Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Sang Penguasa

Cinta Sang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Konglomerat berpura-pura miskin
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irna Mahda Rianti

Karena sebuah kecelakaan yang disebabkan oleh tunangannya, hingga kedua orang tuanya meninggal, Gilang Danendra memutuskan untuk melindungi Nada Davinka, sang anak.

Siapa sangka, CEO kaya dan tampan itu, rela berpura-pura miskin hanya karena seorang wanita biasa. Kenapa Gilang Danendra harus melakukannya? Bagaimana kisah Nada dan Gilang selanjutnya? Lanjut bacanya yuk ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irna Mahda Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Keceplosan

Gilang menatap Nada yang sepertinya memiliki keinginan untuk mengatakan sesuatu padanya. Gilang juga mengerti, apa yang ada dalam pikiran Nada saat ini.

Gilang hanya tersenyum simpul, melihat rasa gugup Nada, yang ingin mengatakan sesuatu padanya, namun sepertinya Nada tak kuasa mengatakannya.

"Apa kau tak tertarik dengan tiket liburan ini?"

"Ha? Apa?" Nada jadi gelagapan.

"Ini tiket liburan ke Bali, apa kau mau?" 

"Kenapa untukku? Bukankah itu untuk temanmu?"

"Ya kali saja kau mau, karena temanku belum kuberi tahu juga sih. Kalau memang ada yang mau, ya aku akan memberikannya saja. Yang jelas, tiket liburan ini harus segera hilang di rumah bosku, istrinya mulai curiga, karena bosku akan pergi liburan dengan selingkuhannya," ucap Gilang sembari berbisik.

Glek, Nada menelan ludahnya. Apakah ini yang dinamakan dewi fortuna datang untuknya? Ketika teman-temannya akan berlibur ke Bali, dan Nada hanya bisa gigit jari, akhirnya keinginan itu bisa tercapai, karena orang asing dihadapannya ini.

"Memangnya aku boleh memintanya untukku?" tanya Nada gelagapan.

"Memangnya kau mau? Ambil saja kalau mau, nih, untukmu saja," Gilang menyerahkan tiket liburan itu pada Nada.

"Ya ampun, ini beneran? Kenapa rasanya seperti bermimpi? Terima kasih banyak ya, G-Gilang, sungguh, terima kasih sekali …" Nada terlihat senang dan sumringah sekali.

"Sama-Sama, nah, kalau begini kan aku tak perlu susah-susah pergi ke rumah temanku, aku berikan saja padamu, lalu aku akan pulang ke rumah dan beristirahat. Aku lelah sekali, bekerja seharian, dan belum makan apapun," Gilang memegangi perutnya.

"Ah, iya. Sama, aku juga lapar sekali," Nada refleks berbicara seperti itu.

"Oh, kau juga lapar? Kalau begitu, kita makan bersama saja, apa kau mau?" ujar Gilang tiba-tiba.

"Ya ampun, memangnya aku bicara apa barusan? Kenapa kau mengajakku makan?" Nada seperti orang yang lupa ingatan.

"Lho, barusan kau bilang, sama aku juga lapar sekali, begitu kan?" Gilang mengingatkan.

"Hah? Apa iya? Aku berkata begitu? Kapan aku mengatakannya? Perasaan aku tak pernah mengatakan hal serendah itu padamu! Tidak, aku tidak lapar sama sekali. Sungguh," Nada benar-benar malu.

"Itu tipuan otak. Kau tak bisa membohongiku, karena ucapan awalmu itu berasal dari pikiranmu yang sesungguhnya. Aku dapat uang tip dari bos, ada lima puluh ribu, mau kutraktir? Kita makan  yang cukup untuk berdua saja, gimana? Tak usah sungkan, karena aku memang senang berbagi," ajak Gilang.

"Tidak, tidak, aku tak lapar. Adikku sudah menungguku, dan aku harus segera pulang, aku tak boleh berlama-lama. Ah, itu dia buswaynya, kebetulan sekali lewat, Gilang, terima kasih banyak atas tiket ini. Maaf, aku pernah memiliki pikiran negatif tentangmu. Aku pergi dulu, ya, sekali lagi terima kasih banyak atas tiket ini. Terim kasih sekali …," Nada pun berlalu, saat busway berhenti tepat dihadapannya.

Nada segera masuk ke dalam busway, dan berharap jika Gilang tak akan turut naik. Memalukan sekali, Nada bisa-bisa berkata lapar dihadapan Gilang.

Tentu saja Nada tak mau makan bersamanya, Nada tak memiliki uang. Jika ditraktir Gilang, mau ditaruh di mana mukanya? 

Gilang hanya senyam-senyum melihat Nada yang salah tingkah, dan berlalu meninggalkannya. Gilang tahu betul, jika Nada memang lapar, namun sepertinya ia gengsi, karena tak mungkin mau menerima traktiran dari Gilang.

"Gadis yang aneh, tapi lucu. Baru pertama kali aku melihat gadis sebodoh dirimu. Bisa membohongiku, tapi aku tak sedikitpun memercayainya." Gilang geleng-geleng kepala, karena sifat Nada begitu menggelitik dirinya.

.

.

Sesampainya di rumah, Nada membawa dua porsi soto untuk makan dengan adiknya. Nasya sudah berada di rumah, karena sekolahnya hanya setengah hari.

Saat Nada sampai di rumah, Nada melihat Nasya tengah selonjoran di sofa sembari menonton televisi. 

"Aduh, enak banget selonjoran. Udah nyapu ama cuci piring belom nih?" sindir Nada.

"Eh, Kakak, baru pulang yah … ya jelas udah, dong. Aku kan rajin, gak kayak Kakak! Ups …" Nasya terkekeh.

"Wah, beraninya kamu sama kakakmu sendiri, ya! Ya udah deh kalau gitu, kamu gak akan kakak ajak pergi liburan! Abisnya kamu nyebelin!" Nada duduk dengan menyilangkan kakinya.

"Hah? Apaan kak? Liburan? Liburan ke mana? Ah elah, palingan juga liburan ke taman kota!" sindir Nasya.

"Wah, wah, wah, penghinaan ini sih namanya! Yaudah deh, kalau kamu gak mau! Kakak mau ajak Kak Sinta aja untuk liburan gratis ke Bali! Ah, harus sekarang memberi tahu Sinta kalau begitu!" ujar Nada.

"Apa? Liburan ke Bali? Tak mungkin! Kakak pasti bercanda, kan?" Nasya teramat tak percaya. 

"Kamu gak percaya? Kalau dengan ini, apa kamu percaya sekarang?" Nada memerlihatkan selembaran tiket wisata liburan ke Bali, yang Gilang berikan padanya.

Nasya dengan sigap mengambil selembaran yang dipegang oleh Nada. Matanya terbelalak kaget, ketika melihat ada dua lembar tiket liburan untuk pergi ke Bali.

"Kakak, ini apa? Ya ampun, ini tiket wisata ke Bali? Bohongan gak sih Kak? Ih, kakak dapat ini dari mana coba? Ya ampun, sumpah, aku bener-bener gak nyangka! Kakak dapat ini dari mana kak? Gak mungkin kakak bisa beli tiket wisata kayak gini! Jujur kak, kakak dapat dari mana? Awas kalau kakak ngerayu om-om, atau Kakak ngerayu suami orang buat dapetin tiket liburan kayak gini!" sentak Nasya tidak percaya.

"Astagfirullah, Nasya! Kamu ini! Kenapa mulutmu lancang sekali? Jangan begitu kamu! Seenaknya aja nuduh Kakak aneh-aneh. Kakak enggak serendah itu ya! Kakak dapat ini dari orang yang pernah ditipu oleh Om-mu! Sudahlah, ini tak akan terjadi apa-apa. Jika kamu tak mau, yasudah, kakak akan pergi dengan kak Sinta saja!" 

"Ih Kakak, kok marah sih? Aku kan cuma kaget aja! Ya jangan gitu dong! Aku mau ikut Kakak, aku mau pergi sama Kakak! Aku gak mau ditinggal sendirian, Kak. Maaf, maaf aku udah nuduh, kakak marah yah sama aku?" Nasya merasa bersalah.

"Nasya, Nasya, enggak kok. Kakak gak marah sama kamu! Kakak cuma gak nyangka aja, kamu malah nuduh Kakak kayak gitu! Btw, kita harus berterima kasih sama tukang kebun itu, karena dia yang udah kasih tiket ini! Kayak ada dewi fortuna aja gitu, lagi beruntung kakakmu ini!" Nada terkekeh.

"Siapa tukang kebunnya? Kakak kenal dari mana?"

"Entahlah, dia tiba-tiba saja datang. Aku sendiri tak tahu, kenapa dia bisa dengan mudahnya datang, dan memberikan petunjuk pada kakak. Jika dipikir, akankah aku bertemu lagi dengannya? Baik sekali dia, kenapa aku lupa memberikan nomorku ya? Astahfirullah, ya Allah, aku ini bicara apa! Ya ampun, kenapa jadi ngaco begini? Arrghh, Nasya, sudahlah jangan banyak bicara! Yang terpenting kita akan segera liburan bersama teman-teman Kakak!" Nada merasa malu, karena ia keceplosan.

Apa aku dan dia akan bertemu lagi? Walaupun wajahnya jutek, tapi rupanya dia orang yang baik. Batin Nada.

1
falea sezi
knp lo g lanjtt
Rhina sri
wooow kereen banget gilang buat diana mengakui semuanya.. moga rencana pernikahan gilang sm diana cpt gagal
Rahmi Miraie
bagus gilang jangan menyerah ungkapkan semua kebenaran yg ada meskipun nanti banyak pihak yg mengelak dan juga nada harusnya kamu juga membantu gilang dan berkata jujur sehingga usaha gilang tdk sia"
Arif Muzakki
ws Ndang di terima nada toh,kamu juga cinta kan ma gilang
Rahmi Miraie
aku sampai lupa cerita ini..saking lamanya ga up
😂😂ayo nada beri kesempatan buat gilang
Ade Nurika
karya kak Irna slalu is the best deh
Rhina sri
sosweeet banget gilang...mau kh km berjuang dgn ku, udah nad terima ajah😅
Rahmi Miraie
gilang kamu masih bisa mencari nada meski tnpa bantuan dr bagian ITdiperusahaanmu
knpa ga ikutin aja si yudha
Rhina sri
gilang jangan mau sampai kpn pun yuda gk bkl ngasih tau km dimana nada... coba km cari tau setelah yuda pulang ikuti dia
Rahmi Miraie
semoga adit ttp pada perintah gilang tanpa harus berkhianat
Rhina sri
apa rencana gilang akan berhasil.. sepertinya yuda gk bkl ngasih tau nada dimana
Rahmi Miraie
bapak tirta yg terhormat jangan egois dan menjual kebahagiaan anaknya sendiri setelah anda melihat video itu apa kah masih bisa enyuruh gilang menikah dg wanita yg berkelakuan buruk
Rhina sri
bapak tirta yg terhormat apa km tega meruksak kebahagiaan anakmu dgn menikahkan gilang sm diana wanita jahat
Rahmi Miraie
ayo gilang dgn kekuasaan yg kamu miliki cari dan temukan nada
Rahmi Miraie
akh nada knpa harus pakai cara kabur"an siih..kamu kan bisa dengerin dulu penjelasan gilang baru ambil keputusan
Rhina sri
apa yg di takutkan gilang kini terjadi juga.. nada pergi tampa sepengetahuan gilang, moga gilang cpt menemukan nada kembali😞
Rhina sri
yudha modus ternyata dia menyukai nada.. nada gilang itu org baik dia yg selalu ada dan selalu menolongmu😌
Rahmi Miraie
nada ga boleh menilai orang dr luarnya saja..asal kamu tau gilang yg selalu menolong kamu dgn tulus bukan seperti yg kamu pikirkan kalau gilang akan berbuat jahat terhadap kamu..gilang itu cinta sama kamu nad..
Rhina sri
nah nah na kn semua akan terbongkar... nada melihatnya dengan jelas😃
Rhina sri
nah nah na kn semua akan terbongkar... nada melihatnya dengan jelas😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!