Indonesia
NovelToon NovelToon
RITUAL

RITUAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Dunia Lain / Bepergian untuk menjadi kaya
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Little Kyrana

Kemala, seorang gadis miskin yang terobsesi untuk menjadi kaya. Gadis itu tidak ingin hidup miskin terus seperti orang tua juga keluarganya yang lain. Karena obsesinya itu ia sampai harus berurusan dengan hal ghaib.

Gadis itu rela melakukan hal-hal yang tidak lazim, hal yang dilarang agama bahkan ia bisa melakukan hal yang menjijikan. Kemala memang gadis yang kuat dan pekerja keras namun ia juga seorang yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dicapai.

Kesempurnaan adalah sesuatu yang harus, kecantikan wajib dan harta satu hal yang tidak boleh hilang dari matanya. Gadis itu juga tidak ingin tersaingi, apapun akan dilakukan untuk mencapai semua yang diinginkan. Mala bahkan tidak segan untuk menghabisi nyawa jika ia dia dirasa menghalangi keinginannya.

Persekutuannya dengan iblis ia lakukan sampai ia menikah dan memiliki anak bahkan sampai dirinya mau tutup usia, Kemala tidak ingin semua harta yang sudah di dapat hilang begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Kyrana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KAMU MAU!

     “Ayo, siapa takut,” balas Kemala yang langsung dijawab sorak kedua temannya itu, “Wee ….”

     Lantai dansa jadi saksi kesenangan mereka malam itu, saksi dimana tiga gadis meluapkan rasa untuk melepas ketegangan selama pelajaran. Mereka bersenang-senang hanya untuk menghibur diri, mereka sampai lupa waktu di sana.

     Detik tiga gadis itu berniat pergi ada yang tiba-tiba menghadang, beberapa pria yang terlihat tidak baik menggoda dengan kata-kata menggoda. Keyla hanya beri senyum sinis, Kemala hanya diam dan Rianti jalan santai.

     Tidak terima dicuekin, dua pria berinisiatif menghampiri. Dua pria itu bahkan sudah sok kenal dekat dengan Keyla yang memang terlihat paling trendy pakaiannya di antara kemala dan Rianti.

     “Jangan sombonglah, cuma kenalan aja masa gak mau.”

     “Maaf bukan gak mau, tapi ini sudah waktunya kita pulang jadi next time aja yah boys,” jawab Keyla dengan ciri khasnya.

     “Gak lama juga kok,” sahut pria satunya, dia menghadang jalan Keyla dan langsung memperkenalkan diri, “Ferry,” katanya dengan tangan yang sengaja dibuat untuk bersalaman.

     Keyla menghela nafas dan melihatnya malas, namun akhirnya ia menyambut uluran tangan pria itu seraya berucap, “Keyla.”

     “Hai, aku Rian,” seru satunya pada Keyla yang di balas senyum tipis, “oke, sudah yah, kita mau jalan dulu,” tutur Keyla yang ternyata tidak diterima dengan baik kedua pria tersebut.

     Setelah Keyla pergi kedua pria tersebut memanggil temannya, mereka berbisik seperti merencanakan sesuatu. Mata mereka mengisyaratkan sesuatu, “Kita coba aja,” ucap Ferry yang langsung dijawab anggukan tiga temannya.

     Keempat pria itu jalan santai mengikuti Keyla dan Kemala, ketika mereka sampai di tempat parkir Kemala merasa ada sesuatu yang di rasa tidak enak. Kemala menoleh untuk memastikan, namu di belakang tidak terlihat siapa-siapa.

     Rianti pamit lebih dulu karena dapat telepon dari orang rumah, dia sampai lupa barang bawaannya masih dipegang oleh Kemala. Saat Keyla hendak keluar dari barisan motor dan Kemala sudah duduk manis, mereka kembali dihadang pria yang baru saja dikenalnya tadi.

     “Aish, ngapain lagi sih, bikin males aja,” gumam Keyla dengan wajah malasnya.

     “Kenapa Key?” Tanya Kemala yang heran kenapa Keyla baru jalan sudah berhenti lagi.

     “Tuh liat,” tutur Keyla dan Kemala langsung bergeser sedikit agar terlihat pemandangan di depan, “ud liat?”

     “Emm, mau ngapain mereka?”

     “Mana gua tau!”

     Empat pria yang berdiri sok ganteng pikir Keyla, sedikit memberikan senyum mereka masing-masing. Ferry yang mereka baru saja kenal maju dengan tatap dan jalan penuh percaya diri.

     “Key, ikut kita bentar yuk,” ajak Ferry tiba-tiba yang membuat Keyla tertawa tipis.

      “Emm, sepertinya masih belum paham apa yang tadi gue bilang yah,” jawab Keyla santai, “tadi gua bilang kalau gua mo balik dan sorry ga bisa di ganggu gugat.”

      “Hei, gua ajak baik-baik loh, jangan sampai gua bertindak tidak,” ujarnya.

     “Wee … biasa aja donk, gua juga jawab baik-baik dari tadi tapi lo sepertinya yang memang gak mau baik, lagi pula ucapan gua udah jelas juga kan dari tadi,” balasnya yang terdengar mulai tidak suka, “gua gak mau dan gua gak suka pergi sama orang yang baru gua kenal.”

     Ferry sepertinya tidak suka dengan semua jawaban Keyla, pria itu semakin maju dan memperlihatkan wajah menantang. Keyla masih bisa bersikap tenang namun ketika tangannya dengan cepat di raih dan membuat dia menjauh dari kendaraannya ia pun berteriak.

     Beruntung Kemala masih bisa menahan kendaraan itu agar tidak jatuh, Keyla mendorong tubuh Ferry hingga pria itu mundur dua langkah. Sudah tentu pria itu tidak senang, begitu pula dengan ketiga temannya. Melihat tiga teman pria itu mendekati Keyla juga, Kemala tidak tinggal diam.

     Kemala maju untuk membela Keyla, dua gadis itu adu mulut. Saling tarik menarik terjadi, kejadian itu terlihat oleh sosok pria yang sedang melintas. Pria itu pun membantu Kemala dan Keyla.

     “Kalian gak malu apa!”

     “Jangan ikut campur lo, jangan sok jadi jagoan,” balas Ferry.

     “Udah Mas, aku dan temanku bisa mengatasi bajingan kecil ini,” sindir Keyla yang membuat Ferry semakin meradang. Pria itu bergerak hendak memukul Keyla namun berhasil di tahan pria penyelamat.  

     Perdebatan tidak lama di lerai setelah petugas keamanan datang, Keyla yang ternyata mengenal pria tersebut -mengucap terima kasihnya. Ungkapan terima kasih itu membuat Kemala membesarkan kedua mata, Keyla merangkul pria tersebut lalu membuat mereka saling melumat.

     Kemala melihat ke arah lain sambil menelan pelan salivanya, Keyla membuat tubuh pria itu sedikit memanas. Ada rasa aneh menjalar di sekujur tubuh Kemala ketika melihat adegan pana secara langsung, rasa yang membuat tubuhnya menginginkan sesuatu.

     Sejumlah uang diberikan pria itu ketika mereka akan berpisah, kembali kecupan singkat di berikan Keyla pada pria itu sebelum akhirnya ia benar-benar pergi.

     “Mala …!” Seru Keyla pada Kemala sambil menggoyang-goyangkan uang yang di dapat. “Lumayan buat jajan sayang,” serunya lagi lalu memeluk Kemala karena senang.

     “Bukan lumayan itu mah, pake banget,” gurau Kemala dan memang jumlah uang itu cukup untuk biaya hidup satu hari.

     “Ganteng, royal, wangi, itu yang harus kita cari,” katanya seperti mengajari Kemala, “minat?”

     Kemala tertawa, “dikit tapi jujur gua belum berani,” jawabnya.

     “Oke, sekarang lo ikut gua,” kata Keyla lalu merangkul Kemala dan berbisik, “gua ada job.”

     Kemala tidak bertanya job apa, ketika sampai di tempat yang cukup nyaman Kemala di sembunyikan. Gadis itu ditempatkan di sebuah ruangan kecil, ada kaca besar untuk Kemala melihat apa yang akan  dilakukan Keyla nanti.

     Sudah tersedia makanan dan minuman, ruangan tidak pana, cukup membuat Kemala nyaman walau tidak terlalu besar. Keyla terlihat memoles wajahnya agar terlihat semakin cantik, pakaiannya pun diganti dengan yang sedikit terbuka.  

     Bagian dada yang rendah membuat belahan bukit indah Keyla terlihat jelas. Dress mini berwarna hitam di kenakan Keyla kini, Kemala tidak banyak berucap. Ia diam dan memperhatikan semua hal yang dilakukan Keyla.

     “Hai Bian,” sapa ramah Keyla ketika seorang pria muda bertubuh cukup kekar masuk. Gadis itu berdiri memberikan sambutan, tidak lupa juga pelukan hangat.

     “Halo, apa kabar,” jawabnya yang membalas pelukan Keyla, “aku kangen,” bisik Bian yang dijawab senyum manis Keyla dan berhasil membuat rasa rindu itu semakin memanas.

     Hanya sapa sebentar, mereka lalu saling menatap dalan lalu membiarkan rasa rindu itu beradu. Tidak segan saling memberi rasa, guman terdengar ketika Bian terus membuat bibir Keyla terkatup.

     Mereka saling melepaskan rasa, Keyla tidak peduli jika dirinya di lihat Kemala malah itu yang diinginkan. Kemala hanya bisa menghela nafas panjang ketika melihat pasangan itu kelihatan semakin bergairah. 

     ‘Kamu mau?’

     

      

1
Afri
sombongnya kemala ni .. malah menyalahkan Tuhan
GK sadar diri
Little Kyrana: betul banget ka😄🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!