Raja dari kerajaan Boam seketika murka ketika mendengar kabar bahwasanya telah terdapat sebuah kota yang bernama kota Boam, yang dimana masyarakat di kota tersebut masih keterbelakangan budaya, krisis moral sosial maupun peradaban. Sehingga sang raja pun mengutus panglima terhebat yang ada di kerajaannya untuk menyelidiki kota tersebut. Namun pada saat sang panglima melakukan perjalanan menuju kota itu, tiba-tiba saja ia seperti terkena sebuah sihir yang kemudian membawanya ke masa depan.
Lantas bagaimanakah kisah panglima di masa depan? Dan apa yang akan terjadi dengan panglima?
Saksikan kisahnya hanya disini.
Selamat membaca, salam hangat dari Jjampong 😉🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jjampong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meseum & Pedang Jayouse
EPISODE 7
“Meseum & Pedang Jayouse”
Setelah apa yang sudah terjadi dirumah itu sehingga, si wanita pun mengintrogasi panglima mengenai apa yang sudah terjadi akibat kelakuan panglima.
“Tadi sebelum pergi aku sudah katakan kepadamu! jangan berbuat yang tidak-tidak di rumahku! Tapi kenapa kau membuat se-isi rumah ini berantakan. Hah!!” Tegas si wanita mengomeli panglima.
“Lihat, kau merusak televisi ku.., dan bukan hanya utu saja, kau juga hampir membuat rumahku kebanjiran!” Lanjut si wanita terus mengomeli panglima.
“Maaf.., aku kan tidak tahu, aku pikir orang yang berada di kotak itu mau mencelakan ku” Lontar panglima memberi penjelasan kepada si wanita.
“Hah kotak kau bilang! Jelas-jelas itu adalah televisi dan mana mungkin bisa seseorang keluar dalam tv itu untuk mencelakakan mu!” Tegas si wanita.
Dan tiba-tiba panglima pun mengeluarkan sebatang emas lagi kepada si wanita agar tidak mengomelinya terus-menerus dan juga sebagai ganti rugi atas semua kerusakan yang sudah ia lakukan di rumah iu.
“Ambil emas ini sebagai ganti ruginya” Ujar panglima menyodorkan emas tersebut kepada si wanita, dan dengan cepat si wanita pun mengambil emas itu tanpa ragu.
“Hem, baiklah.., aku akan mengambil ini untuk membeli tv baru” Ucap si wanita, dan setelah itu si wanita pun mengeluarkan makanan dalam pelastik dan memberikannya kepada panglima.
“Ini untukmu” Ucapnya meletakkan makanan itu di atas meja.
“Dan ini pakaian untukmu juga, lebih baik kau mengganti pakaiananmu dulu sebelum makan” Lontar si wanita melanjutkan sembari memberikan sepasang baju ganti untuk panglima, dan panglima pun tanpa banyak mengeluh iapun mengambil pakaian itu dan segera mengganti pakaiannya yang basah tadi.
Setelah selesai mengganti pakaiannya, terlihat panglima pun seperti tidak nyaman dengan pakaian tersebut, dan membuat dirinya pun memprotes.
“Apa kau tidak salah memberikanku baju ganti seperti ini?” Ujar panglima sedikit risih dengan pakaian tersebut.
“Memangnya kenapa? Apa ada masalah dengan baju ini?” Tanya si wanita.
“Jelas ini masalah, liat saja model pakaian ini sangat aneh untuk ku!” Jawab panglima yang terus memprotes.
“Ahh mungkin perasaanmu saja itu, justru menurutku pakaian ini cocok untukmu dan kau terlihat tampan mengenakan ini, jangan banyak protes lagi, bersyukurlah aku berbaik hati mau membelikan mu baju ganti!” Ucap si wanita menyuruh panglima untuk tidak banyak protes lagi.
“Sudah.., lebih baik kau duduk dan makan makanan itu!” Lanjut si wanita dan dengan begitu panglima Albert pun menurutii perkataan si wanita itu.
Singkat cerita, setelah beberapa hari dirumah si wanita, panglima pun diajak oleh wanita itu untuk berjalan-jalan ke sebuah meseum yang terletak dikota tersebut, dan bahkan ketika di meseum sungguh membuat panglima seperti tak dapat mempercayai karena begitu banyak peninggalan-peninggalan dari zamannya yang berada di meseum tersebut.
“Tempat apa ini?” Tanya pangilma kepada si wanita.
“Ini adalah meseum” Jawab si wanita lalu melanjutkan: “History Of Meseum, disini kau akan menemukan sebuah barang-barang peninggalan orang-orang terdahulu yang masih di abadikan sampai sekarang” Ucapnya menjelaskan.
“Meseum? Jika begitu.., apa mungkin peninggalan-peninggalan pada zaman masih diabadikan di tempat ini?” Tanya panglima serius kepada si wanita.
“Hem.., aku tidak tahu pasti apakah ada atau tidak!” Jawab si wanita sedikit ragu.
“Oh iya.., aku sudah beberapa hari bersamamu, tapi aku belum juga mengetahui namamu!” Ujar panglima yang sepertinya penasaran dengan nama si wanita.
“Namaku Eva” Jawab si wanita menyebut namanya kepada panglima, sehingga membuat panglima pun mengangguk-ngangguk setelah mendengar nama wanita itu barusan.
Panglima Albert dan Eva pun terus melanjutkan untuk menjelajahi se-isi meseum tersebut. Namun, tiba-tiba panglima melihat sesuatu yang sepertinya tidak asing baginya, sehingga iapun mendekati sesuatu itu, dan benar saja itu adalah pedangnya yang tertancap dan dilindungi oleh sebuah kaca beton.
“Hey kau mau kemana?” Ujar Eva ketika panglima berlari begitu saja ke arah pedang tersebut, dan dengan cepat Eva pun menyusuli panglima Albert.
“Hey ada apa denganmu?” Lontar Eva bertanya ketika sudah berada disamping panglima.
“Apa kau melihat ini?” Ucap panglima bertanya kepada Eva. “Ya.., memangnya ada apa dengan pedang ini?” Serius Eva bertanya.
“Ini adalah pedang Jayouse, pedang ini milikku!” Jawab panglima Albert terlihat begitu serius sembari mengelus kaca yang melapisi pedang tersebut.
“Krkk Krkk” Tiba-tiba kaca itupun retak secara perlahan, dan tentunya membuat Eva pun menjadi sangat kaget.
“Hah! Ada apa ini?”Lontarnya sangat kaget, dan secara perlahan membuat Panglima dan Eva pun mundur 2 langkah kebelakang. Namun, kaca itu terus saja retak dan bahkan pedang yang berada di dalamnya terlihat bergetar.
“Hah! Lihat pedangnya bergetar” Ujar Eva masih dalam keadaan panik.
“Heheh.., aku tahu kau pasti menungguku, kemarilah.., aku datang untuk menjemputmu” Ucap panglima yang terlihat tidak panik sama sekali, melainkan terlihat senang dengan hal tersebut.
“Hey!! apa kau bermaksud ingin membawa pedang itu?” Tanya Eva dengan serius.
“Ya.., aku akan membawa pedang itu!” Jawab panglima tanpa ragu.
“Apa kau sudah gila! Ini itu meseum, kau tidak berhak mengambil apapun yang ada disini!” Tegas Eva terlihat jengkel dengan tingkah-laku panglima.
“Hey!! Dia itu milikku, orang-orang disinilah yang telah mengambilnya dariku!” Jawab panglima mendebati Eva dengan tegas.
“Bommm” Kacapun seketika meledak dan terpecah-belah berkeping-keping, dan pedang itu tiba-tiba saja bergerak terbang ke-arah panglima Albert.
“Ahhgg” Terian Eva saat ledakan kaca itu terjadi. Namun na’asnya, pada saat pedang itu sudah berada ditangan panglima, tiba-tiba alarm meseum pun berbunyi yang menandakan jika sesuatu telah dicuri dari meseum tersebut.
“Gawat! Cepat keluar dari sini!” Ucap si wanita yang begitu panik, namun panglima masih saja terlihat santai memperhatikan pedangnya itu.
“Hey apa yang kau lakukan, ayo kita harus segera meninggalkan tempat ini!” Tegur Eva dengan nada keras kepada panglima. “Ada apa denganmu, kenapa kau terlihat begitu cemas?” Tanya panglima yang masih santai karena tidak mengetahui jika mereka akan segera ditangkap.
“Apa kau tidak mendengar alarm yang berbunyi itu? Kita sekarang dalam bahaya! ayo cepat, keluar dari sini!” Ujar Eva dan tanpa berlama-lama lagi iapun menarik tangan panglima dan segera meninggalkan tempat tersebut.
“Tangkap pencuri itu!” Terdengar teriakan seseorang yang memerintahkan para petugas meseum untuk segera menangkap Eva dan panglima Albert.
“Ayo cepat! Kita harus segera keluar dari sini!” Lontar Eva kepada panglima dan terus berlari menuju pintu keluar meseum, dan tiba-tiba panglima yang sepertinya tidak tega melihat Eva yang sudah mulai lelah kuat itupun tiba-tiba mengehentikan langkahnya, dan meminta Eva untuk segera menaiki punggungnya.
“Apa yang kau lakukan! mengapa kau berhenti!!” Tanya si wanita semakin panik.
“Jika kau ingin kita segera keluar dari sini, naiklah ke punggung ku” Ujar panglima memerintahkan.
*Bersambung*