Semua berawal dari kesalahan.
Tapi kesalahan itu lah yang mengantarkan mereka pada akhir yang mungkin bahagia.
"Kak Genta itu kayak es krim🍦Dingin tapi manis😋"
~Kinara Adinda A~.
Tapi ini bukan akhir dari segalanya.
Melainkan adalah awal perjalanan mereka.
mohon dibaca ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FIFITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7.Tiara
Sore ini langit dihiasi dengan warna jingga,bunyi klakson seakan menjadi musik penghantar jalan raya.
Dinda mengisi sorenya dengan berjalan jalan santai.
Pakaiannya pun terbilang santai.yang mana
Celana jeans hitam selutut,
Baju putih kebesaran yang bagian depan dimasukkan sehiingga memperlihatkan ikat pinggangnya,
Rambut dikucir kuda tak lupa topi yang bertengger manis di kepalanya,
Dan sendal jepit putih.
Dari kejauhan bisa terdengar suara yang lagi berdebat.
Dengan segala ke kepoannya Dinda melangkah ke sumber suara.
Di sana dapat dilihat seorang gadis dengan sepeda motornya di kelilingi 4 pria berbadan kekar,biasanya sih kalau kayak gitu Preman.
"Nggak ada bang" ujar gadis itu.entah apa yang nggak ada.
"Nggak usah bohong ya lo!" bentak salah satu preman
"Be..ner..an nggak ada bang" gadis itu menjawab dengan suara yang bergetar dan kepala menunduk.
"Bang lagi apa?" karena sudah tak tahan lagi melihat ini.
Dinda bertanya sambil melangkah kearah mereka.
"Lo nggak usah ikut campur.mending lo pergi sana!" laki laki yang sepertinya ketua preman itu menjawab tanpa melihat orangnya.
"Ohh,bang Jeki ternyata" ucap Dinda sambil mengangguk angguk kan kepalanya.
Laki laki yang dipanggik Jeki itu menoleh kan kepalanya ke arah belakang.
"Eh Dinda" ujar Jeki kikuk
"Lagi ngapain bang?" tanya Dinda melihat keadaan sekiter.
Gadis dengan seragam yang sama dengannya itu masih setia menunduk takut.
Disampingnya motor scoopy teparkir.
"A..anu Din"
"Kan udah pernah gue bilang bang,diwilayah gue lo jangan macem macem!" Dinda berkata dengan nada yang rendah.
Jeki yang mendengar itu menelan salivanya susah payah.
"So...soory Din,tunggu apa lagi huruan cabut" Jeki memerintahkan anak buahnya untuk segera pergi sejauh mungkin dari Setan licik itu alias Dinda.
Satu fakta tentang Dinda yaitu,dia katua preman di daerah perumahannya dan sekitarnya.
"Lo nggak pa pa?" Dinda menghampiri gadis itu.
Ternyata oh ternyata dia kelas 10 guys.
Dari mana lo tau Din?ya gue lihat di seragam nya lah.
"Eh iya nggak pa pa..." jawabnya bingung harus memanggil siapa.
"Dinda,gue kelas 11" Dinda yang menyadari permasalahannya langsung aja deh memperkenalkan dirinya.
"Eh..ini makasih banget ya kak.kenalkan aku Tiara" ucap Tiara dengan senyumannya
"Kakak cantik deh,keren lagi" puji Tiara dengan mata yang berbinar
"Lah kalau cantik mah dari dulu gue juga tau,hehe.ngapain lo disini?bukannya pulang ke rumah malah keluyuran" Mulai lah Dinda menginterogasi.
"Tadi bikin tugas kak di rumah temen,mau pulang eh tau taunya di cegat preman.untung ada kakak" Dinda mangangguk angguk paham.
"Rumah lo dimana?" Dinda bertanya sambil berjalan ke arah motor Tiara
"Perumahan Anggrek kak" jawab Tiara ikut menyusul Dinda
"Gue anter.takutnya ada apa apa entar,soalnya udah setengah tujuh" Dinda berkata sambil menstarter motor Tiara.
"Makasih banget ini loh kak,kakak tau aja kalau aku takut pulang sendiri.hehe" Toara yang merasa senang pun langsung duduk di belakang Dinda.
"Lain kali usahain ada orang dewasa yang nemenin.Ok" saran Dinda
"Ok kak"
Motor yang dikendarai Dinda membelah padatnya lalu lintas.
Cukup lama mereka diperjalanan di karenakan keadaan jalan raya yang macet.
Dinda dan Tiara sudah mulai memasuki wilayah perumahan Anggrek.
"Rumah lo yang mana?" Dinda bertanya sambil melirik kanan kiri.
"Nomor 29 kak,pager hitam" jelas Tiara sambil menujuk rumah yang lumayan dekat dari mereka.
Sampai di halaman rumah lantai 2 yang bernuansa Eropa itu,Dinda langsung memarkirkan motor Tiara
"Gue balik duluan" pamit Dinda melangkahkan kakinya hendak pulang.
"Masuk dulu kak" ajak Tiara sambil menyeret Dinda ke arah rumahnya.
"Bunnnnnnn adek pulang" teriak Tiara setelah pintu terbuka.
Memperlihatkan isi rumah yang sangat mewah itu.
"Adek kemana aja?Bunda telfonin nggak diangkat.Bunda khawatir tau,abang kamu udah nyariin keluar itu" mulai lah Jiwa emak emak menggelora.
"Eh...ini siapa dek?" tanya Bunda memperhatikan gadis di sebelah putrinya itu.
"maaf yan Bun tadi ada sedikit masalah di jalan.untung aja ada kak Dinda yang nolongin" ucap Tiara menjelaskan
"Dinda tante" Dinda melepas topinya lalu mencium punggung tangan Andin.
"Masyaallah,cantiknya" Bunda langsung mencium kening,pipi kanan dan pipi kiri Dinda.
Segitu dulu ya guys😘
Jangan lupa komen ya
Terus gimana dengan Genta,kapan Dinda mau ngomong ke Genta??akan kah Genta bisa percaya dengan mudah nya??? hadeehh,,,