' tak lebih dari wanita bodoh, yang bertahan dengan hitam ' batin Loren
" kamu bisakan mempertahankan Geo? "
pertanyaan yang berhasil mengusik keraguan hatinya lagi, namun Loren hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan wanita itu. Hatinya bimbang memilih antara bertahan atau meninggalkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vin_mars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Enam ( beauty)
Hari ulang tahun Chelynpun tiba,
acara partynya diadakan dihalaman belakang rumah, dengan suasana pinggir kolam yang sudah ramai pada jam 20:00, termasuk ketiga teman cowoknya yang sudah disana. Geodan memakai kaos yang dibaluti kemeja dan celana jeans, untuk Geovano ia hanya memakai kemeja polos dengan 2 kancing teratas yang terbuka dengan celana jeans, sedangkan Karan ia tidak jauh beda dari Geodan, hanya saja luarnya dibalut dengan jaket, pakaian mereka terlalu santai untuk acara party Chelyn yang dibuat tema formal.
" lo bertiga gimana sih? Kan gue udah bilang pake pakaian yang formal " ucap Chelyn menghampiri mereka bertiga yang datang bersamaan.
" ya ampun Lyn! Ini itu udah terbilang formal loh " ucap Karan memancing emosi Chelyn.
" you fucking formal! Gue tahu Lo bisa bedain mana formal sama nggak, ya ampun! Please dong lihat gue, gue udah pake dress, yakali Lo pake baju santai kayak gini " tunjuk Chelyn pada gaunnya yang berwarna baby pink, yang memberi kesan imut dengan rambutnya yang di curly , dan terlihat natural make up.
" happy birthday " ucap Geodan memberikan pelukan kepada Chelyn, dan mencium keningnya. Chelyn masih terlihat cemberut, namun tak urung tetap membalas pelukan itu, yang disusul oleh kedua temannya.
" jangan cemberut, entar cantiknya ilang" ucap Geodan, Chelyn hanya mendengus.
" gimana gak cemberut coba? Lo bertiga nggak mau nurutin kemauan gue, apa susahnya sih pake pakaian sesuai tema? "
" idenya Karan " ucap Geovano.
Karan yang diadukan pun melihat horor ke arah Geovano, tapi memang benar ini idenya. walaupun susah untuk membujuk keduanya mengikuti permintaannya, namun akhirnya berhasil juga. Karna ia hanya ingin membuat Chelyn kesal.
" udah gue tebak, nggak mungkin Geo sama Gio sengaja merusak mood gue, kalo bukan karna Lo " marah Chelyn. Tak ada habisnya akal Karan yang selalu ingin mengerjainya. kalau saja bukan teman mungkin sudah akan dibuang ke laut.
" sorry! tapi tenang aja kok, sebelum acaranya dimulai kita udah bakalan ganti pakaian sesuai tema kok "
Mata Geovano terus saja mencari-cari seseorang, pasalnya ia belum melihat Loren sama sekali. sebenarnya Geovano akan mengajak Loren berangkat bersama, namun sebelum itu Loren terlebih dahulu bilang bahwa ia sedang di rumah Chelyn untuk membantu Chelyn menyiapkan party.
Tema yang Chelyn pilih adalah romance, dengan pria mengenakan pakaian formal seperti jas, dan yang wanita mengenakan dress terbaiknya, dan 1 undangan bisa untuk 2 orang, alias berpasangan.
" nyari Loren? " peka terhadap mata Geovano " ganti pakaian Lo dulu, baru gue kasih tahu Loren dimana " sambung Chelyn.
Geovano pun menurut begitu saja, ia berjalan masuk ke dalam rumah Chelyn, tadi mereka bertiga meletakan baju ganti di sofa ruang tamu, yang langsung terhubung dengan pintu belakang.
Karan dan Geodan pun menyusul.
Tak berselang lama mereka bertiga pun telah berganti pakaian dengan balutan jas dan terlihat lebih formal. Mereka bertiga berjalan beriringan. Melihat pemandangan itu mata para wanita yang hadir langsung menatap kagum. melihat ketiga cowok itu Seperti gambaran barisan seorang CEO muda. Apalagi dengan wajah mereka bertiga yang membawa aura tersendiri.
Karan dengan wajah tampan dan manis serta tatapan menggoda, Geodan dengan wajah menawan dan seksi terlihat datar dengan tatapan fokus kedepan, sedangkan wajah Geovano yang tak bisa tergambarkan lagi bagaimana sempurna bentuk wajahnya disertai dengan rahang yang tegas, tatapan tajam dan dingin yang memberikan nilai plus untuknya dengan pembawaan aura tak tersentuh, membuat gadis yang menatapnya dengan memuja.
Mereka menghampiri Chelyn, yang tengah memeluk seorang cowok, guna melepaskan rindu. Dan itu adalah pacar Chelyn, Darel.
" i.am so happy! Kamu bisa nyempetin waktu buat kesini, "
" me too " ucap Darel melepas pelukan.
" jujur aja, aku kangen banget sama kamu. Udah setahun lebih kita nggak ketemu. Dan rasanya tersiksa banget "
" seriously? Tersiksa? Bukannya Lo happy ditinggal? Kan merasa single lagi " ucap Karan
" diem deh Lo! Gak usah kompor kalo masih mau lihat matahari besok" sengit Chelyn.
" uuuuuuuuh seramnya, kan Karan jadi Atut " Karan dengan nada dibuat-buat, dan berlindung dibalik bahu Geovano.
dikira Karan Geovano akan membantunya berlindung, nyatanya malah perut Karan terkena sikutan Geovano, membuat Karan memekik kesakitan, " kok elo nyikut gue sih Ge? Sakit anjir! "
" itu namanya peringatan kalo Lo sampe berani buat gue kesel lagi " sungut Chelyn senang karna dibela Geovano.
Karanpun beralih ke Geodan untuk mengadu, namun langsung mendapat jitakan dari Geodan " Lo semua ya! nyebelin! " karanpun pergi meninggalkan tempat itu, dengan wajah kesal yang dibuat-buat.
Melihat itu Chelyn jadi menatap horor punggung Karan, " kayak cewek PMS, anjir! "
" Loren mana? " tanya Geovano tak sabar yang dari tadi tak menemukan keberadaan Loren sama sekali.
" ada, tuh " Chelyn menunjuk dengan dagunya ke arah belakang Geovano, pria itupun mengikuti arah tunjuk Chelyn, ada seorang gadis memakai dress tanpa lengan berwarna baby blue, dengan rambut digerai lurus, yang sedang berjalan ke arah mereka, cantik, itulah definisi singkat dari penglihatan Geovano.
senyum Geovanopun mengembang, saat Loren sudah berdiri dihadapannya. Loren merasa canggung, karna ia baru pertama kali mengenakan dress seperti ini.
Secara naluri Geovano mengulurkan tangannya ke pipi Loren.
" gimana Ge? Cantikkan? Seorang Chelyn nggak pernah salah dalam hal ini " semua ini adalah paksaan Chelyn yang kemarin membawanya ke butik yang sudah direservasi, Loren diminta untuk bolak-balik ganti dress, padahal yang punya acara Chelyn, tapi kenapa harus Loren yang repot dengan pilihan baju, hingga bertemulah dengan gaun malam ini.
" Hem, lebih dari cantik " seketika wajah Lorenpun menjadi panas mendengar pujian dari Geovano, selama berpacaran baru kali ini Geo memujinya cantik.
Geodan sendiripun terpanah akan kecantikan Loren malam ini, rasanya ia ingin membawa Loren pergi dari sini, dan membiarkan Geodan sendiri yang menikmati kecantikan gadis itu, namun itu tak mungkin terjadi, saat melihat betapa lembut dan mesranya Geovano mengusap pipi Loren.
Chelyn melirik ke arah Geodan, yang tak berhenti memandangi wajah Loren.
" ya udah deh, kalian nikmatin dulu deh berduaan. kita tinggal dulu ya, lima menit lagi acaranya gue mulai. " Chelynpun menggandeng lengan Darel.
" ayo Gio! " ajak Chelyn pada Geodan.
Memang terkadang Geodan dipanggil Gio, sedangkan Geovano tetap dipanggil Geo.
Geodanpun mengikut Chelyn pergi, karna jika ia terus-menerus disana bisa dipastikan Gio akan semakin gencar untuk merebut Loren Darin Geo, itulah yang dipikirkan Chelyn.
Saat mereka sudah pergi, Loren baru membuka suara " apa kamu nggak ngerasa aneh lihat aku? " Loren bertanya pelan-pelan. Walaupun sudah mendengar pujian dari Geo, ia tetap saja merasa gugup dengan dress-nya yang mengekspos bahunya.
" kenapa? Kurang nyaman? " Lorenpun mengangguk.
Seketika Geo melepas jasnya, lalu dipakaikan ke Loren " eh nggak usah " tolak loren
" nggak usah? Apa kamu pikir aku bakalan rela, jika bahu pacarku ter-ekspos dan menjadi tontonan pria lain? " Lorenpun tertawa mendengar ucapan Geo dan ekspresinya menggondok, yang seperti anak kecil tak mau berbagi permen dengan orang lain, Menggemaskan.
" kenapa ketawa hah? " Geo menowel hidung Loren.
" gemesin banget lihat ekspresi kamu yang kayak gitu "
" oh gitu ya? Udah bisa ngetawain aku " Geopun langsung menggelitiki perut Loren dan langsung mengunci pergerakannya agar tak bisa lari, Loren tertawa merasa geli, dan meminta ampun agar Geo menghentikan gelitikannya. Geopun menghentikan aksinya.
Saat ini Posisi mereka berubah yang semula berhadapan, menjadi Loren yang membelakangi Geo dan Geo yang merangkul perutnya.
Loren mendongak melihat wajah Geo, dan Geo yang menunduk melihat wajah Loren. Dan saat itu juga Geo mengecup kening Loren lama, hingga terdengar suara gelas Champaign yang dipukul dengan garpu, untuk menandakan bahwa acaranya telah dimulai.
Chelyn berdiri menghadap semua orang, dan saat ini semuanya memandang kearah Chelyn tak terkecuali Geo dan Loren.
" thanks banget buat kalian semua yang mau hadir di birthday party gue, this is my first time buat party kayak gini, dan dihadiri Lo semua. Gue juga mau ngucapin terima kasih buat pacar gue, karna dia jauh-jauh dari Swiss kesini cuma untuk bisa ngerayain ulang tahun gue. thanks baby " ucap Chelyn dan langsung mencium pipi Darel yang diiringi suara tepuk tangan dari yang lain. " so guys, nikmati party dan juga lagunya. Have fun! "
Lagupun diputar dengan musik klasik yang cocok untuk dansa bersama pasangannya, Chelyn sudah mulai berdansa dengan Darel, begitupun yang lain.
" kamu bisa dansa? " tanya Loren pada Geovan yang masih merangkul perutnya dari belakang.
seketika Geo menggerakkan kakinya ke kanan dan ke kiri dan diikuti oleh Loren, ia membalik tubuh Loren untuk berhadapan dengannya, meletakkan kedua tangan Loren ke bahunya, dan tangannya memegang pinggang Loren. Kaki mereka berdua bergerak mengikuti irama dari lagu.
Lorenpun tersenyum, Geo menundukkan wajahnya dan menyatukan kening mereka berdua, satu tangan Geo pindah ke dagu Loren, dan menariknya ke atas hingga kemudian Geo memiringkan sedikit kepalanya, tangan Geopun beralih ke belakang tengkuk Loren, merekapun berciuman