Menjadi anak yang kurang perhatian, kurang kasih sayang bahkan selalu di banding-bandingkan dengan Kakak Kakaknya membuat Falicia merasa tidak nyaman di rumahnya. Apa lagi setiap hari selalu saja ada perdebatan antara kedua orang tuanya, Kakak Kakaknya selalu sibuk dan merasa senang jika di unggulkan dari pada Falicia. Hingga pada akhirnya Falicia memilih kehidupannya sendiri.
Michelle Kakak dari Felicia yang selalu di banggakan karena sudah sukses di dunia Model, Namun karirnya hancur karena hubungannya dengan sang kekasih yang sudah melewati batas. Lalu bagaimana dengan anak yang sedang Michelle kandung namun Nikko kekasihnya belum siap untuk menikah dengan Michelle?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunny widdy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 08
Felicia menceritakan apa yang Papip nya inginkan pada Bian
" Bagus dong Cii ini kesempatan loe buat ngebuktiin kalo loe punya kebanggaan tersendiri, disaat Ka Vero sama Michelle memiliki passion tersendiri" Bian meyakinkan Felli bahwa Felli mampu
" Ya jujur aja Bi gua ga ngerti sama sekali tentang proyek perusahaan Papip" Felli merasa berat dan tidak mampu
" Yakinin diri kamu sendiri kamu bisa Ci, kamu mampu, pelajari aja dulu semuanya lama kelamaan kamu akan terbiasa percaya deh " Bian menguatkan Felli
" Okey aku akan coba " Felli pasrah namun dia akan berusaha mencobanya.
*****
Sepulang dari menjenguk Papipnya di rumah sakit Vero menuju penginapan Fellicia.
" Dekk, " Panggil Vero pada adiknya
" Iyaa Kaa" Felli membukakan pintu untuk Kakanya
" Tumben pagi pagi udah mandi aja" Ledek Kakanya
" Hemmm "
" Loh koq hmm aja"
" Ya gimana dong, abis Ka Vero gitu si"
" Kamu ada kabar dari Ka Michelle nggak dek?" Tanya Vero yang mulai khawatir pada Michelle
" Nggak pernah Ka Michelle ngontek aku " Ujar Felli sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk
" Kemana ya tuh anak , Soalnya kata Bang Jimmy udah semingguan Michelle libur pemotretan Bang Jimmy juga nggak tau Michelle dimana "
" Terus Ka Michelle kemana dong ka? " Felli mulai mengkhawatirkan keadaan Kakanya
" Kaka juga nggak tau" Vero mulai pusing dengan keadaan Vero mengacak-acak rambutnya
" Eh Ka, mungkin Ka Vero tau Apartemen yang Ka Michelle wakttu itu bilang. Yang Ka Michelle pernah bilang beli Apartemen itu loh pas dapet bonus dari pemotretannya kita di traktir makan malam" Felli mencoba mengingat ingat kejadian waktu Michelle membeli Apartemen
" Oh iya iya,, Kaka tau tempatnya. Ya Udah kita coba kesana ya dek" Vero mengajak Felli menuju Apartemen Michelle.
...Vero sempat bertanya dulu pada satpam penjaga Apartemen setelah mendapat Informasi tempat tinggal Michelle di Unit berapa Verro dan Felli pun langsung menuju Unit yang Pak Satpam sebutkan....
...Sesampai di Unit tempat Michelle tinggal Vero memencet Bell Apartemen Michelle. Tidak lama kemudian Michelle membuka pintunya, Michelle kira kurir pengantar makanan yang Michelle pesan....
"Cklek"
Suara pintu Apartemen Michelle terbuka
" Loh Kalian ngapain ke sini?" Michelle terkejut melihat kehadiran Vero dan Adiknya Falicia
" Chell kamu kemana aja? Pulang ke rumah nggak, Papip sakit Chell kamu nggak ada nengokin Papip ke Rumah Sakit" Verro langsung menanyakan Michelle tanpa menjawab pertanyaan Michelle.
" Aku juga punya kehidupan aku sendiri Kak, Kalian ngga perlu ikut campur urusan aku. Iya nanti aku tengokin Papip" Ujar Michelle yang tidak mempersilahkan Kakak dan Adiknya masuk.
Vero semakin curiga dengan Michelle yang bertingkah aneh seperti ada yang di sembunyikan.
" Sama siapa kamu disini?" Tanpa menunggu jawaban Michelle Vero langsung masuk ke dalam Apartemen Michelle
" Ka Verro nggak sopan ya Kaka" Michelle berusaha mencegah Vero ,namun Vero terus masuk.
Vero terkejut saat masuk ke kamar apartemen Michelle,, Vero melihat baju dan daleman yang berserakan, juga melihat baju dan daleman laki laki. Yang membuat Verro tercengang di atas meja nampak obat penguat kandungan, dan susu Ibu hamil, Vero tidak menghiraukan baju dan daleman laki-laki Vero langsung menuju meja tempat dimana Susu hamil dan obat penguat kandungan.
" Ini apa Michelle? jelaskan!!" Verro meminta penjelasan pada Michelle
Michelle tidak menjawab namun mengambil barang yang Verro maksud
" Keluar kalian dari sini, Pergi" Michelle menahan tangisnya karena semua yang selama ini di tutupi akhirnya ketahuan juga oleh keluarganya.
" Michelle jelaskan.!!!" Vero mulai emosi
" Ka Vero jaga emosi kaka.!" Felli bingung dengan kejadian ini Felli berusaha menenangkan Vero.
" Felli, lihat Kaka mu dia selama ini pergi pasti ada sesuatu yang tidak kita ketahui."
Michelle terdiam dan menangis, Fellicia mendekati Michelle dan memeluknya berusaha menenangkan nya.
Setelah keadaan sudah mulai membaik semua tidak emosi akhirnya Michelle pun menceritakan semua kejadiannya hingga kondisi kehamilannya saat ini.
" Dimana laki laki br*ngs*k itu yang tidak mau bertanggung jawab Michelle" Vero geram dan mulai memanas
" Udah ka tenang dulu" Felli berusaha menenangkan keduanya
" Nggak bisa terus begini dong Dek, Dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Enak aja dia kabur begitu saja, Sebelum kandungan Michelle membesar harus bertanggung jawab" Ujar Vero sambil mondar mandir di sekeliling kamar yang berusaha meredam emosinya.
" Dia bilang dia akan bertanggung jawab namun butuh waktu Ka" Ujar Michelle
" Yaudh kita tunggu aja dulu ka, kalau memang dia lari dari tanggung jawab pasti ada jalan keluarnya" Ujar Felli sembari membereskan kamar Michelle yang berantakan seperti kapal pecah
" Oke Kaka sabar dulu tapi kalo sampe dia lari awas saja. Sementara masalah ini jangan sampai Papip tau, nanti malah bikin Papip drop lagi disaat keadaan Papip mulai membaik" Vero pun mulai mencari solusi untuk masalah keluarganya.
Dua minggu telah berlalu namun Nikko tidak ada kabar, setelah kedatangannya mengantarkan Susu dan vitamin Ibu hamil Nikko tidak lagi mengunjungi Michelle, menghubungi pun tidak.
Michelle mulai gelisah mulai tidak tenang, bagaimana jika Nikko kabur dan tidak bertanggung jawab?
Michelle memutuskan untuk mencari tau keberadaan Nikko nomernya tidak ada yang bisa di hubungi, Michelle mencoba menghubungi Manager nya namun sama , Asistennya tidak di angkat.
Michelle mencoba menanyakan pada Jimmy
" Hallo Chell?" suara Jimmy terdengar samar melalui panggilan telfon
" Jim, Loe tau keberadaan Nikko nggak?"
" Emang loe nggak tau, Nikko kan udah pergi ke london satu minggu lalu Chell. Dia di kontrak salah satu majalah ternama di london selama satu tahun kalo nggak salah" Jelas Jimmy.
Deg.! Michelle merasa hancur berkeping keping hatinya, kepercayaannya. Michelle berusaha yakin Nikko akan bertanggung jawab dan memberinya waktu, namun kepercayaan Michelle begitu saja Nikko abaikan
" Hallo Chell? Are you okay? Chell...??" Jimmy merasa tidak ada respon dari Michelle akhirnya Jimmy mematikan telfonnya.
Tidak lama setelah Michelle menelfon Jimmy Felicia dan Vero datang mengunjungi Michelle. Berhubung pintu Apartemen Michelle tidak di kunci akhirnya mereka masuk ke dalam Apartemen Michelle. Vero dan Felicia terkejut melihat Michelle sedang terduduk di lantai sambil menangis
" Kak... Ka Michelle, Ka Michelle kenapa ka?" Fellicia langsung berlari menghampiri Michelle dan memeluknya.
" Chell, Apa yang terjadi?" Vero pun ikut panik melihat keadaann Michelle seperti tak berdaya.
Michelle menumpahkan tangisannya di pelukan Felicia
" Bodohhh... Aku bodoh... percaya begitu saja sama laki-laki tidak bertanggung jawab seperti Nikko" Ujar Michelle di sela sela tangisnya...
" Ssshhh... Udah ka udahh Kaka yang tenang yaa, Kita ada untuk Kaka,, Pasti ada jalan keluarnya okay?"
Vero kini mengerti mengapa Michelle menangis tak berdaya, Vero kesal namun untuk emosi waktunya tidak tepat di saat seperti ini. Sekarang waktunya untuk menenangkan Michelle dan mencari jalan keluarnya di situasi seperti ini.
mulai baca 🤤