Indonesia
NovelToon NovelToon
Teror Dedemit Sumur Tua

Teror Dedemit Sumur Tua

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Playboy / Iblis / Horor / Tamat
Popularitas:40.3k
Nilai: 5
Nama Author: fendy citrawarga

Di sebuah desa, seorang pemuda anak kades menginginkan gadis namun ditolak karena gadis itu sudah mempunyai pacar.

Dendam cintanya ditolak, si pemuda membuat perhitungan dengan berbagai cara, mulai mengintimidasi si gadis, pacarnya, bahkan orangtuanya yang justru bekerja di sawah/ladang milik ayah si pemuda.

Namun si gadis tak terpengaruh, dia tetap menolak cinta si pemuda anak kades itu.

Akhirnya si pemuda nekat menculik si gadis dan melakukan kekerasan dengan memerkosa si gadis bersama teman-temannya, hingga tewas.

Adik si gadis bersama pacarnya, kakaknya, pacar si gadis mulai bertindak mencari dan balas dendam dibantu oleh para dedemit dari sumur tua tempat si gadis dibuang ke dalamnya setelah diperkosa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fendy citrawarga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Dinodai

"Adow .....sakit Bos!' rintih Benco.

Doma da Gonta tampak tersenyum, puas melihat kesialan Benco digetok botol oleh si bos.  Sementara yang punya kuasa, Darpin, masih saja marah-marah.

"Kalau kamu waras, ayo bantu tuh si Doma ikat perempuan brengsek itu ke tiang!"

Tak banyak omong apalagi protes takut botol digetokkan lagi di kepalanya, si Benco pun gegas membantu Doma mengikat tubuh Wiwi ke tiang yang ada di tengah gudang.

Tangan Wiwi dikebelakangkan dan diikat kuat-kuat oleh tambang plastik, matanya kembali ditutupi kain, dan mulutnya lagi-lagi disumpal.

Wiwi tak berkutik, dia pasrah menerima perlakuan yang sangat tidak diinginkannya itu. Sebab, meski berusaha meronta-ronta ingin melepaskan diri, hanya sia-sia.

"Hahahaaa........saatnya kau menerima pembalasan atas ludah-ludahmu yang kau muncratkan di wajahku, Sarwi!"

Darpin mendekatkan mulut botol miras oplosan ke lubang hidung Wiwi agar disesap. Seketika Wiwi terasa muak. 

"Namun," kata Darpin sambil mengusap-usap lengannya ke pipi mulus Wiwi, "Aku sekali lagi ingin bertanya, apakah kau mencintaiku sayang?"

Wiwi tak menjawab karena memang mulutnya disumpal.

"Oh, maaf mulutmu disumpal. Baiklah akan kubuka sumpal mulutmu. Nah sudah terbuka. Ayolah jawab sekali lagi, apakah kau mencintaiku sayang?"

Dan....****, untuk ke sekian kalinya ludah mendarat di wajah Darpin. Tak kuasa menahan gejolak emosi usai kembali disembur ludah, Darpin benar-benar murka.

Minuman yang tinggal seperempatnya itu diminum hingga tandas. Matanya mendadak tampak memerah. Nafsunya bergejolak, segera tangannya menjambak rambut Wiwi dan ditarik ke belakang.

"Plak, plak, plak!" tiga kali tamparan mendarat di wajah Wiwi. Wiwi hanya meratapi sakit kena tamparan, tak mampu berbuat banyak.

Lalu Darpin memegang bagian atas baju Wiwi dan ditariknya ke bawah hingga terbukalah bagian dada Wiwi.

Mata Darpin melotot melihat gunung kembar yang senantiasa diimpi-impikannya. Kini tampak jelas terlihat. Dalam keadaan mabuk berat, dia lalu melucuti pakaian Wiwi satu per satu dan tampaklah tubuh indah yang membuat degup jantung Darpin kian berjoget ria.

"Indah, indah sekali sayang......," gumam Darpin berbisik lembut di telinga Wiwi.

Sementara konco-konco Darpin, Doma Benco, dan Gonto, cuma menonton. Lalu mereka pun mulai mengambil jatah botol miras, dan segera meminumnya mengikuti jejak sang bos yang lebih dulu sudah mabuk.

Bersamaan dengan itu pula mereka bertiga merasakan perubahan pada tubuhnya. Pandangan matanya menatap tajam kepada sang bos yang sudah bugil lalu menodai kehormatan Wiwi, wanita buruh pabrik yang bernasib malang itu dirudapaksa pria bajingan bernama Darpin.

Wiwi menjerit-jerit dalam batinnya, menyambat-nyambat orangtuanya, kakak dan adiknya, pacarnya, dan orag-orang tersayang. Ingin sekali ia berontak dan melawan namun sia-sia belaka.

Darpin kian bernapsu menodai Wiwi dengan hasrat berahi overdosis. Hingga Wiwi terkulai lemas.  Akhirnya beberapa saat kemudian Darpin menghentikan aksinya, mungkin sudah sampai puncaknya. 

Tak dinyana, Doma pun menghampiri Wiwi.

"Helo Bos, apa boleh gue ikut enak?" ujar Doma, malu-malu.

"Terserah lo, brengsek!" ujar Darpin sambil merebahkan diri ke lantai tanah gudang. Tampaknya ia begitu kelelahan setelah menodai Wiwi.

Doma pun tak membuang kesempatan, serta merta mendekap tubuh Wiwi dan melakukannya seperti Darpin tadi, bahkan si Doma lebih tak berperasaan.

Begitulah, usai Doma, lanjut Gonto, dan Benco. Pria-pria bejat ini dengan seenaknya menodai gadis kampung buruh pabrik dengan tanpa rasa perikemanusiaan.

Mereka pun merebahkan diri kecapaian. Sementara yang dinodai sudah tidak ingat apa-apa lagi, kepalanya terkulai, dengan tubuh tanpa sehelai benang pun karena dilucuti para bajingan. Tubuhnya masih terikat di tiang gudang.

"Bos!" Doma berbisik kepada Darpin.

"Apa lu?"

"Lihat!" tunjuk Doma ke arah Wiwi.

"Apa, ayo kamu periksa!" kata Darpin masih merebahkan tubuh saking merasa capek.

Doma bangkit lalu mendekati tubuh Wiwi. Kepalanya yang terkulai diangkat, namun kembali terkulai tanpa reaksi apa-apa.

"Bos, tampaknya dia......" Doma tak melanjutkan omongannya menyadari wanita buruh pabrik pacar Warya yang telah dinodai ramai-ramai itu tampaknya sudah tak bernyawa lagi. Bisa jadi kehabisan napas ketika mulutnya dibekap agar tidak berteriak ketika para playboy itu menodainya.

Darpin pun bangkit lalu mendekati Wiwi dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Ternyata bergerak seluruhnya, tanpa ekspresi kehidupan lagi.

"Waduh, gimana ini Dom?" 

Darpin amat terkejut. Sejenak dia tertegun, jantungnya terasa mau copot. Dia menyesal telah berbuat sejahat itu. Andai bersabar, mungkin Wiwi masih hidup dan dia masih punya harapan untuk menikahinya. Kalau sudah begini?

"Terserah Bos ajalah, aku ngikutin," ujar Doma, enteng.

"Ayo segera kita pergi dari sini!" kata Darpin kepada teman-temannya.

"Wiwi gimana Bos ditinggal begitu saja, bagaimana kalau diketahui orang dan polisi, kita bahaya!" ucap Doma.

"O, iya ya."

"Gon, Ben, kamu punya pendapat?"

"Di pinggir gudang ini saya lihat ada sumur. Kita buang ke sana aja lalu kita pergi," usul Gonta.

"Ya, cepet buang ke sana dan kita harus segera pergi!" suruh Darpin.

Maka mereka pun membuka ikatakan tali tambang di tubuh Wiwi. Sebelum mengeksekusi jenazah Wiwi ke dalam sumur tua, Benco disuruh melihat-lihat situasi di luar gudang. Apalagi saat itu waktu menunjukkan pukul 14.00 siang

Benco mengangkat jempol pertanda di luar gudang nan jauh dari perkampungan itu tak ada yang patut dicurigai.

Maka, jenazah Wiwi pun dibopong oleh mereka dan tak berperikemanusiaan langsung saja dimasukkan ke dalam sumur yang entah berair atau kering. Sumur itu berdiameter 1 meter.

Bluk terdengar bunyi benda jatuh ke dalam. Mendengar benturan sumur itu tampaknya sudah kering. Lalu mereka mencari-cari penutup sumur. Ditemukan bilah-bilah kayu yang kebetulan ada di gudang itu, lalu ditutupi lagi dengan benda-benda lainnya semisal kayu-kayu bekas, dan potongan bambu.

"Ayo kita pergi sekarang. Awas kalian jangan buka mulut kepada siapa pun. Kita dalam bahaya, keluarga Wiwi pasti mencari dan tak mustahil mencari-cari kita. Makanya ayo kita kabur saja keluar kampung sebab kalau di kampung pasti ditangkap, paling tidak diinterogasi polisi," kata Darpin dengan hati waswas.

"Siap Bos, aku ngikutin aja!" ujar Doma dan rekan-rekannya.

"Namun karena sekarang masih siang. Kita ngumpet dulu, nanti malam kita kabur," ajak Darpin.

"Iya betul, tuh ada dangau pinggir sungai, kita ngumpet dulu di sana," kata Doma.

Mereka pun lantas meninggalkan gudang itu menuju dangau yang berada di pinggir sawah dekat sungai besar. Sesampainya di sana mereka langsung merebahkan diri dan tertidur hingga pulas seolah mereka tak mengalami kejadian yang mengerikan telah memperkosa wanita buruh pabrik dan langsung membuangnya ke sumur tua.

***

Waktu telah menunjukkan pukul 17:00 petang ketika dua orang pria baru saja beranjak dari bibir Sungai Cilampit. Keduanya seharian menunggui bibir sungai itu, memancing ikan.

Keduanya merasa waktu begitu cepat berlalu saking asyik memancing padahal ikan hasil tangkapannya tak melebihi 10 ekor dengan waktu nyaris seharian. Andai saja tak ingat kepada yang di rumah, pastinya mereka akan terus dan terus duduk mencangkung di bibir sungai, lupa makan lupa mandi. Yang diingatnya mungkin cuma merokok dan meneguk kopi yang sudah basi.

Bagi sebagian orang memancing ikan di sungai atau di mana pun tak ubahnya berjudi. Semakin kalah semakin penasaran ingin menang. Pun dengan memancing, semakin ikan sulit didapat dan sekalinya ada yang menyanggut, maka teruslah tergoda untuk bisa menangkap ikan berikutnya, tak peduli ikan yang didapat cuma ikan nila yang di pasar juga banyak dan mudah ditangkap dengan umpan uang.

Ketika kedua pria yang bernama Didi dan Taryo mendekati gudang yang siang tadi di sana ada tragedi mengerikan, tiba-tiba langit gelap, angin kencang bergemuruh, dan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Petir bersahutan.

"Kang, berteduh dulu tuh di gudang yuk, hujan nih!" ajak Taryo kepada Kang Didi.

"Iya Tar, hujannya besar nih kalau kecil kita paksain lari," timpal Kang Didi

Lalu keduanya berteduh di serambi gudang yang pintunya agak terbuka.

Beberapa saat ketika mereka duduk sambil merokok menunggu hujan reda. Tiba-tiba di dalam gudang terdengar suara wanita menangis.

Mendadak bulu kuduk Kang Didi dan Taryo berdiri. (Bersambung)

1
khutuKoupret
👍
fendy citrawarga: Terima kasih apresiasinya kakak, salam hangat
total 1 replies
pelukis_senja
ada baiknya setannya dah muncul di bab awal biar reader tahu horor ya sumur dr setan mana...saran aja sih🙏😁
fendy citrawarga: Alhamdulillah udah banyak, tapi dalam bahasa daerah (Sunda), terima kasih sekali lagi apresiasi dan penyemangatnya, sahabat....
total 3 replies
pelukis_senja
wah rapi tulisannya, sy suka..lanjutkan, semangat suatu hari pasti rame kok🤗
fendy citrawarga: Terima kasih apresiasinya, sahabat. Ya, emang up-nya agak terlambat karena selain harus diketik dulu, juga diedit berulang-ulang biar rapi dan enak dibaca.
total 1 replies
stellarflower
plis thorr up yang banyak🥺
fendy citrawarga: Maunya sih begitu, namun apa daya tangannya cuma dua.....
total 1 replies
Nightingale Soakage
Jujur aja, niatnya mampir buat baca sekilas.. eh kok malah bablas haha aku tunggu crazy upnya thor!
fendy citrawarga: Bablas bacane? Makasih ya semoga terus bablasnya hingga cerita ini tuntas, tas, tas......
total 1 replies
Garang Anggriawan
Bagus nih ceritanya! Semoga kedepannya bakal tetep bagus dan terus bikin penasaran ya
fendy citrawarga: semoga
total 2 replies
blouses and houses
Thor, aku bacanya sampe qerja lembur bagai quda. Pasti author ngetiknya juga ya sampe belum emam! Aku semangatin deh!! Semangat!
fendy citrawarga: Iya, bela-belain nahan lapar takut nulisnya enggak selesai, nanti dimarahin oleh kamu-kamu gegara tidak up, makasih penyemangatnya, sob
total 1 replies
Labuh Ardianto
Kak author semangat!! jangan lupa istirahat dan liat yang seger-seger biar ga pusing nulis next bab!
fendy citrawarga: Duh yang seger-segernya gak ada, kasih dong!
total 1 replies
Kitty Bloom Untuk Pemilik Lolz Gods
Aku pengen deh jadi pemeran utamanya, seru kali ya! Thor! Aku mau masuk ke ceritamu bisa enggak?!
fendy citrawarga: Bayar dong....hehe
total 1 replies
TripleAdorable
Aku galau karenamu Thor! Mana lanjutannya Thor huhuhu
fendy citrawarga: Siap , up udah meluncur
total 1 replies
vanilla attack
Terdebest sihh kalau baca karya-karya author, apalagi sambil rebahan gini dan mendukung halu sebelum tidur wkwkw
fendy citrawarga: Awwas halunya jangan sampai lepas, kena jidat sakit, lho! hehe.....
total 1 replies
Kitty Bloom Untuk Pemilik Lolz Gods
kapan update nya masak udah end 😬😬 update nya lamaaaaaa😫😫😫
fendy citrawarga: Waduh kasihan deh, bab baru sudah dikirim lagi diperiksa ama Embah Ntoon, makasih udah komen, mantap!
total 1 replies
Zizi Suartini
hai authorr 🤗 ganbatte ya, sukses teruss...
fendy citrawarga: Hai lagi, terima kasih ya udah komen
total 1 replies
isntit darling
Se daebak itu! Aku bakal terus menunggu lanjutannya Thor! Semongko!
fendy citrawarga: Siap, tunggu aja tayangnya, okay?
total 1 replies
Garang Anggriawan
akhirnya up juga sekian lama perjuangan ku menunggu .hehehe lanjut ! cemangat
fendy citrawarga: Up dong kan belum tamat.....
total 1 replies
Drone Ground
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
fendy citrawarga: Maaf ya maksudnya apresiasimu
total 2 replies
DazzledSweetie
Next thor, biar aku bisa jadi first comment di bab selanjutnya haha
fendy citrawarga: Janji ni ye?
total 1 replies
Rien April
follback bg Rienapril07

obsesi mister Daniel 🤭🙏
fendy citrawarga: Iya, siap Dek
total 1 replies
CandycaneMissy
Semoga kedepannya bisa makin bagus dan author ga pusing2 mikirin hal negatif ya. Fighting!
fendy citrawarga: Aamiin, terima kasih suppoort dan komennya sob
total 1 replies
Kekasih Dropper
Ayo guys semangatin author dengan masukin novel ni ke novel Favorite kalian 😘😘😘😘, makasih ya buat author nya udah setia tuk menghibur kita semua 😊, BYE GUYS!!! 🙋😇💕
fendy citrawarga: Ia masuki dan baca babnya hingga tamat ya. Sama-sama terima kasih sudah support dan komen
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!