Indonesia
NovelToon NovelToon
Petualangan Mayanza

Petualangan Mayanza

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Berawal dari membaca buku yang ditemukan di lemari tua, Mayanza mempunyai kekuatan merapal mantra.
Kesalahan mengambil bunga teratai emas..
Menentukan nasib di Kehidupan Mayanza

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertangkap!!!

Senja mulai gelap, Aku mengantar kunci ke kediaman kakek.

Rumah bercat putih bergaya eropa itu sangat kontras ditengah-tengah hutan pinus dengan halaman yang luas dan lampu taman yang mulai hidup.

Hanya ada Bibi Sarah, dia adalah kepala pelayan di rumah kakek.

Aku masuk dan menyerahkan kunci gudang padanya sementara pegawai yang membersihkan gudang belum datang.

Aku duduk di ruang tamu sendiri,

"Nona..

Ini tehnya"

"Terima Kasih, bi.. " jawabku menyambut hangat cangkir keramik berwarna putih berbunga ungu.

Kuminum teh hijau melegakan tenggorokanku.

"Nona mau menginap disini? " tanya Bibi Sarah.

"Tidak, sepertinya aku akan pulang" kataku.

Pegawai yang membersihkan gudang belum juga datang.

"Aku akan menunggu di kamar Ibu" kataku lagi.

"Baik Nona. Kamarnya sudah saya bersihkan" Bibi mengantarku ke atas ke Kamar Ibu waktu remaja.

Kamar dengan wallpaper bunga mawar, ranjangnya dari kayu jati, meja rias di sudut ruangan. Kamarnya bersih.

"Saya tinggalkan Nona disini" kata Bibi Sarah lalu meletakan teh hijauku di meja kamar.

**

" Bu.. Gudangnya kemarin sudah di bersihkan, beberapa barang tua sudah aku minta Bibi Sarah untuk buang" kataku

"Baiklah.. Terima kasih" Ibu merangkai bunga aster dan mawar di vas kristal.

"Mayanza, ibu liat di kamarmu ada setangkai anggrek hutan"

Aku terkejut, berusaha menjawab dengan tenang.

"Betul bu, pemberian pasien" ucapku berbohong.

"Cantik sekali bunga itu itu bunga langka, kamu tau harganya sangat mahal. Seandainya kita punya bibit anggrek itu" kata Ibu.

"Umm.. Lain kali akan kutanyakan bibitnya" ucapku.

Ibu senang sekali.

Ibu memelukku.. "Terima kasih sayang.. "

"Baiklah bu...

Akan aku usahakan" ucapku.

Ibu sangat menyukai bunga.

Kami punya rumah kaca di belakang.

Tumbuh tanaman bunga kesayangan ibu.

Sementara itu aku juga harus menyembunyikan sisa bunga teratai.

di dalam plastik wrap.

kumasukan ke dalam kulkas kecil di kamarku.

**

"Pasien Karen mana?" tanyaku kebingungan menuju meja jaga, kamarnya kosong.

Aku sedikit panik mencarinya.

"Sudah pulang dok" kata perawat.

"Pulang!?"

"Iya dok, kondisi Karen stabil setelah kemarin terapi terakhir. Karen juga sudah bisa makan dan berjalan sendiri" mataku terbelalak melihat rekam medisnya.

Kondisinya membaik sangat cepat, aku menunggu kabar Karen ke depannya.

**

Aku minta ijin Ibu dan Ayah menginap di kediaman Kakek.

Bibi Sarah minta ijin mengunjungi keluarganya.

Aku minta cuti tiga hari, selama ini aku selalu tidak pernah menggunakan cutiku.

Aku memiliki misi, akan kuambil lebih banyak apa yang ku perlukan di hutan tropis itu.

Aku merapalkan mantra terbentuklah lingkaran kuning menuju hutan tropis, kucabut anggrek hutan permintaan ibu dulu dan memasukannya di dalam pot yang sudah aku sediakan.

Aku kembali ke kamarku.

**

Pintu diketuk..

"Mayanza.. Jadi ikut ayah? " tanya Ibu

"Ya bu.. Tunggu sebentar" aku keluar dengan perlengkapanku menginap di kediaman Kakek.

"Ini bu.. " kataku memberi kejutan pada ibu.

"Wow... Bibit anggrek... " Ibu sangat senang membawa pot bunga Anggrek hutan langka itu dan menunjukan pada Ayah.

Wajah Ibu sangat antusias.

"Ayo kita berangkat" ajak Ayah.

Setibanya di kediaman Kakek.

Aku langsung membawa koperku ke kamar.

Bibi Sarah sudah pamit berangkat, ada beberapa pelayan yang masih tinggal di lantai bawah.

Aku mengunci pintu kamar dan bersiap dengan misiku.

**

Aku akhirnya meraih satu bunga teratai emas yang lebih besar.

Kupotong lalu kumasukan tas,

Kudengar seperti ada suara langkah kaki mengikutiku.

Kutengok tidak ada seorangpun ketika aku mau kembali merapalkan mantra.

Sebuah jebakan besar dari atas pohon menangkapku.

Aku tidak bisa bergerak.

jariku tidak bisa membentuk lingkaran pintu untuk kembali.

Aku tidak tau berapa lama aku di dalam jebakan ini, kulihat matahari sudah bersinar.

Semalaman aku disini tanpa makan dan minum, kaos putihku kotor.

Dan semalam hujan.

aku basah kuyup.

Bibirku basah tapi aku haus dan lapar.

Aku lihat beberapa ular raksasa si luar sana siap memangsa.. Mereka melilit dahan kayu yang besar...

Itu Anaconda.

Akhirnya ada orang datang di bawah.

"Tolong.. Tolong aku" ucapku

Beberapa orang itu tertawa dengan pakaian perwira kuno lengkap dengan pedang, sebagian membawa panah.

"Wanita berani-beraninya masuk ke hutan ini" kata Perwira pengawal.

Aku mengamati mereka satu persatu.

Mereka membawa kotak jebakanku ke atas kereta kayu.

aku dibawa dari hutan keluar.

Kami melintasi beberapa lembah.

Aku terpesona...

ternyata di luar hutan ini ada kehidupan yang indah.

Hamparan rumput hijau seperti permadani.

Beberapa rumput berduri bagai monster pun ada.

Beberapa kali aku melihat burung yang hinggap dimangsa.

Bentuk bunganya sangat cantik berwarna merah mirip dengan bunga lily tiba-tiba benda mendekat bunga itu berubah jadi monster menelan sekor burung dan bunga itu membesar.

Akhirnya kami tiba di sebuah gerbang raksasa.

Tembok yang tinggi.

Sepertinya suatu kota.

Aku hanya meringkuk di kotak jebakan.

Kotak jebakan beruang yang terbuat dari kayu.

Tapi didalam kotak ini, kekuatanku tidak berfungsi, ada kekuatan yang menghalang.

Aku lemah dan lapar.

Bibirku kering, tubuhku perih karena terik sinar matahari.

Aku di jemur di tengah lapangan luas.

Pandanganku menjadi silau...

Dengan pandangan yang sudah sangat kabur aku melihat...

Didepan istana kuno.

Seperti istana yang sering kulihat di film kolosal.

Tapi istana ini sangat besar dan lapangan luas.

Tentara di sekeliling.

Apakah ini seperti kisah kakek, Dunia Zink.

Kerajaan Zink??

Apakah aku berada di Dunia Zink?

**

Berkali-kali aku berusaha merapalkan mantra tidak bisa muncul jariku tidak berhasil membentuk jalan keluar.

Wanita berbaju hitam, dengan riasan hitam itu mendekat...

Menatapku tajam.

"Dia pencurinya, Yang Mulia" katanya menunjukku dengan kuku panjang diwarnai hitam.

Dalam hati aku menduga dia pasti jahat.

"Kita bunuh wanita ini" katanya lagi.

Baru saja aku berpikir sejenak begitu dia sudah mau membunuhku.

Dari kursinya yang megah Raja yang samar-samar kulihat, Raja dengan pakaian merah bergambar teratai emas di dadanya.

"Buka" kata Raja

Aku benar-benar berada dalam dongeng Kakek.

Pria ini pasti Raja Yuko.

Raja yang kejam, dingin dan tidak kenal ampun.

Apakah dia Raja Yuko, kesatria pemimpin di Istana Zink kataku dalam hati.

Atau hanya perkiraanku saja.

tidak mungkin Raja Yuko terus hidup sepanjang cerita kakek, dan dia muda.

Pikiranku kacau.

Penglihatanku kabur, aku dehidrasi.

"Hati-hati paduka, wanita ini sepertinya berbahaya" ucap wanita berbaju hitam.

"Dari mana kau datang" Raja meneriakiku keras dari luar kotak jebakan.

"A.. A.. Aku... " suaraku terbata-bata hampir tidak keluar.

"Keluarkan dia!" bentaknya.

Pengawal membuka kotak jebakan.

Dua pengawal menarikku keluar.

Dengan tubuh yang lemah aku di lempar keluar kotak kakiku sakit dan terluka.

Raja mengambil tas yang kupegang merampas tas hitam itu.

"Apa ini?! Pencuri !" katanya marah.

"Tiii... Ti... tidak" kataku terbata, bunga teratai itu diambil dimasukan ke dalam kotak kayu berserta barang-barang di dalam tas ranselku.

Aku ingin meraihnya dengan tanganku.

Tiba-tiba pedang dihunuskan ke leherku oleh pengawal.

"Beraninya kamu datang mencuri tanaman kerajaan, pencuri dari mana kamu, ayo!mengaku!" kata Raja mendekat dan mencengkram leherku aku tercekik.

Dengan tenaga yang tersisa aku diluar kotak mantra.

Raja melepas cengkramannya berbalik marah.

Raja Yuko mengamuk, dia tau aku mencuri tanaman teratai emas.

Aku tidak jelas mendengar ucapannya.

Ketika dia dan wanita berbaju hitam itu lalai aku gerakan jariku merapalkan mantra dan berhasil aku kembali ke kamar.

**

"Dimana aku?! " Aku tercekat leherku masih dihunuskan pedang dan pria di hadapanku adalah Raja Yuko.

Aku mencoba bernapas lebih banyak dan melihat sekeliling.

kami berada di kamar Ibu.

Wallpaper bunga mawar.

Aku mengambil bantal dengan kekuatan yang tersisa aku lempar bantal ke arah pedang Raja Yuko.

Bantal putih itu terbelah dua. Kapas dari bantal berhamburan dan aku pingsan.

**

Aku terbangun.

Kulihat Raja Yuko bolak balik di kamar dengan pedangnya di belakang dan kedua tanganku di ikat dengan kain.

"Tolong lepaskan aku.. " pintaku.

"Bagaimana aku percaya melepaskanmu! " tempat apa ini! " bentaknya.

Wajahnya mendekat wajahku, hembusan nafas dan kemarahannya terasa sangat menakutiku.

Aku takut, aku menangis, tiba-tiba dia mundur.

"Aku lapar" ucapku.

Aku terisak.

"Ini duniaku"

Ucapku...

Tiba-tiba pintu diketuk.

"Nona.. Nona...

Nona ada dikamar, apa Nona mau makan?" tanya pelayan.

Raja Yuko membungkam mulutku.

Aku menangis takut.

"Siapa mereka? " ucapnya berbisik

"Pelayan" kataku

"Apa kamu seorang putri? " tanyanya lagi memandangku heran.

aku menangis ketakutan.

Dia membuka bungkaman mulutku sementara pelayan masih terus mengetuk.

"iiii iya... Aku akan turun makan, siapkan saja" ucapku pelan.

**

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜....

1
Tory Ambay Satu
Mantap👍👍
Tory Ambay Satu
👍👍
Tory Ambay Satu
Semakin seru ceritanya👍
Novita Tory: terima kasih, dukung dan baca juga ceritaku yang lainnya ya🤭
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Seru banget ya, Raja Yuko😍
Novita Tory: /Chuckle/🙏
total 1 replies
Novita Tory
🤭Aku memikirkan nasib ayam berwarna putih😅🥲
Tory Ambay Satu
Bagus banget alur ceritanya 👍
Novita Tory: Makasih...
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Mantapp banget ceritanya👍
Novita Tory: makasih😊selamat membaca..
baca juga karyaku yang lain ya...
total 1 replies
Novita Tory
Lanjut untuk episode selanjutnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!