Indonesia
NovelToon NovelToon
INCRACTABLE GIRL CHARM

INCRACTABLE GIRL CHARM

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Patahhati / Kehidupan di Sekolah/Kampus / CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Laviniiaa

Jam alarm yang mati ditambah dengan sepedanya yang rusak menjadi awal kesialan dirinya. Niat ingin mempercepat waktu agar tidak terlambat justru hal tak diinginkan terjadi.

Hingga dua orang pria berwajah seram menangkap dirinya untuk dibawa ke hadapan sang tuan.

"Berapa banyak uang yang kau miliki sampai kau menemuiku" Ucap vano meledek Ara

"Apa kau sedang menominalkan harga dirimu tuan?" Ara menyindir vano

Aura didalam ruangan mendadak panas oleh karna amarah sang tuan.

Apa yang akan dilakukan vano pada ara?

Mampukah ara si wanita keras kepala melawan vano ?

Yuk baca dan nikmati ....
Jangan lupa kasih love nya ya, masukin ke favorit juga oke

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviniiaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKIBAT ULAH LILI

Ara yang masih belum mengerti dengan hukuman yang lili maksud, hanya bisa tersenyum dan mengiyakan lili saja.

Untuk mengembalikan senyuman lili ara mengeluarkan Es krim cup yang sudah sedikit mencair, untuk membuat lili kembali ceria.

“Lili mau es-krim? tapi ini sudah sedikit cair” Tanya ara

“Mauu” Jawab lili

“Tante, uncle vano kemana?” Tanya lili sambil mencari keberadaan vano

Oh jadi namanya vano ternyata, Ucap ara dalam hati saat lili menyebutkan namanya.

“Tante juga tidak tau, mungkin uncle sedang ke toilet” Ucap ara sambil menaikan bahunya

Ara memberikan sendok kepada lili. Setelah melihat lili memakan es-krim, ara pun mengambil dan membuka es-krim miliknya yang kemudian dimakannya juga.

Mereka menikmati es-krimnya dan bagi ara ini adalah es-krim terenak yang pernah ia rasakan.

Ara tidak pernah mengetahui bahwa minimarket tersebut menjual es-krim seenak ini, jika ara tau sebelumya sudah pasti ia akan menyetok es-krim ini sebanyak mungkin untuk menemai harinya selama dirumah.

Ara tertawa saat melihat banyak jejak es-krim didaerah bibir dan juga hidung lili. Diambilnya tissue basah lalu ara mengelap jejak es-krim yang berada pada mulut dan hidung lili.

Lili berterima kasih kepada ara dan tersenyum manis. Setelahnya mereka menikmati kembali es-krimnya.

Saat mereka berdua menikmati es-krim, tiba-tiba seorang nyonya bersama dengan anak lelakinya yang sedang menangis dan juga dengan setengah tubuhnya yang sudah penuh dengan lumpur datang menghampiri mereka.

“Tidak bisakah kau mengajari anakmu untuk tidak nakal” Omel nyonya tersebut pada ara

Ara merasa sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh nyonya tersebut, namun bagaimanapun ara tetap mencoba untuk bersikap sopan dengan tersenyum padanya.

Ara meletakkan es-krimnya kemudian berdiri.

“Maaf nyonya ada apa ya?” Tanya ara dengan sopan

“Ada apa kau bilang? apa anakmu tidak memberitau bahwa dia baru saja berbuat sesuatu pada anakku” Ucap nyonya tersebut sambil menunjuk lili, sedangkan yang ditunjuk tidak perduli dan masih melahap es-krimnya dengan tenang.

“Apa ini yang kau ajarkan pada anakmu, dia bahkan tidak merasa salah sama sekali” Omel nyonya itu lagi sambil menunjuk kembali ke arah lili

Merasa ada yang salah, ara memanggil lili, dan karna merasa terpanggil lili meletakkan eskrim nya kemudian datang menghampiri ara.

“Hahahaa kau jelek sekali, apa dirumah mu tidak ada air sampai kau mandi dikubangan lumpur” Ledek lili saat melihat anak lelaki tersebut yang juga membuat nangisnya tambah besar.

Ara sedikit terkejut dengan kata kata lili.

“Beraninya kau bocah meledek anakku” Nyonya tersebut mencoba untuk menarik lengan lili, namun tak bisa karna ara terlebih dahulu menepis jauh tangannya tersebut dan melindungi lili dengan tubuhnya.

“Tolong jaga tangan anda nyonya” Ucap ara tegas

“Lili apa yang kau lakukan padanya?” Ara berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan lili dan bertanya padanya

“Lili memang mendorongnya tan, karna dia juga mendorong lili sampai terjatuh” Jawab lili jujur membuat ara memejamkan mata dan menghela nafas

“Lili sayang, hal itu sangat tidak baik, jadi jangan diulang ya” Ara menjelaskan dengan lembut kepada lili

“Baik kalau begitu saya minta maaf untuk sikap lili walaupun saya tau lili tidak sepenuhnya salah, karna memang anak nyonya duluan yang mencari masalah” Ucap ara pada nyonya tersebut

Amarah nyonya tersebut semakin memuncak saat mendengar perkataan ara.

Plakk

Pipi ara terasa panas, saat sebuah tamparan mendarat dipipi nya. Ia tidak menyangka bahwa ia baru saja ditampar oleh orang lain.

Kesal itulah yang ara rasakan, ia bisa saja membalas nyonya tersebut dengan menjambak atau menendangnya, namun nasehat ibunya lah yang membuat nya mengurungkan niatnya.

Tahan ara, kau tidak boleh melawannya, bagaimanapun dia orangtua, usia nya sama seperti usia ibumu Ucap ara dalam hati

“Itu akibat kau tidak mendidik putrimu dengan baik dan malah menyalahkan anakku, apa menyalahkan orang lain sudah menjadi kebiasaan bagi kaum rendahan seperti kau hah!” Tak cukup menampar bahkan nyonya tersebut pun menghina ara

“Hey kau ibu tua, kau sangat jahat, akan lili adukan kau ke uncle” Lili meneriaki nyonya tersebut dari belakang ara

“Akan ku buat kau sama seperti ibumu” Nyonya tersebut menarik lengan lili dan mencoba keluar dari perlindungan ara, namun ara tak membiarkannya begitu saja, ia terus menahan lili dan mencoba melepaskannya.

Sampai sebuah suara menghentikan mereka

“Lepaskan tangan mu darinya” Ucap vano sambil melangkah kearah mereka.

Lili tersenyum sumringah saat vano datang, tidak seperti vano ara hanya menampilkan wajah datarnya saat melihat vano.

Sedangkan nyonya yang tengah mencengkram lengan lili langsung melepaskannya.

Wajah sang nyonya berubah menjadi manis saat melihat vano, ia merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan vano pemilik dari Axelio Group itu.

“Tuan vano, suatu kebanggaan bagi saya bisa bertemu anda ditempat ini” Nyonya tersebut membungkuk ke vano

“Apa begini caramu memperlakukan keponakkanku” Jelas vano yang membuat raut wajah nyonya tersebut berubah memucat.

Bak seperti tersambar petir, nyonya tersebut langsung menutup mulutnya terkejut dengan apa yang diucapkan vano.

“Terkejut?” Ucap vano sabil tersenyum sinis

“Tu-tuan maaf saya…saya benar benar minta ma-maaf, saya tidak tau kalau …” Ucap nyonya namun terputus karna lili menyelanya

“Uncle, ibu tua itu menampar tante, lihat itu” Lili memotong kata-kata nyonya itu lalu menunjuk pipi ara

“Lili, tante tidak apa apa kok, kita kesana saja yuk” Sambil mengelus rambut lili, ara mengajak lili untuk pergi menjauh.

Mata vano menangkap bekas tamparan yang sudah memerah dipipi ara. Sadar diperhatikan ara segera membuang wajahnya ke arah lain lalu bersama dengan lili beranjak dari tempat itu.

Setelah dirasa mereka sudah sedikit menjauh vano kembali memandang orang yang ada dihadapan yang saat ini sedang menunduk.

Sepanjang jalan bersama lili ara hanya terdiam, dia memikirkan kejadian yang baru saja terjadi.

Mengapa nyonya itu membungkuk dan minta maaf padanya

Apa dia orang yang sangat penting

Dia itu sebenarnya siapa ….

Ucap ara dalam batinnya

“Tante marah ya sama lili” Ucap lili tiba tiba, membuat ara tersadar dari lamunannya

“Engga sayang, tante tidak marah” Ucap ara sambil mengelus rambut lili dengan lembut

“Tante pasti marah, tante lili minta maaf” Lili yang merasa bersalah kini matanya sudah berkaca-kaca

“Kau tidak salah sayang, tante juga tidak kenapa napa” Ara memeluk lili dalam gendongannya. Dan saat itu juga tangis lili pecah

“Lili nakal tante, mama juga bilang seperti itu, huaaaaaaaa hiks …hiks” Tangis lili

“Sudah ya berhenti nangisnya, kalau tidak berhenti nanti tante ikut sedih juga” Ucap ara dan dijawab dengan anggukan oleh lili yang seseali masih terdengar sesunggukkan

“Kita duduk disini ya, sambil menunggu uncle datang” Ara menurunkan lili dari gendongannya

“Lili ini senang sekali menangis, apa itu salah satu hobi lili? Ucap ara sambil mengusap air mata lili.

Lili menggeleng sebagai bentuk jawabannya atas pertanyaan ara.

Sambil menunggu kedatangan vano ara bermain dengan lili, banyak permainan yang ara telah lakukan dengan lili, namun bukan seperti permainan yang harus menghabiskan banyak energy, tetapi ara membuat permainan yang juga dapat mengasah otak lili, seperti permainan tebak “siapa aku” dan juga permainan lainnya dengan tujuan agar dapat mengurangi rasa bosan mereka.

.........

1
Mam Jes
lanjut thro syg
Mam Jes
lanjut donk thor
Lavinia: hehe, sebelumnya terima kasih untuk antusiasnya🥰. Besok aku update ya mam...
total 1 replies
Syrfh Maharany Asseggaf Asseggaf
bagus
virshere ads
Keren kak 、ゥ、ゥ Semangat terus...
Penghargaan Pink
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
SugarGenius
Semangat berkarya thorrr Di tunggu next up episodenya 笶、笶、
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!