Indonesia
NovelToon NovelToon
MEET & ANSWER

MEET & ANSWER

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta Beda Dunia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dece Dhinia.

Kembali lagi dengan Season 2 dari Eternal Enemy, kali ini menceritakan tentang perjalanan Rita yang harus pupus dengan Alex karena terlalu banyak gangguan. Termasuk teror dan gangguan dari musuhnya yaitu Ney yang tidak henti-hentinya mengganggu hidup Rita.

Setelah menjalani jalan yang penuh duri, Rita kini dipertemukan dengan seorang pemuda bernama Kazen Mahendra Darma. Sosok laki-laki yang mampu menyembuhkan luka batin Rita.

Ney pun akhirnya memperlihatkan sikap aslinya pada Alex yang ternyata dia memang tidak menyukai hubungan Rita dan Alex. Lalu bagaimanakah reaksi Alex setelah tahu?

Yak yak, usaha Ney gagal total kemana-mana menarik perhatian Alex hanya untuk menghancurkan Rita, sayang semua tipu dayanya sudah masuk radar keluarga Darma. Yang kabarnya termasuk salah satu keluarga berbahaya.

Yuk ikuti lagi Novel Karya aku yang ke dua, ceritanya semakin seru banget!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dece Dhinia., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Saat perut Rita sudah kenyang, bagiannya masih tetap banyak. "Aku simpan buat besok deh, kebetulan besok tidak perlu pagi datang ke sekolah," katanya berencana untuk menyimpan cakenya di kulkas.

Rita keluar kamar saat Alex terus menerus chat, menuju dapur. Rin ada di sana tengah menunggu suaminya untuk datang menjemput. Berpikir wajahnya akan dalam bahaya, Rita memutar otaknya lagi.

Rin melihat kedatangan Rita, dengan wajah yang bete dia sengaja mengambil piring kecil lagi. "Minta sini, kakak tidak kebagian kuenya. Anak-anak yang makan," katanya seenak mulutnya.

"Enak saja. Ini punyaku, kalau anak-anak kakak yang makan apa urusannya sama bagian ku? Diberi segitu protes, aku dengar sendiri kalau kakak tidak mau memakannya," kata Rita menjulurkan lidah.

"Kamu ini ya dasar adik tidak tahu adab! Kakak ini anak pertama! Kamu harus beri kakak potongan paling besar, adik macam apa kamu ini. Kamu itu posisinya di bawah ya bukan di atas! Kamu yang harus banyak mengalah. Jadi kalau Alex beri kamu apapun ya itu hak kakak!" kata Rin dengan nada yang sangat marah.

"Preeet," kata Rita tidak peduli dan hanya mendengus tidak mendengar apa kata kakaknya itu. Dia tidak jadi menyimpan cakenya karena takut dimakan seenaknya.

Rita mengambil Tupperware milik ibunya dan menaruh di dalamnya kemudian kembali ke kamarnya.

Rin sangat marah melihat tingkah Rita yang tidak peduli. "Aku akan laporkan pada ibu!" Ancamnya melipat tangannya.

Rita berbalik, "Memangnya aku takut? Silakan laporkan. Anak pertama pengecutnya bukan main huh!"

"Kamu ya!" Kata Rin menunjuk Rita.

"Apa?? Selama kakak terima cake ini, apa ada pikiran kakak untuk menaruh bagian suami? Ada?" Tanya Rita menatap meja makan.

"Itu bukan urusan kamu! Dia mana ada makan cake murahan begitu," kata Rin dengan nada jutek.

"Oooh iya ya aku lupa. Ini kan cake murahan terus kenapa memaksa untuk dikasih?" Tanya Rita membuat Rin terdiam tidak bisa membalas.

Rita kembali dan Ayahnya keluar sambil menggelengkan kepala. "Sudah! Sudah! Masalah kue saja masih terus dipermasalahkan! Kalau kamu mau ya beli bukan menuntut orang harus selalu kasih kamu!" Kata ayah dengan tenang.

Ibu menyadari bahwa anak pertamanya menjadi sangat egois perihal cake saja sudah buat kepala sakit. Ibu juga merasa bersalah karena salah terus memanjakannya dibandingkan Prita dan Rita.

Berharap Rin bisa menjadi harapan keluarga ternyata jadi salah semua.

"Nih, makan punya Ayah saja daripada kamu ribut terus," kata Ayah menyodorkan piringnya. Rin hanya menatap dengan nanar.

"Tidak boleh. Semuanya sudah sesuai bagiannya ini untuk Ayah," kata Ibu protes memberikannya lagi.

"Kan aku anak pertama, Ayah," kata Rin masih berdiri.

"Iya kamu anak pertama tapi tidak ada hak menuntut apa yang teman Rita berikan kepadanya, itu adalah hak kamu," kata Ayah mengambil nasi.

Rin menundukkan kepala.

"Lagipula sejak kapan milik Rita itu milik kamu? Kalau begitu berarti Alex juga punya kamu? Kamu tidak bisa seperti itu," kata ibunya mengambil kan sendok.

"Makan saja cakenya," kata Ayah.

"Tidak perlu, Ayah. Aku makan punya suami saja," kata Rin menuju lemari makanan.

"Ya Allah, Rin. Sekalinya kapan sih kamu beri makanan enak ke suami sendiri? Suami kamu kerja dari pagi sampai malam, pernah kamu sediakan dia minuman atau cemilan?" Tanya Ibunya melihat Rin mengambil bagian suaminya yang telah disiapkan oleh ibunya.

"Sudah sudah, biarkan saja. Akibat ibu selalu memanjakan dia jadi seperti ini. Ayah sudah bilang rata ke Prita, ke Rita sekarang bisa Rin jadi kakak teladan? Jauh!" Kata Ayahnya sambil makan.

Ibu terdiam mendengarnya tetap saja Rin memakan milik suaminya dengan nikmat. "Kamu itu sudah menikah! Sudah bukan anak kecil yang harus selalu diutamakan," kata Ibu menghela nafas.

"Kamu pernah menghargai suami yang bekerja banting tulang selain terus protes soal uang? pergi pagi pulang tengah malam demi siapa? Tapi Ayah tidak pernah melihat kamu menghargai usahanya, selaluuu bilang kurang ini kurang itu," kata Ayahnya mengomeli Rin.

"Dia kan bisa cari makan sendiri. Dia juga tidak keberatan," kata Rin memainkan krim hijau.

"Kamu itu sudah menjadi seorang istri. Kalau bisa cari sendiri buat apa dia menikahi kamu? Buat apa kamu memaksa dia yang saat itu masih kuliah untuk cepat menikahi kamu? Status untuk pamer?" Tanya Ayah menusuk hati Rin.

Rin hanya diam mendengarnya, ibunya tidak banyak komentar. Toh semua ga memang terbukti benar.

"Tujuan hidup kamu apa sih, Kak? Sampai sekarang Ayah rasa kamu masih saja iri dengki ke adik-adik kamu terutama Rita," kata Ayahnya sambil makan.

Untunglah anak-anaknya masih bermain di halaman rumah dengan Prita yang menyalakan kembang api. Ayah memakan cake itu dengan nikmat.

"Alex baik ya sama Rita. Apa ada bunga-bunga cinta?" Tanya Ayahnya senyum-senyum.

"Sepertinya begitu," kata ibunya membalas.

"Rin yakin itu hanya bercanda," kata Rin tidak ingin mengakui.

"Jangan iri. Laki-laki sudah beda niatnya kalau dia sampai mengirimkan cake selezat ini ke perempuan. Tapi... Rita pasti tidak tahu artinya ya," kata Ayahnya tertawa menggaruk dahinya.

"Dia kan memang tidak peka kalau dengan berlawanan jenis. Yah kita lihat saja ujungnya bagaimana," kata ibu tertawa.

Rin hanya diam mendengarnya. Awas saja kalau benar Rita dengan Alex, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi pikir Rin.

Mirip dengan pikiran Ney karena dari kakaknya lah Rita mampu melihat seberapa toxic kakaknya dan juga Ney. Benar-benar sama dari cara menghancurkan Rita sampai mengejeknya meskipun Ney sangat jauh dengan tabiat Rin.

Beberapa jam kemudian, datanglah suami Rin yang sangat kelelahan.

"Robi, makan dulu. Ayo," sambut ibu membukakan pintu dapur.

Robi mengangguk dan duduk mengusap wajahnya yang penuh keringat. Ayah kemudian pindah setelah menepuk bahu Robi menuju ruang tengah.

Rin masih duduk sambil memakan kuenya, suaminya memandanginya dengan senang.

"Kamu makan apa sih? Tampaknya enak," kata suaminya yang sudah duduk di kursi.

"Cheesecake," jawab Rin lalu menyodorkan piring itu ke suaminya.

"Wah, mau dong. Sudah lama tidak makan cake," kata suaminya ceria mengira bagiannya ada.

"Ya ini bagian kamu," kata Rin dengan wajah bodo amat.

"Jadi ini bagian aku? Astagfirullah! Kenapa kamu makan? Disisakan hanya satu sendok, Subhanallah sekali," kata suaminya menahan emosi dan mengambil lauk pauk yang ada.

"Ya bagian aku sedikit itu juga yang makan anak-anak," kata Rin tidak merasa bersalah.

"Terus tanpa ada perasaan dosa kamu makan LAGI bagian aku? Kapan kamu bisa mikir ya aku kerja banting tulang, selelah ini! Kamu siapkan aku makanan enak. Kamu ingin gaji aku besar tapi tidak pernah memikirkan aku. Subhanallah sekali kamu itu sebagai istriku," kata Robi dengan suara jutek.

"Si Rita tuh bagian dia lebih besar dari kakaknya sendiri. Kamu marahin saja Rita," kata Rin menatap kukunya yang masih pendek.

"Urusan aku sama Rita apa? Kalau tahu seperti ini kamu sekalian tidak usah sisakan untuk aku," kata suaminya mulai makan dengan kesal.

Bersambung ...

1
ada lho kak orang yg pakai nama tokoh sama dgn yg ada di novel ini
~🌛JimSu🌜~
ternyata Circle itu penting ya utk menentukan akan seperti jadi apakah kita. untungnya org toxic di luar rumah cuma 1 eh ada 2 deng tapi yg kedua ini ga trll toxic. masih bisa aq terima & masih jd temen, krn klo aq curhat dia sll memberi solusi.

yg toxicnya tuh dia sll memutarbalikkan fakta persis mirip si kania ini, tp klo udh ketahuan dia cm kabur aja sih. lama2 dia minta maaf, bagusnya tuh dia sadar diri banget🤣🤣
~🌛JimSu🌜~
gais maaf ya klo disini byk komennya tapi bisa dilewat aja kok🤣🤣krn aq menggunakan Noveltoon itu sbg buku Diary yg ternyata bisa membuat duit🤣🤣Pembelajaran aq dr kasus dulu itu, jgn polos amat jadi orang. utk menguji orang tulus temenan ama kita memang harus dihadapkan dgn saat kita sulit, klo dr situ udh keliatan ya dia cuek, ga ada respon, kuta curhat dia balasnya yg lain. udah deh fix tendang aja dia dr Circle km. 👍👍
Indarsih Sudarno
nggk seru aahh.. masak othornya cerita melulu... jd nggk konsen bacanya.
~🌛JimSu🌜~: novel aku kan cerita semua mbak🤣🤣mungkin pas bagian naratorkah?? ya klo ga seru ga usah dibaca juga gpp🙂👍
total 2 replies
Amy
Luar biasa /Determined//Ok/
WateryFirey: maksih ( asisten author😁😁)
total 1 replies
WateryFirey
saya biasnya Suga, masukkin dong thor🤭🤭🤭
Max Gundala
keren abis mau real atau fiksi, aku dukung kamu untuk semua ceritanya. lancar terus ya cece
Max Gundala
Hai thor👋 untuk isian novelnya oke banget. cuma mau kasih tahu aja kalau di SMP authornya ga punya temen deket atau sahabat. kebetulan aku satu kelas sama dia, dan org yg dimaksud dalam komentar bukan salah satu dr kedua yg aku sebut. Stay healthy & godbless u buat novelnya👍
Bunga88: yg saya lihat sama Kania ini memang bukan sahabat akrab ga seperti saya dan sahabat 1nya. dan saya juga ga suka sama dia makanya marah banget sama isi novelnya, ga pernah deh saya lihat dia semarah ini sampai ungkapin semuanya.
total 2 replies
~🌛JimSu🌜~
semuanya aku pamit undur diri LAGI coba cari aku di platform lain ya 🤗🤗🤗👋👋👋. Sayonara neee
WateryFirey: lah thor ganti platform? cieee kejar setoran nihhhh😂😂
total 1 replies
~🌛JimSu🌜~
sebagian kisah ttg novel ini ada dari kak Rita sendiri selain kisah aku soalnya agak sama juga sih, cerita pembullyan akan selalu sama isinya. jd emang puyeng juga sih pas ngerjainnya🤣🤣🤣 plis ya kak biarkan aku menyelesaikan cerita fiksinya lagi🤣🤣
~🌛JimSu🌜~
Untuk season 3 dari novel roman fiksi akan ada mgkn 2 thn mendatang ya bersamaan dengan season 2 dari Girl of Darkness. Jadi harap bersabar ya
~🌛JimSu🌜~
Pemeran Rita Ashalina akhirnya datang juga makasih banyak atas sedekah ceritanya. Maaf aku rehat soalnya lumayan kejar target sih, cerita fiksinya jd lambat pengerjaannya. sebagian ceritanya cukup bermakna ya
~🌛JimSu🌜~
buuuseeettt udah sebanyak ini ditinggal off seminggu😳😳😳
Bunga88
iya setuju sama Rita Ashalina 🤭🤭aku cari2 ya kania ini ternyata kayanya dia udah minggat deh padahal aku mau bilang sesuatu sama dia. kalau dece itu ga cocok jadi temennya, bukannya bicara sebagai teman secara baik2 malah ngbully mana nyerang kekuarangan dia segala . heran dia kenal dece sejak SMP masa gini cara dia kasih nasehat ke dece? sampai soal hasutan dia ke yg tangerang itu. kurang ajar
Bunga88: genkiii ceee aduh si neng kemana aja? udah lama juga ya ce, semoga kamu dan keluarga selalu sehat ya. semangat!!!
total 2 replies
WateryFirey
aku yakin teh Bunga88 ini sahabat baiknya Author kan. keliatan rasa sayangnya sama Author👍selalu ada ga perlu lihat cerita krn udh tahu garis besarnya
~🌛JimSu🌜~: iya bunga88 itu sahabat de bestnya aku banget. ada satu lagi katanya mau kasih support tapi mana ya? mungkin masih sibuk dianya. makasih banget Rita Ashalina ceritanya🤣🤣🤣
total 1 replies
WateryFirey
kok jd pd nongkrong disini sih? lama2 jd grup chat bukan novel😆
~🌛JimSu🌜~: gpp kak biar rame😁😁
total 1 replies
mun si cilok mah moal nyahoeun da teu kenal dece. dia mah asupna pas pertengahan tea geus mah circlenya oge beda sama kita2. ngan emg si eta resep si cilok karena sok make barang mahal
bocah cilok
aq juga dapat paket yg sama persis plus hokben dahlah. tapi bedanya yg hokben beneran dianter ke alamat rumah aku ga seperti thor. pas kurirnya nanya alamat aku, ya dianter ke rumah.
~🌛JimSu🌜~: mohon bersabar ya kak ini semua cobaan
total 2 replies
bocah cilok
wah ada Mustika 🥰🥰🥰
@mustika emang kamu pernah ketemu sama thor ini? iraha?
~🌛JimSu🌜~: emang sih waktu kuliah beberapa kali suka jalan2 sama mereka berdua. tapi memang saya ga tahu kak Mustika yg mana. tapi salam kenal aja ya Kak. makasih dukungannya
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!