Indonesia
NovelToon NovelToon
Cintai Aku Mas

Cintai Aku Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Marisa putri

"Mas... apakah kamu tidak mencintaiku, walaupun hanya sedikit?" tanya Indah dengan suara bergetar.
Namun jawaban yang ia terima menghancurkan hatinya.
"Lupakan saja, Indah. Aku tidak mencintaimu. Hatiku hanya untuk dia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Marisa putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7 -perasaan aneh

Sesampainya kembali di rumah sakit, Indah dan Daffa berjalan berdampingan menuju ruang kerja. Di lorong, mereka berpapasan dengan Dokter Mawar. Tatapan wanita itu langsung tertuju pada Indah—sangat sinis, penuh ketidaksukaan.

"Kenapa sih setiap melihat aku, tatapannya selalu begitu? Seperti ada dendam saja..." batin Indah bingung.

Dokter Mawar segera menghampiri Daffa, mengabaikan keberadaan Indah di sampingnya.

"Kak Daffa! Ternyata di sini. Aku sedang mencarimu," ucapnya dengan nada manis namun penuh kepura-puraan. "Aku butuh bantuanmu sekarang juga."

"Ada apa, Mawar?" tanya Daffa datar.

"Aku butuh kamu untuk membantu menjalankan operasi bedah jantung," jawabnya penuh harap.

Daffa menggeleng pelan. "Maaf, Mawar. Sepertinya aku sudah ada banyak tugas yang harus diselesaikan."

Lalu ia menunjuk Indah di sampingnya. "Lagipula, di sini ada Dokter Indah. Dia spesialis bedah juga, kamu bisa belajar banyak darinya."

"Tapi aku mau diajarkan sama Kak Daffa saja..." keluhnya kecewa.

"Ini rumah sakit, Mawar. Kita tidak boleh memilih-milih tim medis. Kamu harus bersikap profesional," tegur Daffa tegas. "Lagipula, Indah adalah dokter bedah yang sangat baik, bahkan lebih baik dariku. Belajarlah bersamanya. Aku masih banyak pekerjaan."

Mawar terdiam, kecewa namun tak berani membantah lagi. "Baiklah, Kak."

"Yaudah, Indah, Mawar... aku pamit dulu ya." Daffa melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.

Mawar menatap punggung Daffa yang menjauh, lalu menoleh sekilas pada Indah dengan tatapan tajam sebelum pergi. Sikap Daffa yang terus-terusan menghindar dan bersikap dingin padanya membuatnya semakin risih. Cara Mawar yang terus-terusan mendekatinya secara terang-terangan justru membuat Daffa semakin kesal dan ingin menjauh.

Indah menatap punggung Daffa yang menjauh, hatinya terasa hangat sekaligus terkejut.

"Astaga... Tadi Daffa membela aku. Padahal aku tidak pernah menyangka dia akan sampai sejauh ini membela aku di depan orang lain," batinnya terharu sekaligus bingung.

Ia kembali menatap kepergian Dokter Mawar dengan perasaan tak habis pikir. "Lagipula Mawar itu kan masih dokter koas, seharusnya dia belajar dan menghormati senior. Tapi malah menyebalkan sekali—di tempat kerja saja dia sibuk memilih-milih tim medis, padahal seharusnya dia siap bekerja sama dengan siapa pun. Bukannya belajar dengan rendah hati, malah membuat ulah terus-menerus seperti ini..."

Indah menghela napas pelan, berusaha tidak membiarkan sikap Mawar mengganggunya. Namun rasa syukur di hatinya tak bisa disembunyikan—setidaknya ada Daffa yang selalu ada untuknya, bahkan di saat ia tak memintanya.

Mawar menatap kepergian Daffa dengan perasaan semakin panas dan kesal. Ia mengepalkan tangan erat di sisi tubuhnya, menatap tajam ke arah Indah.

"Kenapa sih dia selalu membela wanita itu?! Apa sih bagusnya dia? Coba lihat, aku ini jauh lebih cantik darinya! Kenapa dia malah menolakku terus-terusan? Menyebalkan sekali!" gerutunya dalam hati, penuh rasa tidak terima dan cemburu yang membara.

Dengan wajah merah padam menahan amarah, Mawar berbalik dan pergi meninggalkan Indah sendirian di lorong itu, langkah kakinya terdengar berat dan penuh kekesalan.

Indah hanya menggeleng pelan melihat kepergian Mawar yang penuh amarah itu.

"Dasar anak muda, emosinya masih labil. Segala sesuatu dibawa perasaan terus," gumamnya pelan dalam hati.

Namun pikirannya tak berhenti di situ. Sebuah dugaan tiba-tiba muncul. "Tapi... jangan-jangan Mawar itu suka sama Daffa ya? Itu sebabnya dia cemburu begitu?"

Ia mengernyitkan dahi bingung. "Padahal kalau dipikir-pikir, perempuan itu lumayan juga cantik. Kenapa Daffa tidak meresponsnya malah menghindar terus? Daffa ini aneh sekali ya—didekati perempuan cantik malah menjauh. Dan aku yang jadi sasaran kemarahannya... Menyebalkan sekali rasanya!"

Indah menghela napas panjang, berusaha menepis pikiran itu. Meski merasa terganggu, ia tetap berusaha bersikap tenang dan tidak membiarkan hal itu mengganggu pekerjaannya.

Mawar masuk ke ruangannya dengan wajah cemberut dan langkah yang kasar. Rasa kesal masih membara di dadanya.

"Sebel banget! Bisa-bisa Kak Daffa menolakku di depan umum begitu!" gerutunya kesal. "Pokoknya aku harus bilang ke Om dan Tante soal ini! Kak Daffa itu menyebalkan sekali, berani-beraninya mempermalukanku!"

Namun seketika ia berhenti, lalu menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri. Pikirannya mulai berputar mencari cara yang lebih jitu.

"Tunggu dulu, Mawar... Kamu harus sabar. Sepertinya aku tadi terlalu berlebihan mendekati Daffa. Mungkin itu sebabnya dia justru menjauh..." batinnya mulai merencanakan strategi baru. "Sebaiknya aku pakai cara yang lebih halus untuk mendapatkan hatinya. Lagipula kan aku sudah dekat dengan Om dan Tante, orang tuanya. Kalau mereka yang mendukung, semuanya pasti akan lebih mudah, bukan?"

Sebuah senyum licik mulai terukir di bibirnya. Ia menyadari bahwa cara paksa tidak akan berhasil—maka ia akan menggunakan pendekatan lain: melalui keluarganya sendiri.

Daffa duduk di kursi kerjanya, menghela napas panjang dengan wajah lelah. Pikirannya tak tenang, rasa kesal bercampur cemas memenuhi dadanya.

"Si Mawar itu... benar-benar merepotkan sekali," batinnya gemas. "Kenapa Papa dan Mama justru menitahkan aku untuk menjaganya? Padahal mereka tahu betul aku tidak suka dia. Dia ini bikin aku stress saja! Hobinya cuma satu—menempel terus ke mana pun aku pergi."

Ia menunduk, rasa cemas tiba-tiba muncul. "Yang paling aku takutkan... Indah. Aku takut dia salah paham melihat aku terus dekat dengan Mawar. Bagaimana kalau dia merasa cemburu? Atau mengira aku sebenarnya menyukai Mawar juga? Aku tidak mau sampai Indah berpikir begitu."

Rasa kesal itu kembali menyeruak. "Kalau bukan karena permintaan Papa dan Mama, aku pasti tidak mau mendampingi atau bahkan berada di dekat wanita itu sama sekali. Sungguh menyebalkan rasanya..."

Hari ini benar-benar melelahkan sekali. Semua tugas di rumah sakit akhirnya selesai juga. Ya ampun... rasanya tulang-tulangku terasa remuk dan pegal semua. Badan ini terasa berat sekali.

Aku meraih ponsel di meja, membukanya. Ternyata sudah pukul sembilan malam. Hari ini begitu sibuk dan ramai sampai aku sama sekali tidak menyadari berlalunya waktu. Aku segera membereskan perlengkapan di mejanya, menyusunnya rapi.

"Akhirnya selesai juga... Bisa pulang dan beristirahat sekarang," gumamku pelan lega.

Aku melangkah keluar dari gedung rumah sakit. Malam ini aku tidak membawa mobil—sedang dalam perbaikan, katanya lusa sudah bisa diambil. Jadi aku berencana memesan kendaraan umum saja.

Namun langkahku terhenti di pintu depan. Mataku tak sengaja menangkap sosok yang baru saja melaju keluar gerbang. Itu Daffa... di atas motornya. Dan di belakangnya, ada Mawar yang sedang membonceng, tangannya melingkar erat di pinggang Daffa.

Mereka tampak begitu dekat...

Hatiku tiba-tiba terasa sesak. "Apakah... Daffa juga menyukainya ternyata?" Pikiranku mulai berkecamuk, namun aku segera menggeleng pelan, berusaha menepisnya. "Biarlah... itu urusan mereka. Kenapa aku harus peduli dan memusingkan mereka?"

Aku membuang wajah, menahan rasa perih yang tiba-tiba muncul, lalu melangkah pergi menjauh dari gerbang itu.

1
Lisna Wati
kok beres lanjut dong
nurulmarisa: belum aku update ka,abis jagain ade🤣
total 1 replies
aswati seran
💪
nurulmarisa: cemangat💪👍
total 1 replies
Naura Azizah
suka heran sama cowo bingung,gak bisa milih mau dua duanya bukannya terlalu serakah ya kasian indah tertekan🙏
nurulmarisa: emng kdg bikin kesel km😄
total 1 replies
Clara Maiy
begitulah cewe yang di kerja umur di suruh nikah Mulu persis kaya mama ku kasian indah🤣
nurulmarisa: hmm aku nyimak🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!