vampire herbivora terakhir yang ada pada abad dinasti kini ingin memenuhi syarat agar dirinya bisa hidup kekal dan berbaur dengan manusia, agar vampire memiliki banyak keturunan dan tidak punah begitu saja.
persyaratan yang harus dilakukan adalah meminum 1000 darah perawan dengan begitu ia akan hidup kekal didunia ini.
namun apakah 1000 perawan berhasil ia dapatkan? atau apakah ia gagal memenuhi persyaratan nya untuk kekal abadi didunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon skymoons, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tentang dirinya?
setelah beberapa perdebatan dan adu mulut, kini alana pun menghela nafasnya dan mengalah pada sahabatnya, yaitu dengan dia menelpon seorang pria misterius- ya, ia sedang menghubungi vante untuk meminta bantuan sesuai dengan perkataan pria itu jika kesusahan harap mengabarinya
"mengapa ? mengalami kesusahan?" tanya nya diseberang sana saat panggilan telah terhubung
"i-iya, m-maksudku bisa aku meminta pertolongan mu?"
"tentu, saya akan kesana- 5 menit lagi"
"l-lima menit?"
TUT!
Panggilan pun terputus sepihak, ella menatap layar ponsel nya seakan-akan ia menunggu waktu lima menit yang dikatakan oleh pria itu, apa benar ia akan sampai dalam waktu 5 menit saja?
.
.
.
"loh vante? Syukurlah kau mau membantu kami" dan pas pada hitungan jam di layar ponsel alana, didetik yang ke enam puluh pas diakhir penghujung 4 menit yang akan memasuki 5 menit alana mendengar suara lucy yang meyambutnya
Hah ?
Dia benaran sampai ?
Di waktu 5 menit ?
Benar-benar lima menit.....
Alana menatap vante yang berjalan kearahnya dengan tatapan terkejut, bagaimana pria itu megetahui lokasi nya dan dengan waktu yang sangat on time tanpa kurang ataupun lebih dari menit yang seharusnya ?
"kau-siapa?" gumamnya menatap vante bingung
Pria itupun menunjukkan senyum nya "saya manusia al, saya hanya sedang berjalan disekitar sini karena itu saya datang tepat waktu"
alana pun mengedipkan matanya terkejut "kau ? Tau lokasi kami darimana?"
Vante pun terkekeh ringan dan mengambil ponsel di saku celananya "kau lupa ini generasi berapa al ? Semua bisa dilacak hanya melalui lokasi ponsel"
Nah, dan sekarang alana yang diam terkutu "haha i-iya kau benar juga" ucapnya seraya menggaruk-garuk tengkuk nya yang tak gatal
"dan kau sendiri ? Dengan waktu 5 menit apakah kau menunggu lama?" tanya nya kembali
"o-oh tidak kok, kan cuma lima menit saja"
"hm, kau benar juga" sahut vante seraya menatap alana "memang orang asia ini, tatapannya indah sekali"
Alana pun menundukkan pandangannya lalu membuang pandangannya menatap kearah lain "bis-bisa kita fokus dalam perjalanan kita saja?"
"oh haha baiklah, maaf jika saya membuatmu tidak nyaman, so mari" sahutnya meminta maaf dan mereka pun pergi sesuai degan arahan vante menuju ke tempat yang ingin mereka teliti
"kalian benar-benar ingin meneliti soal vampire ? Haha vampire itu hanya mitos belaka tidak benar adanya" tanyanya saat mereka berjalan di halaman gerbang masuknya castil bran
"tidak, bukan kami tapi hanya alana yang ingin menulis bukunya" sahut sabila seraya menunjuk sahabatnya yang berjalan disamping vante. Pria kekar itu menatap alana "wah, sampai ingin mengarang buku tentang vampire?"
"iya, untuk buku yang genre sekarang seseorang lebih tertarik dengan sesuatu yang berbau mitologi ataupun mitos, jadi itu inspirasiku untuk menulis tentang vampire"
"hm, vampire itu makhluk yang sangat sulit ditemukan, namun jika ia yang mencari keberadaan mu maka ia bisa menemukan mu hanya dalam hitungan detik bahkan hanya dalam waktu sekejap mata" ucap vante bercerita sedikit tentang 'dirnya'.
Alana pun menatap vante bingung "benar kah ? Lantas apa ada vampire yang mencari keberadaan manusia?"
"hm ada, ketika ia sedang ingin mencari mangsa baru, dan bahkan ada sebagian yang mencari cinta sejati. Meski hanya sedikit vampire yang punya hati nurani haha" sahutnya memberikan jawaban.
Alana pun menatap vante heran, mengapa ia sangat tahu tentang vampire ?
"hm, kau benar juga. Tapi, kau bagaimana bisa mengetahuinya?"