Xiao ye kultivator terkuat dari aliran putih di khianati oleh istri tercintanya dan sahabat yang berjuang bersamanya.
Dengan mata penuh kekecewaan, kemarahan, dan kebencian, dia membunuh semua orang sampai hanya tersisa dia seorang.
Dari langit muncul pria berjubah hitam menatap dengan sinis kearahnya sambil berkata.
"Apakah ini hasil yang kamu mau setelah berjuang selama bertahun-tahun, teman ku?"
Xiao ye menatapnya sambil menghela nafas panjang.
"Benar, apa katamu, tidak ada yang mutlak antara aliran putih dan hitam, aku dulu terlalu bodoh sampai percaya dengan perkataan mereka."
Pria jubah hitam itu menggeleng kepala, "Tidak ada obat penyesalan. Ini mungkin pertemuan terakhir antara kita, apa kata terakhir mu, temanku?"
Xiao ye sambil tersenyum bangga menatap langit malam yang penuh bintang-bintang cerah, berkata.
"Jika aku terlahir kembali, aku tidak akan menjadi kultivator aliran putih maupun hitam."
"Aku ingin menjadi kultivator Abu-Abu!"
Lanjut cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dejane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ginseng Merah Dan Air Spiritual
Yang dimaksud batu kembar dibawah air terjun adalah 2 tebing tinggi yang saling berdekatan, dan aliran air kecil yang jatuh ke bawahnya.
Xiao ye dari awal tidak pernah percaya dengan perkataan musuhnya, apalagi lokasinya sudah puluhan tahun terungkap, walaupun sudah hancur akibat peperangan, tapi secara samar dia masih bisa menebak bentuk aslinya.
Selain itu, lokasi depan tebing ini juga memiliki jurang curam sedalam 10m, pepohonan lebat dan tanaman liar yang menutupi hampir setiap jalan, jadi untuk menemukan tempat ini sebenarnya sangat sulit.
Orang lewat yang menemukan tempat ini dirumorkan terpeleset sampai kedalaman 7m dari jurang ini, baru dia bisa secara sekilas menemukan letak ginsengnya.
Xiao ye tidak perlu terpeleset, dia hanya perlu berhati-hati saat turun kebawah, tetapi Keberuntungan tidak berpihak padanya.
Saat turun di kedalaman 3m jurang, kaki kirinya secara tidak sengaja menginjak batang duri yang membuat tubuhnya tidak seimbang, pergerakan berlebihan dari dirinya juga membuat tanaman liar yang dipegang tidak kuat untuk menopang tubuhnya dan terjatuh.
Tidak tahu berapa lama, Xiao ye terbangun dalam keadaan linglung, dia melihat badannya penuh luka goresan, tubuh yang sulit digerakkan dan tempat yang tidak dia kenal membuat pikirannya kosong sesaat.
Setelah mengumpulkan pikirannya dia baru bisa bergerak, "Sial, kenapa Keberuntungan aku selalu buruk!" katanya sambil menginjakkan rumput dan mengutuk untuk melampiaskan amarahnya.
Setelah beberapa saat dan helaan nafas panjang diapun kembali tenang, melihat tubuhnya penuh luka ia memikirkan cara bagaimana bilang ke ibunya nanti,
"Biarlah takdir yang bicara lagi, aku lelah berpikir." tidak menghiraukan lukanya lagi, Xiao ye berjalan sambil memandang sekeliling.
"Tempat ini memang cocok untuk bersembunyi, dilihat dari bawah banyak pohon besar dan tanaman liar yang hampir menutupi setiap langit, serta jurang curam membuat semua orang berpikir kalau tempat ini sangat bahaya.
Prinsip Kultivator memang benar, "Dimana ada bahaya, disitu ada peluang." serasa dirinya puas, Xiao ye akhirnya memandang gua kecil disana.
Berjalan masuk kedalam gua, nafas Xiao ye sedikit terengah, dia terkejut dan gembira melihat ribuan ginseng merah berbentuk kecil dan besar tertancap didalam tanah.
"Xiao ye, Xiao ye, sadar, kamu telah melihat hal-hal menakjubkan dalam hidupmu, ini hanya ginseng, tenanglah, tenang!" kata Xiao ye dalam hati untuk menenangkan dirinya dari keterkejutan.
Setelah merasa tenang, dia dengan penasaran melihat sekeliling gua dan memandang tanah keras dibawahnya, "Bagaimana bisa ginseng ditanam di tempat lembab seperti ini? Ginseng harusnya berada ditempat dengan banyak air atau tempat dengan tanah yang subur. Tetapi tanah keras dan bebatuan ini tidak mungkin ginseng bisa tumbuh." dia mengambil tanahnya dan dengan cermat di amati.
"Tanahnya basah, dan wangi?" Xiao ye terkejut, dia mulai menganalisa satu per satu dalam pikirannya kemungkinan ginseng ini bisa berada disini, "Karena tanah yang lembab pasti ada air disini, kalau ada air tidak mungkin air biasa bisa menampung ribuan ginseng ini, Kecuali.... Wangi!"
Otak Xiao ye tiba-tiba terhenti, dia berlari melewati ribuan ginseng dan melihat di ujung gua ada lorong gelap, memikirkan sebuah kemungkinan dia berlari masuk ke lorong gua tersebut sambil menahan kegembiraan dan ekspetasinya yang tinggi. Dengan "Perjalanan Langit" dia meledakkan potensi kakinya sampai dia bisa berlari puluhan meter per detik.
Saat berlari, dia melihat secara samar warna biru dibawah kakinya, merasa ekspetasinya benar Xiao ye tambah bersemangat untuk berlari, sampai beberapa saat dia mendengar suara "Tik" diujung gua, keluar dari lorong gua dia melihat sinar cahaya menimpa wajahnya.
Gua lebih dari 30 meter, di tengah ada batu besar membentuk sebuah wadah kecil diatasnya yang diisi dengan air bewarna biru bening, sementara di atasnya berbentuk sebuah kerucut. Xiao ye berdiri mematung melihat yang ada didepannya.
Sekarang dia tidak bisa menahan keterkejutan dan kegembiraan lagi, sambil gemetar dia berkata, "Air Spiritual!"
Jika ginseng merah adalah yang paling diidamkan oleh banyak Kultivator, maka Air Spiritual adalah yang paling di perebutkan bahkan kekuatan besar atau kerajaan sekalipun akan memobilisasi untuk mendapatkannya.
Bukan karena air ini hanya bermanfaat dan berguna untuk manusia saja, tapi juga untuk hewan, tanaman, pil dan senjata. Untuk kegunaan lainnya Xiao ye tidak sebutkan karena terlalu banyak, namun dari rumor yang beredar air ini bisa memperlancar terobosan Kultivator sampai naik ke tingkat Alam Raja.
Di kehidupan sebelumnya, Xiao ye pernah mendengar rumor perang besar terjadi hanya karena memperebutkan air ini saja, dia tidak tahu benar apa tidak yang pasti jika orang-orang awam sudah berbicara seperti itu pasti Perang besar itu terjadi.
Dan sekarang, dia melihat secara langsung Air Spiritual ini, saat mendekat dan memasukkan sedikit jari ke dalam wadah kecil tersebut, Xiao ye merasakan kegembiraan dalam tubuhnya. Qi secara otomatis bekerja dan menyerap air ini dengan sangat gila.
Xiao ye juga merasakan sedikit demi sedikit tubuhnya menjadi tambah kuat, luka goresan di tubuhnya juga perlahan menghilang dan kultivasinya yang berada di Prajurit tingkat 5 langsung menerobos ke Tingkat 4.
Tetapi kenyamanan itu hanya sesaat, tiba-tiba instingnya memberi peringatan keras, "Cukup, cukup, jika keterusan aku pasti akan meledak." kata Xiao ye sambil menarik keluar tangan dengan cepat, setelah itu dia menghela nafas panjang.
"Sesuai reputasinya, hanya memasukkan sedikit jari saja sudah mendapat banyak manfaat seperti ini, bagaimana kalau seluruh tubuh?"
Xiao ye memikirkan sebentar dan menggelengkan kepala, dirinya masih lemah dan ingin hidup lebih lama lagi, jadi pikirannya dia hilangkan. Menatap wadah batu kecil yang berlebih airnya, Xiao ye bingung mau membawanya, karena dia tidak membawa apapun, hanya baju yang akan dibawa untuk beberapa ginseng.
"Sementara tinggalkan saja, tempat ini tidak bakalan kemana-mana, tetapi saya harus membuat beberapa formasi agar orang lain tidak bisa masuk ke lorong sini." memantapkan pikirannya, Xiao ye mulai membuat formasi.
Formasi bisa terbentuk jika ada mantra dan jumlah Qi yang cukup, formasi yang Xiao ye coba bentuk adalah formasi penyembuyian tingkat semi lancar, dan beberapa formasi tingkat Dasar.
Sebelum membuatnya Xiao ye dengan enggan harus keluar dari gua ini dulu, karena ingin membuat formasi maka dia harus menutupi lorong untuk sampai kesini.
Dengan tehnik yang sama Xiao ye berlari kembali melewati lorong gua dengan ekspresi bahagia, meski tidak bisa dibawa pulang seenggaknya dia sudah mengetahui lokasi Air Spiritual ini.
Setelah kembali ke tempat ginseng berada, Xiao ye perlahan mengukir kerangka formasi menurut ingatannya di sekitar lorong menggunakan Qi sebagai pisaunya. Setelah model kerangka selesai, dia mengedarkan Qi ke setiap kerangka formasi agar bisa diaktifkan.
Saat aktif, lorong berubah menjadi dinding batu sama seperti dinding lainnya, Ini hanya satu dari beberapa formasi lainnya. Merasa puas dia duduk dengan wajah lelah, Qi yang dikeluarkan untuk membuat formasi sangat besar, mumpung saja Qi disini sangat banyak, jadinya dia bisa cepat pulih kembali.
Menepuk debu di celananya, dia berdiri dan mengambil 3 ginseng merah yang berusia 1000 tahun, cara menentukan umurnya mudah, hanya perlu lihat mana ginseng yang paling panjang dan besar.
Menaruh dibalik bajunya Xiao ye berjalan keluar, menghapus jejak dirinya disini dan menaiki jurang curam. Karena hari telah menjelang sore, Xiao ye hanya bisa menghapus beberapa jejak diatas, setelah itu dia berlari kembali, melewati beberapa patroli sampai akhirnya tiba di gerbang rumah.
Saat gerbang dibuka, Xiao ye terkejut melihat ibu dan ayah menatap dirinya dengan senyum khas mereka.
"Habislah aku."