Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Pemilik Hati

Sang Pemilik Hati

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: T. L. Handayani

Anggita, gadis yang biasa di panggil Gita itu mendadak mencintai laki laki yang sangat dia benci karena dia menerima donor hati dari seorang gadis yang merupakan kekasih Dewa, laki laki yang amat dibenci oleh Gita tapi kini Gita malah mengejar ngejarnya. Begitu pula sebaliknya, Dewa juga menaruh kebencian kepada Gita karena sifat dan kelakuannya yang bar bar.

Bagaimanakah kisah asmara antara dua insan yang mulanya saling membenci itu? Simak ceritanya di sini.


Follow ig @t_l_handayani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayar Mahal

"Sudah datang Bu?" sapa Gita.

"Iya, ini Ibu bawa kue, bisa di makan dulu buat ganjal perut sambil menunggu masakannya matang." Ucap Bu Dewi sembari mengeluarkan satu kardus kue basah dari dalam kantong plastik besar.

"Tidak usah Bu, Gita pamit pulang sekarang aja. Terima kasih atas semua bantuan dan perhatian yang sudah ibu berikan." tukas Gita.

"Loh, kok mau pulang? Nanti dulu tunggu makan dulu baru pulang, biar di antar sama Dewa." sahut Bu Dewi.

"Loh, kok aku yang ngantar? Nggak bisa Bu, aku harus berangkat kerja pagi." Dewa menyela ucapan ibunya.

"Iya, tapi kan jalannya searah Dewa? Apa kamu nggak kasihan sama nak Gita?" tanya Bu Dewi.

"Nggak usah Bu, Gita bisa pulang sendiri. Sekali lagi Gita terima kasih karena ibu sudah memperlakukan Gita dengan sangat baik." mendadak Gita juga menyela.

"Nah, tuh dia aja minta pulang sendiri? Bisa datang kemari pasti tahu jalan pulangnya kan?" timpal Dewa.

"Nggak, pokoknya kamu harus antar nak Gita dulu baru berangkat kerja." Bu Dewi masih bersikeras meminta Dewa untuk mengantar Gita.

Setelah beberapa menit berdebat, akhirnya Dewa tidak bisa mengelak dari perintah ibunya. Dengan berat hati, akhirnya dia bonceng Gita menggunakan sepeda motor sport kesayangannya. Keduanya saling membisu mulai naik sepeda motor sampai tiba di depan rumah Gita, karena Dewa sudah tahu persis dimana rumah Gita berada. Sesampainya di tempat, Dewa segera putar arah dan hendak menancap gasnya kembali, tapi gerakannya terhenti karena mendengar satu suara.

"Tunggu!"

Dewa menoleh ke asal suara karena dia sangat kenal betul pada suara itu.

"Dasar laki laki buaya! Baru juga di tinggal wafat kekasihnya beberapa hari aja sudah nyeleweng sama perempuan lain! Kamu juga, dasar nggak tahu diri! Sudah kamu ambil hati Dini, sekarang kamu ambil juga kekasihnya. Teman macam apa kamu itu?"

Suara itu tertuju pada Dewa dan Gita, dan rupanya pemilik suara itu adalah ayah mendiang Dini yang tidak terima melihat kedekatan Dewa dan Gita.

"Tidak om, ini tidak seperti yang om kira." Dewa berusaha menjelaskan.

"Apanya yang tidak om kira? Bahkan perempuan ini semalam tidur di rumah kamu, benar kan?" tanya ayah mendiang Dini dengan wajah yang geram. Rupanya ada yang melihat kedatangan Gita ke rumah Dewa, bahkan ketika Gita menginap semalam di sana.

"Hei, kamu jangan jadi orang bisu gitu! Jelaskan pada om Firman kalau ini salah paham. Ini semua gara gara kamu!" Dewa melemparkan emosi kepada Gita yang saat itu matanya sudah berkaca kaca. Lagi lagi hatinya terasa sakit tiap kali menerima ucapan kasar dari Dewa.

"Gita, seharusnya kamu itu bayar mahal pada kami atas hati yang sudah kamu terima dan juga untuk biaya operasi dan rumah sakit selama kamu di rawat. Jangan mentang mentang Dini memberi wasiat kepada kami untuk mendonorkan hati dan membiayai seluruh biaya operasi kamu, kamu malah jadi seenaknya sendiri!" arah pembicaraan Om Firman malah mengarah ke uang.

"Bayar om? Aku harus bayar berapa?" tanya Gita dengan meneteskan air mata.

"Tiga ratus juta."

Satu jawaban dari Om Firman mencengangkan Gita dan juga Dewa.

"Tiga ratus juta om? Dari mana aku mendapat uang sebanyak itu om?" tanya Gita sambil menyeka air matanya.

"Alah, pakai acara menangis segala? Nggak usah drama. Bukannya kamu itu perempuan yang nggak takut apa apa? Yang nggak punya sopan santun dan suka keluyuran? Masak gitu aja nangis? Kalau nggak punya uang, sana jual diri sama laki laki hidung belang!"

Degh, satu kalimat yang sangat menyayat hati Gita terucap dari bibir Om Firman. Gita merasa sangat tidak terima dengan ucapan itu.

"Maaf om, aku memang bukan perempuan yang lemah lembut, tapi aku masih punya harga diri. Aku bukan perempuan murahan yang menjual tubuh demi uang!" Gita berlari masuk ke dalam rumah usai menjawab ucapan Om Firman.

1
infintesoul
thor up nya jan lama" yaaahhh😃 ⓈⒺⓂⒶⓃⒼⒶⓉ ⓉⒽⓄⓇ 🔥🔥
T. L. Handayani: udah tamat kakak😊
total 1 replies
BeautyBabe
Nulis sesuai dengan gaya kakak aja biar ga pusing~
T. L. Handayani: mksudnya bgaimana ya kak
total 1 replies
Kiswan
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!