Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Istri Paman

Terjerat Pesona Istri Paman

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Romantis / Berondong
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: RaniH

Cinta kadang menempati ruang yang tak seharusnya.
Namun bagai mana bisa melewatkan cinta itu jika cinta itu sendiri sudah menjadi takdir.

Apakah terlarang, atau di benci?.

Walau terkadang cinta yang datang setelah cinta sebelumnya adalah terlarang, namun bagai mana jika itu malah menjadi semangat hidup buat seseorang?.

Begitu pula cinta Emilliano, seorang artis papan atas yang tidak sengaja jatuh cinta kepada perempuan yang menolongnya dari rencana bunuh diri yang pernah di lakukan olehnya, perempuan itu adalah Aliliana yang tak lain adalah istri pamannya sendiri.

Ditengah terpaan desas desus buruk yang menimpanya, Emiliano juga harus terjebak cinta segitiga dengan istri dari pamannya sendiri, lalu dapatkah Emiliano keluar dari masalah yang ia hadapi, dan bagai mana ia melanjutkan jebakan kisah asamaranya?.

Ikuti cerita singkatnya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaniH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

istri macam apa

"Mil. Terima kasih, ya. Berkat kamu aku jadi sedikit lupa semua masalah ku" kata Aliliana sebelum Emilio melajukan mobilnya untuk mengantar Aliliana ke kediamannya.

Tangan Emilio berhenti bergerak untuk mengaitkan sitbel, ia memilih untuk menatap Aliliana yang sedang berbicara dengannya "Lili, aku yang harusnya berterimakasih kepadamu. Kamu telah banyak memberikan energi positif kepadaku. Ini tidak pernah aku dapatkan dari perempuan mana pun"

Aliliana hanya tersenyum kecil untuk menanggapi perkataan Emilio.

"Kemana kita sekarang?" Tanya Emilio, lanjut menyalakan mobil dan mulai mengemudikannya.

"Bagai mana pun, aku harus tetap pulang" Aliliana tampak malas ketika harus membahas tentang kepulangannya membuat Emilio tersenyum kecil ketika melihat reaksi Aliliana tersebut.

Di persimpangan Emilio sempat menghentikan laju kendaraannya "Baiklah, Nona kemana kita sekarang. Kiri atau kanan?"

"Lurus saja" jawaban malas dari Aliliana.

"Hei. Lurus kita bisa mati bersama (Jurang)."

Aliliana mendengus sambil menahan tawa .

"Tapi aku setuju" Emilio meluruskan kemudi.

Tetapi Aliliana berteriak.

"Tidak! Aku masih ingin hidup!" Aliliana membalikkan kemudi.

Emilio pun tertawa kecil saat melihat Aliliana ketakutan setengah mati "Baiklah, baiklah. Kita pulang" beruntung jalanan di tempat itu tidak begitu ramai sehingga Emilio bisa leluasa mengubah arah kemudinya.

"Huuuhh. Hampir saja." Aliliana menghela lega.

.

.

Dua jam kemudian.

"Uhhh pantat ku panas" kata Aliliana sambil mengusap kasar bokongnya yang pegal karena terlalu lama duduk di dalam mobil.

Aliliana memutuskan untuk ikut turun ketika Emilio turun untuk mengisi bahan bakar, beruntung pengisian Bbm di tempat itu tidak terlalu ramai sehingga Emilio bisa turun sesaat meski harus menutup wajahnya menggunakan masker dan topi.

Emilio tertawa melihat tingkah konyol tersebut.

"Apa kau ingin beristirahat dulu?" Tanya Emilio saat Aliliana sudah naik kembali kedalam mobil mengikuti dirinya.

"Tidak, lebih baik kita maju sekarang. Bukankah bahaya berkeliaran di tempat ini?"

"Di sini tidak terlalu ramai. Aku hanya perlu menjauhi Cctv maka semuanya akan aman"

"Ooh" Aliliana mengangguk.

"Bagai mana kamu mau istirahat?"

"Sepuluh menit saja" pinta Aliliana, berisyarat dengan tangannya. "Apa kau suka mengkoleksi mobil tua?" Tanya Aliliana kemudian.

Emilio mengernyit tidak paham mengapa tiba tiba Aliliana bertanya demikian.

"Jok mobilmu membuat urat pantat ku tegang. Apa kau tidak benar benar berniat menjemput ku?. Kau punya Penthouse tapi menjemput ku dengan mobil tua ini. Setidaknya sediakan tempat duduk tambahan buat ku, perjalanan ini sangatlah jauh"

Akhirnya Emilio tertawa setelah memahami gerutuan Aliliana, ternyata yang jadi permasalahan adalah mobil tuanya yang sudah seperti besi berjalan, hampir tidak layak untuk di kemudikan.

"Hei, siapa yang akan menduga artis terkenal sepertiku mengemudikan mobil tua ini? aku akan leluasa melewati jalan mana pun, tanpa harus menggunakan pengawal" berkata dengan senangnya.

"Terkenal karena skandal" ralat Aliliana, sambil mencebik.

"Bukan aku, tapi mereka. Aku tinggal menerima ketenaran," Selanjutnya Emilio berkata dengan berat "Juga masalah" mengeluh, menghela lelah.

"Baiklah," Aliliana menjatuhkan bokongnya di kursi besi "Tuan pembuat skandal, bisakah kita pergi sekarang juga?" mengaitkan sabuk pengaman sekilas menoleh dengan mata malas sambil memberi isyarat.

"Baik Tuan Putri. Hamba siap melayani" Ucapnya dengan lembut dan santun, layaknya prajurit kepada Putri Raja.

Aliliana tertawa, "Pandai sekali kau ber sketsa" Emilio hanya tersenyum kecil.

"Kemana aku harus mengantar mu?" Tanya Emilio.

"Ke Alamat (Aliliana menyebutkan alamat rumah suaminya)" sesaat Emilio terdiam, tampak memikirkan sesuatu yang ia ketahui.

Alamat tersebut terdengar tidak asing di telinganya.

"Mil. Kau dengar aku?" Kata Aliliana ketika melihat Emilio hanya bengong.

"Ia. Aku dengar kok" tiba tiba suara Emilio berubah tidak bersemangat.

"Atau kita berhenti di sini saja, biar nanti aku naik taxi" Aliliana memberi saran.

"Tidak, aku ingin memastikan kamu selamat dan sampai di rumah mu dengan aman" Emilio terdengar antusias padahal sebenarnya dia hanya ingin membuktikan sesuatu yang ada di fikirannya saat ini, yaitu Aliliana adalah istri Pamannya sendiri.

Emilio tiba tiba merasa ada yang salah dengan dirinya.

Bagai mana mungkin, pertemuan semalam dapat mengubah hidup dan perasaannya secepat itu?.

Jatuh cinta?. Emilio bahkan tidak pernah merasakannya dengan serius, namun kepada Aliliana Emilio tiba tiba merasakan hal berbeda, bahkan di waktu yang sangat singkat itu hidup Emilio sudah di penuhi oleh Aliliana bahka Emilio sudah menciptakan banyak hal di otaknya.

Sejak mengetahui Alamat tempat tinggal Aliliana, Emilio jadi banyak diam dan lebih banyak merenung dan berdiam diri.

Di tempat berbeda...

"Zian!" Panggil Feronika dari anak tangga, ia datang menapaki anak dan siap mengadu domba.

Zian terlihat resah saat Istrinya tidak juga pulang, menunggu sambil terus mengecek handphonenya berharap segera mendapat kabar dari Aliliana, menoleh ke arah Feronika.

"Mah, Zian mohon!" Seolah sudah menebak apa yang akan keluar mulut Feronika Zian berkata "Jangan katakan apapun lagi tentang Aliliana"

"Istri macam apa yang meninggalkan rumah Suaminya tanpa izin, Zian" pekik Feronika, terus menunjukkan keburukan Aliliana.

"Mah! Lili tidak meninggalkan rumah. Justru kita yang meninggalkan dia di luar rumah"

"Tapi dia itu bukan anak kecil, Zian! Dia tau caranya pulang ke rumah. Dia tidak perlu menghabiskan waktu semalaman untuk berkeliaran!" Feronika semakin naik suara saat Zian mencoba membela Aliliana.

"Mah!. Berhenti menyalahkan Aliliana, kalau saja Mama tidak membawa Celia, Lili juga tidak akan seperti ini"

"Jadi sekarang kamu menyalahkan Celia, Zian?. Dia tidak tau apa apa. Jangan sangkut pautkan masalah Aliliana dengan Celia, ingat itu!" Feronika menunjuk-nunjuk.

1
Siti Nina
oke ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
😂😂😂😂
Siti Nina
Ya ampun ada ya suami kya gtu jdi pengen jedotin tuh pala nya 😡
LeoRani
maaf kak sibuk dengan dunia nyata otornya😁
Siti Nina
Lama amat up nya kak,,,ceritanya menarik 👍 semangat ya kak 💪
LeoRani
Terima kasih Kak. janji d lanjut
Siti Nina
lanjut kak seru ceritanya
Siti Nina
padahal ceritanya menarik tapi yg like nya dikit banget,,blm pda tau x ya 🤔
Siti Nina
Mantap lili jadi wanita kuat 💪
Siti Nina
Bagus ceritanya kak,,,,👍
Mam Shely
tetap bersabar kebenaran pasti akan segera terungkap
LeoRani: otor bingung mau up🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!