Indonesia
NovelToon NovelToon
Tetangga Oh Tetangga

Tetangga Oh Tetangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Wanita Karir / Chicklit / Tamat
Popularitas:39.4k
Nilai: 5
Nama Author: siti jubaedah

: winda, perempuan cantik dan tangguh. Wanita hebat yang mampu melewati hinaan dan caci maki dari sekelilingnya. Membuatnya menjadi wanita tegar dan mandiri, kesabaranya selama ini, membuatnya membawa dia menjalani kehidupan yang selama ini ia dambakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti jubaedah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S1 Hutang harus di bayar

"Mbak maya, terima kasih ya uangnya. Aku menerima pembayarannya, walaupun cara Mbak bayar tidak sopan seperti ini. Mbak memberikan uang dengan cara dilempar, tidak seperti pada saat peminjaman dahulu. Lagian, Mbak, mengapa bayarnya tidak dari tadi pagi saja, waktu aku datang ke rumah? tetapi ya sudahlah, yang penting Mbak bayar dan aku bisa bayar sayur . Pokoknya aku tunggu pembayaran sisanya, yang katanya Mbak mau bayar nanti sore. Jangan cuma omong doang ya Mbak, aku tunggu pembayarannya!" Aku berterima kasih kepada Mbak Widi, serta tidak lupa mengingatkannya.

"Ih ... Bu Euis, kok tidak punya sopan santun sangat ya. Nagih utang kok di depan umum begini," celetuk seorang Ibu dari belakangku, walaupun mereka berbisik, tetapi tetap masih bisa aku dengar.

"Iya ya, jahat sangat dia, kaya tidak bakal butuh dengan bantuan orang lain saja. Padahal dia itu kan masih susah, hidup juga masih ngontrak lho," sahut yang lain.

Aku pun segera memberikan uang seratus ribu tersebut, kepada tukang sayur dan menerima kembaliannya. Setelah itu aku segera pamit pulang, aku tidak menunggu sampai yang lainnya selesai membayar. Sebab aku sudah malas mendengarkan ocehan orang, yang malah menyalahkan aku dalam hal ini.

"Mbak Selfi, aku pulang duluan ya, soalnya aku mau ada keperluan lain," pamit ku kepada tukang sayur yang bernama Selfi.

"Iya, Bu, silakan," sahut Mbak Selfi.

"Euis, mengapa kamu malah mau pulang duluan sih? Orang belum selesai semuanya kok, sok sibuk sangat sih kamu," tanya Bu Lili ketus.

Sepertinya Bu Lili tidak menyukai, saat aku memutuskan untuk pulang lebih dahulu.

"Aku bukan sok sibuk kok, Bu Lili. tetapi aku memang mau ada keperluan," jawabku.

"Iya, Bu Lili, tidak apa-apa kok. Biarin saja Bu Lili pulang duluan," timpal Mbak Selfi.

"Tuh, Bu, tukang sayur saja membolehkan. terima kasih ya Mbak Selfi! Bu-Ibu, aku pulang dahulu ya, assalamualaikum." Aku pamit serta tidak lupa mengucapkan salam.

Hanya Mbak Selfi yang menjawab salamku, sedangkan Ibu-ibu yang lain malah dalih berbisik, berpura-pura tidak mendengar ucapan salamku. Aku pun segera pergi dari pinggir jalan tempat menunggu tukang sayur menuju rumahku, tetapi sebelum pulang aku mampir dahulu ke warung untuk membeli beras dan camilan.

Sayuran yang Bu Euis beli Bu Euis hanya membeli satu ikat bayam sama dua potong tempe, serta bumbu-bumbu. Aku memang tidak sepenuhnya berbohong kepada orang-orang tadi, kalau aku ada keperluan lain. Keperluanku itu yaitu, aku belum beli beras dan memasak untuk keluargaku karena di rumah memang sudah tidak punya apa-apa.

Makanya tadi pagi Bu Euis memaksakan diri untuk menagih uang kepada Mbak Maya. Karena memang uang simpananku buat belanja sudah tidak ada lagi. Beruntung sekarang Mbak Maya membayar hutangnya, walau baru dua ratus ribu. Semoga saja nanti sore dia bayar lagi, sesuai dengan ucapan dia tadi.

"Bu siwi, berapa total beras dan camilan" ucap ku

"semua jadi 30 ribu Bu Euis" gegas aku menyerahkan uang sesuai nominal yang di ucapkan Bu siwi.

saat di jalan pulang Bu Euis melihat Winda berlari seraya mengucapkan kata Hamdallah, tingkat kepo yang tinggi membuat Bu Euis, Mengintip di balik pohon Mangga. dekat dengan bangku bangku tempat. para karyawan istirahat.

"wah hebat juga si Winda, jadi selama ini dia menulis novel aku pikir ngepet ya" batin Bu Euis.

🤩🤩🤩

MENANTU PILIHAN (sehari sebelum Lamaran Anto dan Andini)

"Alhamdulillah ya Sar, akhirnya Bapak bisa mendapatkan menantu idamannya," ucapku ketika sedang bersama Sarah merapikan kue-kue hantaran untuk lamaran Anto.

Anto sendiri adalah putra ketiga keluarga ini. Aku menikah dengan emas Bara, anak pertama, sementara Sarah, menikah dengan Leo.

Aku dan Sarah lumayan dekat. Tempat tinggal kami yang jauh, membuatku dan Sarah jarang sekali bertemu. Sarah di Jakarta, tinggal tak jauh dari rumah mertuaku. Sementara aku, harus tetap tinggal di Bogor untuk merawat Ibu kandungku yang tinggal seorang diri.

"Iya, Nai, rangkaian acaranya pun meriah semua, tidak seperti kita dahulu!" balas Sarah sambil tertawa.

"Kira-kira uang seserahannya berapa ya, Sar?" Jujur saja, aku sangat penasaran. Melihat seserahan yang telah dipercantik sedemikian rupa ini, isinya barang mahal semua.

"Yang aku dengar, sih, sampai ratusan juta. Kan, Bapak jual kontrakan yang di Bogor. Padahal aku kira mau diwarisin untuk emas Bara. Tempatnya tidak jauh dari tempat kalian, kan?"

Aku tersenyum tipis dan mengangguk.

Sebenarnya, usiaku jauh lebih muda lima tahun dibanding Sarah. Jika dilihat dari umur, seharusnya aku memanggil dia dengan sebutan 'Mbak'. Namun, karena aku menikah dengan anak tertua keluarga ini, kami sepakat untuk masing-masing memanggil nama saja.

"Kira-kira Andini bisa tidak ya, kompak seperti ini sama kita?" Sengaja ku alihkan pertanyaan lain. Kali ini sambil menyenggol tangan Sarah.

Andini adalah calon menantu perempuan terakhir. Latar belakang keluarga cukup berada dan berpendidikan, mungkin setara jika dibandingkan dengan keluarga suamiku.

Bapak, dahulu bekerja di kantor. Setelah pensiun, dia menginvestasikan uang hasil jerih payahnya selama ini dengan membeli kontrakan.

Begitu juga dengan Andini dan keluarganya. Keluarga mereka sangat berada. Jadi, wajar kalau Bapak dan Mama terlihat berbinar setiap kali membicarakan calon besannya itu.

"Waktu pertemuan keluarga saja, mereka ngobrolnya lama, tidak seperti kalau lagi ngobrol sama Ibu kita. Mungkin karena obrolan mereka nyambung."

"Kalau itu masih wajar, Sar. Mungkin Bapak canggung ngobrol sama Ibu kita."

"Ah, tidak juga. Mama mana mau ngobrol lama-lama seperti sama Mamanya Andini begitu. durian bertemu durian, memang pas!"

Aku dan Sarah memang sudah tidak memiliki Bapak. Mereka meninggal sebelum kami menikah. Jadi Bapak mertua belum pernah mengenal keduanya.

Obrolan asyik kami terhenti saat Mama mertua datang dan sudah berdiri di ambang pintu.

"Naima, kan sudah Mama bilang, pakai gamis warna hijau mint, biar kesannya seragaman. Kok malah beda sendiri!" Mama setengah berbisik, tetapi terdengar tegas di telingaku.

Mau bagaimana lagi? Aku tidak punya baju berwarna hijau yang dia maksud. lagi pula, ini kan hanya lamaran saja.

"Nai tidak punya, Ma."

"Kalau tidak punya, ya beli dadakan seperti Sarah. Kan udah Mama bilang jauh-jauh hari!"

Aku hanya diam menanggapi ucapan Mama sambil tertunduk lesu. Untuk ongkos ke Jakarta saja, emas Bara harus meminjam uang dahulu ke temannya.

Suamiku memang tidak seberuntung saudaranya yang lain dalam hal ekonomi. Di keluarga ini, hanya dia yang tidak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dan tidak bekerja di kantor.

Gajinya sebagai buruh pabrik, hanya cukup untuk kebutuhan kami sehari-hari.

Mama mertuaku sendiri, sebenarnya bukanlah Ibu kandung emas Bara dan Leo. Bapak menikah lagi, setelah setahun ibu kandung suamiku meninggal dunia, Dari pernikahan Bapak dengannya, lahir Galang , dan si kembar Shela dan Sheli.

***

"Jangan ngelamun, ayok ke depan. tidak enak di sini terus! Omongan Mama tidak usah dipikirin. Kalau memang mau seragaman, mengapa tidak beliin saja, ya kan?" kata Sarah setelah Mama pergi. Dia pasti tahu kalau perasaanku mulai tidak enak setelah bertemu mertuaku itu.

Di depan, beberapa keluarga tengah berkumpul dan bersiap dengan mobilnya masing-masing.

Saat ini, hanya aku dan emas Bara yang tidak memiliki kendaraan roda empat itu. Aku tidak kecil hati. Toh, kami akan menumpang mobil Sarah dan kami bisa ngobrol sepanjang perjalanan. Ada Shafiq juga, anak Sarah yang akan menemani Diva, putriku. Usia mereka hampir seumuran, jadi keduanya selalu akrab setiap kali bertemu.

bersambung

1
SicantikKinyisKinyis
Semangat Kak, jangan lupa mampir juga di karya aku ya, judulnya My Love's Aylin
Prasetya Wibowo
Karakternya jangan dibikin yang sedih sedih gitu dong thor.. aku jadi ikut sedih
stellarflower
Thor, kamu tahu artinya setia kan? Iya, aku dan kamu. Makanya tetap lanjut ya ceritanya:)
Siti Jubaedah: thank you
total 1 replies
enjouecollectif
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini~
Siti Jubaedah: makasih
total 1 replies
thesunriseshack
dari sekian banyak novel yang saya baca, novel inilah yg bnar² bagus, penulisan untaian kata² yg indah, emosi,bahagia,, sedih, sangat mendominasi. novel ini mengajarkan kita ttg arti sebuah pengorbanan, keikhlasan akan takdir yang Allah sdh tentukan,, mahabbah atau cinta kepada Allah dan sesama
Siti Jubaedah: makasih kak, di ambil dari kisah hidup author sendiri 😂😂
total 1 replies
Atas Untuk Diikuti
Huft kok udah abis aja? Yok di next bab lanjutannya yok..
Siti Jubaedah: siap kak makasih atas dukungan jangan lupa likenya kak
total 1 replies
Pin-Up Yang Elegan
cerita yg bagus...gak banyak part nya tp jelas,singkat n feel nya dapet banget,aku lebih suka cerita yg gak terlalu banyak part nya,ini udah ok banget Thor..tapiii sayang like kok dikit yaaa...semangat terus Thor💪💪
SnowySecret
Makin seru nihh!! Aku pun kepo!!
salt sand and smoothies
Ceritanya seru banget thor! Enak ya Thor bisa keliling dunia dalam khayalan. Aku mah apa atuh belum bisa nulis apa-apa :(
Siti Jubaedah: semangat ka ayo belajar nulis, aku juga sama masih belajar
total 1 replies
HippySunshine
Thor, dapet notifikasi dari update-an ceritamu itu kayak minum es di siang hari bolong!
Siti Jubaedah: makasih Kaka
total 1 replies
BeijingBand
semangat thor buat up an selanjutnya😇
Siti Jubaedah: insha Allah selalu berusaha up
total 1 replies
DazzledSweetie
Dimohon kepada author, cukup! Jangan bikin aku baper lebih parah daripada ini huhu
margo and me
Katanya galau itu obatnya cuma satu thor. Tungguin aja lanjutan cerita author. Kamu segalanya untukku, Thor *uhui
Windy Miller
aaa d tunggu eps selanjutnya *baru kali ini ninggalin jejak hhwhw:› semangat ya author
Siti Jubaedah: makasih kak
total 1 replies
SugarGenius
SERUU.....BUET CERITANYA
adalahdarling
jangan PHP-in aku thor, cukup cerita aku aja sama dia yg gk tau endingnya, cerita ini mah jangan thor!
Siti Jubaedah: siiap Kaka
total 1 replies
TwilightQueenbee
thor cepat lanjut lagi donk, udah gk sabar pengen liat lanjutannya
Siti Jubaedah: ok kak ini masih lagi di ketik,
total 1 replies
Bulbul
Meskipun alurnya simple, tapi aku suka banget dan bisa bikin penasaran
Siti Jubaedah: makasih kak
total 1 replies
WillofWashington
Thor update crazy dong ...... author baik.. pinter... update crazy ya 😙👍👍
Siti Jubaedah: insha Allah ya kak
total 1 replies
Linda Adu
p:pp;0&)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!