Indonesia
NovelToon NovelToon
Obsesi Yang Melukai

Obsesi Yang Melukai

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: farhati fara

Bukan tentang pengkhianatan ataupun perselingkuhan, tapi tentang obsesi cinta yang menjadi luka dan dosa.

Nisa harus menerima hatinya terluka saat suaminya, Rangga secara terang terangan pergi berkencan dengan kekasihnya, Tiwi. Tapi itu adalah harga yang harus diterimanya atas dosa yang dilakukannya sendiri.

Lalu bagaimana kisah selanjutnya saat cahaya lain hadir dalam hidup Nisa. Akankah semuanya berakhir bahagia atau sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farhati fara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perbedaan istri dan kekasih

Hari ini merupakan hari dimana Rangga berjanji ketemuan dengan Tiwi di Cafe Heaven, tempat dimana Revan bekerja. Mereka sudah membahas acara bertemu ini sejak semalam melalui sambungan telpon. Tapi, pagi tadi Nisa juga mengajaknya jalan-jalan. Istrinya itu beralasan bosan di rumah terus, tapi Rangga malah menyuruhnya untuk beristirahat saja di rumah karena Rangga tidak bisa mengikuti keinginan sang istri, Rangga berkata kalau dia ada pekerjaan mendesak di kantor. Jelas itu suatu kebohongan.

Nisa hanya mengangguk sebagai respon walau dia tau kalau suaminya membohonginya. Nisa sudah melihat jadwal pekerjaan Rangga dan mengetahui kalau pria itu tidak mempunyai jadwal apapun hari ini, itulah sebabnya dia mengajak pria itu jalan-jalan. Nisa juga tahu alasan suaminya menolak ajakannya karena pria itu pasti ingin bertemu dengan kekasihnya, Tiwi

"Ya sudah kalau begitu! Tidak apa- apa! Mas berangkat kerja saja," ujar Nisa lembut sambil tersenyum. Rangga yang melihat sang istri merasakan sedikit penyesalan telah membohongi istrinya itu, tapi dia tidak bisa berbuat apa- apa. Dia sudah berjanji pada Tiwi, dan disinilah dia sekarang, duduk berdua dengan wanita pujaan hati. Tiwi tak henti-hentinya tertawa bahagia saat mendengar candaan ringan sang kekasih hati, tapi Rangga kembali merasakan hal yang janggal dengan hatinya. Entah kenapa dia merasa begitu bersalah pada Nisa, apalagi saat matanya menangkap pergelangan tangan Tiwi yang memakai gelang pemberiannya.

Wanita itu terlihat begitu cantik. Rangga tidak akan membantah fakta itu. Rambut Tiwi panjang dan hitam lebat, wajahnya cekung dan Tiwi juga memiliki tubuh layaknya model serta kulit yang terawat indah. Tubuh wanita itu tinggi ideal hingga membuat banyak pria ingin memilikinya, tapi anehnya Rangga seakan tidak lagi memiliki rasa ingin memiliki itu. Dia malah merasakan hal lain dengan dirinya.

Rangga membayangkan Nisa yang begitu berbeda dengan Tiwi. Dari postur tubuh, Nisa sedikit pendek dan mungil, wajah wanita itu Chubby yang sebenarnya sangatlah menggemaskan. Nisa sebenarnya sangat manis walau tidak kentara cantik, apalagi Nisa berkerudung, melindungi surai indahnya dari mata para lelaki yang tidak sah untuknya. Kendati demikian, Rangga harus tetap mengakui kalau senyuman Nisa lebih indah dan lebih adem dari senyum Tiwi. Bibir istrinya itu kecil mungil yang membuat senyumannya terlihat makin manis, Rangga bahkan tidak percaya dia pernah menyentuh bibir itu dengan bibirnya. Mata Nisa bulat besar seperti biji almond, mata yang sebenarnya sangat indah dengan bulu mata lentik panjang yang alami, tapi akhir-akhir ini mata itu selalu terlihat kosong dan sembab, tidak ada lagi cahaya riang di mata indah itu.

Dan perbedaan paling signifikan yang Rangga tangkap antara Tiwi dan Nisa adalah, Nisa tidak pernah menunjukkan wajah jutek dan judesnya. Istrinya itu selalu tersenyum indah walau tampak begitu menyedihkan. Suara Nisa juga begitu indah dan lembut saat dirinya mengalunkan ayat-ayat suci Al-qur'an, dan Rangga juga selalu mendengar setiap doa yang dipanjatkan wanita itu pada Sang Maha Kuasa, doa yang dominan untuk kebaikan diri Rangga.

Rangga bahkan sempat bertanya dalam hati 'Apa wanita itu tidak pernah meminta untuk dirinya sendiri?'. Sedangkan Tiwi, wanita itu adalah kebalikannya dari Nisa. Rangga tidak pernah melihat Tiwi mengerjakan shalat dan sering sekali wanita itu menunjukkan wajah jutek dan judesnya saat kemauannya tidak dituruti, dan yang paling membuat Rangga heran, Tiwi kadang-kadang sering mengeluarkan kata-kata kasar yang tidak pantas diucapkan.

"Rangga, kenapa melamun, sih?" tanya Tiwi heran sekaligus sedikit kesal saat kekasihnya itu seperti tidak mendengarkan apa yang diceritakannya barusan. Rangga terlihat sibuk dengan dunia dalam pikirannya.

"Eh, tidak! Aku hanya sedang kepikiran kerjaan kantor yang belum ku selesaikan." Rangga mencoba menghindar sembari membuang pandangan kearah jalan, dan begitu matanya melihat kearah itu, Rangga merasa beku seketika saat melihat sepasang mata yang memandangnya marah serta tangan yang mengepal.

🍀🍀🍀

Annisa hanya mondar-mandir di dalam rumah. Dia merasa begitu jenuh, bosan dengan rasa sepi yang merayapi hari-harinya. Namun, beruntung hari ini Ali, sang kakak datang mengajaknya jalan-jalan

"Hai adikku sayang! Apa kabarmu?" sapa Ali saat Nisa membuka pintu setelah menjawab salam pembukanya

"Kak Ali!" seru Nisa langsung menghambur memeluk sang kakak begitu melihat tampang Ali saat membuka pintu. Nisa bahkan melupakan keadaannya yang sedang hamil besar dan sedikit kesusahan untuk memeluk Ali.

"Oh adikku, lama tidak berjumpa, aku merindukanmu." Ali balas memeluk sang adik sambil sesekali mengecup kepalanya yang berkerudung. Dia sungguh menyayangi adiknya.

Ali sudah hampir tujuh bulan tidak bertemu dengan adiknya ini. Setelah Nisa menikah dengan Rangga, mereka memilih tinggal terpisah dan Ali tidak bisa melarangnya, apalagi setelah itu Ali juga sibuk mengurus perusahaan peninggalan ayahnya hingga hampir tidak ada waktu untuknya hanya untuk sekadar menyapa adiknya itu. Tapi sekarang perusahaannya sudah stabil, dan Ali memutuskan mengambil cuti seharian penuh hanya untuk mengajak adiknya jalan-jalan.

"Iya, aku juga merindukan kak Ali. Kakak apa kabar?"

"Kabar baik, bagaimana denganmu?" tanya Ali lagi saat matanya dengan jelas dapat menangkap ketidak bahagiaan di mata adiknya.

"Aku juga baik, kak"

"Baik apanya heoh! Coba lihat mata dan wajahmu! Kau terlihat semakin kurus dan apa ini! Apa kau habis menangis?" Ali bertanya seraya menyentuh mata sang adik. Ya... Jelas Nisa habis menangis saat mengetahui suaminya berbohong padanya hanya demi bertemu sang kekasih, padahal walau Rangga tidak berbohong, Nisa akan tetap mengizinkannya.

"Tidak, ini tadi aku kelilipan. Makanya mataku sembab." Nisa mencoba memberikan alasan paling logis yang terpikir olehnya secara cepat.

"Sudah, jangan berbohong! Aku tahu bagaimana hidupmu. Dasar bodoh!" cibir Ali bernada lembut pada sang adik yang kini tersenyum.

"Oh ya, mari masuk kak! Kakak mau minum apa?" Nisa menawarkan setelah sebelumnya hanya membiarkan Ali berdiri di pintu.

Ali perlahan melangkah sambil memperhatikan furnitur rumah itu. Tak ada sesuatu yang hidup, rumah itu terlihat begitu sunyi seakan mati. Tidak ada foto pernikahan bahkan foto salah satu dari Rangga dan Nisa. Ali hampir saja menitikkan air matanya membayangkan kehidupan sang adik setelah menikah, tapi untung Nisa cepat datang membawakan segelas minuman untuk kakaknya.

"Mari di minum kak."

Ali menganguk sembari wajahnya celingak celinguk seakan sedang mencari sesuatu

"Iya, tapi ngomong- ngomong kemana suami brengsekmu itu?" tanya Ali yang sama sekali tidak menutupi rasa ketidak sukaannya pada Rangga

"Kakak, jangan pakai embel- embel berengsek dong! Mas Rangga sedang ada pekerjaan di kantor." jawab Nisa yang sedikit menunduk. Dia jelas tahu kemana Rangga pergi tapi tidak bisa memberitahu kakaknya yang mungkin akan semakin membenci Rangga. Nisa memilih berbohong walau jujur dia tidak nyaman melakukannya.

.

.

.

1
Aditya hp/ bunda Lia
Nah loh keciduk juga akhirnya si Fatma kan apa datang bareng si Tiwi juga biar tambah dari der dor ... 🤭
Intan
Bagus sekali❤️😘😘
Aditya hp/ bunda Lia
ya terus sekarang mau mu apa Ranggaaaaa ... nikmati ajah apa yang kamu tanam dulu sedap kan ....
Aditya hp/ bunda Lia
dasar gak peka kalo nanti si Tiwi tau siapa Ali malu gak tuh kamu
Aditya hp/ bunda Lia: iya juga
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
pedemu udah tingkat galaksi 😂😂
dasar Tiwi ulet bulu
Aditya hp/ bunda Lia: gatel banget sebadan badan 😂😂
total 2 replies
sari
jiahahaha GK malu tuh si Tiwi kmarin Rangga suami org skarang KK ipar pun mau di embat dsr pelakor emg ya
Fara F: pelakor ya hehe😅
total 1 replies
sari
ya ampun ribet bgt sih ikatan mrk bakal seru nih💪
Fara F: Jelas seru donk hehe😁
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
yeeeh, .... Fatma kalo kamu tau Nisa itu manta istri si Rangga gimana coba
Aditya hp/ bunda Lia: iya pasti dan nanti dia mau ngambil sikap gimana yah sama si Tiwi
total 2 replies
sari
Ali Fatma itu brarti Ali Fatimah kah
ah couple baru dong😍
semangat kak fara💪lanjut LG yg byk ya😄
Fara F: satu bab saja keteter ini. Bagaimana mau banyak😭😭🙏🏻
total 1 replies
sari
mampus tuh si serangga moga aja stelah ini Nisa bahagia ya💪
Fara F: Aamiiin🤲🏻
total 1 replies
sari
mrk 3 bersaudara Ali Nisa dan Nita
apakah Nita punya peran besar jg di novel ini JD penasaran
Fara F: Tunggu saja, ada partnya Nanti Insha Allah😁
total 1 replies
sari
apakah Rangga skarang sudah SDR kalo dia cinta ma Nisa trlambat kali sdarnya
Fara F: penyesalan yang terlambat
total 1 replies
sari
ya Tuhan kok nyesek bgt sih kak bab ini/Sob//Sob/
ngebayangin JD Nisa psti sakit bgt deh/Cry/
Fara F: Saya juga nangis pas di ceritain bagian ini. Nyesek banget begitu😭
total 1 replies
sari
Nisa psti SGT senang tp aku GX rela
cerai aja GX sih klean
Fara F: iya cerai sih. tidak ada jalan keluar lain
total 1 replies
sari
Cinta buta Nisa GX dpt dipaksakan mkanya dia trluka/Sob/
Fara F: iya, obsesinya bikin dia terluka sama seperti judulnya
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
mungil cantik hamba Alloh yang taat kurang apalagi dasar si Rangga udah buta sama si Tiwi ....
Fara F: Cinta itu buta sih jatuhnya wkwk🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
bener banget itu Thor puas banget biar si Rangga seumur hidup dalam penyesalan
Aditya hp/ bunda Lia: pasti 😂
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
istrimu udah pergi bego ... kawinin ajah tuh pujaan hatimu si Tiwi udah gak ada penghalang lagi bebas kau sekarang 😡
Aditya hp/ bunda Lia: iya juga yah 🤭
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Nisa kamu benar2
Aditya hp/ bunda Lia: okey .. gak apa-apa yang penting seru bikin penasaran
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
nah ... apa ada yang meninggoy?
Aditya hp/ bunda Lia: oh gitu? terus Ali jadi nikah sama Fatma duh jadi kepo banget ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!