubah menjadi rintihan dan tangisan yang menyayat hati.

"A-apa maksudnya?" balas Pak Dukun sembari beringsut mundur. Tangan kanannya bergerak cepat mematikan kompor.

"Nggak usah pura-pura nggak tahu. Gara-gara mantramu, aku nggak bisa mengikuti pemuda itu."

Pak Dukun menarik napas perlahan. Tubuhnya sudah mepet ke dinding, tak bisa bergerak lagi. Makhluk itu terus merapat padanya. Dingin, itu yang terasa.

"Berhentilah mengganggu manusia. Kembali ke alammu. Sudah terlalu banyak korbannya," ucap Pak Dukun dengan suara terbata. Dalam hatinya dia membaca ayat kursi dan beberapa doa untuk mengusir makhluk itu.

"Lalu aku bukan korban?"

Wajah pucat sosok itu tampak mengucurkan darah segar. Matanya yang bolong perlahan berubah menjadi berwarna merah. Pak Dukun hanya bisa membaca doa untuk melindungi dirinya.

Tok! Tok! Tok!

"Assalamualaikum, Pak Dukun. Bapak di rumah?"

Sosok itu menghilang dengan cepat. Pak Dukun bernapas lega. Dia bergerak cepat menuju ke ruang tamu.

"Loh, Pak Damar? Pak Waluyo? Mari masuk." Pak Dukun mempersilakan tamunya untuk masuk ke dalam. "Tadi malam pada ke mana? Kok saya balik ke pos ronda udah sepi? Kambing Pak Rahmat tadi malam hilang, lho," imbuhnya.

"Nah, karena itu kami datang ke sini, Pak. Dia datang lagi," kata Pak Waluyo, pria berkumis tebal yang tadi malam ngeronda.

"Dia siapa?" tanya Pak Dukun bingung.

"Duh! Itu, lho. Nyai Kunti," bisik Pak Waluyo. "Kambing Pak Rahmat mati mengenaskan di kebun jeruknya," imbuhnya.

"Hah?"

Sebenarnya Pak Dukun nggak kaget lagi. Dia 'kan barusan ketemu dengan makhluk gentayangan itu. Dia justru terkejut dengan nasib kambing yang sempat hilang itu.

"Kabarnya udah nyebar ke seluruh dusun, Pak. Warga mulai ketakutan. Bapak harus lakukan sesuatu," pinta Pak Damar.

"Lah? Kok saya?"

"Ya ... Bapak 'kan ketua RW di sini. Terus, Bapak juga yang pertama kali membawanya ke sini," kata Pak Waluyo.

"Haaah, bukan saya yang bawa. Tapi dia yang ngikut. Saya juga nggak tahu kenapa dia bisa ikut," ucap Pak Dukun sambil menghembuskan napas panjang.

"Sudah lama sekali dia nggak muncul, sejak malam satu suro tahun lalu. Kenapa dia tiba-tiba muncul lagi, ya? Pemuda mana yang kali ini diincarnya?" ucap Pak Damar.

"Kalian tenang saja. Yang diincarnya bukan warga sini, kok," balas Pak Dukun.

"Jadi Bapak udah tahu? Orang mana yang diincarnya?" celetuk Pak Waluyo.

"Sebenarnya saya juga baru tahu, karena dia ada di dekat kita sekarang. Dia marah, karena kita menghalanginya bertemu orang itu," kata Pak Dukun yang sejak tadi menghindari pandangan keluar jendela.

Glek! Pak Damar dan Pak Waluyo langsung merasa lemas di kursinya. Taknada satu pun dari mereka, yang berani memandang ke arah jendela.

...***...

Satya termenung. Dia masih teringat kata-kata Hadyan tadi. Temannya itu mewanti-wanti Satya, untuk membatalkan keinginannya menemui wanita tersebut.

"Apa iya cewek itu tersenyum mengerikan gitu? Kok aku lihatnya biasa aja?" Satya masih nggak percaya dengan omongan temannya.

"Emang iya, sih. Dia kelihatan agak aneh, karena jalan-jalan di hutan dan bisa menyusuli mobil kami. Tapi kalau mengingat dia orang desa, rasanya ya wajar aja, sih. Lagian kami tersesat sebelum bertemu perempuan itu."

Tampaknya Satya masih punya seribu satu alasan untuk menolak percaya ucapan Hadyan. Segala nasehat yang dilontarkan temannya itu tidak dihiraukan. Apakah ini yang dikatakan cinta itu buta?

Mobil double gardan yang dia kemudikan melambat. Jalanan tanah itu mulai berlubang dan menanjak. Vegetasi di kanan dan kiri jalan mulai berubah. Tidak ada lagi kebun sayur mayur, digantikan pepohonan jati yang tumbuh rapat.

Ekor mata Satya tiba-tiba tertuju pada seorang wanita ditepi jalan. Dia tampak kesusahan mengumpulkan belanjaan yang terjatuh ke tanah. Satya pun menepi, dia menghampiri wanita itu.

"Kenapa, Mbak? Ada yang bisa saya bantu?"

Wanita dengan rambut digelung ke atas itu menoleh ke belakang. Matanya membulat saat melihat Satya. "Loh, Mas?"

"Eh? Mbak yang kemarin?" Satya tak kalah kaget.

"Iya, Mas masih ingat, toh. Kok ada di sini? Tersesat lagi?" tanya wanita itu sembari mengumpulkan kentang yang berserakan di tanah.

"Nggak, kok. Kali ini ada keperluan lain," balas Satya. Tangannya dengan cekatan mengumpulkan bawang dan cabai ke dalam sebuah kantong plastik.

"Ternyata nggak perlu dicari, orangnya udah nongol sendiri," batin Satya riang.

"Kenapa kok senyum-senyum sendiri, to?" tegur wanita itu tertawa geli melihat Satya.

"Hah? Ng-nggak, kok. Mbak-nya mau pulang? Aku antar, ya," kata Satya.

"Nggak usah. Nanti malah ngerepotin. Mas-nya 'kan lagi ada urusan," tolak wanita itu dengan lembut.

"Nggak terlalu sibuk, kok. Aku juga mau ke Dusun Wingit," balas Satya sembari memamerkan senyuman manisnya. "Atau Mbak-nya takut ketahuan sama pacarnya, ya?" goda Satya.

"Sumpah, ganteng banget nih cowok," batin cewek bermata cokelat itu.

"Mas nyindir aku yang masih jomblo, ya?" tawa wanita itu. "Beneran nggak apa-apa, Mas. Aku jalan aja. Nggak enak dilihat warga kampung. Kita 'kan nggak saling kenal," tolaknya lagi.

Satya tersenyum. Gadis ini memang sangat berbeda dengan gadis-gadis kota yang biasa dia temui. Namun hal itu justru semakin membuat perempuan muda di hadapannya semakin menarik.

"Kalau gitu kita kenalan dulu. Namaku Abisatya Darmana, dari pedesaan di lereng Gunung Lawu." Satya menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

"Aku Laksmi," balasnya.

"Tuh, kan? Benar firasatku. Cewek ini normal. Mana ada hantu keluar siang-siang," batin Satya. Dia lalu mengajak Laksmi untuk naik ke mobilnya, dan mengantarnya pulang.

"Ah, ternyata mantra Pak Dukun nggak berlaku untuk pemuda ini. Auranya terlalu kuat untuk mantra lemah itu. Aku harus mendapatkannya. Hihihihi..."

Tanpa diketahui oleh Satya, perempuan di belakangnya berubah menjadi sosok penuh luka. Kepala belakangnya retak, mengucurkan darah segar.

(Bersambung)

1
falea sezi
np kasus Vina gk gini aja biar mampus para tersangka nya
⍣⃝ꉣ M𝒂𝒕𝒂 P𝒆𝒏𝒂_✒️
ternyata ada jg meeting berbagai jenis demit ya, koneksi wifinya pst kencang bgt tuh bisa lgsg ngumpul semua..
Anthiq. C: weh, iya juga yaaa/Facepalm/
total 1 replies
Alfarossa
Anaknya si Hadyan indigo juga kek bapaknya. jailnya juga mirip si blasteran ini. Ah, jd gemesss
FiaNasa
lanjut dong Thor,,,gimana perkembangan anak² mereka.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
waah beneran tamat, bye bye om wowo, mba sun, mas poci 👋👋
bener mending tinggal di hutan aja, masih adem banyak pohon 😌
Ai Emy Ningrum: gentoooong
total 17 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
kembar.. kenapa namanya gak Arimba dan Arimbi aja kak othor? di pewayangan juga mereka kakak beradik, atau karena watak Arimba buruk jadi diganti Abimanyu? /Blush/
Ai Emy Ningrum: kek chiki rasa ciken barbeque 😙😚
total 16 replies
Siti Aminah
bagus ceritanya menarik
Ai Emy Ningrum
peluh sebesar jagung,bntar lg jd pop corn 🌽 🍿 ato mo dibikin bakwan jagung jg bs..lumayan bs buat suguhan di meja 😹😹
Ai Emy Ningrum: bersih bersinar,glowing in the dark /Smirk//Smirk//Smirk/
total 6 replies
Alfarossa
Heee... kirain gak ada horor2 lagi... Tp tetap aja ya... emng dsr authornya jail nih
Alfarossa
Hmmm Rebecca Katerine? kok mirip nama seseorang yang... Ah syudahlah/Facepalm/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
mau kondangan sama mantan terindah cenah 😍😍
Ai Emy Ningrum: sekian dan terima nasib masing2 😌😌
total 4 replies
Anthiq. C
🤣🤣🤣🤣🤣 berarti typo. ntar diperbaiki deh
Anthiq. C
🤣🤣🤣🤣🤣 brarti typo. ntar diperbaiki deh
Ai Emy Ningrum
kawan apa mas kawin 🤔🤔??
aku sampe buka gugel lhoh 😌 apa ada kata lain selain mas kawin ..ada sih ,mahar
Ai Emy Ningrum: hmmm 😏😏
total 14 replies
Hany Angga Luph-luph
lanjuuut lagi thor..aku kasih kopi nya byr tmbh semaangat
Anthiq. C: terima kasih
total 1 replies
Ai Emy Ningrum
lha mbak Sun ,masa korek api 🔥 aja..gorengan sama kopi nya mana 😗😙😚 ato jagung 🌽 ,kacang 🥜 rebus jg boleh 👻👻👻👻 kikikiki
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: /Grin//Grin//Grin//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 25 replies
Ai Emy Ningrum
udah ganti yah 🙄..biasa nya hihihihi 👻👻 sekarang kikikiki
Ai Emy Ningrum: obat puyer jaman dulu itu mah 😳😳
total 26 replies
FiaNasa
uwawwww....pas lagi intip² ternyata masih ada spin off nya,,,girang banget daku😀😀langsung aja bacanya ngebut,,makasih thorr,semangat lanjut Thor😀😀
Anthiq. C: woiya dong. Melunasi janjiku sama kalian semua hahahaha
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
tangan etaaaaan... 🙈🙈🙈
Ai Emy Ningrum: iyah ,ramah ,supel jg membaur kmn aja... gag ada loe ga rame istilah nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
kesepian seperti apapun, saat dengar ada yang ngikik, tetap aja hati bergetar /Whimper//Whimper/
Ai Emy Ningrum: ngikik nya udh garing ,nada nya jg ga sinkron /Frown/ dari c ke a minor ke c lg /Shy//Shy/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!