Indonesia
NovelToon NovelToon
Anomali Medis 2 : Sebuah Pembuktian

Anomali Medis 2 : Sebuah Pembuktian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Berawal dari Kesialan Hidup, membuat Kevin Sanjaya Bangkit dengan bantuan Meteorit dan buku pemberian Kakeknya "Kitab Medis Surgawi"

Beberapa hal dari hidupnya seketika berubah, tiga wanita cantik, Asosiasi Super Power Nasional, bahkan mendapat Cacing Emas Gu Legendaris untuk memperkuat tubuhnya.

Namun, perjalanan Kevin Massi Panjang. Dan, kali ini dia menjadi target organisasi terkuat dunia 'Demonic' dalam memperebutkan 5 Artifak Medis Legendaris, yang di percaya bisa membuat pemiliknya hidup abadi.

Apa saja yang akan di lewati Kevin Sanjaya, di season 2 kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Kau Terlalu Boros!

Di halaman Divisi Langit, keenam anggota akhirnya berkumpul.

Jesika menatap Kevin dengan penuh kekaguman, lalu melontarkan dengan berbagai pertanyaan.

"Kevin, kau harus memberitahuku! Bagaimana caramu bisa menahan godaan sebesar itu? Rangga bahkan menawariMu 3.000 Poin Jasa per tahun, tetapi kau justru menolaknya begitu saja!"

"3.000 Poin Jasa?" Rafael yang sedang memainkan anak panah bertanya dengan wajah bingung.

"Rangga menawarkan Kevin 70 miliar per tahun ditambah 3.000 Poin Jasa agar dia mau bergabung dengan Divisi Bumi. Tapi Kevin menolaknya!" jelas Jesika dengan penuh semangat.

Mendengar hal itu, Rafael dan anggota lainnya menatap Kevin seolah-olah sedang melihat makhluk dari dunia lain.

3.000 Poin Jasa!

Mereka semua tahu betapa berharganya jumlah tersebut.

Apa sebenarnya yang ada di kepala Kevin sampai dia rela melewatkan tawaran sebesar itu?

"Tidak perlu menatapku seperti itu."

Kevin menjawab santai, "Kalau aku membutuhkan Poin Jasa, aku bisa mendapatkannya sendiri. Aku tidak perlu bekerja untuk orang lain."

"Cuma 3.000 Poin Jasa. Tidak ada yang perlu diributkan."

"Aku bergabung dengan Biro Super Nasional bukan untuk membuang-buang waktu. Aku datang untuk mengasah kemampuan bela diriku dan meningkatkan kekuatanku agar urusanku nanti menjadi lebih mudah."

"Kalau bukan karena alasan itu, aku bahkan tidak akan repot-repot bergabung."

"Mentimun dan wortel saja sudah cukup bagiku. Aku tidak perlu menghambur-hamburkan Poin Jasa untuk apel dan persik. Kalian tahu sendiri betapa mahalnya benda-benda itu. Aku ini orang yang tahu bagaimana menjalani hidup."

Para anggota Divisi Langit langsung terdiam.

Cuma 3.000 Poin Jasa?

Mereka sendiri hanya mampu mengumpulkan sekitar tiga sampai empat ratus Poin Jasa dalam setahun!

Namun di mata Kevin, jumlah sebesar itu seolah tidak layak diperhitungkan.

Sungguh keterlaluan!

Mereka telah berjuang bertahun-tahun di Biro Super Nasional, sedangkan Kevin baru bergabung beberapa hari dan sudah memiliki kekuatan luar biasa.

Melihat sikapnya yang begitu santai, hati mereka benar-benar terasa semakin sakit.

Namun Kevin sama sekali tidak peduli dengan perasaan mereka.

Dia justru menoleh kepada Amel.

"Nona Amel ada sesuatu yang ingin kutanyakan. Beberapa waktu lalu, apakah kau dan Jesika pergi ke ibukota Kekaisaran? Apakah terjadi sesuatu yang penting di sana?"

Bibir Amel melengkung membentuk senyum tipis.

"Tidak ada apa-apa. Hanya saja, setiap orang yang bergabung dengan Biro Super Nasional harus menjalani pemeriksaan identitas secara menyeluruh."

"Kebetulan aku dan Jesika ditugaskan untuk menyelidiki latar belakangmu. Kami juga sudah memasukkan berkasmu ke dalam arsip resmi biro."

"Berkasku?"

Kevin sedikit terkejut.

Sebuah pemikiran tiba-tiba melintas di benaknya.

"Nona Amel, bisakah aku melihat berkas milikku?"

Dia tahu kakeknya masih menyembunyikan banyak hal darinya. Cepat atau lambat, dia pasti akan menemukan kebenarannya.

Dan sekarang, kesempatan emas sudah berada tepat di depan mata. Tentu saja dia tidak akan menyia-nyiakannya.

"Tentu saja."

Amel mengangguk.

"Aku sudah membuat salinannya agar bisa kau baca."

Kevin menerima berkas tebal tersebut dan langsung terkejut.

Dia tidak menyangka catatan tentang dirinya begitu lengkap.

Saat membalik halaman demi halaman, dia menemukan hampir seluruh perjalanan hidupnya tercatat dengan sangat rinci.

Kevin segera mencari informasi yang paling ingin diketahuinya.

Benar saja, di dalam berkas tersebut hanya terdapat empat kata yang membuat matanya berhenti:

Identitas tidak jelas.

"Apa maksudnya ini?"

Kevin menunjuk tulisan tersebut dan menatap Amel penuh harap.

"Hasil penyelidikan kami menunjukkan bahwa orang tua yang selama ini membesarkanmu dan kakekmu bukanlah keluarga biologismu."

"Kemungkinan besar kau diadopsi oleh mereka."

"Sedangkan mengenai identitas aslimu, kami masih terus menyelidikinya."

Amel menatap Kevin dengan rasa ingin tahu.

"Kau sendiri tidak tahu siapa orang tua kandungmu?"

Kevin tersenyum getir.

Kini dia sudah memiliki beberapa petunjuk, tetapi masih bingung bagaimana cara menghadapi kebenaran yang sebenarnya.

Saat itulah Paman Peramal tiba-tiba berkata,

"Kevin, tadi malam aku melakukan penerawangan untukmu. Apakah kau ingin tahu apa yang kutemukan?"

Mendengar itu, semua orang langsung terkejut.

Tubuh Amel bahkan sedikit menegang.

"Tuan Peramal, Anda benar-benar melakukan penerawangan sendiri?"

Meskipun kemampuan ramalan sang peramal mungkin tidak diketahui banyak orang, mereka yang berada di sini sangat memahami betapa hebatnya dia.

Dia merupakan ahli tingkat tinggi yang hanya pernah melakukan kurang dari seratus penerawangan sepanjang hidupnya.

Dan setiap penerawangan yang dia lakukan hampir selalu terbukti akurat.

Karena itulah, tidak ada seorang pun yang meragukan ramalannya.

Kevin menoleh kepada sang peramal dengan sedikit rasa penasaran.

"Tuan Peramal, apa hasilnya?"

Sang Peramal tersenyum penuh makna.

"Ada beberapa hal yang harus kusimpan sendiri. Yang bisa kukatakan kepadamu hanyalah..."

"Kesempatanmu berada di Kota Kekaisaran."

"Di sana, mungkin kau akan menemukan beberapa kebenaran."

Namun kemudian ekspresinya menjadi serius.

"Namun ingat satu hal. Jangan menggunakan kemampuan bela dirimu di sana."

"Kalau tidak, kau akan menghadapi masalah besar."

Kevin merasakan hawa dingin menjalar di tubuhnya.

Dia memahami betapa seriusnya peringatan sang peramal.

Dan dia tahu, pria itu tidak mungkin memberikan nasihat seperti itu tanpa alasan.

"Terima kasih atas peringatannya, Tuan Peramal. Aku akan mengingatnya baik-baik."

Sang Peramal tersenyum tipis, lalu berbalik dan pergi.

"Kevin, kau tidak tahu betapa iri diriku kepadamu!"

Jesika menatap punggung sang peramal yang semakin menjauh.

"Selain Nona Amel, kau satu-satunya orang yang pernah didatangi Paman untuk diberikan ramalan secara sukarela."

"Begitu banyak orang yang sudah membawa ratusan Poin Jasa untuk meminta ramalan kepadanya, tetapi semuanya ditolak."

"Benarkah?"

Kevin mengusap hidungnya.

"Kalau begitu, jasa ramalan Tuan Peramal bisa ditukar dengan Poin Jasa?"

"Tentu saja. Tarifnya mulai dari 300 Poin Jasa."

Jesika menjawab seolah-olah itu adalah sesuatu yang sudah jelas.

"Kalau tidak begitu, dari mana lagi Tuan Peramal mendapatkan Poin Jasa?"

Namun sebenarnya, sang peramal sama sekali tidak terlalu peduli dengan Poin Jasa.

Dia tidak berlatih bela diri dan hanya membutuhkan sedikit buah berenergi tinggi. Ditambah lagi, sifatnya sangat sederhana dan tidak memiliki banyak keinginan.

Bahkan ketika Rangga pernah menawarinya 500 Poin Jasa, dia tetap menolaknya!

Karena itulah, Jesika dan yang lainnya merasa sangat iri ketika Sang Peramal justru berinisiatif meramal Kevin.

Tak bisa disangkal lagi—

Keberuntungan Kevin benar-benar luar biasa!

"Oh, ada satu hal lagi yang perlu kau ketahui."

Amel mengingatkan Kevin.

"Sebelum Tahun Baru, kau wajib menyelesaikan setidaknya satu misi. Itu merupakan tugas wajib."

"Dan mengenai sayuran yang baru saja kau tukarkan, pastikan semuanya dimakan dalam waktu tiga hari. Setelah itu, kandungan nutrisinya akan berkurang."

"Baik."

Kevin mengangguk.

"Kalau misinya sudah tersedia, beri tahu aku."

Dia kemudian mengangkat wortel dan mentimun yang dibawanya.

"Oh ya, kalau begitu setelah aku pulang, tidak masalah kan kalau aku membuat wortel serut dan mentimun tumbuk untuk camilan?"

Hening.

Begitu mendengar ucapan itu, seluruh ruangan langsung membeku.

Semua orang merasakan hati mereka seolah diremas bersamaan.

Kevin benar-benar ingin membawa semua itu pulang untuk dimasak dan dimakan?!

Jesika bahkan tidak tega memakan satu mentimun saja.

Melihat Kevin justru berencana memasak dan menghabiskan semuanya, hatinya terasa seperti disayat-sayat.

"Kau tahu tidak, apa yang baru saja kau katakan?!"

Jesika akhirnya tidak tahan dan berteriak,

"Kalau dimasak, kandungan nutrisinya akan berkurang! Kau benar-benar terlalu boros!"

"Aku memang tidak tahu."

Kevin menjawab dengan wajah polos.

"Justru karena tidak tahu, makanya aku mengatakan itu kepada kalian."

"Baiklah. Kalau begitu aku tidak akan memasaknya."

Kevin diam-diam menghela napas lega.

Untung saja dia sempat mengatakan niatnya.

Kalau tidak, bukankah itu akan menjadi pemborosan besar?

Kevin yakin ketiga gadis itu pasti akan mendapatkan manfaat luar biasa jika memakannya...

Dan kalau memang tidak boleh dimakan, benda-benda ini masih bisa digunakan untuk perawatan wajah.

Kalau itu pun tidak memungkinkan, pasti masih ada kegunaan lainnya.

Bagaimanapun juga, wortel dan mentimun tersebut sangat padat, segar, serta dipenuhi vitalitas.

Benar-benar langka menemukan pria yang begitu perhatian seperti Kevin—bahkan kebutuhan pribadi para teman serumah wanitanya saja dia pikirkan dengan matang!

1
K4k3k 8¤d¤
👍👍
Hardware Solution
kereeeen abissss
Divka
lama " x update ..pdhal novel ne ckup bgus
Divka
la jut thorr..smg makin smngt menulis😍
Divka
bagus
GEMBONG SAKTI
lanjuuuut
Was pray
gak kelar. kelar kayak gangsing muter2
GEMBONG SAKTI
🤣🤣🤣🤣ni mo berantem apa curhat curhatan 🤣🤣🤣🤣🤣
GEMBONG SAKTI
apakah dagumu berkumis?
bibirmu berjenggot?
VirgoRaurus 31Smile
kenapa baru sekarang tingkat kultivasi dijelaskan... pada jilid satu kayaknya belum deh...
VirgoRaurus 31Smile
dengan musuh kok ber"anda"... sopan sekali... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
batu tahu kumis di dagu... 🤣🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
massi terussssss... paham bahasa gak sih... buka tuh kamus....
Was pray
preeeeeet, kalau gak ada sangkut pautnya dengan ramalan dari Jonathan kamu mungkin gak penting buat Amel vin
Was pray
seharus identitas sebagai anggota biro suoer nasional menjadi rahasia tidak diobral ke mana2...
Was pray
seperti di negeri Konoha polisi membela yg mbayar, beda banget kinerja polisi di negeri komodo.... 🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
hitung hitungannya gimana Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
Nah... ini baru benar Ridel Sanjaya...
VirgoRaurus 31Smile
harusnya keping giok yg pernah diperlihatkan Ridel Sanjaya, bukan Ardi Sanjaya.... INGAT... pernah di perlihatkan...
VirgoRaurus 31Smile
lho... pada jilid pertama setengah liontin giok kan sudah dipakai kalung MC... lha di bab ini kok kakeknya baru nyerahin liontin tsb... MEMBAGONGKAN.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!