Indonesia
NovelToon NovelToon
Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Mafia / CEO / Beda Usia / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Gadisti

Dav Jonathan William's, laki-laki tampan berusia tiga puluh lima tahun, seorang bos mafia yang jatuh cinta kepada gadis kecil yang ia rawat selama lima tahun.

Elena Melody Sentra gadis kecil yang di rawat oleh Dav kini tumbuh menjadi gadis cantik berusia dua puluh tahun. Elena juga menjadi primadona di kampus tempatnya menuntut ilmu.

"Elen. Aku tidak akan membiarkan siapapun untuk memilikimu. Karena kamu adalah milikku. Mengerti." Dav mencengkram kuat dagu Elena sehingga membuat Elena meringis kesakitan.

"Uncle, aku mencintainya. Aku mohon izinkan aku untuk bersamanya." Elena meneteskan air matanya, selain menahan rasa sakit di dagunya, Elena juga menahan rasa sakit dalam hatinya.

"Tidak akan pernah, Elen. Jadi lupakan dia, atau aku akan benar-benar melenyapkannya dari muka bumi ini." Tegas Dav sambil melepaskan cengkraman tangannya, lalu berbalik dan berjalan menaiki anak tangga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagaimana rasanya

Keesokan harinya, seperti biasa, Elena sudah bangun lebih dahulu di bandingkan Dav. Elena berjalan menuju dapur, di sana sudah ada si bibi yang sedang menyiapkan sarapan untuk Dav dan juga Elena.

"Pagi, non."Sapa si bibi sembari membuatkan secangkir kopi untuk tuannya.

"Pagi, bi."Elena menjawab sambil memperlihatkan senyumannya. "Bibi sedang buat kopi, ya."Tanya Elena mendekati si bibi.

"Iya, non. Non Elena mau bibi buatkan kopi?"

"Tidak, bi. Aku gak suka kopi."

"Yaudah teh bagaimana, non?"

"Aku juga tidak suka teh, bi."Elena membuka pintu kulkas, lalu ia mengambil minuman dingin, kemudian ia membuka tutupnya dan meneguknya secara perlahan. "Aku lebih suka air putih, karena menyehatkan."Ucapnya setelah ia selesai meneguk air minumnya. Elena kembali meneguk air minumnya, sementara si bibi hanya tersenyum menanggapi ucapannya barusan.

"Aku juga suka air putih."Ucap Dav yang sudah berdiri tegak di belakang Elena, membuat Elena hampir saja menyemburkan air yang baru saja masuk ke dalam mulutnya karena terkejut.

"Astaga, uncle. Kenapa seperti jelangkung, sih? Bikin aku jantungan tau gak."Kesal Elena sambil menatap horor Dav yang hanya menampilkan wajah tanpa dosanya.

"Sudah lupa ucapanku semalam hmmm."Dav merapatkan tubuhnya dengan Elena, ia tidak memperdulikan si bibi yang masih berada di dapur dan menyaksikan aksinya.

"Menjauhlah."Elena mendorong tubuh Dav, namun tubuh Dav sama sekali tidak bergerak."Uncle..."

"Masih memanggilku uncle?"Dav semakin merapatkan tubuhnya, tangannya mulai mengelus lembut wajah cantik Elena yang natural."Kenapa wajahmu merah sekali? Apa kamu demam baby?"Bisik Dav membuat bulu kuduk Elena meremang seketika. Ini adalah kali pertamanya Dav memanggilnya dengan sebutan baby.

"Aku bingung harus memanggil uncle apa. Uncle tahu selama ini aku sudah nyaman dengan panggilan uncle. Lalu mengapa uncle malah menyuruhku untuk merubah panggilanku?"

"Kamu bisa memanggilku, Dav."

"Tapi..."

"Turuti saja, Elen."Dav menjauhkan tubuhnya dari Elena sehingga membuat Elena dapat bernafas lega."Aku mau minum."Ucapnya sambil merebut botol minum yang berada di tangan Elena.

"Itu bekasku, uncle."

"Memangnya kenapa?"Tanya Dav lembut.

"Ada bekas bibirku, uncle"Gumamnya pelan namun Dav masih dapat mendengarnya.

"Anggap saja kita ciuman lewat botol minum ini."Ucap Dav di iringi dengan senyuman di wajahnya. Elena memelototkan kedua bola matanya, ia tidak menyangka jika Dav akan mengucapkan hal yang seharusnya tidak di ucapkan kepada dirinya.

Dav kemudian meneguk minumannya, ia terlihat begitu menikmati sampai memejamkan kedua bola matanya."Bagaimana rasa dari bibir gadis ini? Apakah manis seperti buah cery? Atau bahkan lebih manis lagi?"Dav membatin sambil membayangkan jika dirinya berciuman dengan gadis yang ada di hadapannya.

"Uncle... Uncle.... Uncle....."Panggilan Elena membuat Dav kembali ke alam sadarnya.

"Ada apa? Kenapa kamu masih memanggilku uncle?"Tanya Dav tak suka.

"Aku belum terbiasa."Jawab Elena pelan."Ayo kita sarapan dulu, bukankah kamu akan pergi keluar kota pagi ini?"

"Hmmm... Lain kali jangan di ulangi, atau kamu akan mendapat hukuman dariku. Mengerti."Tegas Dav sambil menaruh botol minuman tersebut ke dalam kulkas."Aku berangkat jam setengah sembilan, nanti aku akan mengantarmu ke kampus."

"Tapi aku tidak ada kelas pagi, uncle."

"Apa?" Dav menatap tajam Elena, gadis itu benar_benar seperti nenek_nenek pikun.

"Dav."

Dav tersenyum, kemudian ia mengelus lembut pucuk kepala Elena."Jangan di ulangi lagi, baby."Ucap Dav lembut. Dav menarik kursi untuk Elena. Ia menatap Elena lekat kemudian ia menyuruh Elena untuk duduk di kursinya "Duduklah."Perintahnya lembut. Elena hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Elena pun duduk dengan manis.

Dav menarik kursi yang ada di samping Elena, kemudian ia duduk."Selama aku di luar kota, kamu jangan nakal, ya. Baik_baik di rumah dan tunggu aku pulang."Ucap Dav sebelum ia menyantap sarapannya.

"Hmm aku mengerti, kamu sudah mengingatkanku semalam, dan aku tidak lupa."Jawab Elena membuat Dav terkekeh pelan."Tapi aku harus pergi nanti malam, aku tidak mungkin membatalkan janjiku dengan Deon. Kali ini aja, biarkan aku merasakan apa yang di rasakan oleh Sindy. Biarkan aku merasakan bagaimana rasanya punya kekasih."Batin Elena.

Bersambung.

1
namia khira
ceritanya bagus banget /Good/
alin soebank
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
namia khira
awal baca langsung tertarik
Qaisaa Nazarudin
Alisha Alisha,, nekat banget kamu, kenapa masih membenci Elena kalo kesalahan itu adanpada diri kamu sendiri,,,
Qaisaa Nazarudin
Dlm setiap perhubungan yg penting kejujuran,Kepercayaan dan kesetiaan,,
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Dav udah jujur sejujurnya ke Elena,,Tuh Deon mau ngenongkarnya,dia pikir Elena belum tau siapa Dav,,
Qaisaa Nazarudin
Bagus Deril kamu jgn mau bersengkongkol dgnnya,, yg ada kamu juga akan ikutan menyesal..
Qaisaa Nazarudin
Andaikan Elena tau papa kamu lah yg tlah membunuh kedua ortunya, apa kamu pikir Elena masih mau dgn mu, Mending dia hidup dgn Dav yg menyelamatkan dirinya dr pembunuhan kejam papa mu itu..
Qaisaa Nazarudin
Terus bagai mana dgn kamu Deon?? kalo Elena tau siapa sebenarnya kamu? Jadi kamu dan Dav itu 11 12 aja, hal usah bual..
Qaisaa Nazarudin
Bukan kah itu terlalu bahaya utk Elena, Setelah ini Elena yg akan jd incaran musuh mu di luar sana Dav..
Qaisaa Nazarudin
Apa kah itu Deon??Feeling ku mengatakan kalo itu Deon..🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Kamu itu terlalu polos Elena,Selalu ceroboh, melakukan sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus 3 hari, Biasanya org kaya selalu bilang”Besok kita menikah” 😂😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Apa kamu pikir Dav itu pria bodoh dan polos seperti kamu dan Alisha?? Dav itu lebih cerdas dan licik, kalian tunggu saja hukuman kalian dr Dav 😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Apa saja bisa terjadi dlm satu hari,satu minggu,Satu bulan Sam,Ini kan pula Satu tahun, Cinta mmg gila,Cinta tdk bisa dipaksa Sam..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk kamu aja yg terlalu polos,Masuk jebakan sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Alisha mah mancing2 kemarajan Dav lg,jgn sampai ancaman Dav mlm td dia lakukan beneran,habis kamu Alisha..
Qaisaa Nazarudin
Bodoh Deon,kelamaan kalo harus nunggu makan dulu,Yg ada rencana lamaran mu akan gagal terus,tuh anak buahnya Dav udah deket..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Noh kan Alisha,itu pengawalnya Dav,,Tapi aku kok nyesek dgn nasibnya Deon setelah ini..
Qaisaa Nazarudin
Cuuiih bisanya cuman ngancem2 doang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!